14. Kita Tidak Baik-Baik Saja

"Rose!" satu panggilan membuat gadis itu celingukan mencari sumber suara begitu dirinya turun dari bus sekolah, satu tas belanjaan ditenteng pada tangan kirinya.

Rose seketika membeku, melihat Steven muncul dari rimbunan bonsai yang berada disudut pagar rumahnya.

"Rose, kenapa kau tidak mengangkat dan membalas pesanku sejak semalam, aku khawatir Rose," Steven mendekati Rose dan memegang salah satu tangan kekasihnya itu, dan segera ditepis oleh Rose.

"A-ada apa denganmu Rose?" Steven tersentak kaget melihat reaksi Rose yang tidak biasanya seperti itu.

"Sebaiknya kak Steven jangan menemui Rose lagi," ucap Rose dingin.

"T-tapi kenapa Rose? Apa yang terjadi? Semalam kita baik-baik saja," Steven masih tidak mengerti, perasaannya mendadak kalut melihat perubahan drastis kekasihnya.

"Mulai semalam, kita sudah tidak baik-baik saja Kak," sahut Rose hampir menangis, mengingat kata-kata menyakitkan ibu Steven yang masih terngiang-ngiang dipendengarannya.

Steven terhenyak mendengar ucapan yang keluar dari mulut gadis pujaannya, juga memandang raut wajah Rose yang memerah menahan tangisnya, ia masih tidak mengerti apa sebenarnya yang telah terjadi. Ia kembali mendekati Rose dan berusaha menyentuh pundak gadisnya itu, namun Rose lagi-lagi menghindar dengan cepat, membuatnya kembali terpana.

"Katakan pada Kakak, apa yang terjadi Rose? Jangan membuat Kakak bingung." Kali ini Steven hanya memandangi wajah Rose dan tidak berusaha terlalu dekat seperti sebelumnya, ia tidak mau Rose bertambah marah padanya.

"Ibu Kak Steven tidak merestui hubungan kita Kak," sahut Rose menatap sayu wajah tampan dihadapannya. Hatinya memang sakit, tapi Steven adalah laki-laki yang ia sukai, hingga disudut hatinya yang lain ia berusaha tidak percaya apa yang ia dengar semalam.

"M-mamiku?" jari Steven menunjuk dirinya sendiri.

"Iya, Maminya kak Steven," Rose mengangguk mengiyakan.

"Tidak mungkin, itu tidak mungkin Rose," ucap Steven tidak percaya.

"Kakak menganggapku berbohong?" ucap Rose kecewa. "Ya, wajar saja, beliau kan ibunya kak Steven," ucap Rose kembali dingin.

"B-bukan begitu maksud Kakak Rose."Sahut Steven terbata-bata, merasa bingung merangkai kata dalam situasi seperti ini.

"Mami sendiri yang memintaku mengajakmu ke acaraku Rose karena ingin bertemu langsung denganmu, lalu memberikan surat undangan itu juga secara langsung pada ibumu Rose," sambungnya, mengingat ibunya memberitahukan hal itu saat mereka berada dimeja makan bersama ayahnya.

"Mungkin saja beliau sengaja mengundang kami, hanya untuk berkata itu pada Bunda," ujar Rose masih dengan raut kecewanya menanggapi ucapan Steven.

"Kak Steven pulang saja, gadis sepertiku ini tidak memiliki bibit, bobot, bebet seperti yang diharapkan Maminya kak Steven, begitulah yang dikatakan beliau semalam.pada.Bunda," Rose berbalik, meninggalkan Steven yang tergugu, masih tidak percaya bila ibunya sampai berkata demikian pada keluarga Rose.

Ia memandangi Rose yang berjalan memasuki pagar besi rumahnya, menutup dan mengaitnya seperti semula.

Ditempatnya berdiri, Steven enggan beranjak, ia masih terus memandangi Rose yang melewati dua mobil yang terparkir dihalaman rumah hingga menghilang dibalik pintu depan rumahnya.

Perasaan Steven kini sangat hampa, tidak terbersit sedikitpun bila hubungannya dengan Rose akan bisa sekacau ini. Mungkinkah ibunya yang begitu lembut, sangat perhatian dan penyayang pada keluarga mampu melakukan itu tanpa sepengetahuannya?

Tidak, Steven masih belum bisa mempercayainya.

...⚘️⚘️⚘️...

"Ayah! Bunda!" panggil Rose dengan suara nyaringnya dari depan pintu.

"Iya Sayang! Ayo, cepat kemari!" sahut Marlina dari ruang tamu.

"Mobil siapa didepan itu Bun--" tanya Rose lalu menghentikan langkahnya, sejenak ia memperhatikan tiga orang tamu yang duduk dihadapan kedua orang tuanya disiang bolong begini.

"Pak Reyn? Kenapa dia ada disini? Pantas saja tidak jadi mengadakan HER Biologi hari ini," gumam Rose seorang diri, saat mengenali salah seorang tamu, sedangkan dua orang lainnya ia hanya mengingatnya samar-samar.

"Kok berdiri disana saja sih, ayo cepat kemari," panggil Marlina karena Rose belum juga bergegas.

"Iya Bun," Rose cepat beranjak, kedua orang tuanya pernah berkata tidak sopan bila mengabaikan tamu yang bertandang kerumah.

"Masih ingat sama Paman dan Bibi ini," ucap Marlina pada Rose yang sudah berada didekat mereka.

Rose memperhatikan dua tamu seumuran ayah dan ibunya yang tengah tersenyum melihatnya yang mengingat-ingat wajah mereka.

"Heum. Kalau nggak salah--, Paman dan Bibi yang tinggalnya disebelah rumah bibi Nina yang ada dikota Samarinda itu kan?" ucap Rose girang, begitu berhasil mengingat wajah keduanya, lalu dengan buru-buru meraih tangan keduanya dan mencium punggung tangan suami isteri yang tengah duduk berdampingan didepan orang tuannya.

"Ingatanmu sangat bagus Nak," puji Sarina, sang tamu wanita sambil mengusap lembut pucuk rambut Rose, sementara Haswan suaminya ikut tersenyum disampingnya.

"Mana oleh-oleh buat Rose Bibi dan Paman?" Rose menadahkan satu tangannya tanpa malu dan merasa sungkan sedikitpun, membuat suami isteri itu seketika tertawa melihatnya.

Bila ke Samarinda untuk mengunjungi kakak sepupunya Shasa yang masih tinggal diisana saat mendiang ayah Shasa masih hidup, Rose tidak pernah lupa menyambangi tetangga sebelah rumah sepupunya itu, hanya meminta oleh-oleh gratis. Sarina dan suaminya memang memiliki beberapa gerai jajanan khas Kalimantan Timur di kota itu.

"Ini oleh-olehnya, Bibi dan Paman tidak pernah lupa 'kan sama kesukaanmu?" Sarina meraih sekantong plastik besar disudut sofa yang telah ia siapkan lalu memberikannya pada Rose yang langsung disambut gembira gadis itu. Sementara tas belanjaan yang ditentengnya ditaruh begitu saja diatas meja kaca tamu.

"Wuah banyak sekali Amplang, Kue Kemiri dan Gula Gait-nya!" Mata Rose berbinar senang.

Amplang, jajanan khas Samarinda Kalimantan timur itu, memang sangat diminati oleh Rose. Berbahan dasar ikan Tenggiri, Belida, atau Haruan dan tepung kanji yang digoreng garing. Tentu saja harus ditambah beberapa bumbu dan rempah-rempah yang menjadikan rasanya gurih, renyah dan tidak pernah ingin berhenti saat mengunyah dan merasakan sensasi keriuk-keriuknya.

Keminting, sesuai namanya begitulah bentuk jajanan ini, terbuat dari tepung terigu, tepung kanji, gula jawa, sagu, santan, dan gula pasir. Jangan heran kalau kita menyantap kue ini, kita akan merasakan rasa manis. Kue yang teksturnya renyah ini dimasak dengan cara dipanggang di oven.

Gula Gait, jajajan khas Kalimantan Timur ini juga dibuat dari bahan berupa gula aren dan gula putih. Keduanya kemudian diolah menjadi seperti karamel dengan tekstur yang mirip dengan kayu yang memiliki warna keemasan. Proses pembuatan gula gait mirip dengan cara membuat gulali tapi beda di proses akhirnya. Rasanya tentu saja manis dan ramah didalam mulut, semanis dan seramah warga Kalimantan Timur.🤭😊

Gletak!

"Apa itu?" Reyn yang sedari tadi hanya diam disamping kedua orang tuanya melihat barang belanjaan yang tumpah diatas meja tepat dihadapannya.

Wajah Rose seketika memerah menahan rasa malu. Kantong plastik oleh-oleh ditangannya tidak sengaja menyenggol tas belanjaannya yang ada diatas meja, sehingga para pe*balutnya keluar begitu saja tanpa perrnisi. "Kenapa harus tumpah dihadapan pak Reyn lagi sih?" batin Rose malu sambil menggigit bibir bawahnya.

"I-ini Roti Tawar, oleh-oleh sepulang sekolah," ucap Rose langsung memasukan barang-barang miliknya kedalam tas belanjanya.

Martin dan Marlina hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat ulah putri mereka, sementara Sarina dan Haswan, sepasang suami isteri itu tersenyum menahan tawa. Reyn? Dia hanya menatap dingin, baginya kecerobohan Rose itu sudah biasa.

Bersambung...👉

Terpopuler

Comments

Sena judifa

Sena judifa

kasihan jg y steve sm rose

2023-10-22

0

auliasiamatir

auliasiamatir

hummm rose di jpdohin sama reyn toh

2023-10-18

1

ayu nuraini maulina

ayu nuraini maulina

MK nya d cari tau jgn mudah tampang doang

2023-09-01

1

lihat semua
Episodes
1 1. Oh My God
2 2. Basa-Basi
3 3. Laporan Warga
4 4. Burung
5 5. Berani Katakan Tidak!
6 6. Kami Berpacaran
7 7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8 8. Disidang Ayah
9 9. Meminta Ijin
10 10. Bertemu Ibu Steven
11 11. Suara Lembut Setenang Telaga
12 12. Jangan Temui Rose Lagi
13 13. Ingat Baik-Baik
14 14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15 15. Bebas Dari Belajar
16 16. Ruangan Kepala Sekolah
17 17. Hadiah
18 18. Kepohonan
19 HARI PERNIKAHAN
20 MAKAN SIANG
21 21. PENANGKALNYA
22 22. PERHATIAN KECIL
23 23. BELAJAR
24 24. Terkontaminasi
25 25. HUKUMAN (Visual Rose)
26 26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27 TERBANGUN (Visual Reyn)
28 28. EMPAT MATA
29 29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30 30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31 31. MAKANAN KESUBURAN
32 KITA SUDAH SELESAI
33 33. GADIS CENGENG
34 34. AKU BUKAN PINKY BOY
35 35. Kuli Panggul
36 36. KENA BATUNYA
37 37. BERTEMU MANTAN LAGI
38 38. ANDAI SAJA
39 39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40 40. BUKTI REKAMAN
41 41. OBROLAN KELUARGA
42 42. SALAD BUAH
43 43. MENGAMBANG
44 44. RISIH
45 45. TENTANG REYN HAMDANI
46 46. WALK IN CLOSET
47 47. BAHAYA
48 48. MEMPERINGATI RINA
49 49. MEMBUNTUTI
50 50. ZAMAN BATU
51 51. RENCANA AWAL
52 52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53 53. PESAN REYN
54 54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55 55. Di RESTORAN
56 56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57 57. TEGANG DAN GUGUP
58 58. STATUS PERKAWINAN
59 59. TERLALU NAIF
60 60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61 61. MERASA KUSUT
62 62. GARA-GARA ROSE
63 63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64 64. KABUR KARENA BIKINI
65 65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66 66. MULAI TERBONGKAR
67 67. GEGER
68 68. KENAPA JADI KACAU?
69 69. SO SWEET
70 70. PERLAWANAN MARLINA
71 71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72 72. TANGGAPAN PAK KADIN
73 73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74 74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75 75. SERIBU KALI LIPAT
76 76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77 77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78 78. GANTI RUGI
79 79. MEMOHON BANTUAN
80 80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81 81. KUSUT
82 82. OTW Berkembang Biak
83 83. Apa ini punya Rose?
84 84. Nggak Kapok
85 85. Ratunya
86 86. Pengen Telur Dinosaurus
87 87. Kaget
88 88. Clara Pulang
89 89. Setitik Terang
90 90. Juru Bicara
91 91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92 92. Maju atau Mundur
93 93. Tajau Emas
94 94. Insiden Es Krim
95 95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96 96. Dsangka Merindu
97 97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98 98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99 99. Clara Sakit
100 100. Gangguan Rose
101 101. Bram! Jangan Pergi!
102 102. Serasa Ada Yang Hilang
103 103. Sang Guru Jablai
104 104. Konvoi Kelulusan
105 105. Bertemu Orang Tua Olin
106 106. Terbang
107 107. Menonton Secara Live
108 108. Mengantar Leony Pulang
109 109. Kita Urus Rasa Bencimu
110 110. The End
Episodes

Updated 110 Episodes

1
1. Oh My God
2
2. Basa-Basi
3
3. Laporan Warga
4
4. Burung
5
5. Berani Katakan Tidak!
6
6. Kami Berpacaran
7
7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8
8. Disidang Ayah
9
9. Meminta Ijin
10
10. Bertemu Ibu Steven
11
11. Suara Lembut Setenang Telaga
12
12. Jangan Temui Rose Lagi
13
13. Ingat Baik-Baik
14
14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15
15. Bebas Dari Belajar
16
16. Ruangan Kepala Sekolah
17
17. Hadiah
18
18. Kepohonan
19
HARI PERNIKAHAN
20
MAKAN SIANG
21
21. PENANGKALNYA
22
22. PERHATIAN KECIL
23
23. BELAJAR
24
24. Terkontaminasi
25
25. HUKUMAN (Visual Rose)
26
26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27
TERBANGUN (Visual Reyn)
28
28. EMPAT MATA
29
29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30
30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31
31. MAKANAN KESUBURAN
32
KITA SUDAH SELESAI
33
33. GADIS CENGENG
34
34. AKU BUKAN PINKY BOY
35
35. Kuli Panggul
36
36. KENA BATUNYA
37
37. BERTEMU MANTAN LAGI
38
38. ANDAI SAJA
39
39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40
40. BUKTI REKAMAN
41
41. OBROLAN KELUARGA
42
42. SALAD BUAH
43
43. MENGAMBANG
44
44. RISIH
45
45. TENTANG REYN HAMDANI
46
46. WALK IN CLOSET
47
47. BAHAYA
48
48. MEMPERINGATI RINA
49
49. MEMBUNTUTI
50
50. ZAMAN BATU
51
51. RENCANA AWAL
52
52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53
53. PESAN REYN
54
54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55
55. Di RESTORAN
56
56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57
57. TEGANG DAN GUGUP
58
58. STATUS PERKAWINAN
59
59. TERLALU NAIF
60
60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61
61. MERASA KUSUT
62
62. GARA-GARA ROSE
63
63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64
64. KABUR KARENA BIKINI
65
65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66
66. MULAI TERBONGKAR
67
67. GEGER
68
68. KENAPA JADI KACAU?
69
69. SO SWEET
70
70. PERLAWANAN MARLINA
71
71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72
72. TANGGAPAN PAK KADIN
73
73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74
74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75
75. SERIBU KALI LIPAT
76
76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77
77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78
78. GANTI RUGI
79
79. MEMOHON BANTUAN
80
80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81
81. KUSUT
82
82. OTW Berkembang Biak
83
83. Apa ini punya Rose?
84
84. Nggak Kapok
85
85. Ratunya
86
86. Pengen Telur Dinosaurus
87
87. Kaget
88
88. Clara Pulang
89
89. Setitik Terang
90
90. Juru Bicara
91
91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92
92. Maju atau Mundur
93
93. Tajau Emas
94
94. Insiden Es Krim
95
95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96
96. Dsangka Merindu
97
97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98
98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99
99. Clara Sakit
100
100. Gangguan Rose
101
101. Bram! Jangan Pergi!
102
102. Serasa Ada Yang Hilang
103
103. Sang Guru Jablai
104
104. Konvoi Kelulusan
105
105. Bertemu Orang Tua Olin
106
106. Terbang
107
107. Menonton Secara Live
108
108. Mengantar Leony Pulang
109
109. Kita Urus Rasa Bencimu
110
110. The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!