"Aku harus mencari tangga," ucap Syeran setelah dia meninggalkan Diena begitu saja.
"Astaga!" kagetnya kemudian setelah melihat ada dua penjaga yang dia temui di ruang tengah tersebut.
Tternyata apa yang diucapkan oleh Diena lagi-lagi benar, bahwa akan ada banyak penjaga yang selalu mengawasinya di rumah ini.
Syeran juga melewati begitu saja dua penjaga itu, dia berjalan dengan susah payah untuk mencari tangga agar bisa turun ke bawah sana. Luka-luka di kakinya belum sepenuhnya pulih, masih cukup terasa sakit meski saat ini dia menggunakan sandal rumahan yang nyaman.
Belum lagi inti tubuhnya yang terasa perih, makin membuatnya kesulitan untuk berjalan normal.
Jadi dengan langkah hati-hati Syeran menyusuri tiap sudut lantai 3 tersebut, tapi malah bukan tangga yang dia temukan, melainkan sebuah pintu yang nampak seperti lift.
Di kerajaan Atera, tidak ada alat seperti ini. Tapi Syeran yang sekarang sudah mengetahui tentang benda itu. Sebuah alat yang bisa digunakan untuk lebih cepat turun ke bawah sana.
Syeran tersenyum lebar.
Dia bersyukur karena bisa menemukan lift tersebut, karena dengan menggunakan lift ini tidak akan terlalu menyiksa dirinya.
Tombol telah Syeran tekan dan pintu terbuka. Ada 4 tombol pilihan di sana, lantai 1, 2, 3 dan roof top. Itu artinya atap mansion ini pun sering dikunjungi juga.
Namun saat itu Syeran menekan tombil 1.
Dan ketika sudah tiba di sana Syeran masih dibuat bingung di mana pintu keluarnya.
"Ya Tuhan, rumah ini besar sekali. Sudah Seperti kerajaan Atera," gumam Syeran.
Terpaksa Dia berjalan lagi untuk mencari pintu utama rumah tersebut, entah berapa lama sampai akhirnya Syeran melihat pintu berukuran besar dan cukup tinggi.
Di samping pintu itu pun ada dua penjaga yang berdiri dan makin yakinlah Syeran bahwa itu adalah pintu yang dia cari.
Dengan senyum yang semakin terukir di lebar di bibirnya, Syeran membuka pintu tersebut. Tak lupa dia pun menutupnya lagi.
Dan betapa leganya Syeran ketika dia melihat pemandangan di luar sana. Halaman luas adalah yang pertama kali dia lihat, pemandangan yang membuatnya bisa bernafas lega, seolah dia bebas, tidak hanya terkurung di dalam rumah.
Syeran lantas menatap ke arah jalanan, dari sini sang suami belum terlihat. Masih di jalanan ujung sana.
"Waktu berjalan," ucap Syeran.
Motor Zeon yang tadi berhenti kini telah kembali melaju, semuanya tetap berjalan normal bagi orang lain.
Hanzo pun ikut pergi bersama sang Tuan saat itu, dia mengiringi dari bekalang menggunakan mobil.
Zeon begitu terkejut ketika melihat seorang wanita berdiri di teras rumah, semakin dekat dia lihat bahwa itu adalah Syeran.
Dahi Zeon berkerut, dia bahkan langsung menghentikan motornya saat itu juga.
Hanzo pun ikut menghentikan mobil, sama-sama tercengang melihat nona Syeran ada di sana.
GUK!! bunyi Dom dengan suaranya yang sangat keras, ini adalah pertemuan pertama kalinya dia dengan gadis cantik itu. Dom rasanya ingin segera menyerang untuk keamanan sang Tuan, tapi dia tetap bertahan di posisinya sekarang, tak tega untuk menyerang mahluk cantik itu.
Wajah gadis cantik itu nampak berseri di pandangan Anjing tersebut.
Namun gonggongan Dom tersebut sudah berhasil membuat Syeran kaget, dia mendadak takut dan membeku di posisinya berdiri. takut jika dia berlari nanti anjing itu justru akan mengejarnya.
Saat Zeon turun dari atas motor, Hanzo pun turun dari dalam mobilnya.
Namun saat Hanzo hendak melangkah untuk mendekat, Zeon sudah lebih dulu mengangkat tangannya memberi isyarat agar Hanzo berhenti di tempatnya berdiri.
Zeon tidak memberi izin Hanzo untuk mendekati mereka.
"Tuan," lirih Syeran, dia merasa takut dengan anjing berwarna hitam itu.
Dan Zeon tidak langsung menanggapi ucapan wanita ini. Zeon justru lebih dulu memperhatikan penampilan Syeran dengan lekat. Gaun yang nampak terbuka dengan tubuh penuh tanda merah yang dia buat, pemandangan yang nampak begitu kontras.
GUK!! bunyi Dom lagi.
Syeran yang kaget dan takut seketika membatin Untuk menghentikan waktu.
Dan setelah waktu berhenti, Syeran mendekati sang suami dan memeluk lengan tuan Zeon untuk meminta perlindungan.
"Waktu berjalan," ucap Syeran lirih, dan saat itu juga dia memeluk erat sekali.
GUK!! Bunyi Dom lebih keras, awalnya memang tidak tega untuk menyerang tapi ketika melihat wanita itu sudah lancang menyentuh tuannya, Dom pun berlari hendak mengigit.
GUK!!
"Tuan! aku takut."
"Dom! hentikan!" titah Zeon.
Dom langsung menunduk dan mundur.
Sementara Hanzo sudah ternganga, sejak kapan mereka saling memeluk, batin pria itu.
Diena yang cemas karena Syeran hilang pun langsung memerintahkan semua orang untuk mencari, sampai akhirnya pintu utama itu terbuka dan banyak penjaga berlari hendak mencari.
Lalu terkejut saat melihat nona Syeran memeluk tuan Zeon di depan sana.
Diantara semua orang itu, kedua mata Diena adalah yang paling mendelik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
andi hastutty
Kekuatan yg aneh hehehe
2024-08-18
0
Cipika Cipiki
yaelaahh ada ya anjing yang mata keranjang 😆
2024-08-10
0
Rinnnnn🌺
aku mau dong punya kekuatan ky syeran /Grin/bs menghentikan waktu sama suami kalo lg marah²/Facepalm/
2024-07-31
1