Rahang Zeon makin mengeras saat dia tak melihat Syeran di hadapannya.
Terlebih ucapan Syeran yang terakhir membuat hatinya mendidih.
Jika aku hamil, aku akan menggugurkan anak ini!
Kalimat itu masih terekam jelas diingatkan pria bermata elang tersebut. Belum lagi Syeran mengucapkan kalimat itu dengan penuh percaya diri.
Seolah anak yang sudah sangat dia nantikan di dalam hidupnya, tidak ada artinya apa-apa.
Dan sekarang wanita itu tiba-tiba menghilang, sementara Zeon ingin melampiaskan semua amarahnya.
Suara Zeon yang menggelegar tersebut sampai terdengar pula oleh anak buahnya yang lain, Hanzo dan Diena adalah yang berlari paling cepat hingga menghadap pada sang tuan.
Keduanya juga heran ketika melihat di ruang tengah itu sang Tuan hanya sendirian, dimana Syeran?
"Tuan," ucap Hanzo, Dia memanggil sang Tuan karena Zeon tetap diam dan tidak memberinya perintah padahal dia dan Diena sudah menghadap.
Dan meski mendengar ucapan Hanzo, Zeon pun masih betah dengan diamnya. Dia justru mengambil ponselnya di saku celana dan melihat keberadaan Syeran saat ini.
Ternyata wanita itu tengah berada di dalam kamarnya.
Zeon lantas menggenggam ponselnya kuat, Untung saja ponsel itu tidak sampai pecah karena tenaganya.
Bagaimana bisa dia tiba-tiba sudah ada di dalam kamar? padahal jelas-jelas tadi wanita itu bersimpuh di hadapanku. Batin Zeon.
Kejanggalan yang sudah coba dia lupakan kini justru kembali terulang, tentang Syeran yang seolah bisa berpindah tempat dalam segala. seolah wanita itu bukanlah manusia biasa.
Tapi apa?
"Tuan, apa yang terjadi? Kenapa Anda berteriak seperti tadi? dan di mana nona Syeran?" tanya Diena, akhirnya dia buka suara. Karena tidak tahan dengan rasa penasaran yang membuat kepalanya mau pecah.
Teriakan tuan Zeon tadi begitu kuat, lalu sekarang nona Syeran tidak ada di sini. Jelas, pasti ada sesuatu yang terjadi.
Namun bukannya menjawab pertanyaan Diena, Zeon justru bangkit dari duduknya.
"Syeran ada di dalam kamarnya, awasi terus wanita itu." titah Zeon.
Dia memutuskan untuk pergi dari sana, pikirannya sedang kusut gara-gara wanita itu, dia butuh bukti nyata.
Di dalam ruang kerjanya di lantai 1 mansion ini. Zeon memeriksa CCTV di ruang tengah lantai 3, disaat dia dan Syeran bersama.
Hanzo juga melihat CCTV itu, dia berdiri di belakang sang tuan.
Namun di menit yang paling penting tiba-tiba CCTV itu rusak.
Glek! Hanzo menelan ludahnya dengan kasar. Meski tuan Zeon belum menceritakan apapun kepadanya, namun kejadian CCTV rusak dalam sedetik itu membuatnya Dejavu dengan kejadian di hotel.
Kini tanpa perlu dijelaskan dia sudah bisa menebak Apa yang terjadi.
"Maaf Tuan, apa nona Syeran tiba-tiba menghilang lagi dan kemudian dia berpindah di kamarnya?" tanya Hanzo.
Zeon mengangguk sebagai jawaban.
Dan saat itu bulu kuduk Hanzo jadi merinding.
"Dia manusia, jangan berpikir yang bukan-bukan," ucap Zeon, sekujjur tubuh wanita itu telah dia jamah. Zeon adalah yang paling tau Syeran bagaimana, dan wanita itu hanyalah manusia biasa.
"Lalu bagaimana nona Syeran bisa melakukan itu?" tanya Hanzo, tanpa sadar bertanya.
"Itu tugasmu untuk mencari tau," balas Zeon, dia menatap Hanzo dengan tatapannya yang dingin.
Seketika itu juga Hanzo menundukkan kepalanya meminta maaf dan patuh sekaligus.
"Maaf Tuan, saya akan selidiki ini," jawab Hanzo.
Kekacauan yang telah Syeran buat hari ini tak ada artinya apa-apa, dia tetap dipenjara di lantai 3.
Bahkan dengan pengawasan yang lebih ketat.
Di dalam kamarnya Syeran membuang nafasnya dengan kecewa, lama menunggu namun pintu kamarnya tidak diobrak-dobrak.
Pada akhirnya dia turun dari atas ranjang dan mengintip ke luar sana, dia membuka pintu kamarnya sedikit dan melihat ke arah ruang tengah.
Dan ternyata sang suami sudah tidak ada di sana.
Syeran lagi-lagi kecewa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
andi hastutty
Zeon masih terikat dengan situs makanya kecewa dengan semua wanita
2024-08-18
1
~v
zeon lupakan airis zeon 😭😭
2024-04-21
0
Saha Weh
kenapa zeon zd glk gitu perasaan sama airis manis sekali 🤔🤔🤔JD penasaran
2024-02-28
1