Bab 9 kesedihan Abimanyu

setelah sholat Maghrib saya memanaskan makanan yang dibawa Bude yana sore tadi

saya menata makan malam kami dimeja makan dekat ruang keluarga

saya mengajak anak-anak ku untuk makan bersama

selesai makan dan membersihkan bekas makan,kami duduk bersama di ruang tengah

Abimanyu putra bungsuku sedang tidur dipangkuanku ku elus lembut rambutnya

"sayang jangan langsung tiduran kan baru selesai makan"ucapku pada putra ku itu

abi langsung bangun dan duduk disampingku dan menyenderkan kepalanya dilenganku

"kamu kenapa dek!!?" tanya akza pada adiknya

Abimanyu tidak menjawab pertanyaan kakaknya namun

Abimanyu mendongakkan kepalanya menatap ku dengan mata berkaca-kaca

"kenapa sayang!!?" tanyaku mengusap kepala Putraku itu

"ma kenapa sih oma benci sama kita padahal kita kan tidak pernah nakal atau banyak meminta hiks hiks hiks

kita makan pun tidak pernah dibiarkan makan bersama mereka hiks hiks hiks"ucapnya air matanya sudah menetes membasahi pipinya yang tirus

saya ikut meneteskan air mata karena tidak tau harus jawab apa

"papa juga tidak pernah sayang pada Abi, padahal abi sudah jadi anak yang penurut tidak pernah membantah ucapan papa sama oma tapi kok mereka tetap benci

sekarang pun kita tidak dibiarkan untuk tinggal bersama mereka hiks hiks hiks"ucap Abi lagi,air matanya semakin menganak sungai kakak-kakaknya pun ikut menangis melihat tangisan Abi

saya mengangkat Putraku dan duduk dipangkuanku dan memeluknya erat

"adek benci sama papa dan oma hiks hiks hiks mereka tidak sayang pada kita hiks hiks" ucap Abimanyu semakin sesegukan dalam pelukanku

saya semakin mengeratkan pelukanku dan ikut menangis mendengar ucapan anakku

"adek harus sabar ya sayang, mungkin Allah sedang menguji keimanan dan ketaatan kita kepadanya dan mungkin setelah kita lulus ujian kita diberikan hadiah yang sangat indah oleh Allah sayang ,mama juga minta pada kalian jangan pernah membenci papa,oma ,opa,om Naren dan Tante mira karena biar bagaimanapun mereka itu adalah keluarga kalian sayang "

ucapku mencoba menenangkannya,saya tidak tau apakah Putraku ini paham dengan yang kukatakan padanya atau tidak tapi saya yakin anak-anak ku semuanya cerdas dan mampu mencerna ucapanku

..."adek benar ma, sebenarnya apa kesalahan kita hingga mama dan papa begitu membeci kita ma hiks hiks hiks...

...mama sudah bekerja dengan keras untuk mengurus mereka namun mereka tidak menghargai mama...

...kami juga tidak pernah membuat ulah karena kami tau jika kami membuat satu kesalahan pasti mama yang mendapatkan kemarahan oma dan papa...

...hiks hiks hiks...

...kami juga tau ma, saat mama melahirkan adek mereka tidak ada yang pe......."...

ucapan Atta dengan cepat kupotong karena saya tidak ingin putra bungsuku tau itu semua karena saya tidak ingin Putraku semakin sedih

saya menggelengkan kepala agar putra keduaku itu tidak melanjutkan ucapannya

Attar menundukkan kepalanya dan mengusap air matanya

"ma kita tidak usah kembali lagi kerumahnya oma ya, adek takut oma marah-marah lagi hiks hiks hiks

kita juga tidak bisa bebas untuk bermain,adek juga kalau jalan didalam rumah atau dihalaman adek harus hati-hati karena takut barang-barang oma rusak

buktinya adek tidak sengaja memecahkan pot bunga oma dan kita di usir Oleh oma dan papa

maafkan abi ya ma karena abi kita jadi diusir hiks hiks hiks"

ucap Abimanyu semakin sesegukan karena merasa bersalah

"sudah Sayang jangan nangis lagi ya, sekarang mama mau tanya apakah adek senang tinggal disini bersama mama,abang dan kakak-kakak adek ?!! tanyaku

abi mendongakkan kepalanya dan menatapku dengan mata sembab nya

"adek senang ma, karena abi bisa puas bermain dan tertawa bersama kakak tanpa harus menahan suara supaya tidak kedengaran hiks hiks hiks" jawab Abi dan diangguki oleh ketiga kakaknya

"nah kalau begitu jangan nangis lagi ya sayang lihat abang dan kakak juga ikut sedih melihat adek menangis"ucapanku mengusap wajahku yang juga sudah basah oleh air mata lalu menunjuk ketiga putraku yang lainnya

Abimanyu menatap ketiga kakaknya yang juga ikut menangis

"maaf kan adek ya kak, karena adek kakak,aa' dan abang ikut menangis hiks hiks hiks"ucap abi yang masih saja sesegukan

"siapa aa' dek!!? tanyaku pada si bungsu

"kak akza adek panggil abang trus kak Attar dan kak ali adek panggil kakak

biasanya kalau adek panggil salah satunya mereka berdua langsung menoleh makanya adek ganti aja jadi Aa' Ali hiks"ucap Abi menjelaskan maksudnya walaupun sesekali masih terisak

kami malah tertawa mendengarnya tapi Ali dengan senang hati menerima panggilan barunya itu,Ali memeluk adiknya dan mencium keningnya

"Ayo dek kita cuci muka dulu setelah itu kita tidur" ucap Ali menarik tangan adiknya dengan pelan, Abimanyu hanya mengangguk dan mengikuti kakaknya kekamar mandi dekat dapur

"kalian cepat tidur sayang, besokkan kalian sekolah nanti kalian telat bangun"ucapku memperingatkan mereka

"oh iya,apa kalian sholat isya!!?"tanyaku

"belum ma"ucap mereka cengengesan

"ayo sana Wudhu dulu lalu sholat setelahnya kalian cepat tidur" saya sengaja membiasakan anak-anakku untuk rajin beribadah karena itu akan menjadi bekal mereka dikemudian hari

Anak-anak semua masuk kedalam kamar mereka masing-masing,ini malam pertama kami dikontrakan ini

saya pun masuk kedalam kamar untuk mengistirahatkan tubuhku yang akhir-akhir ini mudah sekali Lelah dan perutku sering terasa kram entah apa sebabnya

sebelum tidur saya mengambil minyak kayu putih lalu ku gosokkan pada perutku namun day terkejut karena perutku terasa keras entah apa sebabnya

"ya Allah berikanlah kepada hamba rezeki sehat mu,hamba tidak ingin sakit anak-anakku masih sangat membutuhkanku"ucaplu dalam hati lalu memejamkan mataku

berulang kali kucoba cepat tidur namun saya tidak bisa tidur

saya terus berzikir dalam hati agar mata ini bisa cepat terpejam

apa mungkin karena disini tidak ada AC sedangkan selama bertahun-tahun saya tidur dikamar yang ber AC begitu pun dengan anak-anakku pasti mereka juga merasa gelisah

tapi saya merasa bersyukur karena putra sulungku menemukan kipas angin untuk kami pakai menghalau rasa gerah jika kami sudah terbiasa maka ini akan menjadi lebih ringan untuk kami jalani kedepannya

lama berzikir akhirnya saya tertidur walaupun rasa keram dibagian perutku membautku tidak nyaman

ada apa dengan perutku ini, apakah saya harus kedokter untuk memeriksakan diri agar saya bisa merasa khawatir lagi memikirkan apa yang akan terjadi

ke esokan Harinya

seperti biasa akan bangun jam empat subuh saya sudah bangun menyiapkan semuanya mulai dari pagi hingga sore

namun sekarang saya sedikit santai karena yang saya urus hanya anak2 ku

Terpopuler

Comments

Jetty Eva

Jetty Eva

Naina hamil..x ini pasti ceweq...

2025-02-13

1

Nur Syam

Nur Syam

selamat Thor,,,cerita nya sudah bikin aku mewek trus😭😭

2024-09-21

2

Dewi Chusnual

Dewi Chusnual

mungkin hamil lagi

2024-04-04

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pembantu Gratis
2 Bab 2 kemarahan mama mertua
3 Bab 3 Diusir dan diceraikan hanya karena sibungsu memecahkan pot bunga
4 Bab 4 kontrakan baru
5 Bab 5 Pasukan Bedah Rumah
6 Bab 6 Bertemu Mantan tapi kok mual
7 Bab 7 Curahan hati Anak-anakku
8 Bab 8 dibuang keluarga suami, dikelilingi orang-orang baik dan tulus
9 Bab 9 kesedihan Abimanyu
10 Bab 10 Hari yang baru
11 Bab 11 Ternyata saya sedang hamil
12 Bab 12 ternyata saya sedang hamil 2
13 Bab 13 Bukan kenangan manis yang kami ingat dirumah itu
14 Bab 14 memeriksakan kandungan
15 Bab 14 Bertemu mantan kakak ipar
16 Bab 16 Rencana Naina
17 Bab 17 saling menyayangi
18 Bab 18 bertemu mantan Ibu mertua
19 Bab 19 ngidam mie Titi
20 Bab 20 Persiapan
21 Bab 21 Semoga Berkah
22 Bab 22 Pesona Sari
23 Bab 23 penyesalan Bara
24 Bab 24 Kekampung Naina
25 Bab 25 kembali dengan kekecewaan
26 Bab 26 pasrah pada takdir
27 Bab 27 Baby Athena Dewi Pratiwi
28 Bab 28 kepulangan baby Dewi
29 Bab 29 Ungkapan Hati Ghani
30 Bab 30 Bismillah berkah
31 Bab 31 pesanan pembawa berkah
32 Bab 32 Bahagia itu sederhana
33 Bab 33 ternyata pakde dan Abah sahabat kecil
34 Bab 34 Wanita tangguh
35 Bab 35 pemesan kue ternyata mantan ibu mertua
36 Bab 36 ada apa dengan Putra-putraku?
37 Bab 37 Ma papa jahat!!!
38 Bab 38 semangat yang baru
39 Bab 39 Hasil USG Gheisa
40 Bab 40 rencana Bara
41 Bab 41 penghianatan dibalas penghianatan
42 Bab 42 Akhirnya terungkap
43 Bab 43 Akhirnya terungkap 2
44 Bab 44 Rencana penangkapan
45 Bab 45 tertangkap basah
46 Bab 46 Penyesalan nyonya Dianra
47 Bab 47 undangan pernikahan Ghani
48 Bab 48 pesta pernikahan Ghani
49 Bab 49 keinginan Bara
50 Bab 50 Meminta Rujuk
51 Bab 51 Penolakan Naina dan Anak-anak a
52 Bab 52 kegigihan Bara
53 Bab 53 keputusan Bara
54 Bab 54 kesedihan Azka
55 Bab 55 umi sakit
56 Nab 56 Selamat jalan Umi
57 Bab 57 bidadari surgaku
58 Bab 58 pemakaman
59 Bab 59 Ratapan pilu Abah
60 Bab 50 semangat baru untuk abah
61 Bab 61 kurindu senyummu ibu
62 Bab 62 Ghani si pemaksa
63 Bab 63 Ghani vs Bara
64 Bab 64 kejujuran David
65 Bab 65 jawaban doa di sepertiga malam
66 Bab 66 Jawaban Naina
67 Bab 67 lamaran
68 Bab 68 kedatangan istri Ghani
69 Bab 69 ingin membuat malu tapi malah malu sendiri
70 Bab 70 Alhamdulillah
71 Bab 71 Malam pertama yang tertunda
72 Bab 72 ingin bertemu Naina
73 Bab 73 permintaan nyonya Dianra
74 Bab 74 Pertemuan Bara dan Dewi
75 Bab 75 terasa lega
76 Bab 76 ketakutan Naina dan rencana Bara
77 Bab 77 Bara kecelakaan
78 Bab 78 menjenguk Bara
79 Bab 79 Bara Buta
80 Bab 80 David Berburu cilok
81 Bab 81 Naina sakit
82 Bab 82 kehamilan Naina
83 Bab 83 pernikahan sari
84 Bab 84 Naina makin manja
85 Bab 85 david ngidam Rujak
86 Bab 86 makan rujak tengah malam
87 Bab 87 akibat makan rujak
88 Bab 88 orang dari masa lalu
89 Bab 89 Calon pelakor
90 Bab 90 senjata makan tuan
91 Bab 91 Hari anak dan Ayah
92 Bab 92 kompaknya ayah dan anak
93 Bab 93 kebahagiaan semua orang
94 bab 94 Ide cemerlang
95 Bab 95 yang lahiran David apa Naina??
96 Bab 96 baby Devan pulang
97 Bab 97 Dewi dan rencananya
98 Bab 98 sibuknya dewi
99 Bab 99 karena video Dewi
100 Bab 100 pulangnya Baby Devania
101 Bab 101 Bunda kiki dan mami jihan sedang ngidam
102 Bab 102 Dewi merajuk
103 Bab 103 Dewi masih ngambek
104 Bab 104 Mama,mami dan bunda minta maaf ya
105 Bab 105 Lagi-lagi heboh
106 Bab 106 Panik
107 107 Kehilangan
108 Bab 108 belajar tuk ikhlas
109 Bab 109 mencari tau kabar papa Bara
110 Bab 110 Pertemuan
111 Bab 111 kegelisahan Bara
112 Bab 112 Putraku,papa Rindu
113 Bab 113 Kubalas Hinaanmu Nyonya
114 Bab 114 Keputusan Bara
115 Bab 115 Mencoba menemui Attar
116 Bab 116 siapakah Dewi sebenarnya
117 Bab 117 Apakah dia Darah daging ku
118 Bab 118 Apa Arti mimpi ku ini?
119 Bab 119 Pertemuan Nyonya Dianra dan Dewi
120 Bab 120 Kamu Jual saya Beli
121 Bab 121 Hai Nek, bertemu lagi dong!
122 Bab 122 Apalah Arti dari sebuah kasta
123 Bab 123 ingin Pergi karena sudah lelah
124 Bab124 keputusan Tuan Ibrahim
125 Bab 125 Saatnya menggapai bahagia
126 Bab 126 Mulai jengah
127 Bab 127 Maaf saya pergi
128 Bab 128 kebebasan
129 Bab 129 Menuju kehidupan baru
130 Bab 130 Diandra ngamuk
131 Bab 131 silahkan semua pergi
132 Bab 132 Kedatangan Dewi Athena
133 Bab 133 Kedatangan Dewi Athena 2
134 Bab 134 kebimbangan Naina
135 Bab135 Akza yang bijak
136 Bab 136 Mencoba untuk legowo
137 Bab 137 liburan dadakan
138 Bab 138 Masih liburan
139 Bab 139 Dewi Hilang
140 Bab140 David merasa Dejavu
141 Bab 141 Bertemu papa Bara
142 Bab 142 kalau ilang ajak-ajak dong
143 Bab143 Heboh si kembar hilang
144 Bab 144 Devan ngan
145 Bab 145 Janji-janji semut
146 Bab 146 Abah Abdul sakit
147 Bab 147 Pesan terakhir Abah
148 Bab 148 Cinta pertama kita telah pergi
149 Bab 149 Pemakaman Abah
150 Bab 150 Ada yang pergi dan Ada yang datang
151 Bab 151 setelah tangis pasti ada tawa
152 Bab 152 Oma Dianra depresi
153 Bab 153 Jadi penghuni RSJ (Rumah Sakit Jiwa)
154 Bab 154 Perusahaan mama.....
155 Bab 155 Bara drop
156 Bab 156 Operasi jantung
157 Bab 157 Kejujuran Naina
158 Bab 158 Kejujuran Naina 2
159 Bab 159 Kebenaran tentang Dewi
160 Bab 160 Kebahagiaan Bara
161 Bab 161 Bara yang positif
162 Bab 162 Kepulangan Bara
163 Bab 163 Bara Cemburu
164 Episode 164 Memaafkan bukan berarti melupakan
165 Bab 165 Kemarahan Abimanyu
166 Bab166 permohonan maaf Bara
167 Bab167
168 Bab168 Meminta hak asuh anak
169 Bab169 Mancuri Dengar
170 Bab 170 Azka malu-malu
171 Bab 171 Menggagalkan rencana Bara
172 Bab 173 Detakan jantung
173 Bab 174 Membantu
174 Bab 175 Beli Ruko baru
175 Bab 176 pindah ke ruko
176 Bab 177 kekecewaan Bara
177 Bab 178 Kedatangan Bara
178 Bab 179 kemalangan Bara
179 Bab 180 Sandiwara Bara
180 Bab 181 Bara buat ulah
181 Bab 182 Usaha Baru
182 Bab 182 Usaha Baru 2
183 Bab 184 survei toko Baru
184 Bab 185 seru-seruan
185 Bab 186 ada apa dengan jantung ku
186 Bab 187 Persiapan
187 Bab 188 pembukaan cafe bahagia
188 Bab 189 tragedi tabrakan beruntun
189 Bab 190 Menemui Bara
190 Bab 191 Bara menolak di rawat lagi
191 Bab 192 Terpaksa kami bius
192 Bab 192 Harus segera di amputasi
193 Bab 193 Di amputasi
194 Kebencian Abimanyu
195 Bab 196
196 197 meminta melamar
197 Bab 198 Rencana lamaran
198 Bab 199 Persiapan Lamaran
199 Bab 200 Lamaran
200 Bab 201 Alhamdulillah sah
201 Bab 202 Kesepian
202 Bab 203 kesepian 2
203 Bab 204 mencari sang istri
204 Bab 205 Nemu Bayi
205 Bab 206 Mendadak jadi orang tua
206 Bab 207 kebenaran tentang sang bayi
207 Bab 208 Tentang Baby Rayyan
208 Bab 209 Menjenguk Marisa
209 Bab 210 Adopsi
210 Bab 211 Positif Hamil
211 Bab 212 Kembali ke Indonesia
212 Bab 213 kangen bik Mina
213 Bab 213 Makan Bersama
214 Bab 215 Berita duka
215 Bab 216 Pemakaman oma Dianra
216 Bab 217 Baby pinces
217 Bab 218 Aqiqah baby pinces
218 Bab 219 permintaan maaf Bara
219 Bab 220 Selamat jalan papa Bara
220 Bab 221 pembacaan warisan
221 Bab 222 warisan papa Bara
222 Bab 223 Calon Attar
223 Bab 224 pernikahan Attar (TamaT)
Episodes

Updated 223 Episodes

1
Bab 1 Pembantu Gratis
2
Bab 2 kemarahan mama mertua
3
Bab 3 Diusir dan diceraikan hanya karena sibungsu memecahkan pot bunga
4
Bab 4 kontrakan baru
5
Bab 5 Pasukan Bedah Rumah
6
Bab 6 Bertemu Mantan tapi kok mual
7
Bab 7 Curahan hati Anak-anakku
8
Bab 8 dibuang keluarga suami, dikelilingi orang-orang baik dan tulus
9
Bab 9 kesedihan Abimanyu
10
Bab 10 Hari yang baru
11
Bab 11 Ternyata saya sedang hamil
12
Bab 12 ternyata saya sedang hamil 2
13
Bab 13 Bukan kenangan manis yang kami ingat dirumah itu
14
Bab 14 memeriksakan kandungan
15
Bab 14 Bertemu mantan kakak ipar
16
Bab 16 Rencana Naina
17
Bab 17 saling menyayangi
18
Bab 18 bertemu mantan Ibu mertua
19
Bab 19 ngidam mie Titi
20
Bab 20 Persiapan
21
Bab 21 Semoga Berkah
22
Bab 22 Pesona Sari
23
Bab 23 penyesalan Bara
24
Bab 24 Kekampung Naina
25
Bab 25 kembali dengan kekecewaan
26
Bab 26 pasrah pada takdir
27
Bab 27 Baby Athena Dewi Pratiwi
28
Bab 28 kepulangan baby Dewi
29
Bab 29 Ungkapan Hati Ghani
30
Bab 30 Bismillah berkah
31
Bab 31 pesanan pembawa berkah
32
Bab 32 Bahagia itu sederhana
33
Bab 33 ternyata pakde dan Abah sahabat kecil
34
Bab 34 Wanita tangguh
35
Bab 35 pemesan kue ternyata mantan ibu mertua
36
Bab 36 ada apa dengan Putra-putraku?
37
Bab 37 Ma papa jahat!!!
38
Bab 38 semangat yang baru
39
Bab 39 Hasil USG Gheisa
40
Bab 40 rencana Bara
41
Bab 41 penghianatan dibalas penghianatan
42
Bab 42 Akhirnya terungkap
43
Bab 43 Akhirnya terungkap 2
44
Bab 44 Rencana penangkapan
45
Bab 45 tertangkap basah
46
Bab 46 Penyesalan nyonya Dianra
47
Bab 47 undangan pernikahan Ghani
48
Bab 48 pesta pernikahan Ghani
49
Bab 49 keinginan Bara
50
Bab 50 Meminta Rujuk
51
Bab 51 Penolakan Naina dan Anak-anak a
52
Bab 52 kegigihan Bara
53
Bab 53 keputusan Bara
54
Bab 54 kesedihan Azka
55
Bab 55 umi sakit
56
Nab 56 Selamat jalan Umi
57
Bab 57 bidadari surgaku
58
Bab 58 pemakaman
59
Bab 59 Ratapan pilu Abah
60
Bab 50 semangat baru untuk abah
61
Bab 61 kurindu senyummu ibu
62
Bab 62 Ghani si pemaksa
63
Bab 63 Ghani vs Bara
64
Bab 64 kejujuran David
65
Bab 65 jawaban doa di sepertiga malam
66
Bab 66 Jawaban Naina
67
Bab 67 lamaran
68
Bab 68 kedatangan istri Ghani
69
Bab 69 ingin membuat malu tapi malah malu sendiri
70
Bab 70 Alhamdulillah
71
Bab 71 Malam pertama yang tertunda
72
Bab 72 ingin bertemu Naina
73
Bab 73 permintaan nyonya Dianra
74
Bab 74 Pertemuan Bara dan Dewi
75
Bab 75 terasa lega
76
Bab 76 ketakutan Naina dan rencana Bara
77
Bab 77 Bara kecelakaan
78
Bab 78 menjenguk Bara
79
Bab 79 Bara Buta
80
Bab 80 David Berburu cilok
81
Bab 81 Naina sakit
82
Bab 82 kehamilan Naina
83
Bab 83 pernikahan sari
84
Bab 84 Naina makin manja
85
Bab 85 david ngidam Rujak
86
Bab 86 makan rujak tengah malam
87
Bab 87 akibat makan rujak
88
Bab 88 orang dari masa lalu
89
Bab 89 Calon pelakor
90
Bab 90 senjata makan tuan
91
Bab 91 Hari anak dan Ayah
92
Bab 92 kompaknya ayah dan anak
93
Bab 93 kebahagiaan semua orang
94
bab 94 Ide cemerlang
95
Bab 95 yang lahiran David apa Naina??
96
Bab 96 baby Devan pulang
97
Bab 97 Dewi dan rencananya
98
Bab 98 sibuknya dewi
99
Bab 99 karena video Dewi
100
Bab 100 pulangnya Baby Devania
101
Bab 101 Bunda kiki dan mami jihan sedang ngidam
102
Bab 102 Dewi merajuk
103
Bab 103 Dewi masih ngambek
104
Bab 104 Mama,mami dan bunda minta maaf ya
105
Bab 105 Lagi-lagi heboh
106
Bab 106 Panik
107
107 Kehilangan
108
Bab 108 belajar tuk ikhlas
109
Bab 109 mencari tau kabar papa Bara
110
Bab 110 Pertemuan
111
Bab 111 kegelisahan Bara
112
Bab 112 Putraku,papa Rindu
113
Bab 113 Kubalas Hinaanmu Nyonya
114
Bab 114 Keputusan Bara
115
Bab 115 Mencoba menemui Attar
116
Bab 116 siapakah Dewi sebenarnya
117
Bab 117 Apakah dia Darah daging ku
118
Bab 118 Apa Arti mimpi ku ini?
119
Bab 119 Pertemuan Nyonya Dianra dan Dewi
120
Bab 120 Kamu Jual saya Beli
121
Bab 121 Hai Nek, bertemu lagi dong!
122
Bab 122 Apalah Arti dari sebuah kasta
123
Bab 123 ingin Pergi karena sudah lelah
124
Bab124 keputusan Tuan Ibrahim
125
Bab 125 Saatnya menggapai bahagia
126
Bab 126 Mulai jengah
127
Bab 127 Maaf saya pergi
128
Bab 128 kebebasan
129
Bab 129 Menuju kehidupan baru
130
Bab 130 Diandra ngamuk
131
Bab 131 silahkan semua pergi
132
Bab 132 Kedatangan Dewi Athena
133
Bab 133 Kedatangan Dewi Athena 2
134
Bab 134 kebimbangan Naina
135
Bab135 Akza yang bijak
136
Bab 136 Mencoba untuk legowo
137
Bab 137 liburan dadakan
138
Bab 138 Masih liburan
139
Bab 139 Dewi Hilang
140
Bab140 David merasa Dejavu
141
Bab 141 Bertemu papa Bara
142
Bab 142 kalau ilang ajak-ajak dong
143
Bab143 Heboh si kembar hilang
144
Bab 144 Devan ngan
145
Bab 145 Janji-janji semut
146
Bab 146 Abah Abdul sakit
147
Bab 147 Pesan terakhir Abah
148
Bab 148 Cinta pertama kita telah pergi
149
Bab 149 Pemakaman Abah
150
Bab 150 Ada yang pergi dan Ada yang datang
151
Bab 151 setelah tangis pasti ada tawa
152
Bab 152 Oma Dianra depresi
153
Bab 153 Jadi penghuni RSJ (Rumah Sakit Jiwa)
154
Bab 154 Perusahaan mama.....
155
Bab 155 Bara drop
156
Bab 156 Operasi jantung
157
Bab 157 Kejujuran Naina
158
Bab 158 Kejujuran Naina 2
159
Bab 159 Kebenaran tentang Dewi
160
Bab 160 Kebahagiaan Bara
161
Bab 161 Bara yang positif
162
Bab 162 Kepulangan Bara
163
Bab 163 Bara Cemburu
164
Episode 164 Memaafkan bukan berarti melupakan
165
Bab 165 Kemarahan Abimanyu
166
Bab166 permohonan maaf Bara
167
Bab167
168
Bab168 Meminta hak asuh anak
169
Bab169 Mancuri Dengar
170
Bab 170 Azka malu-malu
171
Bab 171 Menggagalkan rencana Bara
172
Bab 173 Detakan jantung
173
Bab 174 Membantu
174
Bab 175 Beli Ruko baru
175
Bab 176 pindah ke ruko
176
Bab 177 kekecewaan Bara
177
Bab 178 Kedatangan Bara
178
Bab 179 kemalangan Bara
179
Bab 180 Sandiwara Bara
180
Bab 181 Bara buat ulah
181
Bab 182 Usaha Baru
182
Bab 182 Usaha Baru 2
183
Bab 184 survei toko Baru
184
Bab 185 seru-seruan
185
Bab 186 ada apa dengan jantung ku
186
Bab 187 Persiapan
187
Bab 188 pembukaan cafe bahagia
188
Bab 189 tragedi tabrakan beruntun
189
Bab 190 Menemui Bara
190
Bab 191 Bara menolak di rawat lagi
191
Bab 192 Terpaksa kami bius
192
Bab 192 Harus segera di amputasi
193
Bab 193 Di amputasi
194
Kebencian Abimanyu
195
Bab 196
196
197 meminta melamar
197
Bab 198 Rencana lamaran
198
Bab 199 Persiapan Lamaran
199
Bab 200 Lamaran
200
Bab 201 Alhamdulillah sah
201
Bab 202 Kesepian
202
Bab 203 kesepian 2
203
Bab 204 mencari sang istri
204
Bab 205 Nemu Bayi
205
Bab 206 Mendadak jadi orang tua
206
Bab 207 kebenaran tentang sang bayi
207
Bab 208 Tentang Baby Rayyan
208
Bab 209 Menjenguk Marisa
209
Bab 210 Adopsi
210
Bab 211 Positif Hamil
211
Bab 212 Kembali ke Indonesia
212
Bab 213 kangen bik Mina
213
Bab 213 Makan Bersama
214
Bab 215 Berita duka
215
Bab 216 Pemakaman oma Dianra
216
Bab 217 Baby pinces
217
Bab 218 Aqiqah baby pinces
218
Bab 219 permintaan maaf Bara
219
Bab 220 Selamat jalan papa Bara
220
Bab 221 pembacaan warisan
221
Bab 222 warisan papa Bara
222
Bab 223 Calon Attar
223
Bab 224 pernikahan Attar (TamaT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!