Selesai penandatanganan surat kontrak pernikahan itu, Hanzo segera mengambilnya salah satu, sementara satunya lagi tetap berada di atas meja.
Surat kontrak itu ada 2 salin, 1 untuk disimpan oleh Syeran dan 1 lagi akan disimpan oleh tuan Zeon.
Markus sudah tersenyum-senyum sejak tadi, betapa bahagianya dia atas pernikahan ini. Atas penandatanganan kontrak yang berjalan dengan sempurna.
Karena setelah ini dia akan menerima bayarannya.
Asisten Hanzo lalu mengeluarkan sebuah kartu debit berwarna gold dan dia letakkan di atas meja. Dia dorong kartu itu mendekati Markus.
Syeran begitu teriris hatinya melihat pemandangan tersebut, bahkan sang ayah pun tersenyum begitu lebar. Tak ada sedikitpun penyesalan setelah menjual dia pada tuan Zeon.
Seharga 3 Miliar.
Tanpa sadar ada air bening yang jatuh dari kedua mata Syeran, tangis yang semakin deras mengalir saat mendengar asisten Hanzo bicara ..
"Mulai hari ini Nona Syeran telah jadi milik tuan Zeon, anda tidak punya hak apapun," ucap Hanzo.
Langit di atas kepala Syeran serasa runtuh, selama ini dia telah melakukan segala cara untuk membuat sang ayah menatapnya berharga. Syeran bekerja serabutan dan semua uang dia serahkan pada sang ayah.
Tapi ternyata semua itu masih kurang sampai Markus harus menjualnya juga.
Dengan cepat, Markus mengambil kartu debit tersebut, memeluknya erat memperlakukannya dengan sangat berharga.
"Berhenti lah menangis Ran, menikah dengan Tuan Zeon adalah sebuah keberuntungan untuk mu," ucap Markus, begitu tega.
"Anda tidak perlu bicara apapun pada Nona Syeran, lebih baik sekarang juga Anda pergi meninggalkan hotel ini," balas asisten Hanzo.
Markus bukan lagi ayah nona Syeran, bukan pula seseorang yang harus dia hormati. Karena asisten Hanzo memperlakukannya dengan begitu dingin.
Namun Markus sungguh tak terganggu sedikit pun dengan perlakuan itu, dia justru mengangguk antusias dan segera bangkit dari duduknya dengan kasar.
Bahkan suara kursi yang di dorong ke belakang terdengar begitu jelas.
Tanpa kata-kata lagi, Markus segera meninggalkan kamar tersebut.
"Pa," panggil Syeran.
Tapi sang ayah sudah tak peduli lagi padanya.
Syeran menunduk, tak kuasa melihat kepergian sang ayah dan menyaksikan pintu itu tertutup.
Meninggalkan dia seorang diri di sini.
"Jangan menangis, tuan Zeon paling tidak suka melihat orang lain yang menunjukkan kelemahannya. Jika anda bersedih, simpan untuk diri anda sendiri," ucap asisten Hanzo setelah pintu kamar itu kembali tertutup.
Kalimat yang membuat sesak makin terasa jelas di dadda Syeran.
"Malam ini Anda akan menghabiskan malam bersama tuan Zeon, saya permisi," ucap asisten Hanzo lagi, lalu pergi.
Syeran hanya terdiam, dia masih menunduk. Syeran tidak melihat kepergian asisten Hanzo, hanya mampu mendengar suara langkah kaki pria itu menjauh meninggalkan tempat ini.
Tempat yang makin terasa mencekam setelah tak terdengar suara dingin dari mulutnya.
Syeran membeku tak tau harus melakukan apa.
Waktu berhenti. ucap Syeran di dalam hati.
Apakah benar waktu masih berhenti seperti tadi? batinnya lagi. Dia masih tak yakin hal ini akan bekerja untuk seterusnya.
Dengan perlahan Syeran mengangkat wajahnya, sampai melihat Tuan Zaon yang kembali membeku.
Syeran mengangkat tangan kanannya dengan ragu, menggoyang-goyangkannya di hadapan tuan Zeon dan pria itu tak merespon.
Syeran melihat jam dinding lagi dan waktu benar-benar berhenti.
Di antara hatinya yang gundah, kini Syeran bisa tersenyum.
Waktu berjalan. Batin Syeran, dan saat itu juga dia lihat tuan Zeon yang berkedip.
Detik jam pun kembali berputar ke arah kanan.
Syeran tersenyum lagi, meski senyum yang sangat kecil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ᭄
latih dirimu agar menjadi kuat syeran, lawan mereka yg semena mena terhadapmu
2025-01-02
0
Romi Yati
jngan jdi wanita lemah seran...kau punya kekuatan...kendalikan semuanya
2025-02-02
0
Hariyanti
thor... magic bgt 😍
2025-01-26
0