13. Ingat Baik-Baik

Martin sesekali melirik Marlina yang duduk dijok belakang menemani Rose yang merintih kesakitan. Rasa penasarannya terlalu besar akan apa yang telah diperbincangkan oleh ibu Mutiara dengan isterinya itu, namun keberadaan Rose membuatnya harus bersabar sampai keduanya mendapat waktu yang baik.

"Untuk apa keluarga pak Mikasa bersama besannya datang ke rumah kita malam-malam begini, Yah?" tanya Marlina, begitu mobil mereka memasuki halaman rumah dan melihat keberadaan beberapa tamu yang sudah menunggu diteras rumah.

"Entahlah Bun." Martin lalu memarkirkan mobilnya dekat teras samping rumahnya. "Bun, ajak Rose lewat pintu samping saja, tidak enak kalau mereka melihat kondisi Rose seperti itu." ucapnya.

"Tapi bagimana dengan jok kotor ini Pah, mana bau lagi," ucap Marlina sambil membuka pintu mobil dan membawa Rose turun bersamanya.

"Tidak apa-apa Bun, besok Ayah akan bawa ke salon mobil untuk dibersihkan. Maaf, Ayah tidak bisa membantu Rose, Ayah harus segera menemui mereka, pasti ada sesuatu yang penting sampai mereka datang semalam ini kemari." ucap Martin menduga.

"Tolong minta Bibi buatkan minuman untuk para tamu kita ya Bund?" Marlina mengangguk mengiyakan, dan Martin-pun bergegas, ia disambut oleh dua keluarga yang telah menantinya.

"Selamat malam pak RT, maaf mengganggu malam-malam." Pak Mikasa dan isterinya segera bangkit dari kursi lalu mengulurkan tangannya pada Martin begitu pula dengan pak Radit besannya.

"Iya, selamat malam. Tidak apa-apa pak Mikasa dan pak Radit. Mari masuk," Martin menerima uluran tangan ketiga tamunya untuk berjabat tangan lalu membuka kunci rumahnya dan mengajak mereka masuk.

"Mari, silahkan duduk." ucap Martin mempersilahkan. "Ada keperluan apa Bapak-Bapak dan ibu kemari.

"Begini pak, saya mohon anak saya Rusdi jangan dipenjarakan, dia masih harus melanjutkan pendidikannya, entah bagaimana nasibnya bila itu terjadi," mohon pak Radit tanpa basa-basi.

"Tapi Rusdi sudah melakukan kekerasan rumah tangga terhadap anak kami Riani, kami tidak terima. Bayi yang dikandungannya juga meninggal begitu dilahirkan," sentak ibu Mikasa dengan tangis yang seketika pecah.

"Perkataan isteri saya itu benar pak Martin, akibat tendangan Rusdi pada Riani tempo hari, Riani pendaharan dan terpaksa harus operasi dan sampai sekarang masih dalam perawatan dirumah sakit," sambung pak Mikasa sembari memeluk isterinya.

"Iya, saya tahu Rusdi memang bersalah dan untuk itu saya sungguh-sungguh minta maaf Bapak dan ibu Mikasa, saya bersedia melakukan apapun semampu saya asal saja Rusdi jangan di penjara." ucap pak Radit sambil bersimpuh dikaki kedua besannya.

"Apapun yang pak Radit lakukan tidak akan mungkin membuat Riani kembali seperti semula! Tidak mungkin menjadi gadis lagi, dan belum tentu bisa melupakan semua kesakitan yang dilakukan oleh Rusdi padanya! Sebagai ibunya, saya mau Riani dan Rusdi bercerai saja!" ketus ibu Mikasa masih menangis tersedu-sedu.

"Maaf, ini minumannya Pak," bibi Ara datang menghampiri dengan nampan ditangannya.

"Taruh saja dimeja Bi," suruh Martin pada asisten rumah tangganya itu. Pembicaraan terhenti sesaat, hanya ada suara gelas yang saling bersentuhan dengan tatakannya saja, juga sedikit suara sesenggukan ibu Mikasa yang masih terdengar.

"Diminum dulu teh hangatnya Bapak-Bapak dan Ibu," Martin mempersilahkan, begitu bibi Ara meninggalkan mereka dengan membawa nampan ditangannya.

"Terima kasih pak RT. Bu, ini minum dulu," pak Mikasa mengambil segelas teh dan memberikannya pada isterinya.

"Begini pak Mikasa dan Ibu, juga pak Radit," Martin memandang ketiganya secara bergantian. "Permasalahan ini sudah kita laporkan bersama ke kantor polisi setempat dan masih dalam proses, juga Rusdi sudah diperiksa oleh pihak yang berwajib. Dan Riani juga telah mendapat penanganan dari pihak rumah sakit. Mari kita menunggu semua hasilnya dengan sabar," ucapnya berusaha menengahi kedua keluarga yang sudah berbesanan itu.

"Pak RT, mohon berikan saya kesempatan bicara sebentar," pinta pak Radit.

"Silahkan pak Radit." angguk Martin.

"Rusdi, dia belum punya pekerjaan, karena baru saja lulus dan akan melanjutkan kuliahnya ditahun ajaran baru ini, emosinya juga masih labil. Sehingga saat mereka bertengkar, Rusdi sampai menendang isterinya, Riani. Itu sebabnya diawal saya tidak menyetujui pernikahan mereka yang masih dibawah umur, takut terjadi hal seperti ini," tutur pak Radit.

"Tapi apa harus dikata, Riani sudah hamil duluan karena pergaulan mereka berdua yang melewati batas, jadi saya putuskan Rusdi memang harus menikahi Riani sebagai bentuk tanggung jawab,"

Pak Radit menujukan pandangannya pada kedua besannya.

"Bila ibu Mikasa meminta Radit menceraikan Riani, saya terpaksa menyetujuinya. Dan saya sebagai ayah Radit juga bersedia membiayai semua biaya rumah sakit nak Riani, bahkan sampai nak Riani benar-benar pulih secara fisik dan mentalnya. Juga saya bersedia membiayai Riani menyelesaikaan sekolahnya di SMP yang sempat mandek karena Rusdi yang menghamilinya. Ya, sampai perguruan tinggi." ungkapnya memberi janji.

"Itu sebagai rasa permohonan maaf saya pada keluarga pak Mikasa, juga sebagai rasa tanggung jawab keluarga kami pada nak Riani. Dan saya mohon kemurahan hati Bapak dan Ibu Mikasa untuk membuka pintu maaf buat anak saya Rusdi dan berkenan untuk menarik laporan yang sudah masuk kekantor kepolisian. Bila Rusdi sampai jadi narapidana, masa depannya mungkin akan hancur."

Raut pak Radit nampak memerah, menahan segala rasa malu akibat perbuatan putranya. Juga rasa gelisah, takut, khawatir, karena tak ingin anak tunggalnya itu masuk penjara dan menyandang predikat sebagai narapidana diusia muda, dan itu pasti sangat berpengaruh bagi masa depannya.

Demikianlah perasaan orang tua, sejahat apapun anak mereka, sebagian besar orang tua akan tetap mengharapkan yang terbaik untuk anak-anaknya, bahkan rela menanggung konsekuensi yang diakibatkan si anak.

Martin menghela napas berat, kedua kepala keluarga itu sama-sama warga dalam RT yang ia pimpin.

"Apa yang dialami oleh keluarga pak Mikasa, saya turut merasakannya walau tidak pernah mengalaminya. Dan apa yang tengah dikhawatirkan keluarga pak Radit saya juga memahaminya. Saya pun tidak bisa berbuat banyak sebagai ketua RT, saya berusaha membantu sebisa saya saja." ucap Martin dengan sangat hati-hati, karena salah kata saja pasti akan menyakiti salah satu pihak.

"Saya harap kita sama-sama bersabar menghadapi masalah ini, merenungkan semuanya baik-baik dirumah kita masing-masing sambil menunggu hasil penyidikan dari kantor polisi.

"Semoga saja kita masing-masing bisa mengambil hikmah dari semua kejadian ini," ia menatap ketiga tamunya, sebagai ketua RT dirinya tentu mengharapkan warganya itu mendapatkan keadilannya masing-masing.

...⚘️⚘️⚘️...

Hati Martin begitu sakit, mendengar semua perkataan ibu Mutiara yang diceritakan isterinya. Berulang kali ia harus meneguk air putih dari atas nakas untuk meredakan rasa sesak didadanya, merasa harga diri keluarganya diinjak-injak oleh seorang terhormat yang harusnya menjadi panutan.

"Jadi mereka sengaja mengundang kita ke pesta syukuran kelulusan anaknya hanya untuk mendengar hinaannya pada putri kita? Bukankah anaknya yang selalu mendekati putri kita?" geram Martin dalam marahnya.

"Maafkan Bunda Yah, karena sempat meminta Ayah menyetujui Rose berhubungan dengan Steven waktu itu," Marlina terlihat sangat bersalah dan menyesal, kejadian malam ini dipesta membuatnya mengerti mengapa suaminya sangat menentang hubungan putrinya dengan putra orang nomor satu dikota mereka.

"Kejadian malam ini tentang putri kita, juga beberapa permasalahan yang terjadi pada beberapa warga kita, Ayah harap Bunda tidak lagi menentang apa yang pernah Ayah usulkan dulu," ucap Martin mengingatkan obrolan penting yang pernah mereka bahas.

"Tapi Rose masih kecil Yah, dia belum bisa apa-apa." sergah Marlina, sebagai ibunya ia sangat tahu putrinya.

"Rose masih manja, dan semua keperluannya selalu Bunda dan bi Ara yang menyediakannya Yah," ucap Marlina masih berusaha memberi banyak alasan.

"Bun, kita sudah membicarakan ini." Martin menyentuh kedua pundak isterinya lembut, berusaha memberi pengertian.

"Ayah hanya tidak mau Rose bernasib sama seperti Riani anak tetangga kita, Shasa kakak sepupunya dan yang lainnya lagi. Anak laki-laki itu pasti akan datang lagi dan lagi, dan berusaha mengoda dan merayu putri kita."

"Dan kita tidak bisa menjaganya terus menerus selama 24 jam, mereka bisa saja bertemu dengan diam-diam dibelakang kita, dan bila sampai terjadi sesuatu pada putri kita, ibunya sudah mengatakan bila ia tidak akan membiarkan Steven menikahi anak kita, ingat itu baik-baik Bun," ucap Martin.

Bersambung...👉

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Dengerin tuh usul suami,jangan ngenyel pengen mantu kaya tapi harga diri di bawah tapak kaki mereka,.

2024-10-25

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Apapun alasannya Rusdi tetap salah,Udah berani main fisik,Uadah tau masih labil,sok soan menghamili anak gadis orang,Dan satu lg harusnya Rusdi yg sekalian di bawak kesini, kenapa makah bapaknya doang yg datang,gak gentleman banget jd lelaki..😡😡

2024-10-25

1

Sena judifa

Sena judifa

iya sih pergaulan anak sekarang

2023-10-22

0

lihat semua
Episodes
1 1. Oh My God
2 2. Basa-Basi
3 3. Laporan Warga
4 4. Burung
5 5. Berani Katakan Tidak!
6 6. Kami Berpacaran
7 7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8 8. Disidang Ayah
9 9. Meminta Ijin
10 10. Bertemu Ibu Steven
11 11. Suara Lembut Setenang Telaga
12 12. Jangan Temui Rose Lagi
13 13. Ingat Baik-Baik
14 14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15 15. Bebas Dari Belajar
16 16. Ruangan Kepala Sekolah
17 17. Hadiah
18 18. Kepohonan
19 HARI PERNIKAHAN
20 MAKAN SIANG
21 21. PENANGKALNYA
22 22. PERHATIAN KECIL
23 23. BELAJAR
24 24. Terkontaminasi
25 25. HUKUMAN (Visual Rose)
26 26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27 TERBANGUN (Visual Reyn)
28 28. EMPAT MATA
29 29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30 30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31 31. MAKANAN KESUBURAN
32 KITA SUDAH SELESAI
33 33. GADIS CENGENG
34 34. AKU BUKAN PINKY BOY
35 35. Kuli Panggul
36 36. KENA BATUNYA
37 37. BERTEMU MANTAN LAGI
38 38. ANDAI SAJA
39 39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40 40. BUKTI REKAMAN
41 41. OBROLAN KELUARGA
42 42. SALAD BUAH
43 43. MENGAMBANG
44 44. RISIH
45 45. TENTANG REYN HAMDANI
46 46. WALK IN CLOSET
47 47. BAHAYA
48 48. MEMPERINGATI RINA
49 49. MEMBUNTUTI
50 50. ZAMAN BATU
51 51. RENCANA AWAL
52 52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53 53. PESAN REYN
54 54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55 55. Di RESTORAN
56 56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57 57. TEGANG DAN GUGUP
58 58. STATUS PERKAWINAN
59 59. TERLALU NAIF
60 60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61 61. MERASA KUSUT
62 62. GARA-GARA ROSE
63 63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64 64. KABUR KARENA BIKINI
65 65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66 66. MULAI TERBONGKAR
67 67. GEGER
68 68. KENAPA JADI KACAU?
69 69. SO SWEET
70 70. PERLAWANAN MARLINA
71 71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72 72. TANGGAPAN PAK KADIN
73 73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74 74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75 75. SERIBU KALI LIPAT
76 76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77 77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78 78. GANTI RUGI
79 79. MEMOHON BANTUAN
80 80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81 81. KUSUT
82 82. OTW Berkembang Biak
83 83. Apa ini punya Rose?
84 84. Nggak Kapok
85 85. Ratunya
86 86. Pengen Telur Dinosaurus
87 87. Kaget
88 88. Clara Pulang
89 89. Setitik Terang
90 90. Juru Bicara
91 91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92 92. Maju atau Mundur
93 93. Tajau Emas
94 94. Insiden Es Krim
95 95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96 96. Dsangka Merindu
97 97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98 98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99 99. Clara Sakit
100 100. Gangguan Rose
101 101. Bram! Jangan Pergi!
102 102. Serasa Ada Yang Hilang
103 103. Sang Guru Jablai
104 104. Konvoi Kelulusan
105 105. Bertemu Orang Tua Olin
106 106. Terbang
107 107. Menonton Secara Live
108 108. Mengantar Leony Pulang
109 109. Kita Urus Rasa Bencimu
110 110. The End
Episodes

Updated 110 Episodes

1
1. Oh My God
2
2. Basa-Basi
3
3. Laporan Warga
4
4. Burung
5
5. Berani Katakan Tidak!
6
6. Kami Berpacaran
7
7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8
8. Disidang Ayah
9
9. Meminta Ijin
10
10. Bertemu Ibu Steven
11
11. Suara Lembut Setenang Telaga
12
12. Jangan Temui Rose Lagi
13
13. Ingat Baik-Baik
14
14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15
15. Bebas Dari Belajar
16
16. Ruangan Kepala Sekolah
17
17. Hadiah
18
18. Kepohonan
19
HARI PERNIKAHAN
20
MAKAN SIANG
21
21. PENANGKALNYA
22
22. PERHATIAN KECIL
23
23. BELAJAR
24
24. Terkontaminasi
25
25. HUKUMAN (Visual Rose)
26
26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27
TERBANGUN (Visual Reyn)
28
28. EMPAT MATA
29
29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30
30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31
31. MAKANAN KESUBURAN
32
KITA SUDAH SELESAI
33
33. GADIS CENGENG
34
34. AKU BUKAN PINKY BOY
35
35. Kuli Panggul
36
36. KENA BATUNYA
37
37. BERTEMU MANTAN LAGI
38
38. ANDAI SAJA
39
39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40
40. BUKTI REKAMAN
41
41. OBROLAN KELUARGA
42
42. SALAD BUAH
43
43. MENGAMBANG
44
44. RISIH
45
45. TENTANG REYN HAMDANI
46
46. WALK IN CLOSET
47
47. BAHAYA
48
48. MEMPERINGATI RINA
49
49. MEMBUNTUTI
50
50. ZAMAN BATU
51
51. RENCANA AWAL
52
52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53
53. PESAN REYN
54
54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55
55. Di RESTORAN
56
56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57
57. TEGANG DAN GUGUP
58
58. STATUS PERKAWINAN
59
59. TERLALU NAIF
60
60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61
61. MERASA KUSUT
62
62. GARA-GARA ROSE
63
63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64
64. KABUR KARENA BIKINI
65
65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66
66. MULAI TERBONGKAR
67
67. GEGER
68
68. KENAPA JADI KACAU?
69
69. SO SWEET
70
70. PERLAWANAN MARLINA
71
71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72
72. TANGGAPAN PAK KADIN
73
73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74
74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75
75. SERIBU KALI LIPAT
76
76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77
77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78
78. GANTI RUGI
79
79. MEMOHON BANTUAN
80
80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81
81. KUSUT
82
82. OTW Berkembang Biak
83
83. Apa ini punya Rose?
84
84. Nggak Kapok
85
85. Ratunya
86
86. Pengen Telur Dinosaurus
87
87. Kaget
88
88. Clara Pulang
89
89. Setitik Terang
90
90. Juru Bicara
91
91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92
92. Maju atau Mundur
93
93. Tajau Emas
94
94. Insiden Es Krim
95
95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96
96. Dsangka Merindu
97
97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98
98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99
99. Clara Sakit
100
100. Gangguan Rose
101
101. Bram! Jangan Pergi!
102
102. Serasa Ada Yang Hilang
103
103. Sang Guru Jablai
104
104. Konvoi Kelulusan
105
105. Bertemu Orang Tua Olin
106
106. Terbang
107
107. Menonton Secara Live
108
108. Mengantar Leony Pulang
109
109. Kita Urus Rasa Bencimu
110
110. The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!