Syeran terus berlari jauh sekali, dia tak tau harus kemana dan hilang arah. Yang ada di dalam benaknya hanyalah pergi sejauh mungkin, bersembunyi di tempat yang tak bisa ditemukan oleh pria itu.
Perasaan Syeran dia sudah berlari dalam jangka waktu yang sangat lama, namun matahari tak bergerak, masih dengan senja yang sama di ujung sana.
Kadang Syeran lupa bahwa dia telah menghentikan waktu.
Kini Syeran sungguh merasa lelah, dia menghentikan langkah kakinya di sebuah di sebuah gedung yang nampak kusam dan sepi.
Kedua kaki Syeran sudah tak beralas, dia telah membuang heels tinggi yang dia kenakan untuk pernikahan tadi.
Ada luka di kakinya, karena terbakar jalanan yang panas. Namun Syeran tak merasakan kesakitan. Tekadnya jauh lebih kuat dari pada rasa sakit itu.
Dia harus kabur.
Nafasnya memburu. Namun karena dunia ini begitu sepi, suaranya mampu Syeran dengar dengan jelas.
"Sepertinya gedung ini tidak dipakai lagi, aku akan bersembunyi di sini." Gumam Syeran.
Dia lantas masuk dan meringkuk di sana, bersembunyi bahkan dari cahaya matahari.
Syeran menatap ke arah jalanan dari cela kecil ada di sana, dan saat dia mengatakan "Waktu berjalan."
Mobil-mobil itu pun kembali melaju dengan cepat.
Syeran memejamkan mata sesaat, merasakan lelah yang tak terkira. Syeran tersenyum karena telah berhasil bersembunyi di tempat ini.
"Setelah tenaga ku pulih, nalam nanti aku akan berlari lagi," gumamnya yakin.
Di hotel.
Zeon masih coba melepaskan celananya, namun seketika pergerakan itu terhenti saat dia tak melihat gadis itu ada di sini.
"Dimana dia, bukankah ada di sini?"
Zeon mengurungkan niatnya untuk melepaskan celana itu. Dia melihat pintu yang masih tertutup lalu memeriksa seisi kamar tersebut.
Tapi dimana pun dia tidak menemukan Syeran.
"SYERAN!!" pekik Zeon, suaranya sampai menggema di kamar hotel tersebut.
Tapi gadis yang telah membuatnya marah tetap tak muncul di hadapannya.
"Shiitt!" umpat Zeon, dia telah mengeluarkan uang 3 miliar untuk membeli gadis itu. Tapi sekarang dia seperti pengemis untuk tujuannya sendiri memiliki anak.
"Bagaimana gadis itu bisa pergi!"
Dengan rahang mengeras, Zeon pun keluar dari dalam kamar itu dan menemui dua anak buahnya.
"Apa yang kalian lakukan di sini?! apa kalian tidak lihat bahwa Syeran telah pergi!!" bentak Zeon.
Sumpah, gadis itu telah benar-benar memancing amarahnya.
Sementara dua penjaga itu seketika bingung bukan main, sejak tadi mereka ada di sini dan tidak melihat siapapun yang keluar dari dalam kamar itu. Kini justru Tuan Zeon lah yang membukanya sendiri.
"Maaf Tuan, tapi kami berani bersumpah. Sejak tadi pintu tidak terbuka sedikit pun. Tuan lah yang saat ini membukanya," jelas salah satu penjaga.
Zeon terdiam sesaat, tak mungkin anak buahnya berbohong. Dia bahkan memberikan hukuman matti untuk anak buahnya yang berkhianat.
"Minta Hanzo untuk datang," titah Zeon.
"Baik Tuan."
15 menit waktu telah berlalu.
Kini Hanzo telah kembali tiba di kamar hotel tersebut.
Zeon juga telah memakai kemejanya lagi, lengan panjang itu dia gulung sampai ke siku.
Zeon menatap layar ponselnya dan melihat keberadaan Syeran saat ini, melalui pelacak GPS yang telah dia pasangkan di tubuh wanita itu.
Jaraknya cukup jauh dari hotel ini, harusnya Syeran membutuhkan waktu 30 menit untuk berlari ke tempat itu, tapi gadis itu seperti hilang dalam sekejap.
"Bagaimana dia bisa pergi sejauh ini?" tanya Zeon.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Cipika Cipiki
heran kan bang 😄
2024-08-10
1
Cipika Cipiki
lah kapan masangnya bang 😄 duh kayak Rilly ajah nih ada GPS di tengkuknya 😄
2024-08-10
0
~v
zeon jangan nyakitin perempuan lgi , ingat Airin zeon
2024-04-20
2