Negosiasi Nona Cassandra

Cassandra menatap mata Pras dengan berani.

Setelah tahu identitas asli Pras, ia kan tidak menganggap pria itu guru musik di sekolahnya lagi. Cassandra menganggap Pras sebagai musuhnya.

"Saya teman band-nya Hugo sebelum dia terkenal. Dulu saya gitaris. Tapi saya bisa alat musik lain karena hobi main musik sejak kecil. Entah kamu tahu papa saya atau nggak, tapi dia juga suka musik.

Saya main drum, bass, piano, gitar; semua sejak kecil. Suara saya memang nggak bagus-bagus amat. Hugo pun juga sama. Suaranya nggak terlalu bagus, kok. Nggak ngerti kenapa kamu idolain dia sampai akun media sosial kamu lebih mirip akun fan base-nya saking seringnya kamu post..."

"Seenggaknya Hugo ganteng!" Cassandra lalu melipat dadanya dengan kesal.

Oh, jadi tema pembicaraan ini berubah mendadak menjadi soal Hugo.

Cassandra sangat tidak terima Pras mengatai Hugo-nya tidak punya suara sebagus itu. Ya memang sih.

Tapi bagi seorang idola, suara bagus saja tidak cukup, kan? Hugo tahu kemampuannya dan lagu apa yang cocok buat dia. Hugo paket lengkap saat di panggung. Ganteng, fan service-nya bagus, kharismatik, menyenangkan, band-nya juga solid ngimbangin dia.

Pras terdiam di tempat. Tangannya masih memegang handphone-nya. Ia tertawa pelan.

Oh! Oke! Calon istri 19 tahunnya ini ternyata mengidolakan Hugo sebegitunya.

"Oh Cassandra andai kamu tahu kelakuan bengal Hugo sejak SMA. Parah lagi waktu dia kuliah bersamaku di Singapura. Hugo tidak sesempurna itu. Sebagai sesama lelaki pun kadang aku merasa tingkah play boy-nya cukup menjijikkan!"

Ingin rasanya Pras bilang begitu. Tapi kata-kata yang keluar dari mulutnya justru hal lain.

"Oke. Iya saya dan semua orang mengakui kalau Hugo keren. Udahlah, Cassandra. Kuta sudahi pembahasan soal Hugo. Bisa nggak sih kita bicara soal kita. Di sini. Mumpung kamu nggak bisa kabur lagi dari saya.

Kamu tahu kan cepat atau lambat kita harus segera membicarakan soal perjodohan kita?" Pras mulai melunak dan meluncarkan seluruh ilmu komunikasinya yang ternyata tak mempan untuk sekedar membuat Cassandra menatap padanya tanpa rasa jijik.

"Oke. Dimana? Di situ?" Cassandra menunjuk ke arah kursi yang baru setengah baris Pras bereskan tadi.

Pras mengangguk. Cassandra lalu duduk dan melempar tasnya ke lantai dengan gerakan kesal bercampur malas.

Ya, Cassandra akhirnya sadar juga. Mau menghindar bagaimana pun toh pada akhirnya ia harus menghadapi semua ini.

Apalagi setelah sadar keberadaan ia dan Pras di sini tak lain dan tak bukan juga karena skenario papanya dan papa Pras alias Om Arik.

"Kamu nggak duduk? Mau berdiri di depan aku begitu kayak lagi ngomong sama murid? Kamu bilang mau bicara soal kita. Seharusnya kita setara. Kamu ambil kursi dan duduk di depan saya!" Cassandra dengan dingin memakai kata ganti aku-kamu pada Pras yang sejak tadi bicara formal.

Pras menyimpan handphone-nya di kantong celananya lalu tersenyum.

Ah, seharusnya tak boleh ia terlalu kaget begini dengan kelakuan ajaib Cassandra. Papa Cassandra alias Prambodo sudah memperingatkannya sejak awal.

"Maaf ya kalau putri saya agak-agak lain kelakuannya. Maka dari itu saya butuh kamu Pras untuk menjadi suaminya dan membimbing dia. Saya takut kalau saya meninggal anak itu akan kehilangan kontrol dan masa depannya rusak sendiri karena ketidak hati-hatiannya.

Cassandra itu seperti rusa liar di hutan. Cantik dan lincah, tapi susah ditangkap. Susah ditaklukkan. Ibaratnya kalau kamu panah dia atau perlakukan dia dengan keras, dia akan mati.

Saya tahu kamu cukup dewasa dan matang untuk mengerti dia. Rusa yang cantik hanya perlu diluluhkan, digiring pelan hingga masuk rumahmu dan tak ingin keluar lagi karena nyaman.

Tolong ya, Pras."

Kini akhirnya Prastyo Hakka Gudono baru paham betul arti ucapan calon mertuanya itu.

Kenyataan kalau Cassandra cantik memang betul. Kenyataan kalau kelakuan Cassandra agak liar dan seenaknya memang betul juga.

Sret!

Pras menarik kursi lalu duduk tepat di depan Cassandra. Ia sengaja mengambil jarak yang agak dekat dan berpikir mungkin Cassandra akan salah tingkah tapi ternyata ia salah.

Cassandra justru menatap Pras dengan mata bulatnya yang tajam dan cokelat itu. Yang justru salah tingkah justru Pras.

Sret!

Pras berdiri dan menggeser kursi agak mundur begitu sadar triknya tidak akan berguna.

"Ehm..." Pras berdehem untuk mengusir rasa gugupnya.

Ah, rasanya lebih gugup berada dalam situasi ini dibandingkan dulu ketika Mayasa hendak memperkenalkan dirinya di depan ketiga anaknya.

"Buruan. Mau mulai dari mana? Apa aku yang mulai duluan. Oke?" Cassandra melipat tangannya ke dada lagi dan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dengan posisi bossy.

Pras hendak menyahut tapi Cassandra keburu memotong.

"Oke. Pertama kita bahas soal kamu yang freak cari tahu soal aku di akun sosial media lalu bawa-bawa Hugo.

Kedua. Aku nggak suka trik sampah kamu ini yang nyamar jadi guru. Aku nggak mau ya lihat kamu di sekolah. Sekolah ini aja udah bikin aku muak. Kalau bukan karena Papa aku udah keluar. Setahun ini aja aku tahan-tahan sampai lulus. Nggak kebayang harus lihat muka nyebelin kamu setiap hari!

Jangan nambah-nambah masalah, deh! Itu dulu kita bahas sebelum masuk ke topik jodoh-jodohan nggak jelas kita itu!" Cassandra mulai bicara dengan suara berapi-api.

Pras berusaha tersenyum dan bersikap setenang mungkin.

"Oke, soal aku di sini, semua sudah diatur sampai Papa kamu repot-repot nego sama pihak sekolah soal ini. Uang yang dikeluarin juga nggak sedikit. Bangun ruangan ini, beli perlengkapan musik, dan semua ini demi siapa? Demi kamu, loh.

Saya di sini buat jagain kamu seperti pesan Papa kamu. Kayak yang kamu bilang tadi. Cuma tinggal setahun ini, kan? Tahan-tahanin. Begitu kamu lulus, saya juga akan keluar dari sekolah.

Lalu yang kedua soal saya yang stalking kamu. Loh, itu kan karena kamu nggak mau ketemu saya. Otomatis saya cari tahu sendiri dong. Lagian kamu overshare di akun media sosial kamu yang nggak kamu privasi itu. Salahnya dimana? Kamu juga cari tahu soal saya lewat internet. Sama aja, kan?

Yang terakhir soal saya bawa-bawa Hugo. Aduh Cassandra..." Pras menghembuskan napas panjang, pura-pura muak.

Cassandra ingin mengabaikan tapi dalam hati ia ingin tahu lebih lanjut soal Hugo.

Hugo adalah tipenya. Hugo itu cowok impiannya. Ia ingin tahu soal Hugo dari orang yang mengenalnya secara pribadi.

"Saya sama Hugo kenal dekat. Kamu pikir waktu acara ulang tahun perusahaan dan datangin BigHigh Band di event besar itu karena siapa? Ya karena saya kenal dekat sama Hugo-lah.

Saya bisa rekomendasiin nama kamu di project Hugo. Kamu tahu kan kalau dia mau buat video klip kolaborasi sama fans? Hugo pasti mau masukin nama kamu ke list dia kalau dia tahu kamu calon istri saya."

Kata-kata Pras di akhir kalimat membuat Cassandra membulatkan matanya dengan antusias.

Yah! Dia tahu betul Hugo akan mengajak fans-nya untuk menjadi model dan turut andil video klip untuk album barunya. Dan Pras punya akses itu...

"Serius kamu bisa bantu? Serius kamu dekat sama Hugo?" Dan nada suara Cassandra langsung berubah.

Pras menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tatapan heran. Tak menyangka Cassandra yang bertingkah macam preman padanya barusan bisa berubah seketika menjadi bersikap lebih manis hanya karena ia menyebut nama "Hugo."

Cassandra terus menatap Pras yang bukannya menjawab, tapi ia justru mengeluarkan handphone-nya lagi dari kantong celannya.

Entah apa yang ia lakukan tapi beberapa detik kemudian Cassandra bisa mendengar suara nada tunggu.

Siapa yang Pras telpon? Hugo? Entah kenapa jantung Cassandra mau melompat begitu mendengar suara 'halo' yang ia kenali sebagai suara Hugo.

"Ya ampun, Hugo!" Cassandra berteriak girang dalam hati.

BERSAMBUNG ...

_____

Tinggalkan jejak komentar dan suka ya untuk next episode.🥰

Terpopuler

Comments

Hesty Mamiena Hg

Hesty Mamiena Hg

Berasa ngomong sendiri disini.. mana yg lain? 🤭

2023-08-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!