Zeon kini membatu, bukan karena Syeran sedang menghentikan waktu, tapi karena sikap konyol yang ditunjukkan oleh wanita itu.
Sekarang Zeon sedang dikuasai oleh amarah, dia bahkan telah siap memcambuk Syeran menggunakan ikat pinggangnya, namun wanita itu justru bersikap seperti ini.
Menanggalkan gaun pengantinnya dan hanya menunjukkan diri dengan penutup inti, bra yang membungkus dua dadda itu, dan kain segitiga di bawah sana.
Syeran seketika tak punya malu, dia tak ingin dicambuk. Cukup di masa lalu saja hidupnya menderita, kini Syeran tak mau lagi.
"Tapi aku sangat haus dan lapar," lirih Syeran lagi. Dia sudah tak bisa menahan hal ini, jadi sekarang sangat mengharapkan belas kasihan Tuan Zeon.
"Lepas semuanya, baru aku akan memberi mu makan," balas Zeon, suaranya masih penuh dengan penekanan.
Meski Syeran merintih haus dan kelaparan, namun dia tetap tak bisa mempercayai wanita ini.
Benarkah Syeran akan dengan sukarela menyerahkan semuanya?
Disaat semua usaha untuk membebaskan diri dia lakukan.
Cih! Zeon sampai berdecih, dia tidak akan percaya semudah itu.
Jadi untuk melihat kesungguhan Syeran, Zeon ingin melihat wanita itu sepenuhnya telanjjang.
Dia tak mau melihat satu pun penghalang.
Dan mendengar perintah Tuan Zeon, kini giliran Syeran yang membatu. Awalnya dia bisa menahan semua rasa malu. Namun saat ditantang seperti ini, seketika Syeran tak punya nyali.
Bagaimana mungkin dia menanggalkan ini semua sendiri? bukan hanya malu, Syeran merasa harga dirinya pun telah tiada.
Di saat gamang, Syeran kembali melihat ikat pinggang itu. Tali kuat yang masih digenggam oleh tuan Zeon.
Tidak Syeran, jangan berpikir bahwa dia adalah Tuan mu. Pikirkan lah bahwa dia adalah suami mu. Batin Syeran.
Suami ku, ya suamiku.
Dengan berpikir seperti itu, Syeran mulai bisa mengendalikan dirinya sendiri. Rasa takut itu ditepis, rasa malu dia buang jauh-jauh.
Dengan kedua mata yang menatap ke arah bawah, Syeran mulai melepaskan semuanya di atas ranjang.
Sampai tubuhnya benar-benar polos di hadapan Zeon.
Melihat pemandangan itu, Zeon mundur perlahan. Sebelum akhirnya dia benar-benar pergi menuju pintu kamar ini.
Zeon keluar dan memerintahkan anak buahnya untuk segera menyiapkan dua porsi makan malam.
Hanzo mengerutkan dahi sesaat, sebelum akhirnya tau sendiri bahwa makan malam itu untuk nona Syeran. Karena sejak pesta pernikahan tadi Hanzo belum melihat nona Syeran makan sekalipun.
"Baik Tuan," jawab anak buah itu patuh.
Setelah Zeon kembali masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu tersebut, dia duduk di sofa dan menyaksikan Syeran yang masih bertelanjjang diri di atas ranjang.
Ini bukanlah kali pertama Zeon melihat tubuh polos seorang wanita, itulah kenapa dia merasa tidak heran.
Desiran di dalam dirinya pun mampu dikuasai dengan baik.
Sementara Syeran tak tak tau harus bagaimana lagi.
Apakah aku akan makan dalam keadaan seperti ini? batin Syeran, dingin AC kamar itu mulai membuatnya terpengaruh, namun Syeran tetap tak berani menggerakkan kedua tangannya sendiri untuk memeluk tubuh.
Syeran hanya bisa menikmati rasa dingin yang menyiksa.
Hingga akhirnya makanan itu datang dan tuan Zeon menyajikannya di atas meja.
"Makan," titah Zeon, suaranya terdengar penuh dengan penekanan.
Syeran, mau tidak mau akhirnya melangkahkan kakinya yang terluka.
Setapak ... dua tapak ... Perlahan hingga akhirnya dia duduk di kursi meja itu.
Syeran begitu bersyukur, dia masih bisa menikmati semua makanan ini. Di kerajaan Atera masih banyak rakyat yang kelaparan.
Dan di saat Syeran mulai menyantap makanannya, Zeon pergi dari sana. Dia kembali duduk di sofa dan memperhatikan.
Cara makan Syeran membuatnya heran.
Duduknya tegap dan begitu perlahan.
Apa dia pikir dia seorang Ratu?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Yeni Fitriani
jd kebiasaan sikapnya msh sperti disaat zeran menjadi Ratu....cara makan yg elegan
2025-02-10
0
YuWie
yo mmg ratu tapi duluuuu si kehidupan sebelumnya.
2024-12-20
0
andi hastutty
Ratu
2024-08-18
1