"Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh dipisahkan oleh manusia!"
Rose Margarine membeku, kalimat akhir yang digemakan oleh sang Pendeta serta merta telah mengubah status lajangnya menjadi seorang wanita bersuami dihari ini.
Gadis belia berusia 19 tahun yang baru saja naik ke kelas 12 ditahun ajaran baru itu tidak pernah membayangkan sekalipun didalam mimpi bila ia harus menikah dengan Reyn Hamdani, gurunya sendiri.
Perjodohan itu terpaksa ia terima karena kesalahannya sendiri, yang tidak mengindahkan peringatan keras orang tuanya untuk tidak berhubungan dengan Steven Jhon, anak orang nomor satu di kota kabupaten dimana mereka tinggal karena alasan status sosial yang berbeda.
Rose merasa gugup, kala Reyn yang berdiri berhadapan dengannya di altar pernikahan memajukan wajahnya, mengikis jarak diantarra keduanya dan mendaratkan satu kecupan lembut dikeningnya.
Debaran itu datang begitu saja tanpa diundang, Rose memejamkan matanya merasakan sentuhan bibir Reyn dikeningnya yang kini sudah resmi menjadi suaminya.
Suara tepuk tangan hadirin kembali menggema begitu Reyn melepaskan kecupannya, rona wajah Rose memberi isyarat bila dirinya sangat malu pada saat itu.
Rose kembali melirik dengan diam-diam, wajah Reyn yang berdiri berdampingan dengan dirinya di pelaminan, wajah yang biasanya menunjukan raut dingin saat mengajar dikelas kini selalu mengembangkan senyum ramahnya pada setiap tamu undangan yang datang memberi ucapan selamat dalam resepsi pernikahan mereka malam itu.
Wajah tampan itu, hidung mancung dan bulu matanya yang lebat sedikit lentik, memiliki rahang yang tegas, dengan postur tubuh atletis, benar-benar menjadi idaman para wanita. Ini kali pertama Rose menyadarinya dan mengaguminya, terselip senyum disudut bibirnya memikirkan pria dewasa berusia 26 tahun yang sudah menjadi suaminya itu.
...🍓🍓🍓...
Hari itu begitu melelahkan. Setelah menyelesaikan semua rentetan pemberkatan nikah sekaligus resepsinya, ingin rasanya Rose segera mengistirahatkan tubuhnya dikasur empuk dikamar pengantin setelah membersihkan dirinya dikamar mandi.
Langkahnya seketika terhenti dan berdiri membeku didepan pintu kamar mandi manakala melihat Reyn sudah ada diranjang pengantin dan menatap kearahnya.
"Ayo, cepatlah naik kemari, jangan mematung disana," ajakan Reyn membuyarkan lamunan Rose yang seketika diliputi kegugupannya lagi.
"B-bolehkah aku tidur di sofa itu saja pak Reyn?" tanya Rose yang datang mendekat ditepi ranjang.
"Kenapa ingin tidur disana?" Reyn melihat sofa yang ditunjuk Rose.
"Aku--, aku tidak pernah tidur seranjang dengan seorang laki-laki, Pak," jawab Rose jujur dan terdengar kikuk
"Kau fikir aku terbiasa? Aku juga tidak pernah tidur seranjang dengan seorang perempuan selain Mama waktu aku masih bocah," ucap Reyn masih menatap Rose yang berdiri kaku disisi tepi ranjang.
"Ayo buruan naik, berbaring disebelahku. Tidak baik sepasang suami isteri tidur terpisah," Reyn menepuk sisi kosong disebelahnya.
Bingung harus memberi alasan apalagi, otak gadis itu serasa buntu, tidak mampu menemukan cara untuk menolak lagi. Tidak ada pilihan lain selain naik dengan perlahan dan membaringkan tubuhnya dengan hati-hati disamping Reyn.
Jantung Rose semakin berdebar, saat merasakan pergerakan Reyn disebelahnya yang segera menarik selimut tebal dibawah kaki mereka berdua untuk menyelimuti tubuh keduanya.
Tubuh Rose menegang, ia nampak panik tidak karuan ketika setengah tubuh Reyn yang berbaring miring tiba-tiba berada diatas tubuhnya walau tidak saling bersentuhan.
"Pak Reyn mau ngapain?" Rose menatap wajah Reyn yang tepat berada diatas wajahnya dengan nafasnya sedikit memburu, segala fikiran anehnya sudah bercokol dalam kepalanya.
"Menurutmu--, aku mau ngapain?" tanya Reyn heran, mengerutkan keningnya hingga alis tebalnya saling bertautan, raut tegang dengan mata membola isterinya terlihat lucu pada pemandangannya.
Rose mengeluarkan sepasang tangannya dari dalam selimut, kedua jari telunjuknya sama-sama ditekuk bagai anak ayam yang saling mematukan paruh mereka satu sama lain.
"Apa secepat ini kita melakukannya?" ucap Rose polos dengan raut takut. Ia merasa belum siap melakukan hubungan layaknya suami isteri mengingat belum ada cinta diantara mereka, pasti menakutkan batinnya.
Mendengarnya, tentu saja Reyn mengerti apa yang dimaksudkan Rose, gadis muda yang baru beberapa jam yang lalu telah resmi menjadi isterinya, tapi untuk sementara waktu ia pura-pura tidak memahaminya.
"Melakukan apa? Heum?" tanya Reyn setengah bergumam.
"Itu--," Rose nampak ragu, tatapan intens Reyn membuatnya semakin gugup.
"Itu apa?" kejar Reyn, laki-laki itu semakin menurunkan wajahnya kian mendekat hingga napas panasnya terasa dikulit wajah Rose yang merasakan suasana semakin menegang.
"Itu--, malam pertama--, yang biasa dilakukan sepasang pengantin baru," ucap Rose terbata-bata sambil mencengkram kuat sprei disisi kanan dan kirinya.
Cletuk!
"Aduh! Sakit pak Reyn," sungut Rose tidak menduga dihadiahkan sentilan mendadak dijidatnya. Ia mengusap dahinya yang terasa sedikit sakit dengan raut cemberut.
Rupanya bukan disekolah saja guru Biologinya itu suka semena-mena, ternyata disini juga, di villa tempat mereka menikah, batinnya sebal.
"Masih kecil otakmu itu sudah mulai mesum. Ingat! Kau itu masih sekolah, tidak perlu memikirkan hal-hal dewasa seperti itu," tegur Reyn, namun didalam hati ia ingin sekali tertawa, ternyata isteri kecilnya yang berwajah polos itu juga tahu tentang 'malam pertama'.
"Aku hanya ingin menaikan selimut ini hingga ke lehermu, karena suhu di vila ini akan bertambah dingin bila semakin larut malam," sambung Reyn lagi sambil menaikan selimut dan merapikannya sesuai niat awalnya.
"Iya maaf," ucap Rose malu, ada rasa sesal mengapa dirinya mengucapkan hal memalukan itu.
"Dari mana kau tahu ada hal-hal seperti itu untuk pasangan pengantin baru?" Sebenarnya Reyn tidak terlalu penasaran, tapi sebagai seorang guru, dirinya ingin tahu sejauh mana para siswa disekolah tempatnya mengajar mengetahui hal yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah, setidaknya jawaban Rose mewakili dari sekian banyak siswa-siswi lainnya, walau itu bukan patokan.
"Tontonan drakor Pak," jujur Rose lagi, melirik Reyn yang masih menatapnya.
Reyn mendesah pelan.
"Apakah kau pernah melihat tulisan R-BO atau R13+ di sudut kanan atas layar televisi yang kau tonton?" tanya Reyn, menelisik wajah Rose yang terlihat sedang mengingat sesuatu.
"Iya, pernah Pak.," angguk Rose cepat begitu ingat bahwa dirinya pernah melihat tulisan yang dimaksud pak guru yang menjadi suaminya itu.
"Tahu apa artinya?" tanya Reyn lagi.
"Nggak," geleng Rose pelan, takut terkena hukuman lagi.
"Kode R-BO atau R13+, adalah singkatan dari Remaja Bimbingan Orangtua. Artinya film yang diputar di Televisi untuk remaja usia 13 tahun ke atas harus didampingi dan dibimbing orang tuanya saat menonton."
"Sementara, untuk A-BO adalah singkatan dari Anak-Bimbingan Orangtua," terang Reyn gamblang, kembali memerankan profesi gurunya.
"Sampai disini apa kau mengerti Rose?"
"Mengerti pak Guru," sahut Rose faham dan terlihat mulai mengantuk.
"Jadi mulai sekarang, kau tidak boleh menonton film remaja, film dewasa atau semacamnya seorang diri tanpa ditemani suamimu."
"Suamiku? Bukannya pak Reyn tadi bilangnya orang tua, bukan suami?" protes Rose walau matanya semakin mengantuk.
"Sekarang kau tinggal bersama.suamimu, bukan orang tuamu lagi. Jadi, aku yang harus menemanimu menonton, karena aku suamimu. Ayo tidurlah, besok lagi nanyanya," ucap Reyn yang mulai gemes, tapi dirinya segera menyudahi pembahasan itu, ketika melihat Rose yang terus saja menguap.
"Dan satu lagi, panggil aku ini Mas, jangan Pak, kecuali di sekolah. Mengerti?"
"Iya mengerti Pak--, eh Mas--,.maaf--, hehe," Rose kembali tertawa.kecil dibalik selimut.
Mendadak Rose menahan napasnya ketika cahaya lampu kamar meredup, berganti mode lampu tidur karena Reyn sudah mematikan lampu utama kamar mereka.
Dibawah selimut tebal yang sama sepasang pengantin baru itu tidur bersama dengan sedikit jarak. Rose yang sudah sangat mengantuk ternyata tidak langsung terlelap, pengalaman pertama tidur bersama seorang lawan jenis membuatnya cukup gelisah malam ini.
Bersambung...👉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
auliasiamatir
mamin penasaran sam kelanjutan hubungan mereka
2023-10-30
1
Sena judifa
gmn rasax dijodohkan y
2023-10-27
1
Putra Al - Bantani
ntat jika udah selesai pasti jadi cinta
2023-10-15
1