Bel berbunyi dengan nyaring, sebuah tanda bahwa kegiatan belajar mengajar telah berakhir. Aura yang saat itu hendak kembali ke ruang guru untuk bersiap-siap pulang, tiba-tiba mendapat sebuah pesan.
Sambil berjalan dia membuka ponsel dan membaca isi pesan yang baru saja dia terima. Seketika itu juga dada Aura bergemuruh, karena pesan tersebut berasal dari pria yang selama ini ia tunggu keseriusannya.
[Aura, aku sudah tiba di ibu kota. Mari bertemu.]
Langkah Aura mendadak lunglai, karena sebenarnya kedatangan ayah dan ibunya sudah direncanakan untuk mengatur pertemuan dengan pria bernama Rangga. Namun, pada kenyataannya sekarang dia malah sudah menikah dengan Zio, gara-gara insiden yang tak terduga.
"Aku harus bagaimana sekarang? Apa yang akan aku katakan pada Rangga kalau begini situasinya?" gumam Aura dengan raut gelisah. Semua rencana yang sudah ia buat mendadak hancur, karena satu takdir yang tidak pernah ia impikan tiba-tiba mengikatnya.
Dengan kepala yang nyaris meledak, Aura menutup kembali ponselnya dan meneruskan langkah hingga tiba di ruang guru. Dia segera membereskan barang-barang, lalu melenggang ke arah parkiran.
Sementara itu Zio sudah menunggu Aura, tepatnya di samping mobil wanita itu. Aura menghela nafas kecil, seolah tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi suaminya yang super tengil.
Tanpa menghiraukan Zio, Aura segera membuka pintu mobilnya, tetapi segera ditahan oleh tangan pemuda itu.
"Zio, ada apa sih? Kamu ini tidak ada kerjaan lain ya selain ganggu saya?!" cetus Aura lengkap dengan wajah judes.
"Saya cuma mau kasih tahu, saya gak langsung pulang ke rumah. Terus nanti malem Mommy sama Daddy minta kita buat makan malem bareng, nanti saya jemput ya," ujar Zio, menyampaikan pesan sang ibu.
Aura bergeming, karena dia kembali teringat dengan ajakan Rangga. Walau bagaimana pun dia harus menjelaskan semuanya, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.
"Maaf, saya udah ada janji sama orang lain. Jadi, lain kali saja bagaimana?"
Kening Zio mengeryit.
"Siapa?"
"Teman, dia baru datang dari luar kota dan tidak lama di sini, makanya saya setuju untuk bertemu dengannya," jelas Aura, dia memberikan alasan tersebut karena takut mertuanya bertanya.
Zio tampak manggut-manggut, lalu tiba-tiba dia meraih tangan Aura untuk menyerahkan sebuah kertas kecil berisi nomor hp-nya. "Kalo ada apa-apa langsung telepon saya aja, karena sesibuk apapun bakal saya sempetin."
Aura hanya mengangguk sekilas, berbeda dengan Zio yang selalu memberikan senyum terbaiknya. Detik selanjutnya Zio membuka pintu mobil dan mempersilahkan Aura masuk.
Semua perhatian itu membuat Aura ketar-ketir, ia memperhatikan sekitar di mana beberapa guru mulai naik ke kendaraan masing-masing.
"Ayo masuk!" titah Zio, dan akhirnya Aura pun patuh, dia segera duduk dibalik kemudi siap untuk membawa kendaraan roda empatnya membelah jalan raya.
"Ati-ati, Istriku," bisik Zio, lalu membantu Aura untuk menutup kembali pintu mobilnya. Wanita itu hanya melirik sekilas, lalu tanpa berkata apa-apa dia langsung meninggalkan Zio.
Sementara di halte, terlihat Amora yang sedang menunggu jemputannya. Namun, tiba-tiba dia dihampiri oleh seorang pemuda dari sekolah lain. Dia adalah Athar, pemuda yang satu spesies dengan Zio, karena mereka berdua memiliki hobi yang sama yakni membuat masalah.
"Hai, Amora," panggil Athar, tetapi gadis itu justru sibuk dengan ponsel genggamnya. Dia mengenal Athar, dan tidak ingin terlibat apapun dengan pemuda itu.
Athar yang semula duduk di atas motor lantas turun karena Amora mengabaikannya. Padahal dia sengaja datang untuk mengantar sang pujaan pulang ke rumah. Ya, sudah dari bulan lalu dia berusaha untuk mendekati Amora, tetapi sampai saat ini belum berhasil juga.
"Amora, aku anter yuk!" Pemuda itu berusaha menawarkan tumpangan. Namun, Amora yang memiliki tipikal gadis yang tidak mudah didapatkan lantas menggelengkan kepala.
"Aku lagi nunggu jemputan," Ujarnya.
"Kan bisa bilang kalo kamu pulangnya sama aku. Jadi, biar supir kamu nggak ke sini."
Athar hendak mendekati gadis itu, tetapi tiba-tiba Zio datang dan langsung mendorong bahu Athar. "Mau apa lu?"
Ya, satu kendala terbesar Athar adalah pemuda yang ada di depannya. Karena Zio selalu ikut campur ketika ia berusaha untuk melakukan PDKT dengan Amora.
"Gue cuma mau nganter dia pulang. Lu gak usah berlebihan," balas Athar sambil membusungkan dada, tampak tak mau kalah.
"Jelas gue berlebihan, dia keponakan gue. Jadi lu harus hadepin gue dulu," cetus Zio, sementara di belakangnya sudah ada Mike dan Tomy yang menyusul. Ya, karena mereka takut akan ada perkelahian antara Zio dan Athar, seperti yang sudah-sudah.
"Om, udah deh, nggak perlu diladenin," bisik Amora seraya menarik Zio untuk menjauh. Namun, Zio tak bergerak, karena dia ingin membuat Athar menyerah lebih dulu.
"Gue peringatin sekali lagi sama lu, jangan berani deketin Amora. Karena lu bakal tahu akibatnya!" ancam Zio dengan tatapan membunuh. Bertepatan dengan itu, mobil jemputan Amora datang.
Zio segera meraih pergelangan tangan keponakannya dan menyuruh Amora untuk masuk ke dalam mobil. Sementara tatapan pemuda itu terus menghunus ke arah Athar yang bergeming di tempatnya.
Begitu mobil yang membawa Amora sudah melandas, Zio segera menghampiri Athar. "Balik sono! Atau lu mau abis di sini?"
"Cuih, beraninya di dalem kandang. Kalo lu emang ngerasa hebat, gue tunggu lu di arena balap motor!" balas Athar dengan tampang meremahkan. Membuat Zio langsung mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Zi, udah, anak anjingg kaya dia gak usah diladenin," seru Tomy, agar sang sahabat menahan diri. Namun, sepertinya Zio sudah terpancing dengan tantangan Athar.
"Gue bakal dateng!" balas Zio, lalu segera membalik tubuhnya. Namun, sebelum benar-benar pergi dia lebih dulu menendang keras motor Athar hingga jatuh ke jalanan.
"Ck, sialan!" umpat Athar, sementara Zio sudah berlari ke arah dua sahabatnya dengan gelak tawa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Hasbi Asidiqi
kok aku jadi ngebayangin visual zio itu Abidzar,,,,,,,ya 😉🫢kyaknya cocok
2024-02-15
0
Ta..h
wawww seru mulai ada sangar2 nya nih 😅😅
2023-11-02
1
Anonim
tambah seru neehhh cerita😉😉
2023-09-07
0