Selesai dengan pernikahan dadakan itu. Alessandro dan Arabella pamit untuk pulang. Namun, tanpa diduga Zio mengekor di belakang mereka. Dilihat dari gelagatnya pemuda itu ingin pergi dari rumah Aura.
"Hei, mau ke mana kamu?" tanya Alessandro saat sang anak sudah naik ke atas motor. Hujan sudah tampak reda, hingga orang-orang kembali beraktivitas seperti biasa.
"Tempat Tomy sama Mike," jawab Zio seraya menyalakan mesin motornya. Dia berniat untuk melabrak dua sahabat sablengnya, gara-gara mereka dia harus terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Aura.
Bukan apa, sekarang citra Aura di depan warga sekitar menjadi jelek, hanya karena kejadian ini.
"Tapi, Cio, kamu itu baru saja—" Belum selesai Arabella bicara. Motor sport itu sudah keluar dari gerbang rumah Aura dan membelah jalanan yang basah.
Melihat itu Alessandro dan Arabella hanya bisa geleng-geleng kepala.
Tak ada satu pun orang yang bisa menghentikan Zio. Hingga saat pemuda itu tiba di basecamp, dia sudah tak bisa menahan kekesalannya.
Tanpa ba bi bu Zio berlari dan melayangkan pukulan ke arah Tomy dan Mike sambil mengumpat, "Bangsaaat lu bedua!"
Mendapat serangan secara dadakan, Tomy dan Mike tak bisa mengelak pukulan yang Zio berikan. Dalam sekejap pipi keduanya terasa begitu kebas, karena Zio mengeluarkan seluruh tenaganya.
"Apaan sih, Zi? Minta kita dateng tapi kita malah dipukulin, gila lu ya," cetus Mike seraya memegangi pipinya. Dia berpura-pura bodoh, padahal ia sudah bisa menebak bahwa Zio mengamuk pasti gara-gara ulah mereka.
"Bacott! Lu pikir gue gak tahu, kalo lu bedua yang udah bikin gue sama Bu Aura digerebek warga. Otak lu pada ke mana sih?! Pindah ke kenty?" balas Zio dengan nada menyentak. Meski ia senang karena bisa menikah dengan Aura, sang pemilik body gitar spanyol, tetapi ada rasa kesal juga karena dengan gosip itu, semua orang akan menatap Aura dengan tatapan yang berbeda.
"Ya maap, Zi, tadi kita cuma iseng," timpal Tomy dengan raut wajah penuh rasa bersalah.
"Iseng-iseng, emang anjingg lu bedua!"
Mendengar kemarahan sang sahabat, Tomy dan Mike hanya bisa menelan ludah mereka dengan susah payah. Karena sepertinya masalah yang terjadi cukup serius.
"Tapi lu gak apa-apa 'kan? Lu gak sampe digebukin atau—" tanya Tomy dengan nada takut-takut. Zio yang sedang bertolak pinggang, kini kembali menghadap ke arah dua sahabat sablengnya.
Pemuda itu menarik sudut bibirnya ke atas, lalu mendesaahkan nafas kasar, "Ada untungnya juga sih. Lu bedua gak tahu 'kan apa yang terjadi sama gue dan Bu Aura."
"Maksudnya?" tanya Tomy dan Mike secara berbarengan. Kening mereka mengernyit, tak bisa menebak klu yang diberikan oleh Zio.
Zio mengangkat tangan kiri. Lalu menunjuk tepat ke arah jari manisnya yang sudah dilingkari oleh karet gelang berwarna merah. Sementara Tomy dan Mike memperhatikan secara seksama.
"Apaan sih, Zi?" ketus Mike yang tak paham sama sekali. Karena Zio malah senyam-senyum tidak jelas, persis seperti orang yang baru saja kesambet di rumah angker.
"Gue sama Bu Aura udah nikah. Ini cincin kawin kita buat sementara," jawab Zio dengan nada bangga. Sementara kedua sahabatnya langsung mendelikkan mata, lengkap dengan mulut menganga.
"NIKAH?" cetus mereka kompak, dan Zio langsung menganggukkan kepalanya. Dia menggulung baju dengan dagu yang terangkat.
"Dan akhirnya gue pemenangnya. Lu bedua gak usah ngarep bisa deketin bini gue. Karena nanti malem, Si Kiko bakal gue lepas," ujar Zio dengan nada congkak. Tak berpikir bahwa Aura tidak akan mungkin mau menyerahkan dirinya begitu saja.
Namun, bukannya percaya, Tomy dan Mike malah mengkhawatirkan kesehatan otak Zio. Keduanya secara kompak memeriksa kening, lalu turun ke leher, takut efek hujan membuat jaringan otak pemuda itu menjadi rusak.
Zio segera menepis tangan-tangan itu. "Lu lagi pada apa sih?" cetusnya.
"Harusnya kita yang nanya lu gak lagi kesambet 'kan? Depan rumah Bu Aura ada pohon jambu, jangan-jangan setannya nempel di lu," jawab Mike yang langsung mendapat tendangan dari Zio.
Bugh!
"Sialan! Gue ngomong apa adanya ya, Sat. Gara-gara lu bedua, warga jadi maksa gue nikahin Bu Aura. Kalo lu bedua gak percaya, ikut gue pulang!" tantang Zio dengan tatapan tak main-main.
Tomy dan Mike saling pandang, mereka paham betul bagaimana mimik wajah Zio ketika sedang serius. Sepertinya pemuda itu memang tidak berbohong.
"Ya udah iya kita percaya, lagian setan juga mana mau sih nempelin nih bocah," celetuk Tomy dengan nada bercanda.
"Asuuu lu, Tom!" umpat Zio sambil menggerakkan tangan seolah ingin memukul.
***
Nggak assuuu nggak seru🤭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Ta..h
😂😂😂😂😂😂 geng somplak ini mh 😅😅
2023-11-02
1
Sony Sondang
cincin yg sangat langka tp mudah didapatkan 🤣🤣🤣🤣
2023-09-01
0
Riska Fatihica
cincin kawin nya mantap 👍 cuma zio dan aura yang punya 🤭
2023-08-24
0