Hanzo nyaris saja jatuh pingsan saat mendengar semua ucapan nona Syeran. Darimana wanita itu mendapatkan kekuatan untuk bicara lancang seperti itu.
Astaga. Hanzo sampai kehabisan kata-kata. Jika begini bisa jadi dialah yang akan disalahkan oleh sang Tuan.
"Cukup Nona Syeran, Anda benar-benar sudah berada diluar batas," hardik Hanzo, bagaimana pun caranya dia harus membuat wanita itu berhenti bicara.
"Surat kontrak ini hanya untuk formalitas. Ada ataupun tidak surat kontrak ini, Tuan Zeon lah pemegang kendali. Jika Anda tidak bisa mematuhi Tuan Zeon, maka kami tak akan segan membalas semua pengkhianatan Anda."
Kedua mata Syeran mulai goyah ketika mendengar ucapan asisten Hanzo tersebut, Syeran bahkan sampai takut jika dia jatuh pingsan.
Dia butuh waktu untuk menenangkan diri.
Hentikan waktu, Batin Syeran.
Dan saat itu juga Syeran menduduki dirinya di sofa, menarik dan membuang nafasnya secara berulang.
Huh hah huh hah, terus seperti itu sampai dia tenang sendiri.
"Asisten Hanzo sangat menyebalkan," ucap Syeran.
"Aku harus menjawab apa untuk kata-katanya tadi, aku tidak mau disiksa."
Syeran kembali berpikir, coba untuk mengadu peruntungannya lagi. Menaikkan ego lebih tinggi lagi.
"Sepertinya aku memang harus pura-pura bunnuh dirri," gumamnya, lalu menelan ludah kasar.
"Tidak tidak, aku tidak mau mati lagi, sekarang usia ku masih 19 tahun, hidupku masih panjang."
Beradu argumen dan berpikir seperti ini benar-benar membuatnya lelah, Syeran bahkan merasa sangat haus.
Jadi dia putuskan untuk pergi ke dapur dulu dan meminum segelas air putih.
Setelah meneguk semua air itu, Syeran baru sadar bahwa beberapa benda tetap berfungsi saat dia sentuh. Semuanya tak benar-benar jadi batu. Seperti pena yang tetap bisa dia gunakan untuk menulis, seperti lift yang tadi masih bisa dia pakai. Dan sekarang air ini.
Di dapur itu ada Diena pula, jadi Syeran coba untuk menyentuhnya. Namun Diena tetap saja mematung.
"Entahlah, aku tidak tahu jelas bagaimana cara kerja kekuatan ini," gumam Syeran. Namun satu hal yang dia yakini, apapun itu kini harus lebih berhati-hati.
Selesai di dapur, Syeran kembali mendatangi ruang tengah. Dia kembali berdiri di posisi tadi, di hadapan asisten Hanzo yang juga masih berdiri dan di hadapan tuan Zeon yang sudah duduk di sofa.
"Waktu berjalan," ucap Syeran, setelah dia yakin berani melanjutkan tentang kenyataan.
"Padahal aku hanya menuntut hak ku tentang poin 1 di surat kontrak itu, jika aku dan tuan Zeon coba saling mencintai aku pun tak akan keberatan hamil sebanyak-banyaknya. Tapi kalian justru hendak merubah surat kontrak itu," kata Syeran, dia langsung bicara dan tak memberi kesempatan asisten Hanzo untuk menyela.
Syeran bahkan menatap Tuan Zeon lekat, semalam mereka telah menyatu. Benarkah tak ada hassrat untuk saling memiliki setelahnya?
Dari sorot mata itu Syeran menunjukkan rasa kecewa dan sedih.
"Jika ucapan ku kali ini tidak didengar, aku akan benar-benar membangkang. Terserah mau kalian apakan aku, bunnuh langsung juga tidak masalah," tambah Syeran, bicara dengan suaranya yang lirih, dia bahkan memasang wajahnya lesu. Seolah tak ada tenaga lagi untuk berdebat.
Padahal saat ini Syeran hanya sedang menjual kesedihan, Akhirnya cara seperti inilah yang Syeran pilih, bukan bunnuh dirri. Seperti memiliki dua wajah jika di kerajaan Atera.
Cara yang biasa digunakan oleh para selir, selalu berwajah sendu ketika mengharap belas kasihan Raja, padahal ketika di belakang Selir-selir itu tertawa dengan jumawa.
Syeran tidak menyangka, bahwa dia pun akan menggunakan cara menjijjikan seperti ini.
Syeran langsung duduk, tidak, bukan hanya duduk, dia bahkan langsung mengangkat kedua kakinya naik dan tidur di sofa itu, lalu memunggungi keduanya.
Seolah tak ada minat untuk melanjutkan hidup dan hanya tinggal menunggu hukuman.
Hanzo ingin kembali berucap, namun belum sempat mulutnya bersuara Zeon sudah lebih dulu mengangkat tangan kanannya.
Memberi isyarat agar Hanzo pergi.
Meninggalkan mereka berdua di sini.
Hanzo tidak pernah membantah, jadi dia langsung menundukkan kepalanya memberi hormat dan pergi dari sana.
Bahkan memerintahkan para penjaga untuk meninggalkan lantai 3.
Jangan sampai ada yang menganggu tuan Zeon.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
andi hastutty
🫣🤭
2024-08-18
1
Pena putih
ini kalo misal dibikin komik pasti banyak banget meme nya🤣🤣
2024-03-16
8
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
wahh keahlian si anak kodok kenapa bisa ada d syeran nih 😂😂😂😂
2023-12-12
8