โกฬโโฝโถโ โ โ Reading๐
๐ผ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ใก
ใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธใฐ๏ธ
Langit gelap gulita menyelimuti seluruh Kota. Hambusan angin kencang terasa merasuki tubuh. Dedaunan mulai berjatuhan. Jalanan yang awalnya bersih kini terlihat cukup kotor.
Malam dengan cuaca yang cukup menyedihkan membuat Natasya enggan untuk keluar dari rumahnya. Namun kemauannya itu tak lagi ada setelah mendapat panggilan telepon dari sang ayah.
"Selamat malam, Ayah ... " sapanya.
Ia menurunkan gelas dari tangannya setelah meneguk secangkir kopi hangat.
"Natasya, Ayah mau kau datang ke Oliver Resto sekarang juga," perintahnya.
Natasya mengernyitkan bibir serta dahinya.
"Memangnya ada hal apa yang harus dibicarakan? Malam ini cuacanya tidak mendukung untuk bisa keluar rumah."
Ayahnya itu tak berbasa-basi. Ia membentak Natasya dalam ujung telepon, membuat wanita berusia 23 tahun itu kesal.
"๐๐ฑ๐ข ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต? ๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐ฏ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ," gumamnya.
Ia meraih sebuah mantel berwarna hitam, cocok untuk di kenakannya saat cuaca sedang berangin.
Wanita itu menginjak gas mobilnya. Perlahan mobil itu melaju hingga pada kecepatan tinggi.
Tak membutuhkan waktu lama, ia serta mobilnya berhenti di sebuah Restoran yang cukup terkenal.
Sebuah tulisan besar terpampang di dinding bagian depan. 'Oliver Resto', tulisan itu membuatnya mengenal tempat tersebut.
Setelah memasuki Restoran, ia melihat sekeliling untuk memastikan keberadaan Ayahnya. Cukup lama baginya untuk menemukan orang yang sudah berumur.
Natasya berjalan dan terus berjalan. Orang di sekelilingnya menatapnya kagum. Bahkan ada di antara mereka yang meminta untuk selfie bersama.
Yah, wanita itu memang cukup terkenal di Kotanya. Bahkan, keluarganya merupakan anggota yang berpengaruh besar di Kota mereka. Jadi mustahil jika tidak ada yang mengenalinya, termasuk Richard.
Ia melihat sosoknya yang dengan angkuh melambai-lambaikan tangan. Natasya bergegas menghampirinya.
"Natasya, duduklah ... " perintah Tuan Jason, selaku ayah dari Natasya Gu.
Suasana berubah dalam sekejap. Kedua Pria dengan usia yang berbeda menatapnya dengan tajam.
Natasya menelan ludah sedalam-dalamnya, meskipun sulit baginya untuk menelan ludah yang bahkan tak ada.
Tubuhnya bergetar hebat dan pandangannya hanya tertuju pada vas bunga di mejanya.
Bibirnya bergetar, seakan ingin menanyakan sesuatu. "I-- ini ada apa, Ayah? Kenapa Richard juga ada di sini?"
Tuan Jason menghela nafas panjang, ia kemudian menggenggam erat tangan Putrinya.
"Natasya, apa kau berhubungan dengan pria lain?" tanyanya seakan sudah tau apa yang terjadi.
Pandangannya tertuju pada Richard, satu-satunya Pria yang melihat Felipe saat itu. Dan kini ia sama sekali tidak bisa menyangkal, jika Richard adalah dalang dibalik apa yang terjadi.
"Benar, aku berpacaran dengan Felipe," ungkap Natasya.
Tubuh Tuan Jason terdiam mematung. Namun tidak dengan Richard. Pria itu beranjak dari kursinya lalu memukul meja tempat mereka duduk.
Beberapa orang di sana menatapnya heran. Kini ia menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung Restoran tersebut.
"Richard, tenanglah ... dan untuk Natasya, siapa nama pria yang berhubungan denganmu?"
"Itu ... Felipe." Natasya menunduk. Ia sama sekali tak berani menatap ayah serta calon tunangannya.
"Suruh dia datang kesini sekarang dan berhadapan denganku, jika kau mau aku mempertimbangkannya." Perintahnya itu kontan membuat jantung Natasya berdegup kencang.
Bagaimana tidak? Ia bahkan tak tau bagaimana caranya untuk menghubungi Felipe. Lantaran keduanya tak saling bertukar kontak.
Wanita itu pasrah, ia menggeleng pelan. Tuan Jason nampaknya cukup kesal, ia memegangi dahinya yang berdenyut.
Suasana kembali menjadi hening, tak ada satupun di antara mereka yang membuka mulut. Namun tidak setelah Richard kembali membuat keributan dengannya.
"Natasya, bagaimana kau bisa menduakanku? Kau pikir aku ini Pria macam apa?!"
"Diamlah, Richard. Kau sendiri tau kalau aku sangat membencimu. Sejak awal aku bahkan tak setuju dengan perjodohan ini," ungkapnya.
Ia melirik sang ayah yang juga menatapnya. Natasya lantas keluar dengan perasaan geram. Air matanya bercucuran membasahi wajahnya yang cantik.
......................
Pagi yang berbeda dari biasanya Natasya rasakan. Ia menatap langit-langit kamar yang berkilau, meraih ponselnya lalu meletakkannya kembali.
Wanita itu menghela nafas panjang, dan sesuatu melintas di kepalanya. Ia kontan bangkit dari ranjang lalu bersiap-siap.
Setelah usai mendandani wajahnya, Natasya menelepon seseorang. Cukup sulit baginya menghubungi orang yang penuh dengan kesibukan. Setelah kesekian kalinya, akhirnya panggilan darinya pun diterima.
"Selamat pagi, Tuan Alno. Maaf mengganggu waktu Anda," Natasya memberi salam.
"Pagi juga, ngomong ngomong apa yang membuatmu menghubungiku pagi-pagi sekali?" tanya orang diseberang sana, dia bernama Alno.
"Saya ingin Anda mencari tau mengenai ...."
1 jam telah berlalu, Natasya mengambil secangkir kopi hangat yang baru saja dihidangkan. Ia meneguknya sedikit demi sedikit, hingga akhirnya tersapu bersih.
Ia meraih tasnya yang bermerk lalu berjalan menuruni anak tangga. Parasnya yang cantik dengan tubuhnya yang elok bahkan mampu menarik perhatian para asisten rumah tangganya.
"Nona, apa Anda tidak mau sarapan lebih dulu? Kami sudah menyiapkan beberapa menu baru pagi ini," cakap salah seorang asisten yang kebetulan berpapasan dengannya.
Natasya membalasnya dengan senyuman manis, lalu menggelengkan kepalanya.
Ia melanjutkan langkah kakinya menuju garasi rumah, lalu menaiki sebuah mobil dan di kendarainya.
Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi melewati bangunan-bangunan besar di Kota.
......................
Beberapa jam telah berlalu sejak Natasya Gu mengendarai mobilnya mengelilingi Kota. Orang yang dicarinya kali ini bahkan tak menampakkan sebatang hidung pun.
"Huh, Felipe ... Felipe ... sebenarnya sekarang kau ada dimana? Aku sangat membutuhkanmu untuk bisa lepas dari Richard. Tapi kau bahkan tidak terlihat," gumamnya melihat sekeliling.
Rambut panjangnya tergerai ke belakang. Hembusan angin perlahan menggerakkan satu persatu helai rambutnya.
"Ah, aku ingat! Saat itu, pertama kalinya aku bertemu dengan Felipe di Taman ... apa mungkin aku coba kesana saja?"
...----------------...
Suasana terasa begitu hening, tak banyak pejalan kaki yang lewat. Bahkan jalan raya pun terlihat sunyi begitu malam tiba, tak seperti Kota-kota besar pada umumnya.
Ditengah kesunyian itu, tiba-tiba saja beberapa mobil melintas dengan kasarnya. Melajukan kendaraan mereka dengan kecepatan tinggi, bahkan tak peduli dengan rambu-rambu lalu lintas.
Nampaknya sebuah mobil yang berada di urutan paling depan adalah bos dari semuanya. Ia menginjakkan gas mobilnya secara brutal, tak mempedulikan akibat dari perbuatannya.
Seseorang di dalam mobil urutan paling depan menyeringai, melajukan kendaraannya sekencang mungkin. Merubah jalanan yang penuh debu menjadi polusi malam hari.
*CKITT**
Mengendarainya dengan kasar, memberhentikannya pula dengan kasar. Beberapa mobil yang berjalan mengikutinya lantas menginjak gas rem secara mendadak. Bahkan ada di antara mereka yang hampir saling bertabrakan.
Kini sosoknya terlihat jelas, saat setelah ia keluar dari mobilnya. Menoleh ke belakang, memastikan kondisi mobil lainnya baik-baik saja.
๐๐ฑ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ...
๐ผ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐. ๐ณ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐ ... ๐
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
Luccyy
dasar felipe d cari lg berduaan
2023-06-25
0
๐ทAsisten Cesliea๐ท
semoga aja Natasya bs nemuin Felipe
2023-06-23
0
๐ฎ๐โโMัฯ zัโโโแญ
next next!!!
2023-06-22
1