Hanzo, Diena dan seluruh pelayan yang bekerja di mansion ini adalah yang paling tau bahwa tuan Zeon sangat membenci sentuhan seorang wanita.
Bahkan dia sampai membuat surat kontrak pernikahan untuk mencegah adanya hubungan yang sesungguhnya dengan Syeran.
Tapi apa yang terjadi saat ini? tuan mereka justru membiarkan begitu saja wanita itu memeluk lengannya.
Bahkan Dom berjalan mundur dan menjauh, biasanya anjing itu adalah yang paling posesif pada sang Tuan.
Jangankan orang asing, Hanzo saja masih sering diserang oleh Dom.
Bagaimana bisa nona Syeran ada di sini? jelas-jelas tadi dia bersamaku di balkon. Batin Diena. Otaknya berpikir keras untuk mencari jawaban, namun yang dia temukan adalah kebingungan.
Apa dia melompat? tapi aku tidak melihat saat dia melompat? apa dia menghilang lalu pindah tempat? astaga pemikiran macam apa itu!
Diena menggelengkan kepala, lalu segera melangkahkan kaki untuk mendekati sang Tuan.
Satu-satunya yang bisa dia lakukan saat ini adalah meminta maaf, karena di mansion ini nona Syeran berada di bawah tanggung jawabnya.
"Maafkan saya Tuan, saya lalai hingga nona Syeran bisa turun," ucap Diena, Dia menundukkan kepalanya begitu dalam. Tanda penyesalan yang teramat.
Diena tak ingin ditembak matti hanya gara-gara ini. Sumpah, dia tidak bersekutu dengan nona Syeran.
Dan mendengar ucapan Diena tersebut, Syeran semakin memeluk erat lengan sang suami. Dia tak ingin dipisahkan.
Namun keinginannya tak sejalan dengan kehendak tuan Zeon, karena kemudian tuan Zeon sendirian yang melepaskan tangan Syeran lalu mendorong wanita itu kepada Diena.
"Awh!" rintih Syeran, dorongan itu membuatnya merasa sakit.
Namun sungguh, Zeon tak peduli. Pria itu justru melangkah lebih dulu untuk pergi dari sana.
"Aku ingin bicara!" pekik Syeran.
Namun Zeon tetap melaju.
"Ini tentang surat kontrak kita!!" pekik Syeran lagi.
"Nona, diamlah! jangan memancing kemarahan tuan Zeon," mohon Diena dengan suara penuh penekanan.
"Tuan!!" pekik Syeran lagi, dia tidak mendengarkan ucapan Diena, namun teriakannya pun tidak di dengarkan pula oleh Zeon.
Hanzo lantas mulai melangkahkan kaki, dia melepas jas yang saat ini dikenakannya, lalu langsung menyerahkannya pada Diena.
"Pakaikan pada Nona Syeran. Saat ini memang panas, tapi gunakan baju yang sopan," ucap Hanzo.
"Maaf asisten Hanzo, aku tidak tahu bagaimana nona Syeran bisa ada di sini. Ku pikir kami hanya akan menghabiskan waktu di lantai 3," jawab Diena, Dia juga langsung memakaikan jas milik asisten Hanzo pada Syeran.
Setelah mendengar penjelasan Diena, Hanzo menatap ke arah nona Syeran, melihat wanita itu yang nampak murung. Hanzo menatap fokus pada kening wanita ini, dia tak ingin melihat ke arah lain. Tak ingin lancang memandang semua tanda merah di tubuh wanita itu.
"Jika ingin membicarakan tentang surat kontrak pernikahan itu Anda bisa membicarakannya dengan saya," ucap Hanzo.
Syeran yang tadi menurunkan pandangannya, kini perlahan mulai menatap ke arah asisten Hanzo.
"Baiklah, kalau begitu kita bicarakan sekarang," balas Syeran.
Dia kemudian masuk ke dalam rumah dengan tertatih, Diena bergerak cepat memapah untuk membantu jalan wanita itu.
Tanpa instruksi dari Diena, Syeran bisa menemukan jalan menuju lantai 3.
Lagi-lagi Diena merasa heran, bagaimana Syeran bisa mengetahui seisi mansion ini, padahal dia belum mengajaknya berkeliling.
Berarti dia tidak melompat, tidak pula berpindah tempat, berarti dia berlari menyusuri mansion ini. Tapi kenapa para penjaga tidak ada yang tau. Arght! aku harus segera memeriksa CCTV. Batin Diena.
Tiba di lantai 3, Syeran segera mengambil surat kontrak salinan yang dia punya.
Tanpa basa basi dia menunjukkannya pada asisten Hanzo yeng telah menunggu di ruang tengah.
Dalam pembicaraan itu Diena tidak ada di sana, hanya asisten Hanzo dan Syeran.
"Aku ingin mempertanyakan tentang poin 1," kata Syeran.
"Kenapa dengan poin 1?" balas Hanzo, dan dia pun mulai membacanya.
"Pernikahan berlangsung seumur hidup. dan penuh cinta. Bukankah itu artinya mematahkan semua poin-poin di bawahnya. Lalu kenapa aku diperlakukan seperti ini? bukankah harusnya aku dan tuan Zeon mulai saling belajar untuk mencintai?" cerca Syeran.
Hanzo terbelalak, tidak mungkin dia salah tulis.
Bagaimana ini? Batin Hanzo.
"Ini salah."
"Apanya yang salah?" balas Syeran cepat.
"Poin 1 isinya bukan seperti ini."
"Bagaimana bisa? aku dan tuan Zeon sudah menandatanganinya berdua. Berarti itu benar!"
Hanzo kehabisan kata-kata.
"Minta tuan Zeon untuk datang kemari," titah Syeran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Melani Sunardi
pintar.....
2024-10-22
0
andi hastutty
Buat zeon jatuh cinta
2024-08-18
2
Hairani Siregar
🤗🤗🥰🥰 Mancaaap Syeeran, bikin tuh pak suami sport jantung dgn sgla kelebihanmu.
2024-06-28
0