DM'A_part 16

Tangannya begitu cekatan membuka setiap pengait braa Aisya, begitupun kelihaian jemari Ernest yang mengelus dan menjelajahi setiap inci kulit Ai penuh sayang. Dan justru Aisya terbuai malu-malu dibuatnya.

Ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Ernest karena malu, bahkan Aisya sampai tak mau melihat badannya sendiri yang pakaiannya sudah dilucuti oleh Ernest.

Ernest membiarkan Aisya begitu sebentar, sementara ia masih asik mengelus kulit selembut sutra milik istrinya tanpa sehelai benang pun menghalangi, karena nyatanya pakaian Aisya sudah menumpuk di bawah kaki.

"Malu," bisik Aisya, Ernest semakin gemas mendengarnya.

"Ngapain harus malu," Ernest membawa wajah Aisya ke depan wajahnya dan menempelkan hidung keduanya, "udah ada label halal," bisik Ernest sensual, ia tak tunggu lama lagi dengan menyerang bibir Aisya rakus, tangannya menggerayangi Aisya tanpa henti, bahkan ke titik-titik sensitif wanitanya.

Udara dingin membuat mereka saling berebut nafas hangat nan memburu, begitupun aktifitas seru yang sedang mereka geluti sekarang, tak tau sejak kapan tepatnya----Ernest sudah menjatuhkan lapisan kain terakhir di badannya juga kemudian membisikan kalimat do'a di depan wajah Aisya dan mengangkat tubuhnya hingga posisi wajah Aisya lebih diatas dari Ernest, meski tetap saja kedua ujung hidung mereka masih setia menempel. Hal yang cukup romantis bagi pasangan pengantin baru itu, adalah sebagian treat yang Ernest lakukan agar Aisya nyaman dan malam pertama mereka berkesan untuk keduanya.

Sontak kaki-kaki jenjang itu melingkar di pinggang Ernest hingga akhirnya Ernest menurunkan Aisya begitu saja di atas kasur empuk membuat badan Ai memantul, membentuk rambut yang terburai indah nan berantakan sexyy di mata Ernest.

Mata indah itu mengerjap melihat suguhan pemandangan di depannya sekarang, Ernest begitu gagah berdiri dengan semua miliknya yang sukses membuat Aisya menelan saliva sulit. Dan semua itu membuatnya meremang, dialihkannya pandangan ke arah samping meskipun semua itu harus gagal ketika Ernest membawa wajah Aisya untuk kembali melihat ke arahnya.

"Liat aku, Sya..." pintanya, mengungkung tubuh Aisya di ranjang, merapatkan jarak hingga menempel bersiap menyatu.

"Bismillah---" gumam Ernest.

Kuku-kuku tangan yang dibubuhi hena itu mencengkram erat pundak Ernest, ketika Ernest mulai bersiap memberikan ancang-ancang. Aisya bahkan sedikit mengerang dan merengek ketika sesuatu berotot meskipun tak bertulang itu mulai mengetuk masuk ke dalam dirinya, sementara dirinya hanya bisa pasrah dalam genggaman Ernest, "aduhh Nest----"

"Pelan-pelan aww..." pintanya memelas penuh permohonan.

Seperti baru kemarin mereka berkenalan, seperti baru kemarin mereka bertegur sapa malu-malu kucing memakai seragam putih abu. Dan tak terasa kini keduanya sedang bergu mul di atas ranjang saling menuntaskan rasa rindu dan sayang atas nama ibadah.

Aisya terisak demi menyedot kembali cairan yang ada di hidungnya.

"Sakit?" Ernest mengusap ekor mata Aisya yang berair, memberikan jeda diantara hentakannya, namun Aisya menggeleng meskipun Ernest tau jika istrinya itu sedang berbohong.

Ia terkekeh, "kamu ngga bisa boong sayang."

Cup!

Ernest mendaratkan kecupannya di kening Ai agak lama, lalu sedetik kemudian perasaan hangat mengalir mengisi setiap aliran da rah Aisya, berdesir begitu deras hingga rasa sakit itu berubah menjadi nikmat tak terkira, Ernest membawanya ke dalam lautan kebahagiaan hingga mulutnya tak dapat dikontrol secara logis lagi dengan mengeluarkan thesahan manja, sungguh memalukan.

Thesahan manja itu justru semakin membuat Ernest menggila, membawa Aisya terbang seperti terbawa angin di masa transisi kemarau. Begitu kencang dan melambung tinggi.

Sesuatu yang dilakukan karena ibadah sungguh terasa indah. Inilah yang dinamakan ibadah bersama.

"Ernessstt," lolong Aisya mencengkram pinggang Ernest, berpegangan kuat disana saat dewi-nya terasa sesak oleh milik Ernest, lelakinya itu bahkan menekan lebih dalam lagi sebelum akhirnya menyemburkan sesuatu miliknya ke dalam diri Aisya, yang akan menjadi calon-calon Ernest---Ai kecil.

Aisya duduk di tepian ranjang sepaket dengan rambut basah dan piyama yang baru ia kenakan selepas mandi besar.

Ernest baru saja keluar dari kamar mandi, ia memang baru mandi tadi...tapi sekarang ia harus kembali mandi setelah menunaikan kewajibannya.

Ia tersenyum lebar melihat Aisya, terlebih mengingat kejadian nikmat barusan, bahkan Ernest sudah tertawa renyah membuat Aisya menoleh padanya.

Wanita itu menoleh ke arah samping kanan dan kirinya, juga ke belakang, mencari tau apa yang membuat Ernest sampai tertawa. Namun hasilnya nihil, tak ada apapun yang bisa dikatakan lucu.

Fix! Ernest sudah gila!

"Apa sih ketawa-ketawa?!" sewotnya mendengus.

"Cieee!" colek Ernest di hidung Aisya, kemudian ia menempatkan diri di sisi Aisya, tangannya menyambar ponsel yang ada di tangan Aisya dan menyimpannya tanpa penolakan atau kritikan keras dari Aisya, "udah ngga perawan lagi, sampe cap label milik Ernestnya diumbar-umbar!" goda Ernest membawa sesuatu di tangannya.

Alisnya naik menanggapi ocehan dan godaan Ernest yang ia tak mengerti, "cap apanya?"

Ernest menggelengkan kepalanya geli, Aisya terheran-heran dengan sikap suaminya hingga memutuskan untuk bercermin diri.

Netranya menyapukan pandangan lebih teliti ke arah seluruh inci badan, mulai dari wajah, rambut turun ke leher......matanya membelalak, alis Aisya mengernyit demi memperjelas penglihatan.

"Apa itu merah-merah ih!" ia menggosoknya namun tak jua hilang, sejurus kemudian alisnya menukik tajam mendengar sang suami cengengesan di ranjang sana. Aisya memeriksa bagian dadha dengan membuka kancing piyamanya, matanya semakin membulat manakala ia menghitung noda merah membandel itu, "satu, dua, tiga, empat, Ernest !!!!" Ai memutar badannya dan menyerbu Ernest di atas sana hingga tumbang tak membalas, ia justru tertawa renyah.

Jika dulu candaan mereka terbatas, maka mulai saat ini candaan itu naik level di ranjang colek-colekan, kecup-kecupan, seperti apa yang pernah dilakukan oleh rasul dan para istrinya.

"Eh, awas my'Hawa...nanti itu sobek...." ujar Ernest mengesampingkan barang yang dibawanya, menghentikan pukulan dan serangan Aisya.

Matanya masih tajam melihat Ernest, "kamu ih!"

"Udah ngga usah ngambek, anggap aja itu hadiah dari kamu buatku...sekarang gantian aku yang kasih kamu hadiah," alisnya naik turun berusaha meluluhkan Aisya.

"Hadiah apa?"

"Aku pernah janji sama kamu dulu," jedanya.

"Waktu kamu masih muda..." tukasnya menambahkan, sontak Aisya menyarangkan pukulannya, "eh! Maksud kamu sekarang aku udah tua gitu? Berarti kamu juga!"

Ernest kembali cengengesan bersila di atas ranjang, "santai nyonya---santai. Nyonya Ernest nih! Marah-marah terus."

"Kamu nya nyebelin ih," sengitnya.

"Mau diterusin ngga?" tanya Ernest mendapatkan hadiah tatapan sinis Aisya, "ya mau, udah to the point jangan pake becanda nyebelin gitu dulu."

Ernest cekikikan lagi, lalu mencubit pipi Aisya, "gemes banget aku, ulang lagi dulu yuk!"

"Apanya?" sengit Aisya lagi.

"Belah duren?"

"Durennya udah belah, mau dibelah kaya apa lagi?" tanya Ai.

"Biar bubuk sekalian," balasnya.

"Nest ih,"

"Oke---oke." Ernest meraih kertas tiket perjalanan umroh sebagai honeymoon mereka kali ini, "sesuai janjiku dulu....akan kubawa kamu ke jabal rahmah, tempat romantis yang pengen kamu datangi."

Ia meraih tangan Aisya dan mengecupnya, "Aisya, mau ya temani aku ke tempat paling romantis di dunia, tempat dimana Adam dan Hawa bertemu setelah sekian lama dipisahkan Allah, tempat nabi Ibrahim mendapatkan mimpi untuk menyembelih putranya Ismail, tempat dimana wahyu terakhir ditunaikan."

Aisya menatap Ernest dengan penuh rasa haru, tangannya terulur memeluk Ernest, "makasih kamu sudah kembali..."

Ernest menyunggingkan senyuman hangatnya dan membalas pelukan Aisya, "makasih kamu sudah menunggu..."

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

🇵🇸🇮🇩 гเรภคչเ๔คภєคгŦค🌽

🇵🇸🇮🇩 гเรภคչเ๔คภєคгŦค🌽

hihihi bahagia selalu Ernest & Aisyah

2023-08-07

1

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

sedih banget ya 😭😭

2023-07-11

1

Sany Indah

Sany Indah

bang ernest so sweet banget sih. smg bahagia trus ya bang ernest sama aisyah

2023-07-11

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!