Episode 2 : Pertengkaran

โ—กฬˆโ‹†โ’ฝโ’ถโ“…โ“…โ“Ž Reading๐Ÿ

๐™ผ๐š˜๐š‘๐š˜๐š— ๐š”๐šŽ๐š‹๐š’๐š“๐šŠ๐š”๐šŠ๐š—๐š—๐šข๐šŠ ๐š๐šŠ๐š•๐šŠ๐š– ๐š–๐šŽ๐š–๐š‹๐šŠ๐šŒ๐šŠ ใ‹ก

ใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽใ€ฐ๏ธŽ

Sinar matahari pagi menembus masuk melalui kaca jendela. Serta kicauan burung yang menyanyi merdu terdengar begitu lembut.

Seorang wanita terbangun di sebuah ranjang kamarnya. Ia perlahan membuka kedua bola matanya begitu hembusan angin kencang membangunkannya.

Wanita itu, Natasya Gu. Ia melihat ke arah jarum jam yang terpampang di dinding kamarnya. Perlahan Natasya turun dari ranjang lalu menatap wajahnya yang berantakan di cermin.

"Apa aku kelelahan? Kenapa mataku seperti panda," cetusnya seraya berjalan mendekati ruang kamar mandi.

Ia mengambil handuk dan di bawanya masuk. Setelah cukup lama menyibukkan dirinya dengan sabun mandi serta air hangat, Natasya keluar dengan raut wajah segar.

Ia meraih perlengkapan make up pada meja riasnya. Satu persatu make up miliknya ia gunakan. Parasnya yang cantik ditambah dengan sedikit riasan natural membuat kecantikannya semakin tak tertandingi.

Tepat saat setelah ia usai mengurus tubuhnya, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Ia berlari terbirit-birit mengambil ponsel yang di letakannya di ruang kerja.

"Richard? Ada apa pagi-pagi begini dia meneleponku?" gumamnya kemudian mengangkat panggilan tersebut.

"Selamat pagi Natasya sayang, apa hari ini kau tidak sibuk? Aku ingin mengajakmu pergi ke mall, bagaimana?" Pria bernama Richard itu mengusulkan.

Natasya terdiam mendengarnya mengucapkan kata 'sayang'. Ia menghela nafas panjang serta berpikir apa yang akan di lakukannya hari ini.

Begitu memastikan bahwa hari ini Natasya tak mempunyai jadwal padat, ia pun memutuskan untuk menerima usulan Richard.

"Baiklah, aku akan datang ke rumahmu 20 menit lagi. Tunggu aku, sayang ...." ucapnya menutup pembicaraan.

Natasya melempar ponselnya ke atas tumpukan berkas. Ia membelai rambut panjangnya.

......................

20 menit berlalu, sebuah mobil pickup berwarna merah nampak berhenti didepan rumah Natasya. Seorang Pria dengan rambut berwarna emas kecoklatan keluar sembari melepas kacamatanya.

Ia berjalan masuk ke dalam rumah Natasya dengan arrogan.

"Oh, apa kau sudah bersiap-siap?" tanyanya begitu mendapati Natasya tengah bersantai di ruang tamu.

"Begitulah ...."

"Pacarku ini benar-benar imut." Pria dengan nama Richard itu berjalan mendekati Natasya. Ia membuka lebar-lebar kedua tangannya. Kini lekukan pada tubuhnya terlihat menonjol.

"Aku tidak ingin memelukmu. Ayo cepat," ucap Natasya dengan dingin. Ia berjalan melewati Richard di depannya.

"Ah, wanitaku ini benar-benar, ya ...."

...----------------...

Richard melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, sehingga tak membutuhkan waktu lama bagi mereka untuk sampai di tempat tujuan.

Natasya keluar setelah Richard membukakan pintu untuknya. Ia menggandeng tangan wanitanya lalu berjalan beriringan masuk ke dalam mall.

Beberapa orang yang tengah asik kontan terpana melihat keduanya. Mereka memandang Richard serta Natasya sebagai pasangan yang cocok. Mungkin Richard senang mengetahuinya, namun tidak dengan Natasya yang bahkan enggan menatap wajah Pria di sebelahnya.

"Sayang, tersenyumlah ... kau akan terlihat lebih cantik jika tersenyum," lontar Richard seraya memperlihatkan senyuman licik.

"Jika aku cantik, siapa yang akan melihatnya? Kau? Perlukah aku terlihat cantik di depanmu?" gerutunya dengan wajah tak semangat.

Ia berjalan mendahului Richard. Namun nampaknya Pria itu malah merasa lebih tertarik pada Natasya dari sebelumnya.

Keduanya berjalan tanpa mengatakan sepatah katapun. Walau beberapa kali Richard menanyakan apa yang ingin dibeli wanitanya, namun Natasya sama sekali tak membuka mulutnya.

"Ah, bukankah itu ... Felipe?" pikir Natasya begitu mendapati sosok Felipe tengah berada di mall.

Ia menghampiri Felipe saat Richard sedang asik sendiri dengan beberapa model pakaian keluaran terbaru.

Natasya memperlihatkan senyuman manis yang mampu meluluhkan hati para Pria. Namun nampaknya, Felipe sama sekali tak tertarik sedikitpun akan kecantikannya.

"Aku tidak akan menyangka kita akan bertemu kembali. Ngomong-ngomong, kenapa kemarin kau tiba-tiba menghilang? Bahkan kau tak mengucapkan terima kasih padaku," tutur Natasya, ia mengerutkan bibirnya.

"Aku tidak peduli," katanya dengan dingin. Ia kemudian memasukkan kedua tangannya ke dalam saku. Nampak seperti Pria yang benar-benar dingin.

"Hmm, bagaimana dengan tawaranku kemarin? Ku moh--."

"Natasya!" teriak seseorang menyela pembicaraan di antara keduanya.

Natasya menoleh, mendapati Richard yang berjalan menghampirinya dengan tergesa-gesa.

"Ri-- Richard?"

"Siapa dia? Ayo pergi!!" Richard menarik kasar lengan Natasya. Wanita itu di bawanya pergi menjauh dari Felipe.

Keduanya berjalan tanpa menoleh ke belakang. Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah toko pakaian di dalam mall.

"Kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Natasya mendapati raut wajah tak biasa dari Richard. Pria itu tak mengatakan apapun, lalu meraih sebuah celana.

"Aku akan mencoba beberapa pakaian, kau tunggu disini. Jangan coba-coba pergi, Natasya." Pria itu berjalan memasuki ruang ganti.

Sementara Natasya berdiri dengan tegak menunggu Richard selesai mencoba ukuran pakaian.

Ia kembali teringat akan sosok Felipe yang tak jauh dari toko kali ini. Begitu Natasya memastikan bahwa Richard masih belum selesai, ia dengan keberaniannya pergi menemui Felipe.

"Hosh ... hosh ... apa Richard tidak melihatku? Baguslah ...." Ia kembali melanjutkan pelariannya dari Richard, dan tak sengaja menabrak seseorang yang berpapasan dengannya.

"Ah, ma-- maaf ... Fe-- lipe?"

Pria itu tak menatapnya sedikitpun, ia hanya fokus pada benda di tangannya.

"Untunglah kita bertemu disini. Mengenai yang kemarin, pertimbangkan lagi. Aku akan memberimu banyak uang," ungkap Natasya.

Ia berdalih melihat sekeliling untuk memastikan bahwa Richard tak sedang mencarinya.

"Minggir, aku tidak mau," tolak Felipe dengan kasar. Ia berjalan melewati Natasya di hadapannya.

Wanita itu mengerutkan dahinya lalu menarik tangan Felipe.

Di saat yang bersamaan, tiba-tiba saja Richard muncul. Ia langsung mendorong Natasya ke sudut ruangan.

Tatapannya terlihat seakan ia akan membunuh Natasya. Bahkan Pria itu tak ragu untuk mencekik leher Natasya di tengah keramaian.

"Akh! Ri-- Richard, lepas-- kan ...."

"Sudah ku bilang jangan coba-coba untuk pergi." Ia menarik keras rambut Natasya, wanita itu nampak meneteskan air mata yang tak kunjung reda.

Bibirnya terlihat begitu kaku, seakan ingin mengatakan sesuatu namun tak dapat di ungkapkannya.

Merasa geram, Felipe lantas menghajar Richard. Wajahnya terlihat memar begitu mendapat pukulan keras dari Felipe.

"Dia wanitaku, jangan coba-coba menyentuhnya," tukas Felipe, kedua bola matanya menatap tajam wajah Richard.

Tak melanjutkan perkelahiannya, Pria itu kontan menarik lengan Natasya dan di bawanya keluar dari mall.

Jantungnya berdegup kencang seakan hampir copot. Matanya berbinar binar menatap sosok Felipe yang berjalan menggandengnya keluar mall.

"Felipe ... tunggu ... " ucapnya menghentikan langkah kaki Pria tersebut.

"Apa lagi yang mau kau katakan? Apa kau akan mengulangi hal yang sama agar diperlakukan dengan kasar?" tuturnya dengan raut wajah dingin bak es dalam freezer.

Natasya memperlihatkan senyuman lebar, ia memeluk Felipe di sebelahnya. Namun Pria itu sama sekali tak membalas pelukan hangatnya.

"Terima kasih, itu yang mau aku ucapkan padamu."

๐Ÿ‚๐™ฑ๐šŽ๐š›๐šœ๐šŠ๐š–๐š‹๐šž๐š—๐š ...

๐™ผ๐š˜๐š‘๐š˜๐š— ๐š๐šž๐š”๐šž๐š—๐š๐šŠ๐š—๐š—๐šข๐šŠ ๐šž๐š—๐š๐šž๐š” ๐š”๐šŠ๐š›๐šข๐šŠ ๐šŠ๐šž๐š๐š‘๐š˜๐š›, ๐š”๐šŠ๐š›๐šŽ๐š—๐šŠ ๐š”๐šŠ๐š›๐šข๐šŠ ๐š’๐š—๐š’ ๐šœ๐šŽ๐š๐šŠ๐š—๐š ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐š’๐š”๐šž๐š๐š’ ๐š•๐š˜๐š–๐š‹๐šŠ ๐š–๐šŽ๐š—๐šž๐š•๐š’๐šœ ๐š—๐š˜๐šŸ๐šŽ๐š•. ๐™ณ๐šž๐š”๐šž๐š—๐š๐šŠ๐š— ๐šœ๐šŽ๐š”๐šŽ๐šŒ๐š’๐š• ๐šŠ๐š™๐šŠ๐š™๐šž๐š— ๐šœ๐šŠ๐š—๐š๐šŠ๐š ๐š‹๐šŽ๐š›๐š‘๐šŠ๐š›๐š๐šŠ ๐š‹๐šŠ๐š๐š’ ๐šŠ๐šž๐š๐š‘๐š˜๐š›, ๐š•๐š˜๐š‘ ... ๐Ÿ

Terpopuler

Comments

off

off

jangan terlalu gombal ntar diantara nya ada lagi seseorang
๐Ÿšถโ€โ™‚๏ธ

2023-08-30

2

kโƒŸKโƒ  BโƒŸฦˆ ษณฯ…ษพ ๐Ÿ‘๐Ÿฅ€โƒžเผ„๐‘“๐‘ ๐‘โŸ๐“œยง

kโƒŸKโƒ  BโƒŸฦˆ ษณฯ…ษพ ๐Ÿ‘๐Ÿฅ€โƒžเผ„๐‘“๐‘ ๐‘โŸ๐“œยง

ko richard kasar banget si sama Natasya , cepet banget sikap Richard berubah nya ๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”
sebenarnya apa hubungan Richard dan Natasya ๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”

2023-06-26

2

๐ŸทAsisten Cesliea๐Ÿท

๐ŸทAsisten Cesliea๐Ÿท

Richard pgn gw kick

2023-06-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!