18. Kepohonan

Ini kali pertama Rose menginjakan kakinya di villa Bukit Biru. Hari ini begitu cerah, tapi suasana villa yang ada dipuncak itu tetap sejuk, bahkan awan gemawan bisa terlihat begitu dekat berseliweran kurang diatas villa yang memiliki ketinggian 1.230 kaki dari permukaan air laut, sehingga angin yang mengembus pun begitu kencang.

Sudah dua hari Rose bersama keluarganya juga keluarga Haswan berada disana. Ia dan Norsa tidak mau menyia-nyiakan waktu sedetikpun selama disana, mendatangi setiap sudut villa tanpa kenal lelah sedikitpun.

Sore itu, Rose merasa sedikit heran, melihat kesibukan tidak biasa di area villa, karena selama dua hari disana, keadaan cukup senyap dan asri karena hanya dirinya, Norsa, dan keluarganya bersama keluarga Haswan saja, bahkan kakaknya Bram baru bisa bergabung dihari ketiga liburan mereka karena pekerjaannya.

"Bibi, aku melihat beberapa truck membawa properti pelaminan digerbang villa tadi sore. Siapa yang akan menikah?" tanya Rose disela-sela makan malam mereka.

"Oh itu, Reyn anak Bibi akan menikah besok." sahut Sarina santai, yang lainnya pun terlihat santai termasuk Norsa, hanya Rose saja yang nampak kaget hingga hampir tersedak.

"Minum dulu Rose," Norsa buru-buru menyodorkan segelas air putih dan segera disambar oleh gadis itu untuk meredakan tenggorokannya.

"Pak Reyn akan menikah besok? Hee, ceweknya pasti kepohonan," seketika Rose tergelak tidak karuan seorang diri sementara yang lainnya hanya terpaku menatapnya.

Begitu pula halnya dengan kedua orang tua Rose, biasanya mereka akan cepat menegur bila hal itu dirasa salah dan berlebihan, tapi kali ini mereka seakan sengaja membiarkan putri mereka itu tertawa sesukanya dan sepuasnya hingga akhirnya tersadar.

"M-maaf Paman, Bibi," Rose terlihat canggung, rona merah akibat tawanyaa masih terlihat jelas, ia merasa.tak enak pada kedua orang tua Reyn setelah melihat tatapan tajam ayah dan ibunya, sementara Norsa pura-pura sibuk menyantap hidangan makan malamnya.

"Tidak apa Sayang," lembut Sarina sembari tersenyum. "Reyn pasti jadi guru yang killer ya disekolah?" tanyanya menatap calon menantunya.

"Iya Bibi, pak Reyn bukan killer lagi tapi sudah tahap super duper killer. Seisi kelas musti bersiap-siap, dan perasaan kami begitu deg-deg'an hanya mendengar suara hentakan sepatunya masuk kelas. " ucap jujur Rose dengan raut serius dan antusias mengatakan apa yang tengah dirinya dan teman-temannya rasakan.

"Benerkan Norsa?" Gadis itu melirik sepupunya yang asik makan untuk meminta dukungannya.

"Ng-nggak kok! Pak Reyn super baik orangnya," bantah Norsa tak jujur sambil melirik kedua orang tua Reyn yang tengah memperhatian dirinya dan Rose.

"Ih Norsa, jujur dong, gak boleh bo'ong, dosa!" ucap Rose berisik dan sedikit kesal pada sepupunya yang tidak mendukungnya, Haswan dan Sarina hanya bisa tertawa melihat Rose yang bersikap apa adanya.

"Maafkan Rose pak Haswan dan ibu Sarina, putri kami ini terkadang tidak tahu apa yang dirinya ucapkan," Martin nampak tidak nyaman, putrinya kelewat jujur memang kalau sudah berbicara tentang yang ia rasakan.

"Ah, tidak masalah pak Martin. Saya dan ayahnya Reyn suka kejujuran Rose. Setidaknya kita tahu bagaimana sikap Reyn di sekolah pada para siswanya," sahut Sarina tulus, mengubah tawanya menjadi senyuman.

"Semoga killer-nya Reyn hanya di sekokah saja ya Pak Martin dan ibu Marlina, tapi dengan isterinya dirumah tidak," Sarina berucap penuh arti pada kedua calon besannya itu lalu melihat kearah Rose yang terlihat bingung mendengar ucapannya.

"Rose, cepat selesaikan makan malammu dan segeralah tidur dikamarmu bersama Norsa malam ini. Ayah dan Bunda masih akan berbincang-bincang dengan Paman dan Bibimu," tegur Martin, saat melihat Rose menginjak punggung kaki Norsa karena gemes, ia masih kesal sepupunya tidak mau jujur tentang sikap Reyn yang memang menyebalkan.

...⚘️⚘️⚘️...

"Rose bangun!" Marlina terus menggoyang-goyangkan tubuh putrinya yang masih molor dikasur empuknya.

"Ya ampun Bunda, Rose masih ngantuk nih," gerutu gadis itu semakin melingkar dalam selimutnya.

"Rose, pernikahannya 3 jam lagi akan dimulai, kau masih saja santai. Ayo cepetan Sayang!" Marlina mendudukan Rose ditempat tidurnya dengan paksa.

"Bunda apaan sih! Yang nikah itu pak Reyn, bukannya Rose! Kok malah Rose yang disibukan. Rose masih ngantuk," gadis itu kembali merebahkan tubuhnya dengan perasaan kesal, ia memang benar-benar masih mengantuk karena selama 2 hari kemarin tidak ada tidur siang karena terlalu sibuk bergerilya bersama Norsa mengelilingi seluruh sudut villa.

"Ih anak ini yah, dibilangin masih aja tiduran," Marlina menarik daun telinga putrinya saking gemesnya.

"Aduh Bun, sakit Bun!" pekik Rose memegang telinganya, kepalanya mengikuti arah tangan ibunya, menahan rasa sakit dan perih disana.

"Cepat mandi sana sekarang!" paksa Marlina sambil melempar handuk pada putrinya.

Walau terpaksa, Rose tetap membawa langkahnya menuju kamar mandi.

"Norsa mana Bun?" gadis itu menghentikan langkahnya didepan pintu kamar mandi, saat baru tersadar bila sepupunya sudah tidak ada dikamar.

"Norsa sedang berdandan cantik dikamar sebelah. Ayo cepatan, ini sudah pukul 12 siang sayang, 3 jam lagi acaranya akan dimulai." Marlina semakin tidak sabaran melihat Rose yang terkesan lelet masuk ke kamar mandinya.

"Iya, iya Bun, gitu aja sewot. Anak orang lain yang nikah Bunda segitu gelabakannya, apa lagi anak sendiri," Rose masuk sambil ngedumel.

Marlina hanya menggelengkan kepala mendengar dumelan putrinya, ia keluar dari kamar untuk mengambil makan siang buat putrinya itu.

Tiga puluh lima menit kemudian.

"Rose, buruan makan!" suruh Marlina begitu Rose keluar dari kamar mandi. "Lama banget sih mandinya?" omel Marlina lagi yang siang itu serasa habis stok kesabarannya menghadapi putri semata wayangnya.

"Kenapa sih Bunda dari tadi ngomel-ngooomel mulu? Kaya Rose aja yang mau nikah," kesal gadis itu, tapi tetap saja ia patuh, menghampiri piring makan siangnya diatas nakas dan segera menyantapnya karena perutnya juga terasa lapar minta diisi.

Ucapan Rose membuat Marlina tercekat, sejujurnya ia tidak tega memperlakukan putrinya seperti ini dihari pernikahannya, apalagi merahasiakannya, tapi bila ia melembut dan melunak, ia takut Rose akan curiga dan bisa jadi rencana yang ia dan suaminya susun bersama kedua calon besannya bisa saja gagal total.

Bersambung...👉

Note : Kepohonan adalah sebuah kepercayaan sebagian besar masyarakat yang ada dibeberapa daerah Provinsi Kalimantan Timur, yang pada intinya adalah sebuah malapetaka yang akan terjadi jika ketika kita melihat orang lain makan atau minum kemudian tidak ikut menyantapnya.

Terpopuler

Comments

Sena judifa

Sena judifa

thor orang kaltim y

2023-10-27

1

Sena judifa

Sena judifa

kalo ditempatku bkn kepohonan tapi kepuhunan thor

2023-10-27

1

auliasiamatir

auliasiamatir

ya ammpiuuunn, kasih tau rose dong, kalau dia nya yang mau nikah 😌

2023-10-27

1

lihat semua
Episodes
1 1. Oh My God
2 2. Basa-Basi
3 3. Laporan Warga
4 4. Burung
5 5. Berani Katakan Tidak!
6 6. Kami Berpacaran
7 7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8 8. Disidang Ayah
9 9. Meminta Ijin
10 10. Bertemu Ibu Steven
11 11. Suara Lembut Setenang Telaga
12 12. Jangan Temui Rose Lagi
13 13. Ingat Baik-Baik
14 14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15 15. Bebas Dari Belajar
16 16. Ruangan Kepala Sekolah
17 17. Hadiah
18 18. Kepohonan
19 HARI PERNIKAHAN
20 MAKAN SIANG
21 21. PENANGKALNYA
22 22. PERHATIAN KECIL
23 23. BELAJAR
24 24. Terkontaminasi
25 25. HUKUMAN (Visual Rose)
26 26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27 TERBANGUN (Visual Reyn)
28 28. EMPAT MATA
29 29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30 30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31 31. MAKANAN KESUBURAN
32 KITA SUDAH SELESAI
33 33. GADIS CENGENG
34 34. AKU BUKAN PINKY BOY
35 35. Kuli Panggul
36 36. KENA BATUNYA
37 37. BERTEMU MANTAN LAGI
38 38. ANDAI SAJA
39 39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40 40. BUKTI REKAMAN
41 41. OBROLAN KELUARGA
42 42. SALAD BUAH
43 43. MENGAMBANG
44 44. RISIH
45 45. TENTANG REYN HAMDANI
46 46. WALK IN CLOSET
47 47. BAHAYA
48 48. MEMPERINGATI RINA
49 49. MEMBUNTUTI
50 50. ZAMAN BATU
51 51. RENCANA AWAL
52 52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53 53. PESAN REYN
54 54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55 55. Di RESTORAN
56 56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57 57. TEGANG DAN GUGUP
58 58. STATUS PERKAWINAN
59 59. TERLALU NAIF
60 60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61 61. MERASA KUSUT
62 62. GARA-GARA ROSE
63 63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64 64. KABUR KARENA BIKINI
65 65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66 66. MULAI TERBONGKAR
67 67. GEGER
68 68. KENAPA JADI KACAU?
69 69. SO SWEET
70 70. PERLAWANAN MARLINA
71 71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72 72. TANGGAPAN PAK KADIN
73 73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74 74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75 75. SERIBU KALI LIPAT
76 76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77 77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78 78. GANTI RUGI
79 79. MEMOHON BANTUAN
80 80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81 81. KUSUT
82 82. OTW Berkembang Biak
83 83. Apa ini punya Rose?
84 84. Nggak Kapok
85 85. Ratunya
86 86. Pengen Telur Dinosaurus
87 87. Kaget
88 88. Clara Pulang
89 89. Setitik Terang
90 90. Juru Bicara
91 91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92 92. Maju atau Mundur
93 93. Tajau Emas
94 94. Insiden Es Krim
95 95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96 96. Dsangka Merindu
97 97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98 98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99 99. Clara Sakit
100 100. Gangguan Rose
101 101. Bram! Jangan Pergi!
102 102. Serasa Ada Yang Hilang
103 103. Sang Guru Jablai
104 104. Konvoi Kelulusan
105 105. Bertemu Orang Tua Olin
106 106. Terbang
107 107. Menonton Secara Live
108 108. Mengantar Leony Pulang
109 109. Kita Urus Rasa Bencimu
110 110. The End
Episodes

Updated 110 Episodes

1
1. Oh My God
2
2. Basa-Basi
3
3. Laporan Warga
4
4. Burung
5
5. Berani Katakan Tidak!
6
6. Kami Berpacaran
7
7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8
8. Disidang Ayah
9
9. Meminta Ijin
10
10. Bertemu Ibu Steven
11
11. Suara Lembut Setenang Telaga
12
12. Jangan Temui Rose Lagi
13
13. Ingat Baik-Baik
14
14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15
15. Bebas Dari Belajar
16
16. Ruangan Kepala Sekolah
17
17. Hadiah
18
18. Kepohonan
19
HARI PERNIKAHAN
20
MAKAN SIANG
21
21. PENANGKALNYA
22
22. PERHATIAN KECIL
23
23. BELAJAR
24
24. Terkontaminasi
25
25. HUKUMAN (Visual Rose)
26
26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27
TERBANGUN (Visual Reyn)
28
28. EMPAT MATA
29
29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30
30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31
31. MAKANAN KESUBURAN
32
KITA SUDAH SELESAI
33
33. GADIS CENGENG
34
34. AKU BUKAN PINKY BOY
35
35. Kuli Panggul
36
36. KENA BATUNYA
37
37. BERTEMU MANTAN LAGI
38
38. ANDAI SAJA
39
39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40
40. BUKTI REKAMAN
41
41. OBROLAN KELUARGA
42
42. SALAD BUAH
43
43. MENGAMBANG
44
44. RISIH
45
45. TENTANG REYN HAMDANI
46
46. WALK IN CLOSET
47
47. BAHAYA
48
48. MEMPERINGATI RINA
49
49. MEMBUNTUTI
50
50. ZAMAN BATU
51
51. RENCANA AWAL
52
52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53
53. PESAN REYN
54
54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55
55. Di RESTORAN
56
56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57
57. TEGANG DAN GUGUP
58
58. STATUS PERKAWINAN
59
59. TERLALU NAIF
60
60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61
61. MERASA KUSUT
62
62. GARA-GARA ROSE
63
63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64
64. KABUR KARENA BIKINI
65
65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66
66. MULAI TERBONGKAR
67
67. GEGER
68
68. KENAPA JADI KACAU?
69
69. SO SWEET
70
70. PERLAWANAN MARLINA
71
71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72
72. TANGGAPAN PAK KADIN
73
73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74
74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75
75. SERIBU KALI LIPAT
76
76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77
77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78
78. GANTI RUGI
79
79. MEMOHON BANTUAN
80
80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81
81. KUSUT
82
82. OTW Berkembang Biak
83
83. Apa ini punya Rose?
84
84. Nggak Kapok
85
85. Ratunya
86
86. Pengen Telur Dinosaurus
87
87. Kaget
88
88. Clara Pulang
89
89. Setitik Terang
90
90. Juru Bicara
91
91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92
92. Maju atau Mundur
93
93. Tajau Emas
94
94. Insiden Es Krim
95
95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96
96. Dsangka Merindu
97
97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98
98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99
99. Clara Sakit
100
100. Gangguan Rose
101
101. Bram! Jangan Pergi!
102
102. Serasa Ada Yang Hilang
103
103. Sang Guru Jablai
104
104. Konvoi Kelulusan
105
105. Bertemu Orang Tua Olin
106
106. Terbang
107
107. Menonton Secara Live
108
108. Mengantar Leony Pulang
109
109. Kita Urus Rasa Bencimu
110
110. The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!