Bab 3 Diusir dan diceraikan hanya karena sibungsu memecahkan pot bunga

Azka memegang tanganku karena takut melihat omanya marah,tangan azka Terasa dingin

"kalian ya benar-benar tidak tau di untung,masih bagus saya masih mau menampung kalian "ucap mami mertuaku

"maaf Mi Abi tadi tidak sengaja "jawabku

"dasar memang anak-anakmu sangat nakal,kamu jadi ibu tidak becus mengurus dan mendidik anak-anakmu dengan baik "ucap mami mertuaku

ini untuk kesekian kalinya mami mertua melukai perasaanku dengan kata-kata yang tajam

saya berusaha menahan lelehan air mataku

saat mami mendumel panjang lebar dan terus menghinaku suamiku dan Ayah mertuaku datang menghampiri kami

"ada apa sih mi, masih pagi-pagi sudah ribut"ucap papi mertua

"iya mi ada apa sih kok ribut-ribut "tanya mas Bara

"ini Bara istrimu ini tidak becus mengurus dan mendidik anak-anaknya sehingga mereka itu menjadi sangat nakal dan tidak terkendali "ucap mami mertua mengadu pada Putranya

kata-kata ibu mertua kembali melukai perasaanku seolah-olah anak-anakku itu hanyalah milikku seorang mereka tidak ada sangkut pautnya

Narendra hanya berdiri diatas dekat tangga memperhatikan kami

"sayang kamu simpan itu dulu ya takutnya nanti airnya tumpah"ucapku berbisik meminta putraku menyimpan kain pelnya

"iya ma"jawabnya dan masuk kedalam untuk menyimpan alat pelnya

tak berapa lama Putraku kembali mendekatiku dan memegang tanganku

sudah banyak sumpah serapah yang ibu mertua ucapkan untukku namun saya tetap bersabar menghadapi mereka

"sayang kamu keatas ya,temani Adik-adikmu mungkin mereka juga ketakutan karena terkejut "ucapku berbisik pada putraku dan dia hanya mengangguk dan berjalan naik kelantai dua dimana Adik-adiknya berada

"dengar ya naina sebaiknya kamu pergi dari sini dan bawa semua anak-anakmu,kalau kamu dan anak-anakmu masih disini bisa-bisa rumah ini akan hancur"ucap mami mertua dengan mata yang merah

"Astaghfirullahulalazim "ucapku menutup mulutku dengan kedua tanganku karena terkejut mendengar ucapan mami mertua mengusirku bersama anak-anakku

suami dan ayah mertuaku Hanya diam saja lalu ayah mertuaku berlalu masuk kedalam kamarnya kembali

"Bara ceraikan perempuan pembawa sial itu dan usir dari rumah ini beserta anak-anaknya "ucap mami mertua

"tapi ma"ucap mas Bara

"apa?! apa kamu mau mami coret nama kamu dari daftar ahli waris ?!"ucap mami mertua

jantung berdetak sangat kencang menunggu keputusan mas Bara

"Naina Nurannisa saya Al bara Adithama Rahardian menceraikanmu dengan talak satu" ucap mas Bara

Dhuarrrr

bagaikan suara petir yang menggantam kepalaku

saya sungguh tidak percaya mas Bara akan melakukan ini padaku

"pergilah dari rumah ini karena kamu bukan siapa-siapa ku lagi dan jangan lupa bawa serta ke empat anakmu"ucap mas bara lagi dan itu membuat lututku bergetar dan seketika Tubuhku luruh kelantai

air mata yang sedari tadi kutahan kini tumpah sudah

"ayo apa lagi yang kamu tunggu ayo kemasi semua barang-barangmu dan pergilah dari sini"ucap mami mertua dengan tersenyum sinis kearah ku

dengan sisa kekuatanku saya berusaha untuk bangkit,saya bejalan naik kelantai dua menuju kamar putraku, sesampaiku dikamar Azka saya melihat anak-anakku menyeka air mata mereka

"bang bantuin adek ya bang untuk berkemas pakaian kalian masukkan saja dalam tas besar itu semua pakaian kalian biar kita tidak banyak bawa banyak tas karena kita hanya memakai si vino"ucapku pada ke empat Putraku dengan suara bergetar

setelah itu saya pun menuju kamar untuk mengemasi pakaian -pakaianku yang tidak seberapa karena memang jarang beli baju

mas bara akan membelikanku baju daster murahan Alasannya saya tidak akan kemana-mana kecuali kesekolah anak-anak dan kepasar

didalam kamar saya tidak mendapati mas Bara

saya tidak lupa mengambil buku rekening bank yang kusembunyikan dalam lemari putra bungsuku

"sudah siap nak?"tanyaku pada anak-anakku

"siap ma,ayo kita pergi "ucap Azka

"iya sayang ayo,apa kamu sudah mengambil semua nak?apa tidak ada yang ketinggalan ?!"tanyaku lagi pada mereka

"tidak ada ma"jawab mereka

"Ayo,nanti Oma dan papa semakin marah jika kita masih disini berlama-lama "ucapku pada ke empat putraku

tidak ada lagi yang kututupi dari mereka karena sudah mendengar ucapan papa dan omanya secara langsung

kami menuruni anak tangga dengan menyeret tas besar milik kami

sesampainya dilantai bawah ternyata mantan mami mertua menunggu kami

"ini gaji kamu selama menjadi pembantu dirumah ini"ucap mantan mami mertua melemparkan amplop coklat kepadaku dan mengenai wajahku,

Hati ku sangat sakit ternyata mereka hanya menggapku sebagai seorang pembantu

saya memungut amplop coklat itu karena saat ini saya sangat butuh uang untuk sewa kontrakan dan biaya makan kami sehari-hari

kami meninggalkan rumah besar itu yang meninggalkan banyak kenangan selama 16 tahun dan hanya dianggap sebagai pembantu bukanlah menantu

"ma kita harus kemana ?!"tanya Azka dan ketiga putraku mendongakkan wajahnya menatapku

"untuk sementara kita cari kontrakan aja ya nak!"ucapku pada putra keduaku Attalaric

"iya mah "jawabnya lalu menunduk saya tau anak-anakku pasti sedih karena ayahnya sendiri mengusir kami dari rumah ini

"kalian tunggu disini ya,mama ambil motor dulu"ucapku pada anak-anakku mereka hanya mengangguk patuh

kurogoh saku dasterku mencari kunci motorku

"Alhamdulillah ternyata masih dalam kantong daster"ucapku saat mendapatkan kunci motorku

saya menyalakan mesin motor dan menjalankannya

saya menyusun tas besar milik anak-anak ku dan tasku sendiri yang berukuran sedang di depanku untuk kujadikan tempat duduk untuk sibungsu dan Ali sedangkan di belakangku Atta dan azka

Hal seperti ini sudah biasa untuk kami karena saya mengantar ke empat anakku sekaligus dengan motorku ini

"pegangan ya sayang"ucapku pada anak-anakku

"iya ma"jawab mereka

"Subhaanalladzii sakkhara lanaa hadza wama kunna lahu muqriniin wa-inna ilaa rabbina lamunqalibuun. Artinya: Maha suci Allah yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini. padahal sebelumnya kami tidak mampu untuk menguasainya, dan hanya kepada-Mu lah kami akan kembali"ucapku melafazkan doa berkendara memohon keselamatan kepada Allah

setelah membaca doa saya menjalankan motor dengan perlahan menuju gerbang pak amin yang melihatku segera berlari mendekati

"ibu Naina mau kemana ko bawa-bawa tas begitu?"ujar pak amin bertanya kepadaku

"mau pulang pulang kampung pak, anak-anak kangen sama neneknya "jawabku beralasan

saat pak amin membuka pintu pagar dan saya sudah menjalankan motor keluar dari pagar besi yang tinggi itu tiba-tiba pak syukur berlari menghampiri kami

"Bu Naina tunggu"ucap pak syukur ngos-ngosan

"ada apa pak?"tanyaku

"Bu Naina ini ada titipan dari tuan besar katanya jangan ditolak ini permintaan permintaan maaf dari beliau karena beliau tidak bisa membantu hanya dengan car ini beliau membantu ibu "ucap pak syukur

"oh ucapkan terimakasihku pada tuan besar ya pak,kalau begitu kami permisi"ucapku lalu memasukkan amplop coklat yang sangat tebal itu kedalam tas pundakku lalu menjalankan motorku dengan pelan meninggalkan rumah mewah itu berasama anak-anakku

"Abang pernah liat tidak rumah kontrakan sekitaran sini atau dekat-dekat mana gitu dan tidak jauh dari sekolah kalian "ucapku pada putra sulungku yang duduk dibelakangku

"ma kakak pernah baca ada rumah dikontrakkan tidak jauh dari lapangan waktu itu Edi minta tolong ditemani kerumahnya karena buku matematikanya ketinggalan "Ucap Atta putra keduaku

"oh ya?! bagaimana kalau kita lihat kesana siapa tau masih ada"jawabku tidak ingin mengecewakan Putraku

sinar matahari pun semakin terik

kujalankan motorku sedikit menambah kecepatannya semoga saja rumah kontrakan yang dikatakan anakku benar ada

Atta pun menjadi petunjuk jalan dan saya mengikuti arahannya dan ternyata benar disana ada rumah yang di kontrakan

saya pun menghentikan motor didepan rumah kontrakan itu dan ingin bertanya siapa yang bisa dihubungi

"assalamualaikum, permisi "ucapku mengucapkan salam dirumah dekat rumah kontrakan itu

"waalaikumsalam "jawab seorang wanita paruh baya dari dalam rumah itu

"permisi bu"ucapku saat melihat seorang ibu paruh baya menghampiri ku

"iya mbak ada yang bisa saya bantu ? ayo silahkan masuk mbak" jawab ibu itu dan mempersilahkan saya masuk

akhirnya saya masuk kedalam teras rumahnya dan duduk disana

"ini bu saya mau tanya apa rumah disebelah itu benar mau dikontrakkan ?"tanyaku pada ibu itu

"iya benar mbak"jawabnya

"oh kalau begitu apa ada yang bisa dihubungi bu?!"tanyaku lagi

"oh mbak mau ngontrak ?"tanya ibu itu lagi

"iya bu,saya dan anak-anak lagi cari kontrakan disekitaran sini siapa tau harganya cocok"ucapku

"oh kebetulan rumah itu milik kakak saya,dia mengontakkan rumahnya karena ikut sama anaknya karena disini dia tinggal sendiri "jawab ibu itu panjang lebar

saya hanya manggut-manggut mendengar ceritanya

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

sekedar mengajukan permintaan aja thor, flmpenulisan kalo tokoh menyapan dirinya saya ya harusnya tetap saya gak sekepap jadi aku gak enak bacanya

2025-03-11

1

Yati Syahira

Yati Syahira

suami dan ayah yang bodoh mertua arogan pasti kelak anaknya akan dendam tdk mau mengakuinya

2025-03-18

1

Isabela Devi

Isabela Devi

mertua yg ga py perasaan dan anaknya jg py hati, suatu saat kamu akan menyesal

2025-03-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pembantu Gratis
2 Bab 2 kemarahan mama mertua
3 Bab 3 Diusir dan diceraikan hanya karena sibungsu memecahkan pot bunga
4 Bab 4 kontrakan baru
5 Bab 5 Pasukan Bedah Rumah
6 Bab 6 Bertemu Mantan tapi kok mual
7 Bab 7 Curahan hati Anak-anakku
8 Bab 8 dibuang keluarga suami, dikelilingi orang-orang baik dan tulus
9 Bab 9 kesedihan Abimanyu
10 Bab 10 Hari yang baru
11 Bab 11 Ternyata saya sedang hamil
12 Bab 12 ternyata saya sedang hamil 2
13 Bab 13 Bukan kenangan manis yang kami ingat dirumah itu
14 Bab 14 memeriksakan kandungan
15 Bab 14 Bertemu mantan kakak ipar
16 Bab 16 Rencana Naina
17 Bab 17 saling menyayangi
18 Bab 18 bertemu mantan Ibu mertua
19 Bab 19 ngidam mie Titi
20 Bab 20 Persiapan
21 Bab 21 Semoga Berkah
22 Bab 22 Pesona Sari
23 Bab 23 penyesalan Bara
24 Bab 24 Kekampung Naina
25 Bab 25 kembali dengan kekecewaan
26 Bab 26 pasrah pada takdir
27 Bab 27 Baby Athena Dewi Pratiwi
28 Bab 28 kepulangan baby Dewi
29 Bab 29 Ungkapan Hati Ghani
30 Bab 30 Bismillah berkah
31 Bab 31 pesanan pembawa berkah
32 Bab 32 Bahagia itu sederhana
33 Bab 33 ternyata pakde dan Abah sahabat kecil
34 Bab 34 Wanita tangguh
35 Bab 35 pemesan kue ternyata mantan ibu mertua
36 Bab 36 ada apa dengan Putra-putraku?
37 Bab 37 Ma papa jahat!!!
38 Bab 38 semangat yang baru
39 Bab 39 Hasil USG Gheisa
40 Bab 40 rencana Bara
41 Bab 41 penghianatan dibalas penghianatan
42 Bab 42 Akhirnya terungkap
43 Bab 43 Akhirnya terungkap 2
44 Bab 44 Rencana penangkapan
45 Bab 45 tertangkap basah
46 Bab 46 Penyesalan nyonya Dianra
47 Bab 47 undangan pernikahan Ghani
48 Bab 48 pesta pernikahan Ghani
49 Bab 49 keinginan Bara
50 Bab 50 Meminta Rujuk
51 Bab 51 Penolakan Naina dan Anak-anak a
52 Bab 52 kegigihan Bara
53 Bab 53 keputusan Bara
54 Bab 54 kesedihan Azka
55 Bab 55 umi sakit
56 Nab 56 Selamat jalan Umi
57 Bab 57 bidadari surgaku
58 Bab 58 pemakaman
59 Bab 59 Ratapan pilu Abah
60 Bab 50 semangat baru untuk abah
61 Bab 61 kurindu senyummu ibu
62 Bab 62 Ghani si pemaksa
63 Bab 63 Ghani vs Bara
64 Bab 64 kejujuran David
65 Bab 65 jawaban doa di sepertiga malam
66 Bab 66 Jawaban Naina
67 Bab 67 lamaran
68 Bab 68 kedatangan istri Ghani
69 Bab 69 ingin membuat malu tapi malah malu sendiri
70 Bab 70 Alhamdulillah
71 Bab 71 Malam pertama yang tertunda
72 Bab 72 ingin bertemu Naina
73 Bab 73 permintaan nyonya Dianra
74 Bab 74 Pertemuan Bara dan Dewi
75 Bab 75 terasa lega
76 Bab 76 ketakutan Naina dan rencana Bara
77 Bab 77 Bara kecelakaan
78 Bab 78 menjenguk Bara
79 Bab 79 Bara Buta
80 Bab 80 David Berburu cilok
81 Bab 81 Naina sakit
82 Bab 82 kehamilan Naina
83 Bab 83 pernikahan sari
84 Bab 84 Naina makin manja
85 Bab 85 david ngidam Rujak
86 Bab 86 makan rujak tengah malam
87 Bab 87 akibat makan rujak
88 Bab 88 orang dari masa lalu
89 Bab 89 Calon pelakor
90 Bab 90 senjata makan tuan
91 Bab 91 Hari anak dan Ayah
92 Bab 92 kompaknya ayah dan anak
93 Bab 93 kebahagiaan semua orang
94 bab 94 Ide cemerlang
95 Bab 95 yang lahiran David apa Naina??
96 Bab 96 baby Devan pulang
97 Bab 97 Dewi dan rencananya
98 Bab 98 sibuknya dewi
99 Bab 99 karena video Dewi
100 Bab 100 pulangnya Baby Devania
101 Bab 101 Bunda kiki dan mami jihan sedang ngidam
102 Bab 102 Dewi merajuk
103 Bab 103 Dewi masih ngambek
104 Bab 104 Mama,mami dan bunda minta maaf ya
105 Bab 105 Lagi-lagi heboh
106 Bab 106 Panik
107 107 Kehilangan
108 Bab 108 belajar tuk ikhlas
109 Bab 109 mencari tau kabar papa Bara
110 Bab 110 Pertemuan
111 Bab 111 kegelisahan Bara
112 Bab 112 Putraku,papa Rindu
113 Bab 113 Kubalas Hinaanmu Nyonya
114 Bab 114 Keputusan Bara
115 Bab 115 Mencoba menemui Attar
116 Bab 116 siapakah Dewi sebenarnya
117 Bab 117 Apakah dia Darah daging ku
118 Bab 118 Apa Arti mimpi ku ini?
119 Bab 119 Pertemuan Nyonya Dianra dan Dewi
120 Bab 120 Kamu Jual saya Beli
121 Bab 121 Hai Nek, bertemu lagi dong!
122 Bab 122 Apalah Arti dari sebuah kasta
123 Bab 123 ingin Pergi karena sudah lelah
124 Bab124 keputusan Tuan Ibrahim
125 Bab 125 Saatnya menggapai bahagia
126 Bab 126 Mulai jengah
127 Bab 127 Maaf saya pergi
128 Bab 128 kebebasan
129 Bab 129 Menuju kehidupan baru
130 Bab 130 Diandra ngamuk
131 Bab 131 silahkan semua pergi
132 Bab 132 Kedatangan Dewi Athena
133 Bab 133 Kedatangan Dewi Athena 2
134 Bab 134 kebimbangan Naina
135 Bab135 Akza yang bijak
136 Bab 136 Mencoba untuk legowo
137 Bab 137 liburan dadakan
138 Bab 138 Masih liburan
139 Bab 139 Dewi Hilang
140 Bab140 David merasa Dejavu
141 Bab 141 Bertemu papa Bara
142 Bab 142 kalau ilang ajak-ajak dong
143 Bab143 Heboh si kembar hilang
144 Bab 144 Devan ngan
145 Bab 145 Janji-janji semut
146 Bab 146 Abah Abdul sakit
147 Bab 147 Pesan terakhir Abah
148 Bab 148 Cinta pertama kita telah pergi
149 Bab 149 Pemakaman Abah
150 Bab 150 Ada yang pergi dan Ada yang datang
151 Bab 151 setelah tangis pasti ada tawa
152 Bab 152 Oma Dianra depresi
153 Bab 153 Jadi penghuni RSJ (Rumah Sakit Jiwa)
154 Bab 154 Perusahaan mama.....
155 Bab 155 Bara drop
156 Bab 156 Operasi jantung
157 Bab 157 Kejujuran Naina
158 Bab 158 Kejujuran Naina 2
159 Bab 159 Kebenaran tentang Dewi
160 Bab 160 Kebahagiaan Bara
161 Bab 161 Bara yang positif
162 Bab 162 Kepulangan Bara
163 Bab 163 Bara Cemburu
164 Episode 164 Memaafkan bukan berarti melupakan
165 Bab 165 Kemarahan Abimanyu
166 Bab166 permohonan maaf Bara
167 Bab167
168 Bab168 Meminta hak asuh anak
169 Bab169 Mancuri Dengar
170 Bab 170 Azka malu-malu
171 Bab 171 Menggagalkan rencana Bara
172 Bab 173 Detakan jantung
173 Bab 174 Membantu
174 Bab 175 Beli Ruko baru
175 Bab 176 pindah ke ruko
176 Bab 177 kekecewaan Bara
177 Bab 178 Kedatangan Bara
178 Bab 179 kemalangan Bara
179 Bab 180 Sandiwara Bara
180 Bab 181 Bara buat ulah
181 Bab 182 Usaha Baru
182 Bab 182 Usaha Baru 2
183 Bab 184 survei toko Baru
184 Bab 185 seru-seruan
185 Bab 186 ada apa dengan jantung ku
186 Bab 187 Persiapan
187 Bab 188 pembukaan cafe bahagia
188 Bab 189 tragedi tabrakan beruntun
189 Bab 190 Menemui Bara
190 Bab 191 Bara menolak di rawat lagi
191 Bab 192 Terpaksa kami bius
192 Bab 192 Harus segera di amputasi
193 Bab 193 Di amputasi
194 Kebencian Abimanyu
195 Bab 196
196 197 meminta melamar
197 Bab 198 Rencana lamaran
198 Bab 199 Persiapan Lamaran
199 Bab 200 Lamaran
200 Bab 201 Alhamdulillah sah
201 Bab 202 Kesepian
202 Bab 203 kesepian 2
203 Bab 204 mencari sang istri
204 Bab 205 Nemu Bayi
205 Bab 206 Mendadak jadi orang tua
206 Bab 207 kebenaran tentang sang bayi
207 Bab 208 Tentang Baby Rayyan
208 Bab 209 Menjenguk Marisa
209 Bab 210 Adopsi
210 Bab 211 Positif Hamil
211 Bab 212 Kembali ke Indonesia
212 Bab 213 kangen bik Mina
213 Bab 213 Makan Bersama
214 Bab 215 Berita duka
215 Bab 216 Pemakaman oma Dianra
216 Bab 217 Baby pinces
217 Bab 218 Aqiqah baby pinces
218 Bab 219 permintaan maaf Bara
219 Bab 220 Selamat jalan papa Bara
220 Bab 221 pembacaan warisan
221 Bab 222 warisan papa Bara
222 Bab 223 Calon Attar
223 Bab 224 pernikahan Attar (TamaT)
Episodes

Updated 223 Episodes

1
Bab 1 Pembantu Gratis
2
Bab 2 kemarahan mama mertua
3
Bab 3 Diusir dan diceraikan hanya karena sibungsu memecahkan pot bunga
4
Bab 4 kontrakan baru
5
Bab 5 Pasukan Bedah Rumah
6
Bab 6 Bertemu Mantan tapi kok mual
7
Bab 7 Curahan hati Anak-anakku
8
Bab 8 dibuang keluarga suami, dikelilingi orang-orang baik dan tulus
9
Bab 9 kesedihan Abimanyu
10
Bab 10 Hari yang baru
11
Bab 11 Ternyata saya sedang hamil
12
Bab 12 ternyata saya sedang hamil 2
13
Bab 13 Bukan kenangan manis yang kami ingat dirumah itu
14
Bab 14 memeriksakan kandungan
15
Bab 14 Bertemu mantan kakak ipar
16
Bab 16 Rencana Naina
17
Bab 17 saling menyayangi
18
Bab 18 bertemu mantan Ibu mertua
19
Bab 19 ngidam mie Titi
20
Bab 20 Persiapan
21
Bab 21 Semoga Berkah
22
Bab 22 Pesona Sari
23
Bab 23 penyesalan Bara
24
Bab 24 Kekampung Naina
25
Bab 25 kembali dengan kekecewaan
26
Bab 26 pasrah pada takdir
27
Bab 27 Baby Athena Dewi Pratiwi
28
Bab 28 kepulangan baby Dewi
29
Bab 29 Ungkapan Hati Ghani
30
Bab 30 Bismillah berkah
31
Bab 31 pesanan pembawa berkah
32
Bab 32 Bahagia itu sederhana
33
Bab 33 ternyata pakde dan Abah sahabat kecil
34
Bab 34 Wanita tangguh
35
Bab 35 pemesan kue ternyata mantan ibu mertua
36
Bab 36 ada apa dengan Putra-putraku?
37
Bab 37 Ma papa jahat!!!
38
Bab 38 semangat yang baru
39
Bab 39 Hasil USG Gheisa
40
Bab 40 rencana Bara
41
Bab 41 penghianatan dibalas penghianatan
42
Bab 42 Akhirnya terungkap
43
Bab 43 Akhirnya terungkap 2
44
Bab 44 Rencana penangkapan
45
Bab 45 tertangkap basah
46
Bab 46 Penyesalan nyonya Dianra
47
Bab 47 undangan pernikahan Ghani
48
Bab 48 pesta pernikahan Ghani
49
Bab 49 keinginan Bara
50
Bab 50 Meminta Rujuk
51
Bab 51 Penolakan Naina dan Anak-anak a
52
Bab 52 kegigihan Bara
53
Bab 53 keputusan Bara
54
Bab 54 kesedihan Azka
55
Bab 55 umi sakit
56
Nab 56 Selamat jalan Umi
57
Bab 57 bidadari surgaku
58
Bab 58 pemakaman
59
Bab 59 Ratapan pilu Abah
60
Bab 50 semangat baru untuk abah
61
Bab 61 kurindu senyummu ibu
62
Bab 62 Ghani si pemaksa
63
Bab 63 Ghani vs Bara
64
Bab 64 kejujuran David
65
Bab 65 jawaban doa di sepertiga malam
66
Bab 66 Jawaban Naina
67
Bab 67 lamaran
68
Bab 68 kedatangan istri Ghani
69
Bab 69 ingin membuat malu tapi malah malu sendiri
70
Bab 70 Alhamdulillah
71
Bab 71 Malam pertama yang tertunda
72
Bab 72 ingin bertemu Naina
73
Bab 73 permintaan nyonya Dianra
74
Bab 74 Pertemuan Bara dan Dewi
75
Bab 75 terasa lega
76
Bab 76 ketakutan Naina dan rencana Bara
77
Bab 77 Bara kecelakaan
78
Bab 78 menjenguk Bara
79
Bab 79 Bara Buta
80
Bab 80 David Berburu cilok
81
Bab 81 Naina sakit
82
Bab 82 kehamilan Naina
83
Bab 83 pernikahan sari
84
Bab 84 Naina makin manja
85
Bab 85 david ngidam Rujak
86
Bab 86 makan rujak tengah malam
87
Bab 87 akibat makan rujak
88
Bab 88 orang dari masa lalu
89
Bab 89 Calon pelakor
90
Bab 90 senjata makan tuan
91
Bab 91 Hari anak dan Ayah
92
Bab 92 kompaknya ayah dan anak
93
Bab 93 kebahagiaan semua orang
94
bab 94 Ide cemerlang
95
Bab 95 yang lahiran David apa Naina??
96
Bab 96 baby Devan pulang
97
Bab 97 Dewi dan rencananya
98
Bab 98 sibuknya dewi
99
Bab 99 karena video Dewi
100
Bab 100 pulangnya Baby Devania
101
Bab 101 Bunda kiki dan mami jihan sedang ngidam
102
Bab 102 Dewi merajuk
103
Bab 103 Dewi masih ngambek
104
Bab 104 Mama,mami dan bunda minta maaf ya
105
Bab 105 Lagi-lagi heboh
106
Bab 106 Panik
107
107 Kehilangan
108
Bab 108 belajar tuk ikhlas
109
Bab 109 mencari tau kabar papa Bara
110
Bab 110 Pertemuan
111
Bab 111 kegelisahan Bara
112
Bab 112 Putraku,papa Rindu
113
Bab 113 Kubalas Hinaanmu Nyonya
114
Bab 114 Keputusan Bara
115
Bab 115 Mencoba menemui Attar
116
Bab 116 siapakah Dewi sebenarnya
117
Bab 117 Apakah dia Darah daging ku
118
Bab 118 Apa Arti mimpi ku ini?
119
Bab 119 Pertemuan Nyonya Dianra dan Dewi
120
Bab 120 Kamu Jual saya Beli
121
Bab 121 Hai Nek, bertemu lagi dong!
122
Bab 122 Apalah Arti dari sebuah kasta
123
Bab 123 ingin Pergi karena sudah lelah
124
Bab124 keputusan Tuan Ibrahim
125
Bab 125 Saatnya menggapai bahagia
126
Bab 126 Mulai jengah
127
Bab 127 Maaf saya pergi
128
Bab 128 kebebasan
129
Bab 129 Menuju kehidupan baru
130
Bab 130 Diandra ngamuk
131
Bab 131 silahkan semua pergi
132
Bab 132 Kedatangan Dewi Athena
133
Bab 133 Kedatangan Dewi Athena 2
134
Bab 134 kebimbangan Naina
135
Bab135 Akza yang bijak
136
Bab 136 Mencoba untuk legowo
137
Bab 137 liburan dadakan
138
Bab 138 Masih liburan
139
Bab 139 Dewi Hilang
140
Bab140 David merasa Dejavu
141
Bab 141 Bertemu papa Bara
142
Bab 142 kalau ilang ajak-ajak dong
143
Bab143 Heboh si kembar hilang
144
Bab 144 Devan ngan
145
Bab 145 Janji-janji semut
146
Bab 146 Abah Abdul sakit
147
Bab 147 Pesan terakhir Abah
148
Bab 148 Cinta pertama kita telah pergi
149
Bab 149 Pemakaman Abah
150
Bab 150 Ada yang pergi dan Ada yang datang
151
Bab 151 setelah tangis pasti ada tawa
152
Bab 152 Oma Dianra depresi
153
Bab 153 Jadi penghuni RSJ (Rumah Sakit Jiwa)
154
Bab 154 Perusahaan mama.....
155
Bab 155 Bara drop
156
Bab 156 Operasi jantung
157
Bab 157 Kejujuran Naina
158
Bab 158 Kejujuran Naina 2
159
Bab 159 Kebenaran tentang Dewi
160
Bab 160 Kebahagiaan Bara
161
Bab 161 Bara yang positif
162
Bab 162 Kepulangan Bara
163
Bab 163 Bara Cemburu
164
Episode 164 Memaafkan bukan berarti melupakan
165
Bab 165 Kemarahan Abimanyu
166
Bab166 permohonan maaf Bara
167
Bab167
168
Bab168 Meminta hak asuh anak
169
Bab169 Mancuri Dengar
170
Bab 170 Azka malu-malu
171
Bab 171 Menggagalkan rencana Bara
172
Bab 173 Detakan jantung
173
Bab 174 Membantu
174
Bab 175 Beli Ruko baru
175
Bab 176 pindah ke ruko
176
Bab 177 kekecewaan Bara
177
Bab 178 Kedatangan Bara
178
Bab 179 kemalangan Bara
179
Bab 180 Sandiwara Bara
180
Bab 181 Bara buat ulah
181
Bab 182 Usaha Baru
182
Bab 182 Usaha Baru 2
183
Bab 184 survei toko Baru
184
Bab 185 seru-seruan
185
Bab 186 ada apa dengan jantung ku
186
Bab 187 Persiapan
187
Bab 188 pembukaan cafe bahagia
188
Bab 189 tragedi tabrakan beruntun
189
Bab 190 Menemui Bara
190
Bab 191 Bara menolak di rawat lagi
191
Bab 192 Terpaksa kami bius
192
Bab 192 Harus segera di amputasi
193
Bab 193 Di amputasi
194
Kebencian Abimanyu
195
Bab 196
196
197 meminta melamar
197
Bab 198 Rencana lamaran
198
Bab 199 Persiapan Lamaran
199
Bab 200 Lamaran
200
Bab 201 Alhamdulillah sah
201
Bab 202 Kesepian
202
Bab 203 kesepian 2
203
Bab 204 mencari sang istri
204
Bab 205 Nemu Bayi
205
Bab 206 Mendadak jadi orang tua
206
Bab 207 kebenaran tentang sang bayi
207
Bab 208 Tentang Baby Rayyan
208
Bab 209 Menjenguk Marisa
209
Bab 210 Adopsi
210
Bab 211 Positif Hamil
211
Bab 212 Kembali ke Indonesia
212
Bab 213 kangen bik Mina
213
Bab 213 Makan Bersama
214
Bab 215 Berita duka
215
Bab 216 Pemakaman oma Dianra
216
Bab 217 Baby pinces
217
Bab 218 Aqiqah baby pinces
218
Bab 219 permintaan maaf Bara
219
Bab 220 Selamat jalan papa Bara
220
Bab 221 pembacaan warisan
221
Bab 222 warisan papa Bara
222
Bab 223 Calon Attar
223
Bab 224 pernikahan Attar (TamaT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!