2. Basa-Basi

Steven melambatkan laju motornya dan berhenti tepat didepan pagar rumah bercat serba putih. Selang beberapa detik, Rose turun dari boncengan belakangnya.

Setelah menyerahkan helm, Rose sedikit merapihkan rambut panjang sepunggungnya, sementara Steven memperhatikanya dari atas motornya.

Rose menatap steven yang juga tengah menatapnya dengan ulasan senyum manisnya, membuat pipi gadis remaja itu menghangat, terlihat semburat merah samar dipipi chubby-nya.

"Udah, masuk sana," ujar Steven, masih dengan ulasan senyum manisnya. Steven Jhon, pria berkulit khas asia itu adalah kakak kelas Rose, siswa kelas 12 yang dua bulan lagi akan lulus dari SMU Negeri Tangga Arang, tempat mereka bersekolah.

"Apa kak Steven gak mau masuk dulu gitu?" tanya Rose sedikit basa-basi.

Belum sempat Steven menjawab, Rose sudah lebih dulu bersuara. "Nggak usah aja ya Kak?" sambar gadis itu cepat.

Steven menatap Rose penuh tanya dengan perasaan bingung, lalu mendengus. "Ngapain coba, musti nawarin kalau gak boleh masuk juga?"

"Basa-basi Kak, 'kan gak enak Rose udah dianterin pulang malah ngusir," sahut Rose jujur plus polosnya keluar.

"Basa-basimu itu terlalu basi Rose, tau gak." keduanya lalu terkekeh bersama.

Bersamaan dengan itu, satu unit motor sport berhenti tepat disamping keduanya, Rose dan Steven menoleh bersamaan.

Steven memperhatikan laki-laki yang mengenakan jaket kulit cokelat, berusaha mengingat dan mengenali pria yang tidak asing baginya dengan tidak melepaskan tatapannya.

Laki-laki berjaket kulit cokelat itu melepas helmnya lalu menoleh kearah Steven.

"Kenapa melihatku seperti itu? Naksir? Sorry ya, aku masih waras." lalu menyugar rambutnya kebelakang, untuk menambah point ketampanannya.

Steven menatap jijik laki-laki dihadapannya itu lalu berdecih. "Apa yang dia bilang tadi? Naksir? Cih! Emang aku homo apa? Mana dia lebih tua lagi?" batinnya gregetan.

"Udah ya Rose, Kakak pulang dulu," Steven berpamitan pada Rose tanpa menggubris laki-laki sontoloyo yang tidak mampu ia ingat itu, walau ia sudah menyisir ingatannya hingga kusut.

"Oke Kak Steven, hati-hati ya, bye!" Rose melambaikan tangannya, menghantarkan kepergian Steven yang melarikan motornya dengan kecepatan sedang.

"Kok nggak langsung masuk sih Kak?" Rose mengalihkan asistensinya pada kakak kandungnya, Bram Sulistyo, laki-laki yang mengenakan jaket kulit cokelat yang tidak dikenal oleh Steven.

"Nggak, Kakak mau liat anak monyet lagi pdkt tadi," ujarnya acuh, lalu menjalankan motornya masuk ke halaman luas rumah mereka, dan menyimpan motornya di garasi.

Rose menatap kakaknya bingung, apa mungkin dirinya disamakan dengan anak monyet oleh kakaknya itu. Ia tetap melenggang masuk dan menutup pagar rumah lalu mengunci dengan kaitan besi.

...⚘️⚘️⚘️...

Rose baru saja selesai mandi, setelah mengganti seragam sekolahnya, ia keluar dari kamarnya, turun ke lantai bawah menuju dapur, perutnya sudah keroncongan menahan lapar.

Ia mendengus begitu melihat tidak ada makanan sama sekali diatas meja.

"Kenapa? Lapar?" Bram yang juga baru turun dari lantai atas mendekati adiknya.

"Ya iyalah Kak. Bibi mana sih, kok nggak siapin makanan?" rengut Rose yang tidak bisa lagi menahan laparnya.

"Bibi tidak sempat masak untuk makan siang, anaknya sakit, ia terpaksa ijin tadi setelah mengirim rok, CD, dan pemba*utmu tadi pagi," pungkas Bram.

"Kalau lapar, ya masak dong." ucap Bram sambil membuka kulkas, melihat bahan-bahan makanan apa saja yang disimpan bibi disana.

"Kakak ngeledek ya? Udah tau Rose belum bisa masak," sungut gadis itu lagi sembari mencebikan bibirnya.

"Belum bisa masak tapi udah berani pacaran. Mau dikasih makan apa suami dan anakmu nanti Rose?" Bram mengeluarkan seikat sayuran dan ikan yang sudah di bumbui dari dalam kulkas dan meletakannya diatas meja konter dapur.

"Widih kak Bram, Rose 'kan pacarannya masih maen-maen, nggak mikir punya suami, apalagi punya anak," ucap Rose polos, lalu bergidik ngeri membayangkan ujung dari pacaran yang ia anggap main-main memang akan berakhir ke arah sana, seperti yang barusan kakaknya bicarakan.

"Ingat ya Rose, dari awal yang main-main itu, akan berujung bahaya, apalagi seusia dirimu, belum pantes pacaran. Sekolah dulu yang bener, lulus, terus kuliah, terus kerja, lalu boleh pacaran dan nikah," ulas Bram menasehati adik perempuan semata wayangnya itu.

Ya, mereka hanya dua bersaudara. Bram Sulistyo, pria berperawakan tinggi 180 sentimeter itu kuliah di Universitas semester empat sambil berkerja paruh waktu disalah satu percetakan didekat kampusnya. Sementara Rose adiknya baru kelas 11 di SMU Negeri Tangga Arang, dan kurang lebih tiga bulan lagi akan naik ke kelas 12.

Kedua orang tua mereka, Martin dan Marlina sama-aama bekerja sebagai PNS di instansi Pemerintah kota Tangga Arang. Martin juga dipercaya oleh para warga dikomplek tempat tinggalnya sebagai seorang ketua RT.

"Sini, bantuin Kakak biar cepat rampung." Rose mendekati kakaknya dengan rasa malas dan nampak lemas tidak bertenaga akibat lapar.

"Potong sayuran ini begini," Bram memberi contoh memotong kacang buncis diatas talenan. Begitu selesai seruas, ia lalu memasukan potongan kacang buncis yang terlihat rapi itu kedalam mangkuk berukuran sedang.

"Nah sayur sawi ini potongnya seperti ini," Bram kembali memberi contoh, dari seikat sawi yang telah ia bersihkan di air mengalir.

"Ngerti kan Rose?" tanya Bram menatap adiknya.

"Iya, Rose ngerti Kak," sahut Rose bernada malas, rasa lapar membuatnya mengantuk dan ingin cepat-cepat tidur siang.

"Kakak mau masak apa sih?"" Rose balik bertanya sambil mengambil alih pisau dari tangan kakaknya.

"Kakak mau masak capcay goreng dan ikan goreng," Bram memasukan ikan kedalam penggorengan yang sudah ia panaskan sebelumnya hingga terdengarr suara, " Srenggg!" beberapa detik kemudian aroma bumbu ikan goreng mulai tercium oleh indera penciuman membuat perut keduanya semakin merasa lapar.

Sembari menunggu ikan goreng bumbunya matang, Bram membersihkan kembang kol dan menyiapkan bumbu tumisannya. Tidak membuang waktu lama, Bram yang sudah terbiasa mengolah bahan-bahan itu dalam waktu singkat sudah menyelesaikannya.

Ia buru-buru memanaskan minyak dalam wajan lalu mulai memasukan bawang dan bumbu tumisan lainnya, setelah bau bumbu sudah tercium,.ia mengecilkan api untuk memasukan sayur-sayurannya.

"Rose, berikan sayuran yang sudah kau potong pada Kakak," panggilnya. Rose lalu buru-buru memberikan sayuran yang baru saja selesai dirajamnya.

"Astaga Rose! Ini potongan sayur apaan?!" kaget Bram melihat kacang buncis panjang pendek tidak beraturan, belum lagi daun sawi yang dirajam sangat halus bagai bubuk tanpa bisa dikenali lagi bentuknya.

Rose hanya cengengesan mendengar pekikan sang kakak tanpa merasa bersalah. "Siapa suruh Kakak minta bantuan Rose, ya begitu deh jadinya, terima aja apa adanya," cengirnya.

"Kan udah Kakak beri contoh Rose.." Bram merasa gemes pada adik lucnut-nya itu.

Bersambung...👉

Terpopuler

Comments

auliasiamatir

auliasiamatir

ya ammpiuuunn rose...🤭

2023-10-11

2

Sena judifa

Sena judifa

salam dr muara cinta kita thor like fav dan rate mendarat

2023-10-05

1

Putra Al - Bantani

Putra Al - Bantani

berbasa basiii 😂😂

2023-09-23

1

lihat semua
Episodes
1 1. Oh My God
2 2. Basa-Basi
3 3. Laporan Warga
4 4. Burung
5 5. Berani Katakan Tidak!
6 6. Kami Berpacaran
7 7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8 8. Disidang Ayah
9 9. Meminta Ijin
10 10. Bertemu Ibu Steven
11 11. Suara Lembut Setenang Telaga
12 12. Jangan Temui Rose Lagi
13 13. Ingat Baik-Baik
14 14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15 15. Bebas Dari Belajar
16 16. Ruangan Kepala Sekolah
17 17. Hadiah
18 18. Kepohonan
19 HARI PERNIKAHAN
20 MAKAN SIANG
21 21. PENANGKALNYA
22 22. PERHATIAN KECIL
23 23. BELAJAR
24 24. Terkontaminasi
25 25. HUKUMAN (Visual Rose)
26 26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27 TERBANGUN (Visual Reyn)
28 28. EMPAT MATA
29 29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30 30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31 31. MAKANAN KESUBURAN
32 KITA SUDAH SELESAI
33 33. GADIS CENGENG
34 34. AKU BUKAN PINKY BOY
35 35. Kuli Panggul
36 36. KENA BATUNYA
37 37. BERTEMU MANTAN LAGI
38 38. ANDAI SAJA
39 39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40 40. BUKTI REKAMAN
41 41. OBROLAN KELUARGA
42 42. SALAD BUAH
43 43. MENGAMBANG
44 44. RISIH
45 45. TENTANG REYN HAMDANI
46 46. WALK IN CLOSET
47 47. BAHAYA
48 48. MEMPERINGATI RINA
49 49. MEMBUNTUTI
50 50. ZAMAN BATU
51 51. RENCANA AWAL
52 52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53 53. PESAN REYN
54 54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55 55. Di RESTORAN
56 56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57 57. TEGANG DAN GUGUP
58 58. STATUS PERKAWINAN
59 59. TERLALU NAIF
60 60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61 61. MERASA KUSUT
62 62. GARA-GARA ROSE
63 63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64 64. KABUR KARENA BIKINI
65 65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66 66. MULAI TERBONGKAR
67 67. GEGER
68 68. KENAPA JADI KACAU?
69 69. SO SWEET
70 70. PERLAWANAN MARLINA
71 71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72 72. TANGGAPAN PAK KADIN
73 73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74 74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75 75. SERIBU KALI LIPAT
76 76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77 77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78 78. GANTI RUGI
79 79. MEMOHON BANTUAN
80 80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81 81. KUSUT
82 82. OTW Berkembang Biak
83 83. Apa ini punya Rose?
84 84. Nggak Kapok
85 85. Ratunya
86 86. Pengen Telur Dinosaurus
87 87. Kaget
88 88. Clara Pulang
89 89. Setitik Terang
90 90. Juru Bicara
91 91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92 92. Maju atau Mundur
93 93. Tajau Emas
94 94. Insiden Es Krim
95 95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96 96. Dsangka Merindu
97 97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98 98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99 99. Clara Sakit
100 100. Gangguan Rose
101 101. Bram! Jangan Pergi!
102 102. Serasa Ada Yang Hilang
103 103. Sang Guru Jablai
104 104. Konvoi Kelulusan
105 105. Bertemu Orang Tua Olin
106 106. Terbang
107 107. Menonton Secara Live
108 108. Mengantar Leony Pulang
109 109. Kita Urus Rasa Bencimu
110 110. The End
Episodes

Updated 110 Episodes

1
1. Oh My God
2
2. Basa-Basi
3
3. Laporan Warga
4
4. Burung
5
5. Berani Katakan Tidak!
6
6. Kami Berpacaran
7
7. Putriku adalah Harga Diri dan Kehormatanku
8
8. Disidang Ayah
9
9. Meminta Ijin
10
10. Bertemu Ibu Steven
11
11. Suara Lembut Setenang Telaga
12
12. Jangan Temui Rose Lagi
13
13. Ingat Baik-Baik
14
14. Kita Tidak Baik-Baik Saja
15
15. Bebas Dari Belajar
16
16. Ruangan Kepala Sekolah
17
17. Hadiah
18
18. Kepohonan
19
HARI PERNIKAHAN
20
MAKAN SIANG
21
21. PENANGKALNYA
22
22. PERHATIAN KECIL
23
23. BELAJAR
24
24. Terkontaminasi
25
25. HUKUMAN (Visual Rose)
26
26. TIDAK BOLEH ADA SKANDAL (Visual Steven Jhon)
27
TERBANGUN (Visual Reyn)
28
28. EMPAT MATA
29
29. RESIKO PUNYA ISTERI ANAK MURID SENDIRI
30
30. SEMAKIN MENCURIGAKAN
31
31. MAKANAN KESUBURAN
32
KITA SUDAH SELESAI
33
33. GADIS CENGENG
34
34. AKU BUKAN PINKY BOY
35
35. Kuli Panggul
36
36. KENA BATUNYA
37
37. BERTEMU MANTAN LAGI
38
38. ANDAI SAJA
39
39. HARTA YANG PALING BERNILAI
40
40. BUKTI REKAMAN
41
41. OBROLAN KELUARGA
42
42. SALAD BUAH
43
43. MENGAMBANG
44
44. RISIH
45
45. TENTANG REYN HAMDANI
46
46. WALK IN CLOSET
47
47. BAHAYA
48
48. MEMPERINGATI RINA
49
49. MEMBUNTUTI
50
50. ZAMAN BATU
51
51. RENCANA AWAL
52
52. BUKAN ADIK TAPI ISTERI
53
53. PESAN REYN
54
54. LEDEKAN KOPI PAHIT
55
55. Di RESTORAN
56
56. MENGEJAR SANG GURU BIOLOGI
57
57. TEGANG DAN GUGUP
58
58. STATUS PERKAWINAN
59
59. TERLALU NAIF
60
60. KECELAKAAN LALU LINTAS
61
61. MERASA KUSUT
62
62. GARA-GARA ROSE
63
63. BUKAN DARAH BANGSAWAN
64
64. KABUR KARENA BIKINI
65
65. BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU
66
66. MULAI TERBONGKAR
67
67. GEGER
68
68. KENAPA JADI KACAU?
69
69. SO SWEET
70
70. PERLAWANAN MARLINA
71
71. FATAL DAN SALAH LANGKAH
72
72. TANGGAPAN PAK KADIN
73
73. DEMI SI BUAH HATI DAN SI BUAH...
74
74. LAKI-LAKI ITU, HARUS BISA DIPEGANG JANJINYA
75
75. SERIBU KALI LIPAT
76
76. SETIAP TINDAKAN ADA TIMBAL BALIK
77
77. AYANG BIDADARI (VISUAL BRAM DAN LEONY)
78
78. GANTI RUGI
79
79. MEMOHON BANTUAN
80
80. KAKAK-BERADIK SEBELAS-DUA BELAS
81
81. KUSUT
82
82. OTW Berkembang Biak
83
83. Apa ini punya Rose?
84
84. Nggak Kapok
85
85. Ratunya
86
86. Pengen Telur Dinosaurus
87
87. Kaget
88
88. Clara Pulang
89
89. Setitik Terang
90
90. Juru Bicara
91
91. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya.
92
92. Maju atau Mundur
93
93. Tajau Emas
94
94. Insiden Es Krim
95
95. Belajar Menerima, Atau DENDA
96
96. Dsangka Merindu
97
97. Kebahagiaan Vs Harga Diri
98
98. Terpaksa Menjilat Ludah Sendiri
99
99. Clara Sakit
100
100. Gangguan Rose
101
101. Bram! Jangan Pergi!
102
102. Serasa Ada Yang Hilang
103
103. Sang Guru Jablai
104
104. Konvoi Kelulusan
105
105. Bertemu Orang Tua Olin
106
106. Terbang
107
107. Menonton Secara Live
108
108. Mengantar Leony Pulang
109
109. Kita Urus Rasa Bencimu
110
110. The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!