6. Kami Berpacaran

"Kau kenapa Rose?" Steven menatap Rose yang seolah sedang menyembunyikan wajahnya dari seseorang, ia turut melihat berkeliling, tapi tidak menemukan apapun yang membuat pacarnya melakukan itu selain para pengunjung restoran yang sedang menikmati santap siangnya seperti mereka.

Beberapa pria berpakaian dinas instansi pemerintah tidak luput dari sapuan pandangan Steven, wajah mereka memang tidak asing baginya. Walau tidak terlalu dekat, tapi Steven mengenali beberapa dari mereka, karena pernah bertemu beberapa kali saja saat berkunjung di kantor ayahnya.

"Ayahku Kak," sahut Rose setengah berbisik dengan raut tegang, sementara ekor matanya melirik kearah deretan para pengunjung restoran yang berpakaian dinas.

"Apa ayahmu juga ada di restoran ini?" tanya Steven memastikan.

"Iya Kak, diantara Bapak-Bapak yang mengenakan seragam dinas pemerintahan itu, Bapak yang duduk dikepala meja yang menghadap ke laut sama seperti kita ini, dia ayahku Kak," Rose mengidentifikasi dimana ayahnya berada.

"Pak Martin, apa beliau ayahmu?" Duga Steven, setelah ia melirik sekilas pada pria yang berusia sekitaran 40 tahun keatas itu.

"Iya," Rose mengangguk. "Kak Stev mengenal Ayahku?" tatapnya.

"Heum," angguk Steven pula. "Kita kesana?" ajaknya.

"Jangan!" pekik Rose kaget dan menekan suaranya, tangannya melambai rusuh. "A-aku malu, juga takut," gumam gadis itu dengan wajah memerah. "Kita pulang saja yuk Kak?" rengeknya sedikit parau.

Steven membelai lembut rambut sepunggung milik pacarnya itu. "Jangan takut Rose. Justru tidak sopan bila kita langsung pergi begitu saja dari sini. Ayahmu pasti akan berfikir kalau aku bukan laki-laki baik nantinya," ujarnya menenangkan Rose yang masih memasang raut tegang.

"Tapi Kak, disana banyak temen-temen Ayah," larang Rose memberi alasan.

"Tidak masalah Rose. Aku saja yang kesana, kau disini saja, yah?" Steven menatap lembut, kali ini ia mengusap lembut punggung tangan Rose yang diletakan diatas meja, dan itu semua tidak lepas dari pantauan ayah Rose yang melirik ke arah keduanya dengan ekor matanya, tentu saja naluri keayahannya menggelora melihat keromantisan yang ditunjukan seorang laki-laki pada putri kesayangannya.

"Terserah Kak Stev saja," ujar Rose pasrah. Ada benarnya juga ucapan Steven batinnya, dirinya juga tidak ingin Steven dinilai oleh ayahnya sebaagai laki-laki tidak punya sopan santun pada orang tua.

"Aku mencintaimu, Gadisku," ucap Steven tersenyum manis menatap Rose, sebelum akhirnya ia meninggalkan meja, meninggalkan Rose yang semakin merona mendengar kalimat manis sang kekasih hati. Heum, apa kadang anak remaja begitu?🤭

Namun hati gadis itu tetap saja belum bisa tenang, perasaan tegang semakin menyelimuti hatinya, ia terus memperhatikan setiap gerak langkah kaki yang diayunkan oleh Steven, yang semakin mendekati meja rombongan ayahnya dan teman-temannya.

"Selamat siang Bapak-Bapak sekalian. Maaf, mengganggu acara makan siangnya," sapa Steven sopan.

Sembilan orang berseragam dinas itu sama-sama mendongakan wajah mereka yang tengah menunduk, menikmati makan siang di piring sajinya masing-masing, pura-pura baru menyadari keberadaan Steven.

"Hai Steven, kau disini juga. Ayo bergabung, kita makan siang bersama," Jose salah seorang dari mereka bersuara disertai senyum ramahnya, begitu pula dengan delapan pria lainnya termasuk ayah Rose.

"Iya, terima kasih Om untuk tawarannya. Saya sudah memesan makanan juga dimeja sana," tunjuknya. Spontan kesembilan orang tua itu mengikuti arah yang ditunjukan Steven. Rose diujung meja sana seketika gugup dan salah tingkah begitu menyadari para pria berseragam itu kompak melihat kearahnya.

"Aduh sayang sekali ya, padahal Om mau traktir. Hari ini 'kan Om ulang tahun loh" ucap Jose lagi. "Gini aja, nanti Om yang bayar tagihannya yah, ini bukan sekedar tawaran basa-basi Stev," tatap pria itu bersungguh-sungguh.

Steven tersenyum. "Terima kasih banyak Om atas kebaikannya. "Selamat ulang tahun ya Om, semoga selalu sehat dan bahagia." Steven mengulurkan tangannya pada Jose dan mencium punggung tangannya dengan sopan begitu Jose menyambutnya.

"Terima kasih banyak Steven." Jose menepuk punggung anak muda itu begitu Steven melepaskan tangannya.

"Om Jose, minta ijin sebentar bicara dengan Om Martin, boleh?" pintanya kembali sopan.

Semua pasang mata langsung mengarah pada Martin yang sedari tadi pura-pura sibuk dengan kegiatan makannya sendiri.

"Tentu saja boleh Stev," Jose mempersilahkan.

"Om, Martin. Maaf, mengganggu waktunya sebentar." ucap Steven, begitu dirinya sudah berada didekat ayah Rose itu, ia sedikit membungkuk untuk menunjukan rasa hormat dan kesopanan pada orang yang lebih tua.

"Oh iya. Ada apa Stev?" Martin membenarkan posisi duduknya dengan menegakkan punggungnya, sementara Jose dan lainnya tersenyum penuh arti membuat Martin ingin memukul mereka satu persatu, ia sudah tahu apa yang ada didalam kepala teman-temannya itu.

"Om, saya minta ijin mengajak Rose makan siang, walau seharusnya saya mengatakan ini sebelum saya membawanya kemari." ucapnya sebelum di protes sang calon mertua, begitu harapannya.

Sebelum menjawab, Martin kembali melirik teman-temannya yang terkesan menahan senyum mendengar ucapan Steven.

"Saya dan Rose," Steven kembali melanjutkan ucapanya, hingga Martin yang hendak berbicara mengurungkan niatnya dan memberi kesempatan anak muda itu melanjutkan ucapan apa yang ingin ia sampaikan.

"Kami berdua memiliki hubungan yang lebih dari seorang teman Om. Kami berpacaran," jujur Steven, membuat semua pria berseragam dinas dimeja itu seketika terbatuk-batuk nakal tidak karuan.

Sport jantung, itulah yang dialami Martin. Anak muda itu terlalu berani menurut penilainnya, dirinya saja yang play boy saat masih muda tidak memiliki mental serupa itu, akunya didalam hati.

"Kalian masih pelajar, itu tidak boleh," ucap Martin berusaha menenangkan diri dan jantungnya yang terus berdegup semakin kencang membayangkan putrinya yang tidak patuh pada peringatannya, dilarang berpacaran sebelum menyelesaikan study.

"Saya tahu Om. Saya mencintai Rose putri Om, dan akan menunggu sampai Rose menyelesaikan study nya di perguruan tinggi. Saya berjanji akan menjaga norma dan etika berpacaran yang baik. Om-om semua yang ada disini sebagai saksi," ucapan Steven kembali mengundang keriuhan, pasalnya dirinya tidak meminta ijin terlebih dulu pada orang tua yang ia jadikan saksi.

Tapi, para pria dewasa yang berpakaian dinas itu tetaplah orang tua yang memiliki hati yang bijak, berfikir bila merekapun pernah diposisi Steven seperti hari ini.

"Martin, kalau aku jadi kau, aku pasti akan mendukung niatan mereka. Kau belum tentu bisa menemukan anak muda serupa Steven yang memiliki sikap gentleman. Bukan begitu Jose?" ucap Musha meminta dukungan pria yang berulang tahun itu.

"Setuju! Bukan begitu temen-temen!" Jose bahkan meminta dukungan semua rekannya dimeja itu.

"Setuju!!!" sentak mereka bersamaan sembari tertawa bebas. Tentu saja para pengunjung restoran menoleh ke arah mereka, begitu pula dengan Rose.

Di situ Steven tahu, ternyata para orang tua itu sama seperti dirinya dan teman-temannya. Punya gank-nya sendiri, hanya saja mereka memiliki jaman dan generasi yang berbeda.

Bersambung...👉

Terpopuler

Comments

auliasiamatir

auliasiamatir

hahaha, martin .. bingung nih

2023-10-13

0

auliasiamatir

auliasiamatir

ahhj steve kami gentlemen banget sih. aku suka.

2023-10-13

0

Sena judifa

Sena judifa

bahaya rose msh sma jgn pacaran dulu nanti kebablasan

2023-10-09

1

lihat semua
Episodes
1 1. Oh My God
2 2. Basa-Basi
3 3. Laporan Warga
4 4. Burung
5 5. Berani Katakan Tidak!
6 6. Kami Berpacaran
7 7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8 8. Disidang Ayah
9 9. Meminta Ijin
10 10. Bertemu Ibu Steven
11 11. Suara Lembut Setenang Telaga
12 12. Jangan Temui Rose Lagi
13 13. Ingat Baik-Baik
14 14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15 15. Bebas Dari Belajar
16 16. Ruangan Kepala Sekolah
17 17. Hadiah
18 18. Kepohonan
19 HARI PERNIKAHAN
20 MAKAN SIANG
21 21. PENANGKALNYA
22 22. PERHATIAN KECIL
23 23. BELAJAR
24 24. Terkontaminasi
25 25. HUKUMAN (Visual Rose)
26 26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27 TERBANGUN (Visual Reyn)
28 28. EMPAT MATA
29 29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30 30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31 31. MAKANAN KESUBURAN
32 KITA SUDAH SELESAI
33 33. GADIS CENGENG
34 34. AKU BUKAN PINKY BOY
35 35. Kuli Panggul
36 36. KENA BATUNYA
37 37. BERTEMU MANTAN LAGI
38 38. ANDAI SAJA
39 39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40 40. BUKTI REKAMAN
41 41. OBROLAN KELUARGA
42 42. SALAD BUAH
43 43. MENGAMBANG
44 44. RISIH
45 45. TENTANG REYN HAMDANI
46 46. WALK IN CLOSET
47 47. BAHAYA
48 48. MEMPERINGATI RINA
49 49. MEMBUNTUTI
50 50. ZAMAN BATU
51 51. RENCANA AWAL
52 52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53 53. PESAN REYN
54 54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55 55. Di RESTORAN
56 56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57 57. TEGANG DAN GUGUP
58 58. STATUS PERKAWINAN
59 59. TERLALU NAIF
60 60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61 61. MERASA KUSUT
62 62. GARA-GARA ROSE
63 63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64 64. KABUR KARENA BIKINI
65 65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66 66. MULAI TERBONGKAR
67 67. GEGER
68 68. KENAPA JADI KACAU?
69 69. SO SWEET
70 70. PERLAWANAN MARLINA
71 71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72 72. TANGGAPAN PAK KADIN
73 73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74 74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75 75. SERIBU KALI LIPAT
76 76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77 77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78 78. GANTI RUGI
79 79. MEMOHON BANTUAN
80 80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81 81. KUSUT
82 82. OTW Berkembang Biak
83 83. Apa ini punya Rose?
84 84. Nggak Kapok
85 85. Ratunya
86 86. Pengen Telur Dinosaurus
87 87. Kaget
88 88. Clara Pulang
89 89. Setitik Terang
90 90. Juru Bicara
91 91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92 92. Maju atau Mundur
93 93. Tajau Emas
94 94. Insiden Es Krim
95 95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96 96. Dsangka Merindu
97 97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98 98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99 99. Clara Sakit
100 100. Gangguan Rose
101 101. Bram! Jangan Pergi!
102 102. Serasa Ada Yang Hilang
103 103. Sang Guru Jablai
104 104. Konvoi Kelulusan
105 105. Bertemu Orang Tua Olin
106 106. Terbang
107 107. Menonton Secara Live
108 108. Mengantar Leony Pulang
109 109. Kita Urus Rasa Bencimu
110 110. The End
Episodes

Updated 110 Episodes

1
1. Oh My God
2
2. Basa-Basi
3
3. Laporan Warga
4
4. Burung
5
5. Berani Katakan Tidak!
6
6. Kami Berpacaran
7
7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8
8. Disidang Ayah
9
9. Meminta Ijin
10
10. Bertemu Ibu Steven
11
11. Suara Lembut Setenang Telaga
12
12. Jangan Temui Rose Lagi
13
13. Ingat Baik-Baik
14
14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15
15. Bebas Dari Belajar
16
16. Ruangan Kepala Sekolah
17
17. Hadiah
18
18. Kepohonan
19
HARI PERNIKAHAN
20
MAKAN SIANG
21
21. PENANGKALNYA
22
22. PERHATIAN KECIL
23
23. BELAJAR
24
24. Terkontaminasi
25
25. HUKUMAN (Visual Rose)
26
26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27
TERBANGUN (Visual Reyn)
28
28. EMPAT MATA
29
29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30
30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31
31. MAKANAN KESUBURAN
32
KITA SUDAH SELESAI
33
33. GADIS CENGENG
34
34. AKU BUKAN PINKY BOY
35
35. Kuli Panggul
36
36. KENA BATUNYA
37
37. BERTEMU MANTAN LAGI
38
38. ANDAI SAJA
39
39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40
40. BUKTI REKAMAN
41
41. OBROLAN KELUARGA
42
42. SALAD BUAH
43
43. MENGAMBANG
44
44. RISIH
45
45. TENTANG REYN HAMDANI
46
46. WALK IN CLOSET
47
47. BAHAYA
48
48. MEMPERINGATI RINA
49
49. MEMBUNTUTI
50
50. ZAMAN BATU
51
51. RENCANA AWAL
52
52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53
53. PESAN REYN
54
54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55
55. Di RESTORAN
56
56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57
57. TEGANG DAN GUGUP
58
58. STATUS PERKAWINAN
59
59. TERLALU NAIF
60
60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61
61. MERASA KUSUT
62
62. GARA-GARA ROSE
63
63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64
64. KABUR KARENA BIKINI
65
65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66
66. MULAI TERBONGKAR
67
67. GEGER
68
68. KENAPA JADI KACAU?
69
69. SO SWEET
70
70. PERLAWANAN MARLINA
71
71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72
72. TANGGAPAN PAK KADIN
73
73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74
74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75
75. SERIBU KALI LIPAT
76
76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77
77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78
78. GANTI RUGI
79
79. MEMOHON BANTUAN
80
80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81
81. KUSUT
82
82. OTW Berkembang Biak
83
83. Apa ini punya Rose?
84
84. Nggak Kapok
85
85. Ratunya
86
86. Pengen Telur Dinosaurus
87
87. Kaget
88
88. Clara Pulang
89
89. Setitik Terang
90
90. Juru Bicara
91
91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92
92. Maju atau Mundur
93
93. Tajau Emas
94
94. Insiden Es Krim
95
95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96
96. Dsangka Merindu
97
97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98
98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99
99. Clara Sakit
100
100. Gangguan Rose
101
101. Bram! Jangan Pergi!
102
102. Serasa Ada Yang Hilang
103
103. Sang Guru Jablai
104
104. Konvoi Kelulusan
105
105. Bertemu Orang Tua Olin
106
106. Terbang
107
107. Menonton Secara Live
108
108. Mengantar Leony Pulang
109
109. Kita Urus Rasa Bencimu
110
110. The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!