12. Jangan Temui Rose Lagi

Rose melepas sepatu high heelsnya, lalu berlari-lari kecil meninggalkan pintu dimana ia sedang menguping, ketika mendengar ibunya dan ibu Steven mengakhiri pembicaraan mereka.

Disini, disudut dalam toilet, Rose menangis pilu tanpa memperdengarkan suaranya. Karena dirinya ibunya menerima semua perkataan menyakitkan itu, dadanya semakin sesak mengingat perkataan demi perkataan ibu Steven yang menyakitkan pada ibunya. Wanita itu begitu lembut dalam bersikap dan manis dalam setiap tutur katanya dihadapan semua orang, ternyata lidahnnya begitu tajam dan berbisa saat berada ditempat yang tersembunyi batinnya.

...⚘️⚘️⚘️...

Martin memandangi isterinya yang kembali seorang diri, ia sempat menoleh kesana-kemari mencari keberadaan si Ibu tuan rumah yang meminta ijin mengajak isterinya pergi, tapi tidak menemukannya dimanapun.

"Kami menunggu kabar baiknya lho bu Marlina, 'kan dua calon besan sudah saling bertemu," seloroh isteri Musha pada Marlina tersenyum menggoda.

"Ah, ibu Musha bisa aja," ucap Marlina menanggapi dengan tersenyum, berusaha keras menyembunyikan kemelut yang bergejolak dalam dadanya saat ini.

"Yah, kita pulang yuk. Rose pasti sudah lelah, jam 10 malam anak itu biasanya sudah tidur," Marlina berucap pada suaminya.

Martin menatap bola mata isterinya, sebagai seorang suami yang sudah mengarungi rumah tangga selama 23 tahun bersama isterinya, ia dapat melihat ada beban yang berat disana.

"Pak Musha dan Ibu, pak Jose dan Ibu, kami pamit dulu ya, Jam segini anak kami Rose biasanya memang sudah tidur," ucapnya beralasan.

"Baik Pak Martin dan ibu Marlina, hati-hati dijalan," ucap Jose mewakili.

Setelah berjabatan tangan, keduanya segera bergegas mencari putri mereka,""Dimana Rose Yah?" tanya Marlina.

"Kita tanya Steven saja Bun, tadi putri kita bersamanya," keduanya lalu mendekati Steven yang sedang bersama teman-temannya.

"Steven, dimana Rose?" tanya Martin, begitu mereka sudah berada didekat pemuda itu.

Steven menoleh. "Maaf Om, tadi Rose meminta ijin mau ke toilet, mungkin masih disana, mari saya antar."

"Maaf teman-teman, saya tinggal sebentar ya," tanpa menunggu jawaban dari teman-temannya, Steven bergegas pergi bersama kedua orang tua Rose. Ada rasa khawatir menyelinap dalam benaknya, karena Rose memang cukup lama tidak kembali.

"Kenapa kau tidak mencari tahu tentang putriku bila ia belum juga kembali sampai sekarang? Aku tidak akan memaafkanmu bila terjadi sesuatu padanya," sesal Martin saat ketiganya berjalan menyusuri lorong menuju toilet.

"M-maafin saya Om," hanya itu kalimat yang mampu Steven katakan, ia merasa bersalah dan sangat tidak nyaman pada kedua orang tua Rose, seolah dirinya tidak bertanggung jawab pada keselamatan kekasihnya itu.

Rasa cemas Steven membawa kakinya setengah berlari saat melihat situasi toilet sepi, ia buru-buru membuka pintu toilet.

Ceklek!

"Rose!!" pekik ketiganya hampir bersamaan, melihat Rose sedang terduduk disudut toilet dengan wajah sembab, sementara high heels dan tasnya terdampar disekitar kakinya.

"Rose apa yang terjadi?" Steven menghambur memeluk Rose yang membeku menatap nanar kearahnya, rasa cemasnya semakin menjadi-jadi melihat wajah kusut kekasihnya itu.

"Siapa yang membolehkanmu memeluk putriku, lepas!" pekik Martin dengan nada marahnya. Steven segera melepaskan pelukannya lalu menyingkir untuk memberi ruang pada Martin.

"Nak, kau kenapa?" panik Martin, ia menyentuh kedua pundak putrinyan dengan perasaan cemas.

"Aku mau pulang Ayah," ucap Rose serak.

"Apa ada orang yang menyakitimu, Sayang?" Marlina ikut bertanya dengan perasaan cemas dan was-wasnya.

Rose menggeleng pelan. "Perutku sakit sekali Bun," lirihnya sembari memegang perutnya.

"Apa karena makanan di pestaku?" tanya Steven cepat, raut cemas masih tergambar jelas diwajahnya yang berdiri dibelakang ayah Rose.

Rose kembali menggeleng pelan. "Aku, aku sedang ha*d" lirihnya lagi.

"Kalau begitu, bantu Rose berdiri, Ayah," Marlina segera memeriksa begitu suaminya sudah membantu putri mereka berdiri. Seketika bau amis menguar dari sumbernya.

"Astaga Rose, bagaimana bisa begini? Kau ceroboh sekali jadi anak perempuaan," omel Marlina. Cairan merah itu telah mengotori bawahan dres milik Rose pada bagian belakangnya.

"Maafin Rose Bun, Rose tidak tahu kalau sakit mules Rose tadi bukan karena mau BAB saja, ternyata Rose jg ha*d." lirihnya lagi.

"Kak Steven, maaf ya? Sudah mengotori toilet Kakak," ucapnya memandang kearah Steven yang masih berdiri dibelakang ayahnya. Malu? Tentu saja hal itu yang ia rasakan, karena Steven melihat kecerobohannya yang tidak pandai menyimpan hal yang memalukan itu, ditambah lagi rasa sakit disudut hatinya mengingat perkataan ibu Steven yang menganggapnya tak pantas untuk lelaki itu.

"Tidak apa-apa Rose, nanti ada asisten rumah tangga yang membersihkannya. Tunggu sebentar kak Steven ambilkan selimut dulu ya, untuk menutupi itu," tawar Steven dan akan segera bergegas.

"Tidak perlu," tahan Martin. "Cukup beritahu kami pintu keluar selain pintu utama yang melewati ruang pesta. Kami harus buru-buru pulang," pinta ayah Rose.

"Baiklah Om. Tapi ijinkan saya membantu memapah Rose atau menggendongnya sampai ke mobil. Saya tidak tega melihatnya kesakitan seperti itu," ucapnya tulus,.melihat Rose yang meringis kesakitan.

"Tidak boleh, masih ada saya Ayahnya." tolak Martin. "Tunjukan saja jalannya sekarang."

"Iya Om," pasrah Steven, ia segera keluar dari toilet diikuti oleh Marlina dan Martin yang menggendong Rose dengan kedua tangannya.

Dari ujung lorong dekat ruangan dimana dirinya sebelumnya berbicara dengan ibunya Rose, Mutiara berdiri, menatap datar kepergian mereka melewati taman belakang rumahnya.

"Steven, setelah malam ini, jangan pernah temui Rose lagi," ucap Marlina, setelah ia dan keluarganya berada didalam mobil.

"Tapi Tan, Steven cinta sama Rose, dan kami berdua baik-baik saja," sanggahnya tak mengerti, menatap Marlina yang berbicara dari balik jendela.

"Kalian berdua masih sama-sama sekolah, masa depan kalianpun masih panjang, dan banyak hal mungkin saja bisa terjadi. Dan kau Steven, pokuslah pada kuliahmu supaya kau menjadi seperti yang diharapkan orang tuamu." ucap Marlina pelan. Ia merasa Steven adalah anak yang baik, tapi perkataan menyakitkan ibu anak muda itu masih segar dalam ingatanya.

"Maaf, tidak sempat berpamitan pada Ayah dan Ibumu, kami buru-buru karena Rose dalam keadaan sakit. Ayah, ayo jalan." Martin segera mematuhi perkataan isterinya, menarik tuas gas mobilnya, dan perlahan mobil mereka meninggaalkan Steven yang masih terpaku ditempatnya berdiri.

Ia masih tidak bisa menerima bila dirinya dilarang menemui Rose, kekasihnya.

Bersambung...👉

Terpopuler

Comments

auliasiamatir

auliasiamatir

salut sama mamah nya rose ,

2023-10-18

2

Sena judifa

Sena judifa

kasihan km rose

2023-10-15

1

Cokies🐇

Cokies🐇

duh emang orangtua suka ikut" campur aja sama urusan anak.

2023-09-08

1

lihat semua
Episodes
1 1. Oh My God
2 2. Basa-Basi
3 3. Laporan Warga
4 4. Burung
5 5. Berani Katakan Tidak!
6 6. Kami Berpacaran
7 7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8 8. Disidang Ayah
9 9. Meminta Ijin
10 10. Bertemu Ibu Steven
11 11. Suara Lembut Setenang Telaga
12 12. Jangan Temui Rose Lagi
13 13. Ingat Baik-Baik
14 14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15 15. Bebas Dari Belajar
16 16. Ruangan Kepala Sekolah
17 17. Hadiah
18 18. Kepohonan
19 HARI PERNIKAHAN
20 MAKAN SIANG
21 21. PENANGKALNYA
22 22. PERHATIAN KECIL
23 23. BELAJAR
24 24. Terkontaminasi
25 25. HUKUMAN (Visual Rose)
26 26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27 TERBANGUN (Visual Reyn)
28 28. EMPAT MATA
29 29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30 30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31 31. MAKANAN KESUBURAN
32 KITA SUDAH SELESAI
33 33. GADIS CENGENG
34 34. AKU BUKAN PINKY BOY
35 35. Kuli Panggul
36 36. KENA BATUNYA
37 37. BERTEMU MANTAN LAGI
38 38. ANDAI SAJA
39 39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40 40. BUKTI REKAMAN
41 41. OBROLAN KELUARGA
42 42. SALAD BUAH
43 43. MENGAMBANG
44 44. RISIH
45 45. TENTANG REYN HAMDANI
46 46. WALK IN CLOSET
47 47. BAHAYA
48 48. MEMPERINGATI RINA
49 49. MEMBUNTUTI
50 50. ZAMAN BATU
51 51. RENCANA AWAL
52 52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53 53. PESAN REYN
54 54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55 55. Di RESTORAN
56 56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57 57. TEGANG DAN GUGUP
58 58. STATUS PERKAWINAN
59 59. TERLALU NAIF
60 60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61 61. MERASA KUSUT
62 62. GARA-GARA ROSE
63 63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64 64. KABUR KARENA BIKINI
65 65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66 66. MULAI TERBONGKAR
67 67. GEGER
68 68. KENAPA JADI KACAU?
69 69. SO SWEET
70 70. PERLAWANAN MARLINA
71 71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72 72. TANGGAPAN PAK KADIN
73 73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74 74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75 75. SERIBU KALI LIPAT
76 76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77 77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78 78. GANTI RUGI
79 79. MEMOHON BANTUAN
80 80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81 81. KUSUT
82 82. OTW Berkembang Biak
83 83. Apa ini punya Rose?
84 84. Nggak Kapok
85 85. Ratunya
86 86. Pengen Telur Dinosaurus
87 87. Kaget
88 88. Clara Pulang
89 89. Setitik Terang
90 90. Juru Bicara
91 91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92 92. Maju atau Mundur
93 93. Tajau Emas
94 94. Insiden Es Krim
95 95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96 96. Dsangka Merindu
97 97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98 98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99 99. Clara Sakit
100 100. Gangguan Rose
101 101. Bram! Jangan Pergi!
102 102. Serasa Ada Yang Hilang
103 103. Sang Guru Jablai
104 104. Konvoi Kelulusan
105 105. Bertemu Orang Tua Olin
106 106. Terbang
107 107. Menonton Secara Live
108 108. Mengantar Leony Pulang
109 109. Kita Urus Rasa Bencimu
110 110. The End
Episodes

Updated 110 Episodes

1
1. Oh My God
2
2. Basa-Basi
3
3. Laporan Warga
4
4. Burung
5
5. Berani Katakan Tidak!
6
6. Kami Berpacaran
7
7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8
8. Disidang Ayah
9
9. Meminta Ijin
10
10. Bertemu Ibu Steven
11
11. Suara Lembut Setenang Telaga
12
12. Jangan Temui Rose Lagi
13
13. Ingat Baik-Baik
14
14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15
15. Bebas Dari Belajar
16
16. Ruangan Kepala Sekolah
17
17. Hadiah
18
18. Kepohonan
19
HARI PERNIKAHAN
20
MAKAN SIANG
21
21. PENANGKALNYA
22
22. PERHATIAN KECIL
23
23. BELAJAR
24
24. Terkontaminasi
25
25. HUKUMAN (Visual Rose)
26
26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27
TERBANGUN (Visual Reyn)
28
28. EMPAT MATA
29
29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30
30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31
31. MAKANAN KESUBURAN
32
KITA SUDAH SELESAI
33
33. GADIS CENGENG
34
34. AKU BUKAN PINKY BOY
35
35. Kuli Panggul
36
36. KENA BATUNYA
37
37. BERTEMU MANTAN LAGI
38
38. ANDAI SAJA
39
39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40
40. BUKTI REKAMAN
41
41. OBROLAN KELUARGA
42
42. SALAD BUAH
43
43. MENGAMBANG
44
44. RISIH
45
45. TENTANG REYN HAMDANI
46
46. WALK IN CLOSET
47
47. BAHAYA
48
48. MEMPERINGATI RINA
49
49. MEMBUNTUTI
50
50. ZAMAN BATU
51
51. RENCANA AWAL
52
52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53
53. PESAN REYN
54
54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55
55. Di RESTORAN
56
56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57
57. TEGANG DAN GUGUP
58
58. STATUS PERKAWINAN
59
59. TERLALU NAIF
60
60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61
61. MERASA KUSUT
62
62. GARA-GARA ROSE
63
63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64
64. KABUR KARENA BIKINI
65
65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66
66. MULAI TERBONGKAR
67
67. GEGER
68
68. KENAPA JADI KACAU?
69
69. SO SWEET
70
70. PERLAWANAN MARLINA
71
71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72
72. TANGGAPAN PAK KADIN
73
73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74
74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75
75. SERIBU KALI LIPAT
76
76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77
77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78
78. GANTI RUGI
79
79. MEMOHON BANTUAN
80
80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81
81. KUSUT
82
82. OTW Berkembang Biak
83
83. Apa ini punya Rose?
84
84. Nggak Kapok
85
85. Ratunya
86
86. Pengen Telur Dinosaurus
87
87. Kaget
88
88. Clara Pulang
89
89. Setitik Terang
90
90. Juru Bicara
91
91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92
92. Maju atau Mundur
93
93. Tajau Emas
94
94. Insiden Es Krim
95
95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96
96. Dsangka Merindu
97
97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98
98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99
99. Clara Sakit
100
100. Gangguan Rose
101
101. Bram! Jangan Pergi!
102
102. Serasa Ada Yang Hilang
103
103. Sang Guru Jablai
104
104. Konvoi Kelulusan
105
105. Bertemu Orang Tua Olin
106
106. Terbang
107
107. Menonton Secara Live
108
108. Mengantar Leony Pulang
109
109. Kita Urus Rasa Bencimu
110
110. The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!