7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku

"Martin, Kau terlalu kaku pada anak itu," protes Jose, setelah Steven meninggalkan meja mereka untuk kembali ke mejanya menemui Rose yang masih menunggunya.

"Steven itu anak yang baik Martin. Tidak ada anak muda seusianya yang berani terang-terangan datang menemui ayah seorang gadis yang ia sukai lalu dengan begitu jujur mengakui kedekatan mereka kalau tidak bersungguh-sungguh. Apalagi anak itu, putra dari orang nomor satu dikota kita ini," nilai Musha ikut berkomentar.

"Aku rasa kalian benar. Tapi aku punya alasan sendiri melakukan ini. Ini caraku menjaga putriku, karena Rose adalah harga diri dan kehormatanku sebagai ayahnya." sahut Martin sembari membuang napasnya.

"Beberapa warga RT-ku, mereka terpaksa harus menelan pil pahit karena kehamilan diluar nikah anak gadisnya yang masih dibawah umur," terang Martin pelan, membuka sedikit keresahan yang ada dalam benaknya.

"Apa benar begitu?" salah seorang dari mereka bertanya dengan raut tak terbaca.

"Iya, itu benar." angguk Martin.

"Satu tahun ini, aku sudah menerima laporan 4 dari wargaku, dan mereka pusing bagaimana cara menikahkan putri mereka karena secara hukum, di negara kita sesuai undang-undang yang berlaku dilarang keras menikahkan anak dibawah umur. Yah, mereka hanya bisa menikahkan anak mereka secara agama saja. Dan hal ini akan menyulitkan mereka untuk mengurus akte kelahiran anak karena belum memiliki kartu keluarga karena pernikahan mereka belum bisa tercatat secara negara." terang Martin lagi.

"Iya, perkataanmu itu benar Martin, kasihan juga warga RT-mu itu," ucap Jose prihatin.

"Tapi Steven bukan anak orang biasa, dia anak Bupati kita, aku rasa anak itu terlihat cukup bijak, jadi kau tidak perlu khawatir, apalagi dia sudah menunjukan sikap yang baik dan sopan dihadapan kita semua tadi, dan dia juga bukan anak muda biasa, dia seorang Putra Budaya Kota Kabupaten kita ini. Itu menunjukan bila dia memang seorang yang memiliki reputasi yang baik sebagai seorang anak muda," bela Jose.

"Aku justru takut bila anakku memiliki hubungan dengan bukan anak orang biasa, bila terjadi sesuatu, kita yang biasa inilah yang akan menanggung kemalangannya," tutup Martin sendu.

...⚘️⚘️⚘️...

"Kak Steven membuat jantung aku hampir meledak saja." panik Rose dengan raut cemas, begitu mendengar pengakuan Steven. Ia tidak menyangka saja kalau pacarnya itu tiba-tiba saja membeberkan hubungan diam-diam mereka pada ayahnya, bahkan didepan teman-teman sang ayah. Padahal selama ini ia sudah mati-matian menyembunyikan hubungannya dengan laki-laki itu dari orang tuanya.

"Aku 'kan udah bilang berkali-kali ke Kakak, kalau Ayah dan Bunda belum bolehin aku pacaran Kak," ucap Rose masih memperlihatkan kecemasannya. Dirinya sudah membayangkan kemarahan yang akan ia terima.

"Rose, Rose, dengarkan Kakak," Steven memegang kedua pundak gadis itu dan menatap lekat wajah cantik dihadapannya, berusaha untuk menenangkannya.

"Kamu nggak perlu cemas dan nggak perlu sepanik itu, bersikaplah santai. Kakak jamin Ayahmu nggak akan marah sama kamu Rose," bujuknya.

"Jangan percaya pada ucapan pacarmu itu, pake sok-sok'an menjamin segala!" Suara tawa mengejek itu spontan membuat Rose dan Steven mengalihkan perhatian kearah datangnya suara yang sangat mereka kenal.

"P-pak Reyn?!" ucap Rose dan Steven hampir bersamaan. Mulut keduanya sama-sama sedikit terbuka, hal yang tidak biasa menyaksikan tawa sang guru Biologi yang selalu memasang wajah kaku bila sedang berada.didepan kelas.

Pria tinggi dengan raut selalu tegas yang mereka kenal sebagai guru Biologi di sekolah, ternyata baru keluar dari restoran itu juga.

"Pak Reyn ngapain ada disini? Nguntit ya?" tuduh Rose tak berdasar.

"Nguntit? Buat apa? Memangnya kalian berdua siapa?" sahutnya acuh dan nampak tidak suka mendengar tuduhan muridnya. "Apa kalian saja yang butuh makan, saya juga," sambungnya.

"Hei, anak umur 18 tahun yang masih ceroboh. Sebaiknya kau segera pulang dan belajar dengan rajin dirumah. Satu minggu lagi.akan dilaksanakan semester kenaikan kelas. Kalau kau sibuk pacaran dengan pacarmu ini, bisa jadi kau akan tetap menjadi penghuni kelas 11 lagi ditahun ajaran baru nanti," ucapnya datar, sedatar wajah dan sikapnya.

Rose terpaku.

"Seorang laki-laki yang baik tidak akan dengan sengaja membuat kekasihnya merasa panik dan cemas karena tindakan cerobohnya," tatapan datar Reyn beralih pada Steven yang berdiri disebelah Rose.

Sama seperti Rose, Steven juga terpaku ditempatnya berdiri, tanpa mampu menyanggah semua perkataan yang dilontarkan oleh pak guru Biologi mereka.

Tidak menunggu lama, Reyn yang sudah memasang helm dan menstarter motor matic keluaran terbaru segera meninggalkan halaman parkir restoran.

"Sebeeeel!!!" pekik Rose kesal dengan mengepalkan kedua tangannya ingin meninju mulut sang guru yang sudah pergi. Tentu saja hanya didalam hati, ia juga tidak mau halaman parkiran restoran itu bakalan kisruh mendengar teriakannya, apalagi didalam sana masih ada ayahnya bersama teman-teman sejawatnya.

"Kenapa ada manusia ajaib seperti DIA, huh!" ucap Rose merengut kesal dan mengibaskan rambut sepunggungnya. Ini untuk kedua kalinya dirinya dikatakan ceroboh oleh sang guru Biologi.

"Rose, maafkan Kakak ya, ini semua karena salah kak Stev. Sepertinya pak Reyn melihat apa yang Kakak lakukan tadi didalam, sehingga beliau bisa berkata seperti itu pada kita." duganya bersikap tenang.

"Harusnya kak Stev tidak ceroboh, mengatakan hubungan kita pada ayahmu secepat ini apalagi dihadapan semua teman-teman ayahmu diwaktu yang belum tepat, karena kau memang sudah memberitahukan Kakak beberapa kali, sebelumnya," sesalnya.

"Kak Stev hanya ingin menunjukan kalau Kak Stev ini tidak main-main dengan hubungan kita, Kakak benar-benar mencintaimu Rose," ucapnya memberi alasan. "Tadi saja ayahmu menerima baik kehadiran Kakak, begitu pula dengan teman-teman ayahmu."

Rose terdiam, sebenarnya ia suka keberanian pacarnya itu mengungkapkan hubungan mereka pada ayahnya, tapi ia merasa waktunya belum tepat.

Ia tahu benar bila ayahnya sangat menentang dirinya berpacaran diusia sekolah, dan itu acapkali digaungkan ayahnya itu sebagai bentuk peringatan keras.

"Iya, tidak apa Kak," sahut Rose dengan suara lemahnya. "Semua sudah terlanjur kak Stev ungkapkan, mau gimana lagi," rautnya terlihat pasrah, pasrah bila nantinya mendapat kemarahan sang ayah.

"Senyum dong, jangan lesu gitu," ucap laki-laki itu sembari mengusap pucuk rambut gadisnya.

Rose mengulas senyum, perasaan cintanya pada Steven membuatnya berusaha memaklumi tindakan laki-laki itu, apalagi Steven selalu bersikap baik, dan perhatian-perhatian kecilnya sangat menyentuh perasaannya.

Walau hatinya sudah tidak sepanik seperti sebelumnya, tapi rasa cemas itu masih saja menyelimuti hatinya, cemas menghadapi kemarahan sang ayah dirumah nanti.

"Terima kasih." Steven tersenyum senang karena gadisnya itu tidak marah padanya. "Yuk, kita pulang." ajak Steven, laki-laki itu meraih helm dan memasangnya di kepala Rose dengan hati-hati.

Rose memperhatikan wajah tampan didepannya, hatinya berdesir karena jarak wajah mereka begitu dekat. "Kak Steven memang keren," batinnya tersenyum sendiri.

"Apa yang kau fikirkan?" Steven menatap lekat wajah cantik Rose, dan turun pada bibir berwarna pink yang seakan menggodanya.

"T-tidak ada. Kita pulang sekarang," Rose segera berpaling. "Nanti keburu Ayah melihat kita lagi disini," ucapnya kembali cemas dengan rona pada belahan pipinya yang sedikit chubby.

"Heum," Steven mendesah pelan. "Kau membuatku gemas saja Rose," batinnya sambil tersenyum.

Bersambung...👉

Terpopuler

Comments

Sena judifa

Sena judifa

kayakx janjian 1 rt hamil di luar nikah y

2023-10-11

0

Putra Al - Bantani

Putra Al - Bantani

biasa guru biologi wajahnya tegas2 tapi hatinya nano nani kak 😁😁

2023-09-27

1

ayu nuraini maulina

ayu nuraini maulina

termasuk dirimu nanti kalo dah jd suami🤭

2023-09-01

1

lihat semua
Episodes
1 1. Oh My God
2 2. Basa-Basi
3 3. Laporan Warga
4 4. Burung
5 5. Berani Katakan Tidak!
6 6. Kami Berpacaran
7 7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8 8. Disidang Ayah
9 9. Meminta Ijin
10 10. Bertemu Ibu Steven
11 11. Suara Lembut Setenang Telaga
12 12. Jangan Temui Rose Lagi
13 13. Ingat Baik-Baik
14 14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15 15. Bebas Dari Belajar
16 16. Ruangan Kepala Sekolah
17 17. Hadiah
18 18. Kepohonan
19 HARI PERNIKAHAN
20 MAKAN SIANG
21 21. PENANGKALNYA
22 22. PERHATIAN KECIL
23 23. BELAJAR
24 24. Terkontaminasi
25 25. HUKUMAN (Visual Rose)
26 26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27 TERBANGUN (Visual Reyn)
28 28. EMPAT MATA
29 29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30 30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31 31. MAKANAN KESUBURAN
32 KITA SUDAH SELESAI
33 33. GADIS CENGENG
34 34. AKU BUKAN PINKY BOY
35 35. Kuli Panggul
36 36. KENA BATUNYA
37 37. BERTEMU MANTAN LAGI
38 38. ANDAI SAJA
39 39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40 40. BUKTI REKAMAN
41 41. OBROLAN KELUARGA
42 42. SALAD BUAH
43 43. MENGAMBANG
44 44. RISIH
45 45. TENTANG REYN HAMDANI
46 46. WALK IN CLOSET
47 47. BAHAYA
48 48. MEMPERINGATI RINA
49 49. MEMBUNTUTI
50 50. ZAMAN BATU
51 51. RENCANA AWAL
52 52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53 53. PESAN REYN
54 54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55 55. Di RESTORAN
56 56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57 57. TEGANG DAN GUGUP
58 58. STATUS PERKAWINAN
59 59. TERLALU NAIF
60 60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61 61. MERASA KUSUT
62 62. GARA-GARA ROSE
63 63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64 64. KABUR KARENA BIKINI
65 65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66 66. MULAI TERBONGKAR
67 67. GEGER
68 68. KENAPA JADI KACAU?
69 69. SO SWEET
70 70. PERLAWANAN MARLINA
71 71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72 72. TANGGAPAN PAK KADIN
73 73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74 74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75 75. SERIBU KALI LIPAT
76 76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77 77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78 78. GANTI RUGI
79 79. MEMOHON BANTUAN
80 80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81 81. KUSUT
82 82. OTW Berkembang Biak
83 83. Apa ini punya Rose?
84 84. Nggak Kapok
85 85. Ratunya
86 86. Pengen Telur Dinosaurus
87 87. Kaget
88 88. Clara Pulang
89 89. Setitik Terang
90 90. Juru Bicara
91 91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92 92. Maju atau Mundur
93 93. Tajau Emas
94 94. Insiden Es Krim
95 95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96 96. Dsangka Merindu
97 97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98 98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99 99. Clara Sakit
100 100. Gangguan Rose
101 101. Bram! Jangan Pergi!
102 102. Serasa Ada Yang Hilang
103 103. Sang Guru Jablai
104 104. Konvoi Kelulusan
105 105. Bertemu Orang Tua Olin
106 106. Terbang
107 107. Menonton Secara Live
108 108. Mengantar Leony Pulang
109 109. Kita Urus Rasa Bencimu
110 110. The End
Episodes

Updated 110 Episodes

1
1. Oh My God
2
2. Basa-Basi
3
3. Laporan Warga
4
4. Burung
5
5. Berani Katakan Tidak!
6
6. Kami Berpacaran
7
7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8
8. Disidang Ayah
9
9. Meminta Ijin
10
10. Bertemu Ibu Steven
11
11. Suara Lembut Setenang Telaga
12
12. Jangan Temui Rose Lagi
13
13. Ingat Baik-Baik
14
14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15
15. Bebas Dari Belajar
16
16. Ruangan Kepala Sekolah
17
17. Hadiah
18
18. Kepohonan
19
HARI PERNIKAHAN
20
MAKAN SIANG
21
21. PENANGKALNYA
22
22. PERHATIAN KECIL
23
23. BELAJAR
24
24. Terkontaminasi
25
25. HUKUMAN (Visual Rose)
26
26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27
TERBANGUN (Visual Reyn)
28
28. EMPAT MATA
29
29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30
30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31
31. MAKANAN KESUBURAN
32
KITA SUDAH SELESAI
33
33. GADIS CENGENG
34
34. AKU BUKAN PINKY BOY
35
35. Kuli Panggul
36
36. KENA BATUNYA
37
37. BERTEMU MANTAN LAGI
38
38. ANDAI SAJA
39
39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40
40. BUKTI REKAMAN
41
41. OBROLAN KELUARGA
42
42. SALAD BUAH
43
43. MENGAMBANG
44
44. RISIH
45
45. TENTANG REYN HAMDANI
46
46. WALK IN CLOSET
47
47. BAHAYA
48
48. MEMPERINGATI RINA
49
49. MEMBUNTUTI
50
50. ZAMAN BATU
51
51. RENCANA AWAL
52
52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53
53. PESAN REYN
54
54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55
55. Di RESTORAN
56
56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57
57. TEGANG DAN GUGUP
58
58. STATUS PERKAWINAN
59
59. TERLALU NAIF
60
60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61
61. MERASA KUSUT
62
62. GARA-GARA ROSE
63
63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64
64. KABUR KARENA BIKINI
65
65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66
66. MULAI TERBONGKAR
67
67. GEGER
68
68. KENAPA JADI KACAU?
69
69. SO SWEET
70
70. PERLAWANAN MARLINA
71
71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72
72. TANGGAPAN PAK KADIN
73
73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74
74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75
75. SERIBU KALI LIPAT
76
76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77
77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78
78. GANTI RUGI
79
79. MEMOHON BANTUAN
80
80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81
81. KUSUT
82
82. OTW Berkembang Biak
83
83. Apa ini punya Rose?
84
84. Nggak Kapok
85
85. Ratunya
86
86. Pengen Telur Dinosaurus
87
87. Kaget
88
88. Clara Pulang
89
89. Setitik Terang
90
90. Juru Bicara
91
91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92
92. Maju atau Mundur
93
93. Tajau Emas
94
94. Insiden Es Krim
95
95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96
96. Dsangka Merindu
97
97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98
98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99
99. Clara Sakit
100
100. Gangguan Rose
101
101. Bram! Jangan Pergi!
102
102. Serasa Ada Yang Hilang
103
103. Sang Guru Jablai
104
104. Konvoi Kelulusan
105
105. Bertemu Orang Tua Olin
106
106. Terbang
107
107. Menonton Secara Live
108
108. Mengantar Leony Pulang
109
109. Kita Urus Rasa Bencimu
110
110. The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!