5. Berani Katakan Tidak!

"Ayo Rose, peluk pinggangku lagi seperti tadi. Kau bisa terbang tanpa sayap nanti kata kak Zenun," goda Steven pada gadis yang ia cintai itu, menjiplak kata-kata seorang penulis kesayangannya.

"Kak Zenun, siapa dia? Laki-laki apa perempuan, Kak?" Rose mengerutkan keningnya penasaran. Sepertinya nama itu spesial, karena pacarnya itu jarang menyebutkan nama siapapun saat mereka sedang berduaan.

"Ada deh. Kadang aku juga kurang faham, kak Zenun itu beneran laki-laki apa perempuan. Pertama aku kenal sih dia itu perempuan cantik, cantik banget, tapi kok tiba-tiba berubah jadi laki-laki ganteng, gantengnya juga banget." ucap Steven bingung tapi tertawa geli.

"Jangan-jangan dia--," Rose menyambung tapi tak kunjung menyelesaikan ucapannya.

"Jangan-jangan apa Rose?" Steven jadi penasaran pada apa yang ingin diucapkan gadisnya itu.

"Manusia setengah Dewa Kak," sahut Rose menatap serius wajah Steven yang memperhatikannya, karena gadis itu memang tidak mengerti siapa orang yang dimaksud oleh pacarnya itu, ia mengatakan itu sesuai dengan apa yang dilukiskan Steven.

"Manusia setengah Dewa? Memang ada ya yang seperti begituan dijaman sekarang?" Steven mengernyitkan keningnya sesaat lalu tertawa.

"Sepertinya kau benar Rose, kak Zenun Smith itu bisa tahu loh apa yang sedang kita bicarakan sekarang, termasuk berbicara didalam hati, hanya Manusia setengah Dewa saja yang punya kemampuan sakti semacam itu," ungkap Steven menambahi dan membumbuinya begitu rupa, mengingat beberapa karya sang Penulis yang dimaksud, yang pernah dibacanya.

Sementara Rose hanya melongo, nalarnya masih belum sanggup menangkap apa yang dikatakan sang kekasihnya, yang seolah sedang berbicara tentang dunia yang berbeda dari mereka.

"Ayo buruan peluk, nanti kau dibawa angin kalau aku melajukan motor ini," pinta Steven lagi sebelum menjalankan motornya.

"Jangan Kak, nanti kak Bram bisa-bisa menjewer telingaku kalau aku mepet-mepet lagi kayak tadi. Dan aku juga tidak mau--," Rose menggantung ucapannya, lalu menggigit bibir bawahnya pelan.

Steven menoleh kebelakang, menemukan wajah Rose yang nampak khawatir. " Dan tidak mau apa Rose?" laki-laki itu menatap lekat wajah manis dan menawan itu.

"Takut kak Bram mematahkan batang leher kak Stev," lirihnya.

Steven seketika tertawa kecil mendengar ucapan Rose yang ia kenal memang polos itu. Laki-laki itu segera menurunkan standar motornya. "Kau percaya kalau kakakmu sesadis itu?" tanya Steven disela-sela tawa renyahnya.

Rose hanya menggeleng pelan menanggapi ucapan Steven yang mentertawainya.

"Kalau begitu, ayo peluk pinggang Kakak lagi seperti sebelum kakakmu itu tadi bertemu kita. Kakak hanya tidak ingin kau terjatuh saat Kakak melajukan motor ini," ucap Steven beralasan.

Rose kembali menggeleng rusuh, sikapnya membuat Steven begitu gemes melihatnya.

"Apa kau masih takut kalau kakakmu itu mematahkan batang leherku, Rose?" ulang Steven menatap lekat manik hitam Rose yang terlihat bening dan bersih.

Rose mengangguk pelan.

"Apa itu tandanya kau menyayangiku Rose?" lirih Steven.

Gadis itu terdiam, mata beningnya bergerak-gerak, seakan ingin menghindari tatapan Steven yang terus mengawasi tanpa mengedipkan matanya.

Steven tersenyum tipis saat akhirnya Rose mengangguk pelan atas pertanyaannya. Perlahan, laki-laki muda itu mendekatkan wajahnya pada gadis dihadapannya.

"Kakak mau ngapain?" panik Rose.

"Boleh aku menciummu?"

Rose membeku, ucapan Steven seketika membuat tubuhnya panas dingin. Adegan pagut-pagutan yang pernah ia tonton di tayangan film percintaan anak remaja seketika terlintas dalam kepalanya.

Tubuh Rose berkeringat. Wajah Steven semakin mendekat. Aura ketampanan pemuda yang menjadi idola di sekolah dan di kota kecil mereka itu seakan menghipnotis, membuat Rose pasrah dan penasaran bagaimana rasanya berciuman.

Kata teman-temannya, pengalaman berciuman dengan lawan jenis yang kita cintai itu begitu manis, begitu nikmat, dan begitu membuat perasaan melambung kedunia penuh fantasi hingga lupa diri, begitu yang Rose dengar.

"KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI!!!" iklan masyarakat itu tiba-tiba menyentak kewarasan Rose dalam benaknya yang masih bersih dan polos.

Bersamaan dengan itu, tangan Rose mendorong dada Steven dengan sekuat tenaga. Tentu saja tubuh Steven yang tidak siap pada kemungkinan yang tidak terduga itu terdorong kebelakang hingga terjatuh pada rerumputan yang ada di area bahu jalan.

"Akhh!" erang Steven kesakitan dengan wajah meringis.

"M-maaf Kak. Rose nggak sengaja," Rose buru-buru turun dari motor Steven yang masih distandar, menghampiri Steven untuk membantu laki-laki itu kembali berdiri.

"Kakak nggak pa-pa?" Rose memeriksa telapak tangan Steven, mungkin saja ada luka disana batinnya dengan perasaan khawatir, karena laki-laki itu jatuh terjungkal kebelakang akibat ulahnya. "Maafin Rose ya Kak, Rose benar-benar nggak sengaja," ucap Rose merasa bersalah.

"Kakak nggak pa-pa kok Rose. Hanya kaget saja tadi," Steven memandangi wajah cantik yang tengah mengawasi telapak tangannya dengan teliti.

"Kakak semakin mencintaimu Rose, gadisku yang polos dan masih lugu," ucapnya lirih. Tidak ada raut kemarahan disana, bahkan laki-laki itu semakin mendamba sosok gadis perawan dihadapannya itu.

"Ayo, kita pergi sekarang. Kau pasti sudah lapar juga 'kan?" Rose mengangguk menyetujui. Ia segera naik kembali diboncengan belakang Steven. Kali ini, laki-laki itu sudah tidak memaksanya untuk memeluk pinggangnya lagi.

Steven melajukan motornya perlahan, supaya Rose yang duduk dibelakangnya tetap merasa aman dan nyaman.

Sepuluh menit kemudian, mereka sudah sampai direstoran tujuan. Sesuai namanya, Restoran Tepian Mutiara, terletak ditepian laut, dengan aksesoris kerang-kerang mutiara yang ada disana sini, menambah keindahan dan keasrian restoran itu.

Setelah memarkirkan motornya, seperti biasa Steven membantu Rose membuka helmnya. Ia sangat suka memperhatikan Rose yang merapikan rambut panjang sepunggungnya.

"Cantik," gumamnya dengan senyuman manis.

"Apaan sih Kakak," Rose terlihat malu.

"Nggak pa-pa 'kan Kakak menggandeng tanganmu seperti ini, yang penting jangan mepet?"

Rose memandangi pergelangan tangannya yang telah digandeng tanpa permisi oleh Steven. Walau agak risih, tapi ia tidak keberatan. Keduanya memasuki restoran dengan senyum mengembang.

Steven memilih meja paling sudut, menghadap kearah laut dengan suasana yang cukup romantis disana. Sepertinya laki-laki itu sudah lebih dulu memesan tempat itu sebelum mengajak Rose untuk makan siang bersamanya.

Seorang pelayan wanita datang menghampiri untuk menuliskan pesanan keduanya.

Sementara di meja yang berbeda, sembilan pasang mata tengah mengawasi dua muda-mudi berseragam putih abu-abu itu, mulai dari keduanya masuk hingga duduk membuat pesanan makan siang.

"Pak Kadin Martin, sepertinya Bapak akan berbesanan dengan pak Bupati," goda seorang kepala dinas lainnya pada Martin ayah Rose, saat mengenali siapa kedua remaja SMU itu. Ya, Steven Jhon adalah anak bungsu dari orang nomor satu yang ada di kabupaten Kota Raja Tangga Arang.

Ucapan itu langsung disambut tawa ringan para pria yang kesemuaannya menjabat sebagai kepala dinas instansi pemerintahan kota Tangga Arang, mereka sengaja makan siang bersama karena sedang merayakan pesta ulang tahun secara kecil-kecilan salah satu diantara mereka di restoran itu.

"Siapalah kita Pak Kadin Musha, kita tidak pantas berbesanan dengan orang terhormat seperti pak Bupati," ucap Martin merendah dan ikut terkekeh, menjawab pria yang menggodanya.

"Siapa bilang? Pak Kadin Martin 'kan sudah mengukir banyak prestasi selama menjadi kepala dinas, tentu pak Bupati tidak akan memandang sebelah mata akan hal itu," pak Jose, yang sedang berulang tahun dihari itu ikut bersuara.

Sementara dimeja yang menjadi bahan pembicaraan para kepala dinas itu, Rose merasa ngeri pada menu yang sedang dikupas oleh Steven untuknya.

"Kakak saja yang makan, Rose takut," ujar Rose menjauhkan mulutnya dari sendok.yang di sodorkan Steven kearahnya.

"Ini enak loh Rose, kok kamu bisa gak suka?" ucap Steven keheranan. Setahunya, hampir semua orang yang ia kenal sangat menyukai hewan berbuku-buku itu. Di rumahnya, menu berbahan udang, apapun masakannya akan menjadi makanan favorit keluarganya.

"Rose geli Kak, mirip ulat gendut saat ditelanjangi seperti itu," ungkap Rose merasa ngeri dan kegelian sendiri.

Steven memperhatikan udang tumis yang baru ia kupas, memang mirip sih seperti yang dikatakan Rose batinnya. Ia tersenyum sendiri memikirkannya.

"Serius nih nggak mau makanan senak ini?" tanya Steven memastikan.

Rose mengangguk. Ia menatap ngeri saat Steven memasukan makanan serupa ulat gendut itu kedalam mulutnya lalu meringis memperhatikan Steven yang mengunyah dengan nikmat.

"Kenapa menatap Kakak seperti itu? Mau Kakak lu*at juga?" goda Steven melihat wajah lucu gadis dihadapannya.

"Ng-nggak," Rose buru-buru menjepit cumi bumbu pedas dengan sumpit ditangannya dan memasukan kedalam mulutnya hingga kedua pipi chubby nya semakin mengembung.

Steven semakin gemes melihat cara makan Rose yang berlepotan. Laki-laki muda itu menjulurkan tangannya lalu mengusap lembut dengan ibu jarinya, sudut-sudut bibir Rose yang ternoda bumbu makanan.

Rose membeku menerima perlakuan manis Steven padanya, apalagi pemuda itu lalu menjilat ibu jarinya sendiri yang baru saja digunakan membersihkan sudut-sidut bibirnya. "Gurih--, dan manis". Steven menatap bibir Rose yang memerah karena kepedasan.

Rose gelagapan, ia buru-buru melihat kekiri dan dan kebelakang, khawatir ada orang yang melihat apa yang dilakukan Steven itu.

"Oh My God! Mampus aku!" pekik Rose tertahan. Ia menepuk jidatnya begitu pandangannya bersitatap dengan sorot mata pria yang sangat dikenalnya.

Bersambung...👉

Terpopuler

Comments

auliasiamatir

auliasiamatir

kkkkkkk rose ketahuan ayah nya pasti 🤭🤭🤭

2023-10-11

1

Sena judifa

Sena judifa

maksud dia gmn sih

2023-10-09

1

Cokies🐇

Cokies🐇

wkwkwk

2023-08-20

1

lihat semua
Episodes
1 1. Oh My God
2 2. Basa-Basi
3 3. Laporan Warga
4 4. Burung
5 5. Berani Katakan Tidak!
6 6. Kami Berpacaran
7 7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8 8. Disidang Ayah
9 9. Meminta Ijin
10 10. Bertemu Ibu Steven
11 11. Suara Lembut Setenang Telaga
12 12. Jangan Temui Rose Lagi
13 13. Ingat Baik-Baik
14 14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15 15. Bebas Dari Belajar
16 16. Ruangan Kepala Sekolah
17 17. Hadiah
18 18. Kepohonan
19 HARI PERNIKAHAN
20 MAKAN SIANG
21 21. PENANGKALNYA
22 22. PERHATIAN KECIL
23 23. BELAJAR
24 24. Terkontaminasi
25 25. HUKUMAN (Visual Rose)
26 26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27 TERBANGUN (Visual Reyn)
28 28. EMPAT MATA
29 29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30 30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31 31. MAKANAN KESUBURAN
32 KITA SUDAH SELESAI
33 33. GADIS CENGENG
34 34. AKU BUKAN PINKY BOY
35 35. Kuli Panggul
36 36. KENA BATUNYA
37 37. BERTEMU MANTAN LAGI
38 38. ANDAI SAJA
39 39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40 40. BUKTI REKAMAN
41 41. OBROLAN KELUARGA
42 42. SALAD BUAH
43 43. MENGAMBANG
44 44. RISIH
45 45. TENTANG REYN HAMDANI
46 46. WALK IN CLOSET
47 47. BAHAYA
48 48. MEMPERINGATI RINA
49 49. MEMBUNTUTI
50 50. ZAMAN BATU
51 51. RENCANA AWAL
52 52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53 53. PESAN REYN
54 54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55 55. Di RESTORAN
56 56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57 57. TEGANG DAN GUGUP
58 58. STATUS PERKAWINAN
59 59. TERLALU NAIF
60 60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61 61. MERASA KUSUT
62 62. GARA-GARA ROSE
63 63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64 64. KABUR KARENA BIKINI
65 65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66 66. MULAI TERBONGKAR
67 67. GEGER
68 68. KENAPA JADI KACAU?
69 69. SO SWEET
70 70. PERLAWANAN MARLINA
71 71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72 72. TANGGAPAN PAK KADIN
73 73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74 74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75 75. SERIBU KALI LIPAT
76 76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77 77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78 78. GANTI RUGI
79 79. MEMOHON BANTUAN
80 80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81 81. KUSUT
82 82. OTW Berkembang Biak
83 83. Apa ini punya Rose?
84 84. Nggak Kapok
85 85. Ratunya
86 86. Pengen Telur Dinosaurus
87 87. Kaget
88 88. Clara Pulang
89 89. Setitik Terang
90 90. Juru Bicara
91 91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92 92. Maju atau Mundur
93 93. Tajau Emas
94 94. Insiden Es Krim
95 95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96 96. Dsangka Merindu
97 97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98 98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99 99. Clara Sakit
100 100. Gangguan Rose
101 101. Bram! Jangan Pergi!
102 102. Serasa Ada Yang Hilang
103 103. Sang Guru Jablai
104 104. Konvoi Kelulusan
105 105. Bertemu Orang Tua Olin
106 106. Terbang
107 107. Menonton Secara Live
108 108. Mengantar Leony Pulang
109 109. Kita Urus Rasa Bencimu
110 110. The End
Episodes

Updated 110 Episodes

1
1. Oh My God
2
2. Basa-Basi
3
3. Laporan Warga
4
4. Burung
5
5. Berani Katakan Tidak!
6
6. Kami Berpacaran
7
7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8
8. Disidang Ayah
9
9. Meminta Ijin
10
10. Bertemu Ibu Steven
11
11. Suara Lembut Setenang Telaga
12
12. Jangan Temui Rose Lagi
13
13. Ingat Baik-Baik
14
14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15
15. Bebas Dari Belajar
16
16. Ruangan Kepala Sekolah
17
17. Hadiah
18
18. Kepohonan
19
HARI PERNIKAHAN
20
MAKAN SIANG
21
21. PENANGKALNYA
22
22. PERHATIAN KECIL
23
23. BELAJAR
24
24. Terkontaminasi
25
25. HUKUMAN (Visual Rose)
26
26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27
TERBANGUN (Visual Reyn)
28
28. EMPAT MATA
29
29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30
30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31
31. MAKANAN KESUBURAN
32
KITA SUDAH SELESAI
33
33. GADIS CENGENG
34
34. AKU BUKAN PINKY BOY
35
35. Kuli Panggul
36
36. KENA BATUNYA
37
37. BERTEMU MANTAN LAGI
38
38. ANDAI SAJA
39
39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40
40. BUKTI REKAMAN
41
41. OBROLAN KELUARGA
42
42. SALAD BUAH
43
43. MENGAMBANG
44
44. RISIH
45
45. TENTANG REYN HAMDANI
46
46. WALK IN CLOSET
47
47. BAHAYA
48
48. MEMPERINGATI RINA
49
49. MEMBUNTUTI
50
50. ZAMAN BATU
51
51. RENCANA AWAL
52
52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53
53. PESAN REYN
54
54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55
55. Di RESTORAN
56
56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57
57. TEGANG DAN GUGUP
58
58. STATUS PERKAWINAN
59
59. TERLALU NAIF
60
60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61
61. MERASA KUSUT
62
62. GARA-GARA ROSE
63
63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64
64. KABUR KARENA BIKINI
65
65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66
66. MULAI TERBONGKAR
67
67. GEGER
68
68. KENAPA JADI KACAU?
69
69. SO SWEET
70
70. PERLAWANAN MARLINA
71
71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72
72. TANGGAPAN PAK KADIN
73
73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74
74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75
75. SERIBU KALI LIPAT
76
76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77
77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78
78. GANTI RUGI
79
79. MEMOHON BANTUAN
80
80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81
81. KUSUT
82
82. OTW Berkembang Biak
83
83. Apa ini punya Rose?
84
84. Nggak Kapok
85
85. Ratunya
86
86. Pengen Telur Dinosaurus
87
87. Kaget
88
88. Clara Pulang
89
89. Setitik Terang
90
90. Juru Bicara
91
91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92
92. Maju atau Mundur
93
93. Tajau Emas
94
94. Insiden Es Krim
95
95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96
96. Dsangka Merindu
97
97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98
98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99
99. Clara Sakit
100
100. Gangguan Rose
101
101. Bram! Jangan Pergi!
102
102. Serasa Ada Yang Hilang
103
103. Sang Guru Jablai
104
104. Konvoi Kelulusan
105
105. Bertemu Orang Tua Olin
106
106. Terbang
107
107. Menonton Secara Live
108
108. Mengantar Leony Pulang
109
109. Kita Urus Rasa Bencimu
110
110. The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!