BAB 2 (Part 2)

Flashback On.

Enam tahun yang lalu. Di SMP Pelita Jaya, terdengar suara tawa anak-anak remaja. Aku menjadi badut yang meramaikan suasana.

"Hahaha, Cara, kamu lucu deh! Lagi gila ya hari ini? Hahaha," seru Tiara, tertawa lepas.

"Hahaha, iya! Memangnya kenapa? Kalian lebih suka aku kayak gini, kan, daripada diam," jawabku sambil bertingkah konyol.

"Iya, Ra, soalnya kalau kamu diam terus, kita gak berani gangguin kamu," sahut Rara.

"That's because I'm an ambivert," ucapku santai.

"Eh, eh, katanya hari ini kita bakal kedatangan murid baru, loh. Tapi kok dari tadi gak ada, ya?" sela Dila.

"Eh, iya, seriusan? Wah... kita jangan kaku, ya, supaya dia juga bisa akrab sama kita," sambungku.

"Hm, kamu mau temenan sama murid baru, Ra?" ujar Felisa.

"Hm? Iya, emang kenapa?" tanyaku penasaran.

"Ya, gak apa-apa sih," celetuk Felisa.

"Apaan, dah?" ucapku heran.

Suasana makin ramai karena guru mata pelajaran tidak masuk. Kami menggila layaknya anak-anak alay di usia remaja awal. Suara tawa anak-anak seumurku tenggelam larut dalam pikiranku.

Scene berubah.

Aku sedang berjalan pulang sekolah, wajahku terlihat merenung dengan isi kepala yang tercampur aduk. Pandanganku teralihkan melihat keindahan bentuk awan, lalu beralih ke pepohonan.

Saat melihat salah satu pohon berbentuk unik, tiba-tiba seorang anak seumurku berlari sambil menangis ke arah pohon itu. Aku langsung menghampirinya.

"Kamu kenapa? Kok nangis?" tanyaku sambil melihat tangannya yang penuh darah.

"Ak... Aku..." jawabnya gemetar.

Flashback Off.

----------------

Di rumah sakit. Aku tertidur di sofa, lalu terbangun karena bermimpi. Greysie masih belum sadar. Aku bingung dengan semua yang terjadi. Aku terus memandang wajahnya sambil memikirkan sesuatu.

Tak lama kemudian, aku mengambil ponsel dan headset, lalu membuka berita di YouTube.

Berita.

Di rumah pelaku pembunuhan berantai, ditemukan beberapa anggota tubuh korban yang hilang dalam kasus sebelumnya. Pelaku juga memajang tengkorak korban di dinding rumah mereka. Pelaku memerintahkan korban (Hartono) untuk membuang sampah berisi tulang, yang ternyata bagian tubuh korban dari kasus sebelumnya. Polisi menemukan DNA korban di lubang tempat tulang-tulang tersebut dibuang.

"Ini adalah ruang bawah tanah tempat pelaku menyiksa korbannya."

Saat sedang serius menonton berita, tiba-tiba ponselku berdering.

"Halo, Om," sapaku mengangkat telepon.

"Kamu lagi sama Grey gak?" tanya ayah Greysie dengan nada marah.

"Iya, Om," jawabku pelan.

"Om mau bicara sama dia. Sambungkan ke dia sekarang," perintahnya.

"Tapi Om, Grey lagi gak bisa nerima telepon. Dia lagi sakit," ucapku gemetar.

"Dia sakit apalagi?! Saya sudah bilang berkali-kali, jangan cari masalah! Ini apa lagi? Kenapa Greysie terlibat masalah seperti ini? Kamu gak bilangin dia juga?" bentaknya.

"Maaf, Om. Aku juga gak tahu. Ini tiba-tiba banget," jawabku takut.

"Kalau dia bangun, suruh telepon saya cepat!" perintahnya lagi.

"Iya, Om," sahutku pelan.

Beberapa menit kemudian, Greysie mulai sadar. Dia menggerakkan jarinya perlahan dan membuka matanya.

"Grey? Kamu gak apa-apa? Yang mana yang sakit?" tanyaku khawatir.

"Hn... Berapa lama aku pingsan?" lirihnya bertanya.

"Dari kemarin. Kamu gak apa-apa?" tanyaku lagi.

"Ponselku mana, Ra?" tanyanya panik.

Aku merasa sedih dan takut, tetapi tetap menyerahkan ponselnya. Greysie langsung menelepon.

"Halo, Pah," ucapnya gemetar.

"Udah pura-pura sakitnya?" balas ayahnya dingin.

Selesai menelepon, tangan Greysie yang memegang ponsel langsung terkulai. Tatapannya kosong, pupil matanya seakan menyiratkan rasa sakit yang luar biasa. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Perasaan ini membuatku gila.

Greysie melihat pisau di atas meja yang sebelumnya kugunakan untuk memotong apel. Dia melepas infus dan mencoba mengambilnya.

"Grey, Grey...!" panggilku panik, berusaha menghentikannya. "Plis, jangan! Plis, jangan!"

"Lo jangan ikut campur kali ini! Ini bukan urusan lo!" bentaknya.

Aku bisa melihat tatapannya yang marah, kecewa, takut, sedih, dan sakit, semua tercampur menjadi satu.

Ketika dia mencoba menusuk jantungnya, tanganku refleks menghalangi pisau itu. Aku memeluknya erat.

"You die, i die," bisikku.

Greysie berusaha mengabaikan tanganku yang menjadi penghalang. Dia mencoba menusukkan pisau itu ke jantungnya, meski harus menembus tanganku. Namun, usahanya gagal karena ia tak mau menyakitiku. Rasa frustrasi meluap, dan dia berteriak penuh amarah.

“Fuckkk!” Greysie mendorongku dengan kasar. “Fuckkk... you, Ra!” teriaknya lagi.

Matanya terpaku pada pisau yang menancap di tanganku. Darah mengalir deras, menetes dan membasahi lantai dengan warna merah yang mencolok.

“Kenapa… aaaahhh, sial!” Greysie berteriak, melampiaskan amarahnya dengan membanting barang-barang di sekitarnya.

“Kenapa lo ngeliatin gue kayak gitu?! Gue benci tatapan itu! Itu tatapan yang paling gue benci dari semuanya!”

Aku hanya menatapnya dengan ekspresi yang sama seperti terakhir kali dia mencoba bunuh diri dengan melompat dari gedung 155 lantai itu. Greysie lalu menggenggam tanganku, berusaha mencabut pisau yang menancap di sana. Sesekali dia melirikku, mencoba menahan tangis, sementara aku hanya menatapnya dengan pandangan kosong. Rasa sakit akibat luka itu pun tak tampak di wajahku, dan hal itu justru membuat Greysie semakin marah.

“Loe… aahh, sial!” ucap Greysie, kehilangan kata-kata.

Dia merobek kain yang ada di sekitarnya untuk membalut lukaku, menghentikan darah yang terus mengalir. Setelah selesai, aku bangkit dan berjalan ke arah tombol panggil.

Beberapa saat kemudian, dokter datang. Aku segera menghampirinya.

“Dok, tolong obati pasien ini,” ucapku sambil melirik ke arah perut Greysie. “Lukanya terbuka lagi.”

“Dia juga melepas infusnya. Tolong dipasang kembali,” tambahku.

Dokter itu menatap kekacauan di ruangan dengan ekspresi kebingungan, namun akhirnya mengangguk. “Baik, Dek.”

Dokter mulai menjahit luka Greysie dan mengganti perbannya, sementara para suster membersihkan ruangan dan membantu dokter menyelesaikan prosedur.

“Nanti, obati juga luka orang itu,” ujar Greysie sambil melirik ke arahku.

Dokter hanya menghela napas panjang. Kekacauan ini jelas membuatnya bingung.

“Selesai. Dek Greysie, tolong jangan banyak bergerak dulu, ya. Dan… Dek Callista, ya?” dokter memandangku, memastikan namaku.

“Ya, Dok. Obati di sini saja,” jawabku, lalu duduk.

Dokter itu menatapku penuh rasa ingin tahu, namun tetap melanjutkan pekerjaannya.

“Sudah selesai. Dek Callista, jangan biarkan lukanya terkena air dulu, ya,” jelasnya. Aku hanya mengangguk.

“Kalau begitu, kami permisi,” ucap dokter sambil beranjak keluar bersama para suster.

“Terima kasih, Dok,” balasku sambil berdiri.

Setelah mereka pergi, hanya ada keheningan di ruangan. Aku dan Greysie sama-sama diam, tak ada yang berinisiatif membuka pembicaraan. Waktu berlalu, 20 menit terasa seperti seabad.

“Lo mau gue bunuh seseorang buat lo?” tanyaku akhirnya, memecah kesunyian.

Greysie melirikku, menatap penuh kemarahan, namun tetap tak menjawab.

“Hey…” panggilku dengan nada kesal.

“Lo mau ngehancurin hidup lo demi gue?” balas Greysie dengan nada serupa.

“Jawab aja pertanyaan gue, jangan balik nanya!” sergahku, menaikkan suaraku.

“Iya, terserah lo,” jawab Greysie sambil menutup telinganya. “Gue nggak peduli lagi.”

Dia membalikkan badan, mengabaikanku sepenuhnya.

Bersambung…

Terpopuler

Comments

Humairah Ira

Humairah Ira

bapak gila

2023-09-01

0

CatForD

CatForD

bapak dajjal itu😑

2023-08-05

1

Iyan

Iyan

Apadah ini kakek kakek

2023-07-18

1

lihat semua
Episodes
1 Cast Introduction
2 BAB 1 (Part 1)
3 BAB 1 (Part 2)
4 BAB 1 (Part 3)
5 BAB 2 (Part 1)
6 BAB 2 (Part 2)
7 BAB 2 (Part 3)
8 BAB 3 (Part 1)
9 BAB 3 (Part 2)
10 BAB 3 (Part 3)
11 BAB 4 (Part 1)
12 BAB 4 (Part 2)
13 BAB 4 (Part 3)
14 BAB 5 (Part 1)
15 BAB 5 (Part 2)
16 BAB 5 (Part 3)
17 BAB 6 (Part 1)
18 BAB 6 (Part 2)
19 BAB 6 (Part 3)
20 BAB 7 (Part 1)
21 BAB 7 (Part 2)
22 BAB 7 (Part 3)
23 BAB 8 (Part 1)
24 BAB 8 (Part 2)
25 BAB 8 (Part 3)
26 BAB 9 (Part 1)
27 BAB 9 (Part 2)
28 BAB 9 (Part 3)
29 BAB 10 (Part 1)
30 BAB 10 (Part 2)
31 BAB 10 (Part 3)
32 BAB 11 (Part 1)
33 BAB 11 (Part 2)
34 BAB 11 (Part 3)
35 BAB 12 (Part 1)
36 BAB 12 (Part 2)
37 BAB 12 (Part 3)
38 BAB 13 (Part 1)
39 BAB 13 (Part 2)
40 BAB 13 (Part 3)
41 BAB 14 (Part 1)
42 BAB 14 (Part 2)
43 BAB 14 (Part 3)
44 BAB 15 (Part 1)
45 BAB 15 (Part 2)
46 BAB 15 (Part 3)
47 BAB 16 (Part 1)
48 BAB 16 (Part 2)
49 BAB 16 (Part 3)
50 BAB 17 (Part 1)
51 BAB 17 (Part 2)
52 BAB 17 (Part 3)
53 BAB 18 (Part 1)
54 BAB 18 (Part 2)
55 BAB 18 (Part 3)
56 BAB 19 (Part 1)
57 BAB 19 (Part 2)
58 BAB 19 (Part 3)
59 BAB 20 (Part 1)
60 BAB 20 (Part 2)
61 BAB 20 (Part 3)
62 BAB 21 (Part 1)
63 BAB 21 (Part 2)
64 BAB 21 (Part 3)
65 BAB 22 (Part 1)
66 BAB 22 (Part 2)
67 BAB 22 (Part 3)
68 BAB 23 (Part 1)
69 BAB 23 (Part 2)
70 BAB 23 (Part 3)
71 BAB 24 (Part 1)
72 BAB 24 (Part 2)
73 BAB 24 (Part 3)
74 BAB 25 (Part 1)
75 BAB 25 (Part 2)
76 BAB 25 (Part 3)
77 BAB 26 (Part 1)
78 BAB 26 (Part 2)
79 BAB 26 (Part 3)
80 BAB 27 (Part 1)
81 BAB 27 (Part 2)
82 BAB 27 (Part 3)
83 BAB 28 (Part 1)
84 BAB 28 (Part 2)
85 BAB 28 (Part 3)
86 BAB 29 (Part 1)
87 BAB 29 (Part 2)
88 BAB 29 (Part 3)
89 BAB 30 (Part 1)
90 BAB 30 (Part 2)
91 BAB 30 (Part 3)
92 BAB 31 (Part 1)
93 BAB 31 (Part 2)
94 BAB 31 (Part 3)
95 BAB 32 (Part 1)
96 BAB 31 (Part 2)
97 BAB 31 (Part 3)
98 BAB 32 (Part 1)
99 BAB 32 (Part 2)
100 BAB 32 (Part 3)
101 BAB 33 (Part 1)
102 BAB 33 (Part 2)
103 BAB 33 (Part 3)
104 BAB 34 (Part 1)
105 BAB 34 (Part 2)
106 BAB 34 (Part 3)
107 BAB 35 (Part 1)
108 BAB 35 (Part 2)
109 BAB 35 (Part 3)
110 BAB 36 (Part 1)
111 BAB 36 (Part 2)
112 BAB 36 (Part 3)
113 BAB 37 (Part 1)
114 BAB 37 (Part 2)
115 BAB 37 (Part 3)
116 ~END~
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Cast Introduction
2
BAB 1 (Part 1)
3
BAB 1 (Part 2)
4
BAB 1 (Part 3)
5
BAB 2 (Part 1)
6
BAB 2 (Part 2)
7
BAB 2 (Part 3)
8
BAB 3 (Part 1)
9
BAB 3 (Part 2)
10
BAB 3 (Part 3)
11
BAB 4 (Part 1)
12
BAB 4 (Part 2)
13
BAB 4 (Part 3)
14
BAB 5 (Part 1)
15
BAB 5 (Part 2)
16
BAB 5 (Part 3)
17
BAB 6 (Part 1)
18
BAB 6 (Part 2)
19
BAB 6 (Part 3)
20
BAB 7 (Part 1)
21
BAB 7 (Part 2)
22
BAB 7 (Part 3)
23
BAB 8 (Part 1)
24
BAB 8 (Part 2)
25
BAB 8 (Part 3)
26
BAB 9 (Part 1)
27
BAB 9 (Part 2)
28
BAB 9 (Part 3)
29
BAB 10 (Part 1)
30
BAB 10 (Part 2)
31
BAB 10 (Part 3)
32
BAB 11 (Part 1)
33
BAB 11 (Part 2)
34
BAB 11 (Part 3)
35
BAB 12 (Part 1)
36
BAB 12 (Part 2)
37
BAB 12 (Part 3)
38
BAB 13 (Part 1)
39
BAB 13 (Part 2)
40
BAB 13 (Part 3)
41
BAB 14 (Part 1)
42
BAB 14 (Part 2)
43
BAB 14 (Part 3)
44
BAB 15 (Part 1)
45
BAB 15 (Part 2)
46
BAB 15 (Part 3)
47
BAB 16 (Part 1)
48
BAB 16 (Part 2)
49
BAB 16 (Part 3)
50
BAB 17 (Part 1)
51
BAB 17 (Part 2)
52
BAB 17 (Part 3)
53
BAB 18 (Part 1)
54
BAB 18 (Part 2)
55
BAB 18 (Part 3)
56
BAB 19 (Part 1)
57
BAB 19 (Part 2)
58
BAB 19 (Part 3)
59
BAB 20 (Part 1)
60
BAB 20 (Part 2)
61
BAB 20 (Part 3)
62
BAB 21 (Part 1)
63
BAB 21 (Part 2)
64
BAB 21 (Part 3)
65
BAB 22 (Part 1)
66
BAB 22 (Part 2)
67
BAB 22 (Part 3)
68
BAB 23 (Part 1)
69
BAB 23 (Part 2)
70
BAB 23 (Part 3)
71
BAB 24 (Part 1)
72
BAB 24 (Part 2)
73
BAB 24 (Part 3)
74
BAB 25 (Part 1)
75
BAB 25 (Part 2)
76
BAB 25 (Part 3)
77
BAB 26 (Part 1)
78
BAB 26 (Part 2)
79
BAB 26 (Part 3)
80
BAB 27 (Part 1)
81
BAB 27 (Part 2)
82
BAB 27 (Part 3)
83
BAB 28 (Part 1)
84
BAB 28 (Part 2)
85
BAB 28 (Part 3)
86
BAB 29 (Part 1)
87
BAB 29 (Part 2)
88
BAB 29 (Part 3)
89
BAB 30 (Part 1)
90
BAB 30 (Part 2)
91
BAB 30 (Part 3)
92
BAB 31 (Part 1)
93
BAB 31 (Part 2)
94
BAB 31 (Part 3)
95
BAB 32 (Part 1)
96
BAB 31 (Part 2)
97
BAB 31 (Part 3)
98
BAB 32 (Part 1)
99
BAB 32 (Part 2)
100
BAB 32 (Part 3)
101
BAB 33 (Part 1)
102
BAB 33 (Part 2)
103
BAB 33 (Part 3)
104
BAB 34 (Part 1)
105
BAB 34 (Part 2)
106
BAB 34 (Part 3)
107
BAB 35 (Part 1)
108
BAB 35 (Part 2)
109
BAB 35 (Part 3)
110
BAB 36 (Part 1)
111
BAB 36 (Part 2)
112
BAB 36 (Part 3)
113
BAB 37 (Part 1)
114
BAB 37 (Part 2)
115
BAB 37 (Part 3)
116
~END~

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!