4. Burung

"Yuk, Kakak antar pulang," Steven memberhentikan motor sportnya tepat di halte bus sekolah, tepat didepan Rose dan kedua temannya.

"Cie, yang dijemput sang idola," goda Rina disambut cekikikan Norsa sepupunya membuat rona diwajah Rose semakin menjadi. Puluhan siswa dan siswi yang masih nenunggu bus sekolah berikutnya turut menoleh kearah mereka berempat.

Rose memang terbilang siswi paforit di SMU negeri Tangga Arang karena berparas sangat elok, tapi bukan gadis belia itu yang menjadi perhatian mereka, melainkan Steven Jhon.

Siapa yang tidak kenal dengan laki-laki yang masih berstatus siswa kelas 12 IPA1 itu. Di Tangga Arang, kota yang terbilang kecil, hanya memiliki luas wilayah mencapai 270,00 km2 dengan jumlah penduduk mencapai 112.431 jiwa, selama 2 tahun berturut-turut ini, Steven Jhon dinobatkan sebagai model putra budaya dikota kecilnya itu.

Dengan tubuh atletisnya yang mencapai 182 sentimeter, membuat dirinya terlihat seakan sempurna dimata para kaum hawa yang memandangnya. Dan tidak cukup sampai disitu saja, Steven Jhon selalu menyabet juara umum selama tiga tahun bersekolah di SMU negeri Tangga Arang.

Siapa yang tidak bangga, bila bisa dekat dengan laki-laki yang menjaadi idola bukan hanya sebatas disekolah itu saja, tapi juga sekota kecil Tangga Arang.

"Kok bengong sih Rose, ayo naik," Steven membuyarkan lamunan Rose yang menatap lekat wajahnya yang masih ditutupi kaca helm.

"A--eh, iya Kak," Rose seketika tergagap.

"Gak pa-pa 'kan kalau aku duluan?" Rose menatap Rina dan Norsa yang berdiri disamping kiri dan kanannya.

"Sebenarnya gak boleh sih, aku cemburu tau," Rina membisikan ucapannya ditelinga Rose sembari tertawa kecil.

"Ah, masa sih?!" Rose tak percaya mendengar ucapan sahabatnya itu. Sementara Steven tetap sabar menunggu.

"Nggak, bercanda doang kok..Udah, pergi sana. Kasian kak Stev udah lama nunggu tuh!" dorong Rina pelan pada tubuh ramping Rose.

"Oke, aku duluan ya," Rose mendekati Steven. Pria itu buru-buru memasang helm pada kepala Rose yang telah ia siapkan. Rose menatap wajah tampan Steven yang tengah pokus memasang helm dikepalanya, aliran darah pada wajahnya serasa menghangat, mendapatkan perlakuan manis laki-laki yang dua bulan belakangan ini telah resmi menjadi kekasih hatinya.

"Yuk naik," ajak Steven, begitu selesai memasang helm dikepala Rose.

"Heum," angguk Rose lalu beranjak naik, dan memberi jarak supaya tidak menempel pada tubuh Steven.

Rose terperangah, ketika tangan Steven tiba-tiba meraih tangannya dan melingkarkan dipinggangnya hingga membuat tubuh Rose menempel pada punggungnya.

Kontan saja semua siswa-siswi yang menyaksikan apa yang dilakukaan Steven bersorak dan bersiul ria memberi respon semarak membuat Rose yang semula sudah malu kini semakin malu dibuatnya.

"Ayolah Rose, aku akan membawamu terbang, bila kau tidak memelukku, kau akan dibawa angin nanti," ujarnya, ketika Rose berusaha menjauhkan tubuhnya lagi dari punggung laki-laki itu.

Drum! Drum! Drum!

Rose terpaksa menurut. Ia memeluk erat pinggang Steven yang mulai melajukan motornya dengan pelan meninggalkan semua siswa siswi yang masih bersorak ria untuk mereka.

"Rina, benar kau cemburu, kalau Rose dan kak Steven pacaran?" tanya Norsa. Jiwa keponya meronta-ronta untuk mendapat jawaban.jujur dari mulut sahabatnya itu.

"Siapa bilang aku cemburu?" kilah Rina.

"Kau sendiri. Aku denger kok apa yang kau bisikan ditelinga Rose tadi?" Norsa masih penasaran berat.

"Aku bercanda Norsa..Kau serius amat sih!" kekeh Rina.

"Rin, kita ini sama-sama udah dewasa. Aku bisa lihat kok kalau kamu itu beneran cemburu tadi. Ingat ya, kita bertiga ini sahabatan, jangan sampai bertengkar hanya karena satu cowok. Banyak tuh cowok bertebaran dimana-mana, kau boleh pilih sesukamu. Sesuai seleramu, mau yang tambun ada, bina rangka juga ada."ucap Norsa panjang lebar.

"Iya, iya tahu. Rose sepupumu, jadi kau selalu belain dia 'kan? Tenang saja, aku masih sahabat yang waras. Gak bakalan jadi temen yang makan temen. Yuk, bus nya udah dateng tuh!" Rina segera menarik tangan Norsa. Keduanya lalu berlarian menuju bus, berebutan dengan para siswa-siswi yang lainnya supaya jangan sampai tidak kebagian kursi.

"Norsa, kau memang benar. Aku memang cemburu. Cowok memang banyak bertebaran dimana-mana seperti yang kau katakan, untuk saat ini, aku sukanya hanya kak Steven Jhon, bukan cowok lainnya," batin Rina, ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dibelakangnya, memikirkan apa yang saat ini tengah dilakukan Rose dan laki-laki idamannya itu.

...💙💜💙...

Rose masih memeluk erat tubuh atletis dihadapannya yang terasa hangat. Beginikah jatuh cinta, terlalu indah untuk dirasakan oleh seorang Rose yang baru pertama kali menjalin hubungan dengan seorang laki-laki, kakak kelasnya sendiri, padahal dirinya selalu diwanti-wanti untuk tidak boleh berpacaran selama masih jadi seorang pelajar.

"Rose!" panggil Steven sedikit kencang, supaya gadisnya yang ada dibelakangnya mendengar.

"Iya Kak," sahut Rose mendekatkan bibirnya dikepala samping kanan Steven.

"Kita makan siang dulu ya, setelah itu Kakak akan mengantarmu pulang," ucapnya.

"Iya Kak," setuju Rose.

Steven tersenyum mendengar jawaban kekasihnya, rasa bahagia itu semakin menyeruak didalam hatinya. Ia suka Rose, bukan karena parasnya saja yang elok, tapi gadisnya itu terlihat polos dan lugu, membuat dirinya tergila-gila padanya.

Drum! Drum!

Steven dan Rose sama-sama menoleh, begitu melihat seseorang sedang memepeti keduanya dengan motor miliknya.

Creeattt!

Steven menginjak rem mendadak hingga ban belakangnya terjungkit keatas dan Rose yang berada diboncengan belakang semakin erat memeluknya takut terjatuh.

"Gile emang yah tu orang!" kesal Steven lalu membuka kaca helmnya. Sementara laki-laki yang tiba-tiba menyerong motornya kekiri hingga membuat motor yang dikendarai Steven dan Rose hampir saja nyungsep ke bahu jalan disebelah kiri mereka.

"Dia kakakku, Kak," kata Rose setengah berbisik. Ia buru-buru melepaskan pelukannya dari pinggang Steven.

"Rose, ingat pesan Kakak, jangan main pacar-pacaran dulu." Bram melepas helmnya, sehingga Steven yang turun dari motornya dapat mengenali wajahnya yang beberapa hari lalu sempat berpapasan didepaan gerbang rumah Rose.

"Burung laki-laki itu berbahaya, bisa buat banyak anak-anak burung tinggal dalam perutmu Rose," ketusnya mengingatkan adiknya. Ia tahu, apa yang ia katakan agak kelewatan memang, tapi mau bagaimana lagi caranya supaya adiknya itu sadar, karena ia sudah beberapa kali memperingatkan adiknya itu dengan cara yang paling lembut dan sopan tapi tak mempan.

"Widih, kak Bram ngomongnya gitu sih!" protes Rose malu bercampur kesal dengan ucapan sang kakak.

Steven terlihat tetap tenang, ia melangkah meninggalkan Rose yang masih duduk diatas motornya untuk mendekati Bram.

"Perkenalkan, namaku Steven kak, aku kakak kelasnya Rose," laki-laki itu mengulurkan tangannya pada Bram.

Bram bergeming menatapnya, membuat tangan Steven mengambang diudara tanpa disambut oleh kakak dari kekasihnya itu.

Steven terpaksa menarik tangannya, namun tidak memperlihatkan sedikitpun kekecewaan diwajahnya.

"Aku meminta ijin mengajak Rose makan siang di restoran Tepian Mutiara Kak, setelah itu aku langsung mengantarnya pulang. Aku jamin kalau burungku jinak dan tidak buas Kak," ucapnya meminta ijin.

Rose terbelalak menahan malu dan juga heran, kenapa kakak dan pacarnya itu begitu hobby membahas masalah burung.

"Baiklah, kali ini aku ijinkan. Jangan sampai terjadi apa-apa pada adikku, aku tidak akan segan-segan mematahkan batang lehermu itu, kau mengerti!" sentak Bram dingin.

"Iya, aku mengerti Kak," sahut Steven pelan.

"Rose, Kakak duluan. Ingat, jangan mepet-mepet lagi seperti tadi, Kakak tidak akan sungkan-sungkan menjewer daun telingamu yang seakan tidak mendengar semua nasihat Kakak," ujar Bram menatap adiknya.

Setelah berkata demikian, Bram memasang helmnya lalu melarikan motornya berbalik arah menuju jalan pulang ke rumah.

Beraambung...👉

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Mmg saharusnya Bram memberi peringatan ke Steven dan Rose, Karena ufah banyak contoh nya yg setiap hari ada aja yg datang kerumah ngadu ke pak RT kalo anak gadis mereka Hamil luar nikah..

2024-10-25

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Begini ini lah yang awalnya Sikap seorang SAHABAT yg banyak ku baca di novel2 lain,pacar/tunangan sanggup selingkuh dengan SAHABAT sendiri, Karena sikap Sahabat sendiri yg iri dan gak bener,Apalagi sang cowoknya sendiri yg cepat tergoda,Di rayu dan di suguhkan body aja udah langsung oleng,ckk..

2024-10-25

1

auliasiamatir

auliasiamatir

wah Steve gentlemen ya

2023-10-11

1

lihat semua
Episodes
1 1. Oh My God
2 2. Basa-Basi
3 3. Laporan Warga
4 4. Burung
5 5. Berani Katakan Tidak!
6 6. Kami Berpacaran
7 7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8 8. Disidang Ayah
9 9. Meminta Ijin
10 10. Bertemu Ibu Steven
11 11. Suara Lembut Setenang Telaga
12 12. Jangan Temui Rose Lagi
13 13. Ingat Baik-Baik
14 14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15 15. Bebas Dari Belajar
16 16. Ruangan Kepala Sekolah
17 17. Hadiah
18 18. Kepohonan
19 HARI PERNIKAHAN
20 MAKAN SIANG
21 21. PENANGKALNYA
22 22. PERHATIAN KECIL
23 23. BELAJAR
24 24. Terkontaminasi
25 25. HUKUMAN (Visual Rose)
26 26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27 TERBANGUN (Visual Reyn)
28 28. EMPAT MATA
29 29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30 30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31 31. MAKANAN KESUBURAN
32 KITA SUDAH SELESAI
33 33. GADIS CENGENG
34 34. AKU BUKAN PINKY BOY
35 35. Kuli Panggul
36 36. KENA BATUNYA
37 37. BERTEMU MANTAN LAGI
38 38. ANDAI SAJA
39 39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40 40. BUKTI REKAMAN
41 41. OBROLAN KELUARGA
42 42. SALAD BUAH
43 43. MENGAMBANG
44 44. RISIH
45 45. TENTANG REYN HAMDANI
46 46. WALK IN CLOSET
47 47. BAHAYA
48 48. MEMPERINGATI RINA
49 49. MEMBUNTUTI
50 50. ZAMAN BATU
51 51. RENCANA AWAL
52 52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53 53. PESAN REYN
54 54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55 55. Di RESTORAN
56 56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57 57. TEGANG DAN GUGUP
58 58. STATUS PERKAWINAN
59 59. TERLALU NAIF
60 60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61 61. MERASA KUSUT
62 62. GARA-GARA ROSE
63 63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64 64. KABUR KARENA BIKINI
65 65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66 66. MULAI TERBONGKAR
67 67. GEGER
68 68. KENAPA JADI KACAU?
69 69. SO SWEET
70 70. PERLAWANAN MARLINA
71 71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72 72. TANGGAPAN PAK KADIN
73 73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74 74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75 75. SERIBU KALI LIPAT
76 76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77 77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78 78. GANTI RUGI
79 79. MEMOHON BANTUAN
80 80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81 81. KUSUT
82 82. OTW Berkembang Biak
83 83. Apa ini punya Rose?
84 84. Nggak Kapok
85 85. Ratunya
86 86. Pengen Telur Dinosaurus
87 87. Kaget
88 88. Clara Pulang
89 89. Setitik Terang
90 90. Juru Bicara
91 91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92 92. Maju atau Mundur
93 93. Tajau Emas
94 94. Insiden Es Krim
95 95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96 96. Dsangka Merindu
97 97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98 98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99 99. Clara Sakit
100 100. Gangguan Rose
101 101. Bram! Jangan Pergi!
102 102. Serasa Ada Yang Hilang
103 103. Sang Guru Jablai
104 104. Konvoi Kelulusan
105 105. Bertemu Orang Tua Olin
106 106. Terbang
107 107. Menonton Secara Live
108 108. Mengantar Leony Pulang
109 109. Kita Urus Rasa Bencimu
110 110. The End
Episodes

Updated 110 Episodes

1
1. Oh My God
2
2. Basa-Basi
3
3. Laporan Warga
4
4. Burung
5
5. Berani Katakan Tidak!
6
6. Kami Berpacaran
7
7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8
8. Disidang Ayah
9
9. Meminta Ijin
10
10. Bertemu Ibu Steven
11
11. Suara Lembut Setenang Telaga
12
12. Jangan Temui Rose Lagi
13
13. Ingat Baik-Baik
14
14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15
15. Bebas Dari Belajar
16
16. Ruangan Kepala Sekolah
17
17. Hadiah
18
18. Kepohonan
19
HARI PERNIKAHAN
20
MAKAN SIANG
21
21. PENANGKALNYA
22
22. PERHATIAN KECIL
23
23. BELAJAR
24
24. Terkontaminasi
25
25. HUKUMAN (Visual Rose)
26
26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27
TERBANGUN (Visual Reyn)
28
28. EMPAT MATA
29
29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30
30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31
31. MAKANAN KESUBURAN
32
KITA SUDAH SELESAI
33
33. GADIS CENGENG
34
34. AKU BUKAN PINKY BOY
35
35. Kuli Panggul
36
36. KENA BATUNYA
37
37. BERTEMU MANTAN LAGI
38
38. ANDAI SAJA
39
39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40
40. BUKTI REKAMAN
41
41. OBROLAN KELUARGA
42
42. SALAD BUAH
43
43. MENGAMBANG
44
44. RISIH
45
45. TENTANG REYN HAMDANI
46
46. WALK IN CLOSET
47
47. BAHAYA
48
48. MEMPERINGATI RINA
49
49. MEMBUNTUTI
50
50. ZAMAN BATU
51
51. RENCANA AWAL
52
52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53
53. PESAN REYN
54
54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55
55. Di RESTORAN
56
56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57
57. TEGANG DAN GUGUP
58
58. STATUS PERKAWINAN
59
59. TERLALU NAIF
60
60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61
61. MERASA KUSUT
62
62. GARA-GARA ROSE
63
63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64
64. KABUR KARENA BIKINI
65
65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66
66. MULAI TERBONGKAR
67
67. GEGER
68
68. KENAPA JADI KACAU?
69
69. SO SWEET
70
70. PERLAWANAN MARLINA
71
71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72
72. TANGGAPAN PAK KADIN
73
73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74
74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75
75. SERIBU KALI LIPAT
76
76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77
77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78
78. GANTI RUGI
79
79. MEMOHON BANTUAN
80
80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81
81. KUSUT
82
82. OTW Berkembang Biak
83
83. Apa ini punya Rose?
84
84. Nggak Kapok
85
85. Ratunya
86
86. Pengen Telur Dinosaurus
87
87. Kaget
88
88. Clara Pulang
89
89. Setitik Terang
90
90. Juru Bicara
91
91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92
92. Maju atau Mundur
93
93. Tajau Emas
94
94. Insiden Es Krim
95
95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96
96. Dsangka Merindu
97
97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98
98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99
99. Clara Sakit
100
100. Gangguan Rose
101
101. Bram! Jangan Pergi!
102
102. Serasa Ada Yang Hilang
103
103. Sang Guru Jablai
104
104. Konvoi Kelulusan
105
105. Bertemu Orang Tua Olin
106
106. Terbang
107
107. Menonton Secara Live
108
108. Mengantar Leony Pulang
109
109. Kita Urus Rasa Bencimu
110
110. The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!