Sebelum terlambat

Adam mondar mandir didepan pintu yang masih tertutup rapat, sedangkan Disya sejak tadi sudah menangis di pelukan Mahira kembaran Maher.

Tak lama pintu terbuka seorang dokter keluar dengan helaian napas berat.

"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Adam dan Disya langsung mendekati suaminya.

"Asam lambungnya kembali kambuh, dan kali ini sangat parah membuat keadaannya hampir sekarat." Jelas sang dokter.

Disya sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi membuat Mahira memeluk erat sang Mama.

Adam mengusap wajahnya kasar, sejak remaja Maher memang memiliki asam lambung, karena pola makan yang tidak teratur, dan akhir-akhir ini sepetinya Maher mengalami stres berat dan pola tidur tidak teratur.

"Untuk sekarang pasien harus di rawat dengan intensif agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, dan doakan saja semoga penyakitnya tidak mengalami infeksi paru-paru."

"Lakukan yang terbaik dok." Tidak ada lagi yang bisa Adam katakan, selain pengobatan terbaik untuk anaknya.

Flashback

"Batalkan pernikahan Pah, Arabella hamil anak Maher." Ucap Maher sebelum papanya sempat memakinya.

Di seberang sana Adam jelas terkejut dan syok, apalagi mendengar suara Maher yang lemah dan parau.

"Maher salah pah, Maher mencintai Arabella." Gumam Maher, dan setelahnya menjadi hening hanya ada suara Adam yang terus memanggilnya dan mengumpat.

Maher tergelatak di lantai dengan tangan menggenggam benda pipih yang Arabella tanggalkan, pria itu tak sadarkan diri sampai Tio datang dan membawanya kerumah sakit.

Flashback off

Disya menatap sendu putranya yang terbaring lemah dengan alat-alat medis yang menempel di tubuhnya, putranya yang gagah dan tampan kini tampak kurus dan tidak terawat.

"Kenapa kamu begini meher." Gumam Disya sambil mengusap matanya.

Sedangkan Adam berbicara dengan Tio, entah apa yang mereka bicarakan sampai panggilan seseorang membuat mereka menoleh.

"Bagaimana keadaan Maher Om?" Tanya Karin dengan wajah cemas.

Wajahnya masih berbalut makeup, pakainya pun masih menggunakan kebaya untuk akad.

"Keadaanya masih kritis." Jawab Adam sendu.

"Lalu bagaiman pernikahan ini Adam, semua sudah siap tapi putramu malah sakit begini!" Ucap Wicaksono papa Karin dengan kesal.

Mereka di buat malu karena acara tertunda padahal semua sudah siap hanya tinggal menunggu pengantin pria datang.

"Seharunya Anda tidak memikirkan itu, pikirkan calon menantu ada yang sedang sekarat!" sarkas Adam yang sejak tadi pikiranya kalut, tapi mendengar nada kesal calon besannya membuat Adam tersulut emosi juga.

"Lebih baik batalkan saja, saya tidak mau punya menantu penyakitan!"

Karena tidak suka mendengar Adam bicara kasar Wicaksono pun memutuskan sepihak.

"Papa! Karina mencintai Maher, Karina tidak mau pernikahannya di batalkan." Air mata Karina sudah jatuh, sepertinya wanita itu benar-benar mencintai Maher.

"Saya setuju, lebih baik perjodohan dan pernikahan di batalkan detik ini, kita tidak ada lagi ikatan perjodohan sialan itu!!"

Setelah itu Adam memilih pergi meninggalkan Wicaksono yang menahan amarah dengan kedua tangan mengepal. Sedangkan Karina menangis terisak karena tidak ingin pernikahannya batal.

"Papa, Karina tidak mau, Karina bisa menunggu Maher sampai sembuh."

"Ayo pulang!!!"

Di tempat yang berbeda...

Arabella mengurung diri didalam kamar, sejak kejadian semalam di mana kelaurga diam dan meninggalkannya dengan kekecewaan membuatnya semakin merasa bersalah. Arabella menatap jendela kaca yang memperlihatkan langit cerah, namun tidak secerah hati dan hidupnya, dirinya merasa memiliki kehidupan yang gelap.

Wajah cantiknya kini menjadi kusut dan pucat, tidak ada senyum manis dan tatapan ceria dari wanita itu lagi, yang ada hanya kesunyian dan tatapan kosong.

"Apakah kita harus menyerah." Gumam Arabella sambil mengusap perutnya yang masih rata.

Mengingat ada janin di dalam perutnya mata Arabella kembali memanas. Menyesal rasanya percuma, semua terjadi karena kesalahannya. Kesalahan yang membuat keluarganya kecewa dan marah padanya, mekipun mereka diam tapi Arabella bisa melihat kekecewaan di mata mereka, dan itu semua membuatnya semakin merasa bersalah.

Mengusap air matanya, tiba-tiba Arabella turun dari ranjang. Mungkin jika dirinya tidak ada kelurganya pasti tidak akan menanggung malu sebelum semuanya terlambat.

Apa yang akan di lakukan Arabella???

Tinggalkan jejak kalian sayang 😘😘😘😘

Terpopuler

Comments

Murniyati

Murniyati

kabur aja yg jauhh stlh lahiran balik knortu

2024-11-24

1

Ila Lee

Ila Lee

pergi lh dari rumah keluarga mu mungkin mereka malu lgi org kg tidak tahu kamu hamil

2024-11-09

2

Siti Arina

Siti Arina

pergi lah dari rumah orang tua mu ara jika mrk menolak mu di luar sana kamu bisa dapatkan kebahagiaan tp jgn gugurkan kandunganmu bayimu semangatmu

2024-08-31

3

lihat semua
Episodes
1 Arabella with Maher
2 Sayang
3 Calon suami
4 Egois
5 Yakin dengan keputusan
6 Meluapkan sakit hatinya
7 Resign
8 pergi
9 Pulang
10 Mual
11 Tespek
12 Sebelum terlambat
13 Hukuman atas perbuatan
14 Maher sadar
15 Kritis
16 Menerima cucu
17 Ijinkan Saya menikahi
18 Tekad Karina
19 Baby girl
20 Pesta
21 Rencana pindah
22 Five years later
23 Cucu siapa?
24 Saatnya melawan ketakutan
25 Membawa pulang papa
26 Menginjakkan kaki di Jakarta
27 Tunjukkan jika kamu wanita kuat
28 Bertemu
29 Bertahan demi orang yang berarti
30 Kecelakaan
31 Sampai kapan pun tidak akan mengijinkan mu
32 Tidak akan menyerah
33 Di larikan kerumah sakit
34 Mau cari suami kaya
35 Kedatangan sahabat
36 Suka menabung lebih dulu
37 Six months
38 Arama property
39 Arama _ Amara
40 Apakah belum bisa menggantikan sosok ayah?
41 Ta-Mata
42 Presiden suite bikin nyaman
43 Kita adalah Tim
44 Ada apa ini?
45 Tidak mudah mendapatkan maaf
46 Balasan karena kesal
47 Panggilan ayah
48 Berikan kesempatan
49 Menemui Amara
50 Hanya memberinya ijin tidak lebih
51 Kemunculan Maher
52 Mogok di pinggir jalan
53 Awas!!
54 Amarah pak Hisyam
55 Meminta maaf
56 Anak yang tidak kau inginkan
57 Semua berhubungan dengan Maher
58 Masa lalu sebagai pengalaman
59 Senyum yang sama
60 Cinta alasan untuk membenci
61 Siapa wanita itu?
62 Hukuman yang berani menganggu Ara'ku
63 Di ijinkan
64 Video call
65 Tanpa pamit
66 Meminta kesempatan kembali
67 Samuel suka pisang
68 Obat segalanya
69 Tumbang
70 Apakah aku harus menyerah
71 Tegang
72 Anak cerminan orang tua
73 Karya Al_Humaira
74 Meratapi kesedihan
75 Atap gedung
76 Keharuan
77 Tidak boleh cium Mama
78 Merasa bersalah
79 Meluapkan perasaan
80 Pengantin berpaket
81 Amara sakit hati
82 Wanita gaun sobek
83 Mendengar cerita lalu
84 Sogokan untuk Amara
85 Ayah! buka pintunya!!
86 Puasa Lima tahun
87 Anugrah atau musibah
88 Ide brilian
89 Samuel
90 Mencicil
91 Bukan siapa-siapa
92 Janji
93 Guncangan lokal
94 KUA
95 Abang mau mandi
96 Hargai ketulusan
97 Gara-gara musibah
98 Jatah preman
99 Menggoda
100 Terlalu cantik jualan bakso
101 Pengantin baru
102 Harimau
103 Anggota baru
104 Demi martabak
105 Aroma bau
106 Positif
107 Bumbu pernikahan
108 Kabar bahagia
109 Menyusul suami
110 Tidak tertarik
111 Kamu di mana Di
112 Misi penting
113 Kembali pulang
114 Rujak rasa tetangga
115 Diandra vs Indah
116 Niat jadi pelakor
117 Menyusup
118 Gaduh malam hari
119 Obat tidur
120 Kejujuran
121 Keberangkatan
122 Kelurga bahagia
123 KARYA BARU AUTHOR
124 KARYA BARU "HIDDEN FEELINGS"
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Arabella with Maher
2
Sayang
3
Calon suami
4
Egois
5
Yakin dengan keputusan
6
Meluapkan sakit hatinya
7
Resign
8
pergi
9
Pulang
10
Mual
11
Tespek
12
Sebelum terlambat
13
Hukuman atas perbuatan
14
Maher sadar
15
Kritis
16
Menerima cucu
17
Ijinkan Saya menikahi
18
Tekad Karina
19
Baby girl
20
Pesta
21
Rencana pindah
22
Five years later
23
Cucu siapa?
24
Saatnya melawan ketakutan
25
Membawa pulang papa
26
Menginjakkan kaki di Jakarta
27
Tunjukkan jika kamu wanita kuat
28
Bertemu
29
Bertahan demi orang yang berarti
30
Kecelakaan
31
Sampai kapan pun tidak akan mengijinkan mu
32
Tidak akan menyerah
33
Di larikan kerumah sakit
34
Mau cari suami kaya
35
Kedatangan sahabat
36
Suka menabung lebih dulu
37
Six months
38
Arama property
39
Arama _ Amara
40
Apakah belum bisa menggantikan sosok ayah?
41
Ta-Mata
42
Presiden suite bikin nyaman
43
Kita adalah Tim
44
Ada apa ini?
45
Tidak mudah mendapatkan maaf
46
Balasan karena kesal
47
Panggilan ayah
48
Berikan kesempatan
49
Menemui Amara
50
Hanya memberinya ijin tidak lebih
51
Kemunculan Maher
52
Mogok di pinggir jalan
53
Awas!!
54
Amarah pak Hisyam
55
Meminta maaf
56
Anak yang tidak kau inginkan
57
Semua berhubungan dengan Maher
58
Masa lalu sebagai pengalaman
59
Senyum yang sama
60
Cinta alasan untuk membenci
61
Siapa wanita itu?
62
Hukuman yang berani menganggu Ara'ku
63
Di ijinkan
64
Video call
65
Tanpa pamit
66
Meminta kesempatan kembali
67
Samuel suka pisang
68
Obat segalanya
69
Tumbang
70
Apakah aku harus menyerah
71
Tegang
72
Anak cerminan orang tua
73
Karya Al_Humaira
74
Meratapi kesedihan
75
Atap gedung
76
Keharuan
77
Tidak boleh cium Mama
78
Merasa bersalah
79
Meluapkan perasaan
80
Pengantin berpaket
81
Amara sakit hati
82
Wanita gaun sobek
83
Mendengar cerita lalu
84
Sogokan untuk Amara
85
Ayah! buka pintunya!!
86
Puasa Lima tahun
87
Anugrah atau musibah
88
Ide brilian
89
Samuel
90
Mencicil
91
Bukan siapa-siapa
92
Janji
93
Guncangan lokal
94
KUA
95
Abang mau mandi
96
Hargai ketulusan
97
Gara-gara musibah
98
Jatah preman
99
Menggoda
100
Terlalu cantik jualan bakso
101
Pengantin baru
102
Harimau
103
Anggota baru
104
Demi martabak
105
Aroma bau
106
Positif
107
Bumbu pernikahan
108
Kabar bahagia
109
Menyusul suami
110
Tidak tertarik
111
Kamu di mana Di
112
Misi penting
113
Kembali pulang
114
Rujak rasa tetangga
115
Diandra vs Indah
116
Niat jadi pelakor
117
Menyusup
118
Gaduh malam hari
119
Obat tidur
120
Kejujuran
121
Keberangkatan
122
Kelurga bahagia
123
KARYA BARU AUTHOR
124
KARYA BARU "HIDDEN FEELINGS"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!