BAB 2 (Part 3)

"Apa dia tertawa?!" batinku bertanya.

Dunia terasa semakin larut, tenggelam dalam kehampaan tanpa dasar. Kegelapan menyelimuti, bayangan-bayangan berkelebat, tak pernah benar-benar menghilang. Ia terus menghantui malam dan mimpiku, membuatku terperangkap dalam jerat tak kasatmata.

Warna yang dominan hanyalah hitam dan merah. Cairan itu mengalir, terlihat segar dalam pandangan mataku. Di tengah pemandangan itu, seulas senyuman perlahan mengembang, mengerikan namun memikat.

"Apa kau mengenalku?!"

----------------

Di rumah sakit. Aku terbangun dengan napas memburu. Tubuhku terasa kaku, pikiranku kosong sesaat. Duduk diam di tepi ranjang, mataku terpaku, penuh dengan emosi yang sulit diterjemahkan.

Suara samar terdengar, mengabur seperti bayangan di kejauhan. Semakin lama, semakin jelas.

"Aaaa…"

"R… Raaa…"

"Raaaaa!" suara itu menggema, mengguncang kesadaranku.

"Hah?" aku tersentak, memandang Greysie yang ada di dekatku.

"Kamu kenapa?" tanyanya cemas.

"Mm… uh…," aku menelan ludah, mencoba menenangkan diri. "Bentar," jawabku serak sebelum bergegas keluar kamar.

Di dalam toilet, aku berdiri di depan cermin, menatap bayangan wajahku yang terlihat lelah. Nafasku masih berat, keringat dingin membasahi pelipis.

Sementara itu, di kamar rumah sakit, Greysie tampak kebingungan. Ia mencoba turun dari tempat tidurnya, tapi langkahnya tertahan ketika gagang pintu bergerak.

"Hey, mau ngapain?" tanyaku sambil berjalan mendekat.

"Dari mana, Ra?" tanya Greysie.

"Ke toilet bentar," jawabku sambil membantunya kembali duduk dan menyandarkan punggungnya ke bantal.

"Tadi kenapa? Kamu sakit?" tanyanya penasaran.

Aku terdiam, mencoba mencari kata. "Enggak, nggak apa-apa."

"Gak apa-apa gimana? Tadi kamu tidur terus merintih. Aku lihat kok, kamu kayak gelisah banget," ujar Greysie sambil mengernyitkan dahi.

"Cuma mimpi Grey... gak terjadi apapun." kataku menjelaskan.

Flashback On.

25 menit yang lalu. Greysie terbangun lebih dulu. Ia duduk diam, memandangku yang tertidur di sisi ranjang. Tatapannya penuh pertanyaan, seolah sedang memikirkan sesuatu yang mendalam.

Beberapa saat kemudian, ia mendengar suara rintihanku. Wajahnya berubah khawatir. Ia mendekat, memeriksa keningku, memastikan aku tidak demam. Namun, napasku berat, dan keringat mengalir deras.

"Ra? Ra? You okay?"

"Ra? Hey, Ra… are you okay?" tanyanya, mengguncang bahuku.

Aku membuka mata perlahan, tapi tak berkata apa-apa. Greysie semakin cemas.

"Ra? Ra? Kamu kenapa?" ujarnya panik.

"Raaaaa!" serunya keras, membuatku tersadar sepenuhnya.

Flashback Off.

---

"Ra, aku mau nanya sesuatu…" suara Greysie memecah keheningan.

"Hmm?" sahutku, mengalihkan pandangan ke arahnya.

"Kemarin itu… kamu gak serius, kan? Soal…"

"Paan?" tanyaku bingung.

"You want to kill… someone? Maybe?" tanyanya ragu.

Mendengarnya membuatku tersenyum tipis. "Grey," panggilku pelan.

"Mm, Hah?"

"Bisa bedain nggak kapan aku serius dan bercanda?"

Greysie terdiam, lalu mengangguk pelan. "I think… yeah, I can."

"Well, you got your answer," balasku singkat sambil tersenyum.

Greysie menatapku lekat-lekat. "Kadang aku nggak ngerti apa yang ada di pikiran kamu, Ra. Rasanya susah banget nebak kamu tuh mikir apa. Aku tahu kamu ini orangnya gimana, tapi… aku selalu merasa ada sisi kamu yang kamu sembunyikan."

Aku tertawa kecil. "Hm... what should i answer?"

"Hmh," Greysie mendengus kesal.

"Grey, you know me. I never change. Me always me. Just believe me, you are my best friend and i love you."

---

Lima hari kemudian. Kami tiba di rumah orang tua Greysie. Begitu sampai di kamarnya, aku langsung menyuruhnya untuk beristirahat.

Namun, tiba'tiba teleponku berbunyi. Nomor tak dikenal muncul di layar. Aku mengangkatnya.

"Halo?"

"Halo, ini Rasya, detektif kemarin."

"Oh, iya. Ada apa ya pak?" tanyaku sambil melirik Greysie yang penasaran.

"Siapa? Siapa?"

Greysie nampak kepo dan berbisik-bisik padaku.

"Detektive kemarin, Rasya" jawabku pada Greysie.

"Sebenarnya nggak ada apa-apa. Aku cuma… iseng aja mau telepon kamu."

"Owh... kalau iseng artinya bukan tentang kasus kemarin kan?" tanyaku pada Rasya.

"Volumenya naikin, aku juga mau denger." kata Greysie menarik-narik lengan bajuku.

"Iya, bukan kok... Eh..." Suara Rasya di telpon tampak canggung.

"Iya?" ujarku sambil menaikan volume suara telpon.

"Em... kamu sibuk nggak? Kalau nggak, aku mau ngajak kamu keluar."

Greysie yang mendengar itu langsung mendekat. "Mau, mau, terima aja!" bisiknya antusias.

Aku melotot ke arahnya. "Nggak mau ah. Males keluar."

"Please, Ra! Plisss!" Greysie memohon sambil menarik lenganku.

"Oke, oke," jawabku spontan.

"Serius?" suara Rasya terdengar di telepon.

Aku terdiam, merasa malu. "Eh… iya, nanti aku kabarin lagi soal waktunya ya." kataku sambil menutup telpon.

"Ih gara-gara lu sih, malu banget gue langsung jawab gitu tadi." ujarku kesal.

"Biarin, bleee." ejek Greysie sambil menjulurkan lidahnya.

Saat sedang sibuk saling ejek bersama Greysie suara pintu terbuka membuat kami menoleh bersama.

"Mah?" sapa Greysie.

"Tante? Tante udah pulang?" kataku sambil berjalan ke arahnya dan saling berpelukan.

"Grey lagi sakit? Sakit apa?" tanya ibunya.

Greysie cepat-cepat menjawab. "Kemarin aku jatuh pas naik sepeda, Ma. Terus ke gores dikit."

"Ke gores gimana? Coba mama lihat." ucap Ibunya sambil memeriksa luka di perut Greysie.

Kening Ibunya mengerut, matanya menatap cemas, "ini ke gores doang Grey? kok tebel gini perbannya?"

"Eh... i mean... ke tusuk dikit mah." jawab Greysie.

"Ke tusuk? Sayang kamu ngapain? Kok bisa ke tusuk gini? Kamu gak hati-hati? Ini gimana ceritanya kok bisa gini. Berapa jahitan ini?" tanya Ibunya dengan wajah panik.

"Cuman lima aja mah." jawab Greysie santai.

"Cuman? Cuman kamu bilang...?"

Ibunya mulai memarahi Greysie karena tidak berhati-hati yang membuat mereka bertengkar kecil. Sementara itu aku berusaha menenangkan Ibunya dan membawanya keluar dari kamar.

"Tan, udah tan... kita keluar aja bentar nenangin diri tante. Masa baru sampai udah berantem lagi." kataku sambil mengantar Ibunya keluar kamar.

Di luar kamar ibunya nampak cemas dan terus mengeluh padaku, mengeluarkan keluh kesahnya terhadap Greysie dan suaminya.

"Aduuuh... Ra. Tante pusing kalau gini, besok Papa Grey juga bakalan pulang. Tante pusing dengan masalah yang terjadi di sini, Grey juga malah kek gitu." keluh Ibunya.

"Iya Tan. Aku tahu. Tante yang sabar ya." kataku sambil mengelus pundaknya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Besok, aku sedang berada di ruang tamu. Namun tiba-tiba terdengar suara pintu di buka dengan kasar. Nampak wajah tak asing yang mulai berteriak.

"GREYSIEEE!"

Bersambung…

Terpopuler

Comments

Humairah Ira

Humairah Ira

agus bngt👍

2023-09-02

0

Penelop3

Penelop3

Sukaaaa

2023-08-15

0

ミフタン

ミフタン

detectiv itu ngajak kencan tuh?🤔

2023-07-17

1

lihat semua
Episodes
1 Cast Introduction
2 BAB 1 (Part 1)
3 BAB 1 (Part 2)
4 BAB 1 (Part 3)
5 BAB 2 (Part 1)
6 BAB 2 (Part 2)
7 BAB 2 (Part 3)
8 BAB 3 (Part 1)
9 BAB 3 (Part 2)
10 BAB 3 (Part 3)
11 BAB 4 (Part 1)
12 BAB 4 (Part 2)
13 BAB 4 (Part 3)
14 BAB 5 (Part 1)
15 BAB 5 (Part 2)
16 BAB 5 (Part 3)
17 BAB 6 (Part 1)
18 BAB 6 (Part 2)
19 BAB 6 (Part 3)
20 BAB 7 (Part 1)
21 BAB 7 (Part 2)
22 BAB 7 (Part 3)
23 BAB 8 (Part 1)
24 BAB 8 (Part 2)
25 BAB 8 (Part 3)
26 BAB 9 (Part 1)
27 BAB 9 (Part 2)
28 BAB 9 (Part 3)
29 BAB 10 (Part 1)
30 BAB 10 (Part 2)
31 BAB 10 (Part 3)
32 BAB 11 (Part 1)
33 BAB 11 (Part 2)
34 BAB 11 (Part 3)
35 BAB 12 (Part 1)
36 BAB 12 (Part 2)
37 BAB 12 (Part 3)
38 BAB 13 (Part 1)
39 BAB 13 (Part 2)
40 BAB 13 (Part 3)
41 BAB 14 (Part 1)
42 BAB 14 (Part 2)
43 BAB 14 (Part 3)
44 BAB 15 (Part 1)
45 BAB 15 (Part 2)
46 BAB 15 (Part 3)
47 BAB 16 (Part 1)
48 BAB 16 (Part 2)
49 BAB 16 (Part 3)
50 BAB 17 (Part 1)
51 BAB 17 (Part 2)
52 BAB 17 (Part 3)
53 BAB 18 (Part 1)
54 BAB 18 (Part 2)
55 BAB 18 (Part 3)
56 BAB 19 (Part 1)
57 BAB 19 (Part 2)
58 BAB 19 (Part 3)
59 BAB 20 (Part 1)
60 BAB 20 (Part 2)
61 BAB 20 (Part 3)
62 BAB 21 (Part 1)
63 BAB 21 (Part 2)
64 BAB 21 (Part 3)
65 BAB 22 (Part 1)
66 BAB 22 (Part 2)
67 BAB 22 (Part 3)
68 BAB 23 (Part 1)
69 BAB 23 (Part 2)
70 BAB 23 (Part 3)
71 BAB 24 (Part 1)
72 BAB 24 (Part 2)
73 BAB 24 (Part 3)
74 BAB 25 (Part 1)
75 BAB 25 (Part 2)
76 BAB 25 (Part 3)
77 BAB 26 (Part 1)
78 BAB 26 (Part 2)
79 BAB 26 (Part 3)
80 BAB 27 (Part 1)
81 BAB 27 (Part 2)
82 BAB 27 (Part 3)
83 BAB 28 (Part 1)
84 BAB 28 (Part 2)
85 BAB 28 (Part 3)
86 BAB 29 (Part 1)
87 BAB 29 (Part 2)
88 BAB 29 (Part 3)
89 BAB 30 (Part 1)
90 BAB 30 (Part 2)
91 BAB 30 (Part 3)
92 BAB 31 (Part 1)
93 BAB 31 (Part 2)
94 BAB 31 (Part 3)
95 BAB 32 (Part 1)
96 BAB 31 (Part 2)
97 BAB 31 (Part 3)
98 BAB 32 (Part 1)
99 BAB 32 (Part 2)
100 BAB 32 (Part 3)
101 BAB 33 (Part 1)
102 BAB 33 (Part 2)
103 BAB 33 (Part 3)
104 BAB 34 (Part 1)
105 BAB 34 (Part 2)
106 BAB 34 (Part 3)
107 BAB 35 (Part 1)
108 BAB 35 (Part 2)
109 BAB 35 (Part 3)
110 BAB 36 (Part 1)
111 BAB 36 (Part 2)
112 BAB 36 (Part 3)
113 BAB 37 (Part 1)
114 BAB 37 (Part 2)
115 BAB 37 (Part 3)
116 ~END~
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Cast Introduction
2
BAB 1 (Part 1)
3
BAB 1 (Part 2)
4
BAB 1 (Part 3)
5
BAB 2 (Part 1)
6
BAB 2 (Part 2)
7
BAB 2 (Part 3)
8
BAB 3 (Part 1)
9
BAB 3 (Part 2)
10
BAB 3 (Part 3)
11
BAB 4 (Part 1)
12
BAB 4 (Part 2)
13
BAB 4 (Part 3)
14
BAB 5 (Part 1)
15
BAB 5 (Part 2)
16
BAB 5 (Part 3)
17
BAB 6 (Part 1)
18
BAB 6 (Part 2)
19
BAB 6 (Part 3)
20
BAB 7 (Part 1)
21
BAB 7 (Part 2)
22
BAB 7 (Part 3)
23
BAB 8 (Part 1)
24
BAB 8 (Part 2)
25
BAB 8 (Part 3)
26
BAB 9 (Part 1)
27
BAB 9 (Part 2)
28
BAB 9 (Part 3)
29
BAB 10 (Part 1)
30
BAB 10 (Part 2)
31
BAB 10 (Part 3)
32
BAB 11 (Part 1)
33
BAB 11 (Part 2)
34
BAB 11 (Part 3)
35
BAB 12 (Part 1)
36
BAB 12 (Part 2)
37
BAB 12 (Part 3)
38
BAB 13 (Part 1)
39
BAB 13 (Part 2)
40
BAB 13 (Part 3)
41
BAB 14 (Part 1)
42
BAB 14 (Part 2)
43
BAB 14 (Part 3)
44
BAB 15 (Part 1)
45
BAB 15 (Part 2)
46
BAB 15 (Part 3)
47
BAB 16 (Part 1)
48
BAB 16 (Part 2)
49
BAB 16 (Part 3)
50
BAB 17 (Part 1)
51
BAB 17 (Part 2)
52
BAB 17 (Part 3)
53
BAB 18 (Part 1)
54
BAB 18 (Part 2)
55
BAB 18 (Part 3)
56
BAB 19 (Part 1)
57
BAB 19 (Part 2)
58
BAB 19 (Part 3)
59
BAB 20 (Part 1)
60
BAB 20 (Part 2)
61
BAB 20 (Part 3)
62
BAB 21 (Part 1)
63
BAB 21 (Part 2)
64
BAB 21 (Part 3)
65
BAB 22 (Part 1)
66
BAB 22 (Part 2)
67
BAB 22 (Part 3)
68
BAB 23 (Part 1)
69
BAB 23 (Part 2)
70
BAB 23 (Part 3)
71
BAB 24 (Part 1)
72
BAB 24 (Part 2)
73
BAB 24 (Part 3)
74
BAB 25 (Part 1)
75
BAB 25 (Part 2)
76
BAB 25 (Part 3)
77
BAB 26 (Part 1)
78
BAB 26 (Part 2)
79
BAB 26 (Part 3)
80
BAB 27 (Part 1)
81
BAB 27 (Part 2)
82
BAB 27 (Part 3)
83
BAB 28 (Part 1)
84
BAB 28 (Part 2)
85
BAB 28 (Part 3)
86
BAB 29 (Part 1)
87
BAB 29 (Part 2)
88
BAB 29 (Part 3)
89
BAB 30 (Part 1)
90
BAB 30 (Part 2)
91
BAB 30 (Part 3)
92
BAB 31 (Part 1)
93
BAB 31 (Part 2)
94
BAB 31 (Part 3)
95
BAB 32 (Part 1)
96
BAB 31 (Part 2)
97
BAB 31 (Part 3)
98
BAB 32 (Part 1)
99
BAB 32 (Part 2)
100
BAB 32 (Part 3)
101
BAB 33 (Part 1)
102
BAB 33 (Part 2)
103
BAB 33 (Part 3)
104
BAB 34 (Part 1)
105
BAB 34 (Part 2)
106
BAB 34 (Part 3)
107
BAB 35 (Part 1)
108
BAB 35 (Part 2)
109
BAB 35 (Part 3)
110
BAB 36 (Part 1)
111
BAB 36 (Part 2)
112
BAB 36 (Part 3)
113
BAB 37 (Part 1)
114
BAB 37 (Part 2)
115
BAB 37 (Part 3)
116
~END~

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!