Zeon terus menatap pelacak berwarna hijau yang ada di layar ponselnya. Tanda itu hanya diam menandakan bahwa Syeran terdiam di sana, bersembunyi di gedung kosong itu.
Chip GPS tersebut sudah Zeon pasang jauh-jauh hari, sebelum pernikahannya dengan Syeran terjadi. Markus memasangkan chip itu tepat di tengkuk Syeran saat sang anak terlelap. Chip transparan dan begitu lembut hingga menyerupai warna kulit.
Syeran tak akan pernah menyadari bahwa chip itu terpasang di sana.
Sementara Hanzo terdiam seribu bahasa, Dia tak tau harus menjawab apa pertanyaan sang Tuan.
Bagaimana bisa Syeran ada di sana? di tempat yang begitu jauh.
Dua penjaga mengatakan Syeran tidak pergi melalui pintu kamar, Hanzo bahkan baru saja pergi selama 20 menit hingga dia kembali lagi ke kamar ini.
Sementara untuk tiba di tempat itu Syeran membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Lalu bagaimana bisa wanita itu kabur secepat ini.
Semuanya terasa seperti di luar nalar.
"Berikan laptop ku," titah Zeon.
Tanpa kata Hanzo menyerahkan laptop milik sang Tuan, benda pipih itu sudah seperti senjata yang paling mengerikan di jaman sekarang.
Meski tak lagi menjadi Mafia di kota Servo, namun Zeon tetap menggunakan semua keahliannya hingga detik ini, meretas data, melacak CCTV dan tindakan ilegal lainnya.
Semuanya dia lakukan melalui laptop kecil ini, laptop yang masih menyimpan sistem Darkness.
Zeon meretas semua CCTV hotel, memutar waktu di jam 06.00, semua adegan dia melempar Syeran ke atas ranjang berputar jelas di layar laptop tersebut. Hanzo bahkan menatapnya lekat pula, seolah tak ingin kehilangan momen meski hanya sedikit.
Sampai di menit 06.09 tiba-tiba CCTV tersebut rusak, muncul banyak titik hitam putih tanda eror.
"Shiitt!" umpat Zeon, jika seperti ini maka dia tak bisa melacak lagi.
"Bawa gadis itu kembali, buat dia tidak sadar dan bawa ke mansion," titah Zeon.
Kini pria itu tengah mengendalikan emosi. Zeon bahkan berulang kali menarik dan membuang nafasnya kasar.
"Baik Tuan," balas Hanzo patuh.
Di gedung tempat Syeran bersembunyi, gadis itu tadi terlelap sesaat karena begitu lelah.
Kini saat dia membuka mata malam sudah tiba, di luar sana nampak gelap dan hanya terang karena lampu jalanan, lampu kendaraan yang lalu lalang, dan lampu-lampu pusat perbelanjaan yang masih beroperasi.
"Aku lapar sekali," gumam Syeran, awalnya dia ingin kabur tanpa perlu menghentikan waktu. Namun kini tiba-tiba dia lapar sekali dan terpaksa ingin menghentikan waktu untuk mengambil makanan di rumah makan itu.
"Waktu berhenti," ucap Syeran, namun yang terjadi tak sesuai dengan keinginan wanita itu.
Semuanya masih berjalan seperti biasa, tak ada yang membeku.
"Waktu berhenti!" ucap Syeran dengan suara yang lebih tinggi, dia bahkan mulai bangkit meski tubuhnya merasa lemas.
Dan ternyata dia tak bisa lagi menghentikan waktu itu.
"Pasti ada alasannya," gumam Syeran.
"Tapi apa?" ucap wanita itu lagi.
Diantara kebingungannya Syeran keluar dari gedung terbengkalai itu, beberapa orang seketika melihat ke arahnya.
Wanita dengan gaun pengantin yang nampak acak-acakan, bahkan keluar pula dari gedung kosong itu.
Hentikan waktu, batin Syeran. Tapi nyatanya waktu tetap berjalan.
Aku tidak akan mencuri makanan itu, aku janji, jadi aku mohon, hentikan waktu.
Syeran menatap nanar pada sekitar, pada waktu yang masih berjalan.
Apa aku hanya bisa menghentikan waktu di hadapan pria itu? batin Syeran kemudian, namun belum sempat dia berpikir lebih jauh, tiba-tiba tengkuknya dipukul oleh seseorang.
Bugh! dan akhirnya Syeran jatuh pingsan.
Dengan sekali gerakan, Hanzo membawanya pergi dari sana.
Menuju mansion Tuan Zeon.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
YuWie
saakemen ran
2024-12-20
0
Cipika Cipiki
kejam sekali 😭😭 ga adakah cara lain untuk membuatnya pingsan, kan bisa dengan bius kenapa harus di pukul 😭😭
2024-08-10
2
Cipika Cipiki
mungkin kekuatannya hanya bisa di gunakan sampai 3 x saja 🥺
2024-08-10
0