โกฬโโฝโถโ โ โ Reading๐
๐ผ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ใก
ใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธ
"No-- Nona, kenapa Anda rem mendadak? Hampir saja kami mengalami kecelakaan?" lontar salah seorang di antara mereka jengkel.
"Jangan membantah! Kalian tunggu disini ...." Wanita itu, Natasya Gu berjalan meninggalkan orang-orangnya.
Ia berjalan menghampiri dua orang yang tengah bersama.
Dikelilingi cahaya lampu yang redup, lingkungan yang terasa sunyi, bahkan jarang kendaraan umum lewat. Dua orang itu berdiri tegak diiringi tawa menggeliat.
Natasya perlahan mendekati keduanya. Dan tebakannya benar, salah satu dari dua orang itu adalah Felipe Theodoros, orang yang dicari-carinya.
"Fe-- Felipe ... " panggilnya lirih.
Felipe serta wanita di sebelahnya lantas terdiam. Mereka menatap sosok yang berada dalam bayangan gelap.
Natasya memperlihatkan wajahnya dengan mendekati lampu. Tatapannya seolah merasa heran dengan apa yang terjadi, melihat Felipe tengah beradu mesra dengan wanita di pelukannya.
"Kau?"
"A-- akhirnya aku bisa menemukanmu, Felipe. Ada yang harus aku katakan, tapi sebelum itu kau harus ikut denganku," papar Natasya.
Ia menarik lengan Felipe sebelum berpikir panjang, tangannya kontan di tangkis oleh wanita misterius itu.
"Lepaskan tanganmu da--."
"Aku akan segera kembali," sela Felipe membuat wanita dalam pelukannya merasa iba.
Ia berjalan beriringan mengikuti langkah Natasya. Kedua sosoknya hilang dari pandangan wanita misterius itu dalam sekejap.
Natasya menghentikan langkahnya, lalu berkata, "Aku sudah mencarimu seharian ini. Dan ternyata kau sedang bersama wanita lain, ya." Ia menunduk kesal.
"Tidak usah pikirkan hal itu. Katakan apa maumu?" tanyanya dengan dingin. Pandangan dinginnya itu bahkan tak luput dari wajah Natasya.
"Mengenai kerjasama yang sudah kita bahas kemarin. Kau ... menerimanya, kan?"
"Itu ...."
"Te-- tenang saja! Aku akan membayarmu berapapun yang kau minta. Kumohon ...."
Natasya memperlihatkan wajah manja, tangannya menarik pergelangan tangan Felipe lalu di bawanya masuk ke dalam mobil.
"Natasya! Apa yang kau--."
"Kau akan mengetahuinya setelah kita sampai."
Wanita itu kembali melajukan kendaraannya dengan brutal. Beberapa mobil di belakang nampak mulai menyalakan kendaraan mereka.
......................
Tak jauh dari tempat sebelumnya, Natasya menghentikan laju mobilnya, lalu memarkirkannya di garasi rumah.
Tangannya bergerak bahkan sebelum Felipe menanyakan apa tujuan membawanya ke tempat itu.
Ia membungkam mulut Felipe dengan tangannya. Kedua bola matanya menatap sekeliling untuk memastikan tidak ada orang lain yang lewat.
Wanita itu membawa Pria yang belum lama di kenalnya ke dalam kamar, lalu menutup pintunya rapat-rapat.
"Apa ini? Kau menculikku?"
"Jangan kekanak-kanakan. Sebenarnya alasanku membawamu kesini karena Ayah memintaku mempertemukannya denganmu," ungkap Natasya kontan membuat mata Felipe terbelalak kaget.
Pria itu menyeringai dengan liciknya, lalu mendekati Natasya.
"Berapa yang mampu kau bayar untukku?" Tangannya meraih dagu Natasya, lalu mendorongnya perlahan pada dinding.
"U-- uang, aku akan membayarnya dengan uang. Kau tau apa itu uang, kan? Yah ... berapapun jumlahnya yang kau mau, aku akan membayarnya!" tutur Natasya lirih.
Ia mengernyitkan dahinya, menunduk ke bawah lalu kembali menatap Felipe dalam pandangannya.
Pria itu menatapnya dengan dingin, seakan ia menganggap tak ada yang berharga dari kata 'uang'.
"Malam ini kau boleh tidur di kamarku, aku akan tidur di sofa. Dan besok kau harus ikut denganku ke rumah orang tuaku," tegas Natasya, bahkan sebelum Felipe menyepakatinya.
......................
Malam yang begitu gelap, dengan rembulan yang menyinarinya. Sebuah jendela dari lantai atas terbuka lebar, seolah-olah menyambut udara dingin untuk masuk.
Bahkan suara burung hantu terasa menyeramkan untuk selalu didengar setiap malam.
Pria dengan tubuh kekar, bola mata berwarna merah menyala, serta rambut hitam legamnya yang tertata rapi, nampak menatap cahaya rembulan dari balik dinding kamar.
Perlahan taringnya keluar. Pria itu lalu membuyarkan tatapannya pada rembulan. Ia berjalan keluar dari ruangannya, menuju ruangan dengan suara bising.
Nampaknya seseorang tengah tertidur dengan posisi televisi masih menyala. Hanya cahaya dari layar itu yang terlihat.
Pria itu, Felipe Theodoros. Menghentikan langkah kakinya tepat didepan sofa. Di atasnya terlihat seorang wanita dengan paras cantik tengah tertidur lelap.
Ia membelai rambut wanita itu, dan perlahan meraba lehernya. Perlahan taring tajamnya kembali terlihat. Ia mendekatkan wajahnya pada leher Natasya, dan tak sempat menggigitnya begitu tersadar.
"Ah, apa yang sedang aku lakukan?" ucapnya lirih. Ia menatap wajah Natasya yang kedua bola matanya tertutup rapat oleh kelopak mata.
"Sepertinya tidak adil jika kau yang tidur disini dan bukan aku." Felipe mengangkat tubuh Natasya dan di bawanya masuk ke dalam kamar.
Ia meletakkan wanita dengan tubuh kecil itu di atas ranjang, lalu menutupinya dengan selimut.
Kakinya melangkah pada sebuah jendela yang masih terbuka lebar. Di tutupnya jendela itu agar tidak ada udara dingin yang masuk.
...----------------...
Kicauan burung terdengar menjadi-jadi. Suaranya yang amat amat merdu membuat Natasya membuka kedua bola matanya.
Matanya langsung tertuju pada pemandangan indah dibalik dinding, dengan posisi hordeng yang tak menutupi jendela.
Hijaunya dedaunan membuatnya terasa hidup. Setelah pandangannya terbuyar dari pohon, ia meraih ponsel yang berada di atas meja kecil.
Ia membaca beberapa angka dari layar yang kontan membuatnya terbirit-birit bangkit dari ranjang. Natasya berjalan mendekati ruangan kamar mandi sampai saat dirinya tersadar akan sesuatu.
"Bukankah semalam aku tidur di sofa? Dan yang tidur di kamarku saat itu adalah ... Felipe!" Kedua bola matanya menatap tajam setiap sudut ruangan, mencari-cari dimana keberadaan Pria itu sekarang.
"Arghh!! Dimana kau, Felipe!! Padahal semalam aku lelah mencarimu, tapi kau malah menghilang lagi!!" geramnya.
Ia melempar ponsel ke atas ranjang. Pandangannya tertuju pada jendela yang memperlihatkannya pada seseorang.
"Felipe? Dia ... ada di taman halaman rumahku?" pikir Natasya bergegas membuka jendela kamarnya.
Kedua mata mereka saling bertemu. Melihat Felipe di seberang dinding dengan burung cantik di tangannya.
๐๐ฑ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ...
๐ผ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐. ๐ณ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐ ... ๐
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
๐ฎ๐โโMัฯ zัโโโแญ
.
2023-12-05
0
kโKโ Bโฦ ษณฯ ษพ ๐๐ฅโเผ๐๐ ๐โ๐ยง
wah sapa itu wanita misterius yang bersama filepe ๐ค๐ค๐ค๐ค
2023-06-28
0
๐ทAsisten Cesliea๐ท
seginidoangthor? ๐ณ
2023-06-23
0