Celine terdiam memikirkan tawaran dari Nicholas. Memang di bandingkan dengan Andara, Nicholas lebih bisa diandalkan. Dia sudah mendengar dari kepala pelayan, walaupun Nicholas terus mengurung diri di kamar, tapi dia juga mengurus perusahaannya. Dia memantau perkembangan perusahaan dari rumah. Tapi, Syarat yang Nicholas ajukan padanya, membuatnya gelisah.
Melahirkan keturunan untuknya? Itu artinya mereka harus melakukan hubungan intim, kan? Tapi dengan kondisi Nicholas yang seperti itu, apa itu bisa dilakukan? Tapi jika dia memilih merawat pria itu, dia juga tidak tahu sampai kapan dia harus melakukannya.
Seperti yang Nicholas katakan, kesempatan untuk sembuh sangat kecil, jadi kemungkinan membutuhkan waktu yang lama atau mungkin selamanya Celine harus merawat Nicholas.
"Aku harus bagaimana? Kenapa aku jadi terjebak begini?" gumam Celine. Dia benar-benar bingung untuk mengambil keputusan.
...****************...
Di studio pemotretan, Jenny tengah melakukan pemotretan produk kecantikan perusahaan besar. Dia berpose dengan sensual dengan menonjolkan produk di tangannya. Setelah ini, dia juga harus syuting iklan dengan produk yang sama.
"Oke, sekali lagi. Angkat sedikit dagumu, Jen." pinta fotografer.
Jenny melakukan sesuatu instruksi, dia menunjukan kemampuannya dalam berpose. Benar-benar model berbakat. Bahkan dia mendapat pujian dari fotografer.
"Good Jen. Kita istirahat dulu." seru sang fotografer
Jenny kembali keruangan diikuti Rian yang berjalan dibelakangnya.
"Kau tidak kekantor?" tanya Jenny
"Aku masih merindukanmu, sayang." Rian memeluk Jenny dari belakang dan menciumi bahu mulusnya.
"Jangan begini, Rian!! Nanti ada yang lihat." tolak Jenny
"Aku tidak perduli."
Jenny tersenyum dan mengusap tangan Rian yang melingkar diperutnya. Inilah yang dia inginkan dalam sebuah hubungan. Mereka bisa bermesraan di manapun dan kapanpun. Rian juga sangat mencintainya dan memanjakannya. Dan hal itu membuat Jenny nyaman.
Tidak seperti saat bersama dengan Nicholas. Pria itu selalu sibuk dengan pekerjaannya, bahkan Nicholas menolak saat dia meminta untuk bercinta dengan alasan jika mereka belum menikah. Kolot sekali.
Jaman sekarang, tidak sedikit mereka yang bercinta tanpa status menikah. Mereka tidak hanya mencari kepuasan saja, tapi juga kenyamanan.
"Sudah, Rian. Aku harus ganti baju. Setelah ini aku masih harus syuting iklan produk yang sama." seru Jenny
"Baiklah." dengan berat hati, Rian melepaskan pelukannya. Dia duduk di sofa dan memejamkan matanya. Bayang-bayang Celine masih teringat jelas di pikirannya. Bahkan setiap dia menatap Jenny, yang dia lihat adalah istri mantan sahabatnya itu.
"Sial!! Sepertinya aku benar-benar tergila-gila padanya." umpatnya dalam hati. Dia membuka matanya dan menatap Jenny yang berganti pakaian didepan matanya tanpa rasa malu. Rian beranjak dari duduknya dan mendekati Jenny yang memamerkan lekuk tubuhnya.
Tapi sayangnya, yang ada di pandangan Rian saat ini adalah Celine. Dia sampai menatap tidak berkedip saat bayangan Celine menggodanya. Dia berdiri dan ingin menerkamnya, tapi suara Jenny menyadarkannya.
"Apa yang kau lakukan, Rian? Ingat!! Ini di kantor orang." seru Jenny mengingatkan
Rian mengusap wajahnya kasar dan kembali duduk. Dia terus merutuki kebodohannya yang tidak bisa melupakan kecantikan Celine. "Hah...Ada apa denganku? kenapa bayangan wanita itu tidak mau pergi?" gumamnya dalam hati
"Kenapa si cacat itu beruntung sekali? Bahkan dia bisa mendapatkan istri yang begitu cantik. Sial!! Aku tidak bisa begini terus. Wanita itu, aku harus bisa mendapatkannya, bagaimanapun caranya. Tunggu aku, sayang." Seringai Rian dalam hati
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
vania
dihhh najong jan sampek celine sama si rian
2024-08-24
0
mur:ciyuah
eman ya rian itu...punya orang lebih menantang. tunangan sahabatnya diembat ini istri orang juga mo di embat juga ...dasar rian nggak laku....
2024-08-12
1
Rahayu Anam
😲😲😲ihhhh kok seremmm sih liat si rian.. kayak kelainan demen punya orang serakah😡😡😡
2024-08-05
0