Part 6 ~ Konflik Di Rumah

Diajeng Sekar Ayu

 

Saat ini aku dalam perjalanan pulang, setelah menolak dan berlarian menghindari dari Fabian yang mengajaknya nonton. Seperti aksi drama film hindustan, aku menghindari Fabian hanya bedanya tidak diiringi lagu dan bergoyang di bawah rintik hujan.

Masih trauma dengan kejadian tadi pagi bersama Om mesuum eh Pak Gentala, aku memilih naik TransJakarta. Agak mahal sedikit, tapi tidak masalah. Perutku sudah meronta minta diisi sedangkan saat ini aku masih dalam kemacetan.

What? Macet?

Inilah kenapa aku lebih suka naik KRL, walaupun berdesakan tapi tidak pernah terhambat karena macet. Hampir pukul delapan malam aku baru sampai di ujung gang rumah. Bahkan aku berhenti sebentar untuk menarik nafas panjang dan menghembuskannya, mengulang itu berkali-kali. Karena berada di rumah memang memerlukan kesabaran tingkat tinggi.

Aku akan bertemu dengan Gio, raja dari para buaya. Mantan kekasih yang menjadi kakak iparku. Belum lagi kakak sambungku genit dan suka curi-curi pandang juga Ayah yang selalu mendorong aku agar membantunya untuk balas budi dan Ibu yang selalu memberikan support pada Ayah dengan menyebutkan nominal hutang yang harus aku pikirkan dari mana aku datang uang untuk memenuhinya.

“Ajeng, semangat,” gumamku sambil mengepalkan tangan.

Saat membuka pagar, aku menghela nafas melihat ada mobil Gio sudah terparkir juga mobil lawas Ayah. Kedua mataku rasanya ternoda, saat melewati ruang tamu ada pasangan lakn4t yang sedang mengumbar kemesraannya. Siapa lagi kalau bukan Kak Vina dan Gio.

“Baru pulang, Jeng?” tanya Gio.

Aku hanya berdehem dan lewat tanpa memandang mereka.

“Kamu ngapain sih, tanya-tanya Ajeng segala. Masih cinta sama dia?”

Sepertinya akan ada drama ikan terbang setelah ini, aku harus segera melipir ke kamar. Baru melangkah beberapa undakan tangga, tapi ….

“Ajeng, kemari!”

Aku menoleh, ayah sudah berdiri di samping meja makan yang sudah rapi. Aku memang jarang makan malam bersama, selain tidak sempat juga tidak ingin berlama-lama berada di tengah keluarga toxic.

“Besok aja Yah, aku lelah. Sumpah,” ujarku mengangkat dua jari ke arah Ayah.

“Kemari kamu, cepat duduk.”

Aku menghela nafas dan kembali turun menghampiri Ayah lalu duduk di salah satu kursi tanpa memandang pria itu.

“Gimana Jeng, kamu sudah ada uangnya ‘kan?”

“Uang apa Yah?” tanyaku pura-pura pintar.

Brak.

Ayah menggebrak meja dan aku tersentak, ini kagetnya serius.

“Ayah, kenapa sih bikin kaget aja.”

“Kamu jangan main-main Jeng, kita sudah bicarakan ini. Kamu bantulah Ayah dan Ibu.”

Perasaan sejak tadi aku bernafas tapi kenapa rasanya aku butuh oksigen ya. Ayah sepertinya harus di ruqyah, khawatirnya saat ini sedang kerasukan setan. Aku bukannya tidak mau bantu beliau, tapi dari mana aku dapatkan uang sebanyak hutang Ayah.

Belum selesai urusanku dengan Ayah, Ibu datang entah dari mana dengan penampilannya yang cetar. Sepertinya pertemuan dengan teman-teman arisannya.

“Eh, gimana? Sudah ada uangnya?” tanya Ibu.

“Ini sedang aku tanyakan,” sahut Ayah.

Aku menggaruk kepala yang gatal, asli gatal karena keringat di kulit kepala dan mungkin sudah berubah menjadi ketombe.

“Ajeng,” tegur Ayah.

“Ayah, Ibu. Ajeng bukannya tidak ingin bantu atau mau kurang ajar, tapi hutang Ayah itu ratusan juta dari mana Ajeng dapatkan uang itu. sedangkan motor matic aku yang rusak aja belum sempat di service.”

“Kamu kerja di stasiun TV besar dan hebat, masa uang segitu saja tidak bisa usahakan,” pekik ayah dan rasanya ingin aku mencekik lehernya.

Sadar, Ajeng … sadar. Mereka orang tuamu, jangan sampai kamu jadi anak durhakim.

“Yang besar stastiun Tvnya tapi aku hanya staf biasa. Memang Ayah sudah menyekolahkan aku setinggi apa sampai berharap aku punya jabatan dan posisi bagus,” ejekku dan tidak terpengaruh pada hati dan pikiran mereka.

“Bantu Ayahlah, rumah ini dan rumah petak di komplek belakang jadi jaminan. Kita akan tinggal di mana kalau semua disita,” ujar Ayah lagi.

“Aku harus cari ke mana, ratusan juta dalam waktu singkat. Jual rahim sampai milyaran atau mendadak menikah dengan miliarder atau one night stand dengan mafia kaya hanya ada dalam cerita novel dan film,” jelasku. “Kenapa nggak minta menantu kesayang Ayah untuk bayar hutang, katanya dia orang kaya. Juga Bang Toni, putra kesayangan Ibu yang kebanyakan dimanja.”

“Ajeng,” teriak Ibu.

Suasana mulai sudah tidak kondusif, aku bergegas naik ke lantai dua dan meninggalkan Ayah dan Ibu yang masih mengoceh.

“Hahhh.” Aku merebahkan tubuh di ranjang yang ukurannya tidak besar setelah memastikan pintu kamar sudah dikunci. Lama kelamaan aku bisa gila. Sebenarnya aku sudah dapat tempat kost tapi baru bisa aku tempati bulan depan.

“Sepertinya aku harus cari tempat lain, bisa-bisa aku stroke menghadapi masalah rumah ini.”

Bersyukurnya di kamarku ada kamar mandi, jadi aku tidak perlu keluar lagi setelah mengunci diri seperti saat ini. Lagi-lagi makan malam aku terlewat dan memilih tidur setelah membersihkan diri. Turun lagi untuk ke dapur bukan ide yang bagus, bisa saja ada Bang Tony atau bertemu Gio.

Aku bergidik membayangkan kedua pria itu dan memilih tidur.

...***...

Aku berkali-kali menguap lalu beranjak duduk dan mencari ponsel dengan alarm yang memekakan telinga. Sengaja menghidupkan alarm lebih pagi, untuk apa lagi selain menghindar dari segala kerumitan keluarga ini.

“Hahh, demi apa aku sudah bangun sepagi ini dan harus … mandi.”

Aku mengenakan celana panjang jenis jogger dan cold shoulders blouse lengan panjang dengan bahu terbuka. Memadukan hand bag dan wedges berwarna senada dengan celana yang aku kenakan. Dengan pelan aku menuruni undakan tangga dan berhasil sampai di lantai bawah tanpa suara. Suasana rumah masih terlihat sepi, karena penghuninya masih tidur. 

Berbelok ke dapur, aku perlu sekedar minum air untuk menghilangkan dahaga. Baru saja meneguk aku dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang memelukku dari belakang. Aku bahkan tersedak dan berusaha melepaskan pelukan itu. 

Terpopuler

Comments

Hamimah Jamal

Hamimah Jamal

apa gio kah yg memeluk ajeng

2025-03-10

0

Nendah Wenda

Nendah Wenda

kasihan sekali Ajeng punya keluarga kaya bukan keluarga semoga cepat terselesaikan masalahnya

2024-09-01

0

💗vanilla💗🎶

💗vanilla💗🎶

iss .. ayah mcm apa

2024-07-27

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 ~ Bertemu Om-Om
2 Part 2 ~ New GM
3 Part 3 ~ Siap-siap
4 Part 4 ~ Surat Peringatan
5 Part 5 ~ Pesona Fabian
6 Part 6 ~ Konflik Di Rumah
7 Part 7 ~ Tidak Boleh Bersama
8 Part 8 ~ Ikut Gentala
9 Dapat Berapa ?
10 Karena Ajeng
11 Part 11 ~ Bunga Bangkai
12 Part 12 ~ Kaburrr
13 Part 13 ~ Serammm
14 Part 14 ~ Masih Ada Urusan
15 Part 15 ~ Aku Mau
16 Part 16 ~ Bersama Fabian
17 Part 17 ~ Kalau Denganku?
18 Part 18 ~ Ajakan Fabian (Lagi)
19 Part 19 ~ Dalam Bahaya
20 Part 20 ~ Saya Bisa Jelaskan
21 Part 21 ~ Ulah Apa?
22 Part 22 ~ Ikut Aku
23 Part 23 ~ Serangan ....
24 Part 24 ~ Rencana Gentala
25 Part 25 ~ Gentala Vs Fabian
26 Part 26 ~Terungkap (1)
27 Part 27 ~ Terungkap (2)
28 Part 28 ~ Resign
29 Part 29 ~ SAH
30 Part 30 ~ SAH (2)
31 Part 31 ~ Mau Lanjut
32 Part 32 ~ Pisau Atau Golok
33 Part 33 ~ Pelukan Ibu
34 Part 34 ~ Tidak Tertarik
35 Part 35 ~ Hilang Selera
36 Part 36 ~ Belum Ada Judul
37 Part 37 ~ Tak Sadarkan Diri
38 Part 38 ~ Tak Sadarkan Diri (Lagi)
39 Part 39 ~ Gentala Junior
40 Part 40 ~ Super Hero
41 Part 41 ~ Pernyataan Cinta Si Playboy
42 Part 42 ~ Tidak Tertarik
43 Part 43 ~ So Sweet
44 Part 44 ~ Masa Lalu
45 Part 45 ~ Dua Keluarga
46 Part 46 ~ I Love You
47 Part 47 ~ Kondisi Ayah
48 Part 48 ~ Tidak Romantis
49 Part 49 ~ Gawat
50 Part 50 ~ Arogan Jadi Bucin
51 Part 51 ~ Pembukaan
52 Part 52 ~ Gentala Junior
53 Part 53 ~ Masa Sih
54 Part 54 ~ Bahaya
55 Part 55 ~ Buka Puasa
56 Part 56 ~ Godaan
57 Part 57 ~ Posesif
58 Part 58 ~ Macam-macam
59 Part 59 ~ Rencana
60 Part 60 ~
61 Part 61 ~ Baby Born
62 Part 62 ~ Baby Girl
63 Part 63 ~ Gentala Family (End)
64 Terjebak Cinta Bima
65 SUAMIKU BUJANG LAPUK
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Part 1 ~ Bertemu Om-Om
2
Part 2 ~ New GM
3
Part 3 ~ Siap-siap
4
Part 4 ~ Surat Peringatan
5
Part 5 ~ Pesona Fabian
6
Part 6 ~ Konflik Di Rumah
7
Part 7 ~ Tidak Boleh Bersama
8
Part 8 ~ Ikut Gentala
9
Dapat Berapa ?
10
Karena Ajeng
11
Part 11 ~ Bunga Bangkai
12
Part 12 ~ Kaburrr
13
Part 13 ~ Serammm
14
Part 14 ~ Masih Ada Urusan
15
Part 15 ~ Aku Mau
16
Part 16 ~ Bersama Fabian
17
Part 17 ~ Kalau Denganku?
18
Part 18 ~ Ajakan Fabian (Lagi)
19
Part 19 ~ Dalam Bahaya
20
Part 20 ~ Saya Bisa Jelaskan
21
Part 21 ~ Ulah Apa?
22
Part 22 ~ Ikut Aku
23
Part 23 ~ Serangan ....
24
Part 24 ~ Rencana Gentala
25
Part 25 ~ Gentala Vs Fabian
26
Part 26 ~Terungkap (1)
27
Part 27 ~ Terungkap (2)
28
Part 28 ~ Resign
29
Part 29 ~ SAH
30
Part 30 ~ SAH (2)
31
Part 31 ~ Mau Lanjut
32
Part 32 ~ Pisau Atau Golok
33
Part 33 ~ Pelukan Ibu
34
Part 34 ~ Tidak Tertarik
35
Part 35 ~ Hilang Selera
36
Part 36 ~ Belum Ada Judul
37
Part 37 ~ Tak Sadarkan Diri
38
Part 38 ~ Tak Sadarkan Diri (Lagi)
39
Part 39 ~ Gentala Junior
40
Part 40 ~ Super Hero
41
Part 41 ~ Pernyataan Cinta Si Playboy
42
Part 42 ~ Tidak Tertarik
43
Part 43 ~ So Sweet
44
Part 44 ~ Masa Lalu
45
Part 45 ~ Dua Keluarga
46
Part 46 ~ I Love You
47
Part 47 ~ Kondisi Ayah
48
Part 48 ~ Tidak Romantis
49
Part 49 ~ Gawat
50
Part 50 ~ Arogan Jadi Bucin
51
Part 51 ~ Pembukaan
52
Part 52 ~ Gentala Junior
53
Part 53 ~ Masa Sih
54
Part 54 ~ Bahaya
55
Part 55 ~ Buka Puasa
56
Part 56 ~ Godaan
57
Part 57 ~ Posesif
58
Part 58 ~ Macam-macam
59
Part 59 ~ Rencana
60
Part 60 ~
61
Part 61 ~ Baby Born
62
Part 62 ~ Baby Girl
63
Part 63 ~ Gentala Family (End)
64
Terjebak Cinta Bima
65
SUAMIKU BUJANG LAPUK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!