Cross Feel

Anya menelan ludahnya kasar saat melihat penampilan Axel yang sengaja tidak mengenakan baju.

Dada bidang Axel dipadukan dengan perutnya yang sixpack membuat tubuh atletis nya tampak begitu menggiurkan di mata Anya.

Meski usianya sudah hampir menginjak angka 40, Axel masih tampak sangat muda dan pantas jika disandingkan dengan anak mahasiswa sebaya Anya.

Untungnya, Anya masih bisa mengkondisikan dirinya sendiri dan menahan air liburnya yang hampir menetes karena pemandangan luar biasa di depannya.

"Oh, Abang udah pulang ya?" balas Anya sambil kembali fokus memainkan ponselnya.

"Anya belum ngantuk kok, jadinya belum tidur deh! Abang kalo udah capek, langsung istirahat aja!" lanjut Anya lagi seolah tidak peduli dengan Axel yang ada di depannya.

"Abang juga belum ngantuk, kok, sayang!" timpal Axel yang sengaja menyematkan panggilan sayang di ujung kalimatnya.

Deg!

Kali ini Anya terhenyak mendengarkan panggilan dari Axel. Debaran jantungnya seketika bertalu-talu dan membuatnya merasa sesak.

Tidak hanya itu, pipinya juga mulai merona dan terasa panas. Namun, Anya masih tetap fokus memainkan ponselnya untuk menghilangkan rasa canggung nya kali ini.

"Oh!" timpal Anya yang super duper singkat membuat Axel langsung mengernyitkan dahinya.

'Apa gadis belia ini sudah tidak normal ya?' gumam Axel dalam hati.

'Bisa-bisanya ia mengabaikan begitu saja. Padahal kali ini aku tengah menggodanya dengan terang-terangan!' batin Axel.

Tak lama kemudian Axel bersin-bersin dan mencoba untuk menarik simpatik dari Anya.

"Sayang, dingin banget nih!" ucap Axel sambil memindahkan kursinya ke samping Anya dan berharap penuh agar Anya mau mendekapnya dan memberikan kehangatan untuknya.

Sayangnya bukan dekapan yang ia dapatkan, melainkan omelan kecil dari mulut Anya yang menyalahkannya berada di balkon dengan tidak mengenakan baju.

"Masuk aja ke dalam, Bang! Udah tau di luar itu dingin, ini kenapa Abang malah gak pake baju coba?" balas Anya tanpa mengalihkan perhatiannya yang masih tertuju memandikan ponsel.

"Kamu nih kenapa gak peka banget sih jadi istri!" gerutu Axel sambil berdiri. "Udah tau suaminya kedinginan, ini bukannya dipeluk, tapi malah diomelin habis-habisan!"

Dengan kesal Axel membalikkan tubuhnya dan beranjak masuk ke dalam kamar. Sedangkan Anya langsung bangun dari tempat duduknya dan mengejar langkah Axel.

"Sini biar Anya peluk bentar!" ucap Anya sambil melingkarkan tangannya dari belakang dan memeluk Axel.

Senyum Axel langsung terukir di wajahnya. Pelukan Anya kali ini benar-benar memadamkan api amarahnya yang berkobar.

"Abang tadi dari mana sih?" tanya Anya kemudian sambil mengendurkan pelukannya. Namun Axel langsung menarik tangan Anya dan menahannya agar tetap melingkar memeluknya.

"Kan abang udah bilang kalo malam ini Abang pergi sama Hellen."

"Ke acara puncak festival budaya kan? Perasaan di sana kan ramai orang, gak mungkin kan ada setan atau jin yang nempel di tubuh abang dan kebawa sampai di sini!"

Ucapan Anya kali ini membuat Axel langsung berbalik dan menarik dagu Anya ke atas. Kini kedua netra mereka saling bertemu dan membuat Anya sedikit kikuk dibuatnya.

"Maksud kamu apa?" tanya Axel.

"A-ab-abang gak lagi kesambet kan? Atau - - abang baru dapet ultimatum dari istri pertama abang ya untuk terus pendekatan sama Anya?"

Pertanyaan Anya kali ini membuat Axel sangat gemas mendengarnya. Ia pun mulai mengikis jaraknya dengan Anya membuat Anya cepat cepat memalingkan wajahnya dan menjauh dari Axel yang hampir saja mencium bibirnya.

"Kalo memang abang berakting karena ultimatum dari Miss Hellen, abang tenang saja. Sebentar lagi, selepas datang bulan, Anya pasti akan penuhi janji Anya kokbuat mengandung anak dari Bang Axel."

Anya kini berjalan menuju ke sofa depan TV dan langsung merebahkan tubuhnya di sana. Sedangkan Axel hanya bisa mengusap wajahnya kasar.

'Kenapa dia sama sekali tidak menghargai usahaku yang ingin dekat dengannya?' gumam Axel dalam hati.

'Apa Anya hanya benar-benar menjalankan apa yang tertulis dalam perjanjian kontrak tanpa ada perasaan apa-apa?'

'Dan kenapa justru aku yang terlebih dahulu terkecoh dengan perjanjian ini dan memiliki perasaan cinta untuk Anya?'

'Gak! Gak bisa! Ini gak boleh terjadi! Tapi aku harus bagaimana?'

Axel mulai kalang kabut dengan perasaannya terhadap Anya. Saking bingungnya, Axel pun memilih naik ke atas tempat tidurnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut.

Sedangkan Anya sendiri hanya bisa menghela nafasnya panjang dengan berbagai pertanyaan yang menumpuk di dalam pikirannya.

'Malam ini kenapa Pak Axel beda banget ya? Bukannya sebelumnya dia benar-benar enggan untuk berdekatan denganku?'

'Bahkan sampai aku harus menggunakan cara jitu untuk merendahkan harga diriku sendiri dan merayu nya!'

'Tapi, malam ini Pak Axel justru memanggilku dengan panggilan sayang dan tampak sengaja menggodaku dengan tubuh atletis nya!'

Anya menutup wajahnya rapat-rapat dan tersenyum mengingat apa yang baru saja terjadi dengan mereka.

'Kenapa jadi berbalik kayak gini sih? Bahkan saat aku hendak mengendurkan pelukanku, Pak Axel justru menariknya kembali seperti enggan melepaskan ku!'

Anya kemudian menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya perlahan.

'Huft, sepertinya Miss Hellen terlalu menekan suaminya malam ini untuk menjalin hubungan dekat denganku!'

'Tenang saja, Miss! Aku bukan orang yang ingkar janji! Aku akan menjalani peranku dengan sebaik-baiknya sebagai istri muda Pak Axel dan juga madu mu!'

Anya pun kemudian bangun dari sofa dan kemudian berjalan menuju ke tempat tidur Axel.

"Anya! Kamu mau apa?" tanya Axel.

"Badan aku sakit semua kalo tidur di sofa, Bang! Jadi malam ini aku mau tidur di sini aja!" jawab Anya.

"Kalo abang gak mau berbagi tepat tidur sama Anya, abang bisa kok tidur di sofa!" lanjutnya lagi.

'Siapa bilang abang gak mau berbagi tempat tidur sama kamu!' balas Axel, sayangnya ia menjawabnya dalam hati dan dipastikan Anya tidak bisa mendengarnya.

'Ini justru hal yang sangat abang tunggu!' batin Axel bersorak gembira.

"Tidur aja di situ!" balas Axel sambil membalikkan tubuhnya membelakangi Anya.

'Tuh kan? Pak Axel itu gak bener-bener anggap aku istri yang sebenarnya. Aku yakin, dia hanya ditekan oleh Miss Hellen!' batin Anya.

'Kalau begitu, aku juga akan bermain peran dengan baik. Kita lihat saja, siapa yang lebih pintar untuk bermain peran?'

Sedangkan Axel kini sedang salah tingkah mendapati Anya yang lebih dulu berinisiatif untuk tidur dengannya tanpa ia minta.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

Biarkan begitu pikiran alex jadi sampai 6 bulan anya ta tersentuh menjijikan banget si alex dungu

2025-03-11

0

Bundanya Aulia

Bundanya Aulia

sm"jual mahal🤗

2025-03-14

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hadeh.. gengsi di gede-in ..ntar rugi sendiri... padahal kata hati udah menggebu tp apa daya ego membuat Axel masih malu² meong.. 🤦‍♀🙄

2025-01-04

1

lihat semua
Episodes
1 Kesalahan Anya
2 TTD Kontrak
3 Sah!
4 Ancaman Miss Hellen
5 Tertantang
6 Godaan Anya
7 Dismenorea
8 Lezatnya Masakan Istri Muda
9 Malam Pertama
10 Ego Axello
11 Pak Razil mulai Membaik
12 Percikan Api Rindu
13 Saingan?
14 Night at Hospital
15 Axello VS dr. Firman
16 Drop
17 Hubungan Rumit
18 Bertemu di Acara Festival
19 Mulai Menyadari
20 Cross Feel
21 Kamu Yang Kalah
22 Kedatangan Hellen
23 Mulai bekerja
24 Kesedihan Anya
25 Curiga
26 Terkuak satu per satu
27 Tempat Baru
28 Axel Kembali Mundur
29 Pertemuan Axel & dr Firman
30 Terus Cari Alasan
31 Yang Menang Adalah...
32 Hari Apes Tian
33 Second Time
34 I Love You
35 Pulang ke Apartemen
36 Pengakuan dan Ancaman
37 New Style
38 About Breakfast
39 Saudara Kandung?
40 Kebahagian Lengkap
41 Keadaan Hellencia
42 Penjelasan Papa Richie
43 Tawaran Menggiurkan
44 Gairah Anya
45 One Month Later
46 Keadaan Hellencia Belum Membaik
47 Operasi untuk Hellencia
48 Bakso Beranak
49 Mau bakso yang hangat?
50 Keceplosan
51 Kepulangan Hellencia
52 Peperangan Dimulai
53 Puncak Masalah
54 Bukan Pembunuh
55 I'll be okay
56 Forgive Me
57 Perdebatan Kecil
58 Sesak Nafas
59 Keadaan Mama Icha
60 Rela karena Terpaksa
61 Memberi Kesempatan
62 Mulai berpencar
63 Anya Mulai Kesal
64 Back to Home
65 Pingin Nyerah
66 Kemarahan Anya
67 Surat Dokter Firman
68 Malam yang Panas
69 At the Morning
70 One Week Later
71 Sama-sama Candu
72 Tekad yang Gagal
73 Mulai Jeli
74 Titik Terang
75 Informasi Sonia
76 Plan B
77 Sarapan Lezat
78 Menjenguk Hellencia
79 Mbok Tumpi
80 Di dalam Gudang
81 Belum Menyerah
82 Cerita Malam
83 Kabar Baik
84 Hot Morning
85 Sakit Perut
86 Kembali Pulang
87 Rencana Menyambut Hellencia
88 Tim Handal
89 Misi Berhasil
90 Diorama Resto
91 Pemilik Diorama
92 Beautiful Night
93 Meet Up with Friends
94 Girls Time
95 Peperangan di Bui
96 Mendekati Ajal
97 Penolakan Halus
98 Fitting Gaun Pengantin
99 The Day
100 Tertangkap Langsung
101 Buka Puasa
102 Akhirnya...
103 Tamu Pagi
104 Dukungan untuk Anya
105 Periksa Kandungan
106 Cerita Regi
107 Malam ini...
108 Permintaan Maaf Regi
109 Two weeks later
110 Lunch Time
111 Ke Rooftop, yuk
112 Meluahkan Rindu
113 Regi !!!
114 Pemakaman Regi
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kesalahan Anya
2
TTD Kontrak
3
Sah!
4
Ancaman Miss Hellen
5
Tertantang
6
Godaan Anya
7
Dismenorea
8
Lezatnya Masakan Istri Muda
9
Malam Pertama
10
Ego Axello
11
Pak Razil mulai Membaik
12
Percikan Api Rindu
13
Saingan?
14
Night at Hospital
15
Axello VS dr. Firman
16
Drop
17
Hubungan Rumit
18
Bertemu di Acara Festival
19
Mulai Menyadari
20
Cross Feel
21
Kamu Yang Kalah
22
Kedatangan Hellen
23
Mulai bekerja
24
Kesedihan Anya
25
Curiga
26
Terkuak satu per satu
27
Tempat Baru
28
Axel Kembali Mundur
29
Pertemuan Axel & dr Firman
30
Terus Cari Alasan
31
Yang Menang Adalah...
32
Hari Apes Tian
33
Second Time
34
I Love You
35
Pulang ke Apartemen
36
Pengakuan dan Ancaman
37
New Style
38
About Breakfast
39
Saudara Kandung?
40
Kebahagian Lengkap
41
Keadaan Hellencia
42
Penjelasan Papa Richie
43
Tawaran Menggiurkan
44
Gairah Anya
45
One Month Later
46
Keadaan Hellencia Belum Membaik
47
Operasi untuk Hellencia
48
Bakso Beranak
49
Mau bakso yang hangat?
50
Keceplosan
51
Kepulangan Hellencia
52
Peperangan Dimulai
53
Puncak Masalah
54
Bukan Pembunuh
55
I'll be okay
56
Forgive Me
57
Perdebatan Kecil
58
Sesak Nafas
59
Keadaan Mama Icha
60
Rela karena Terpaksa
61
Memberi Kesempatan
62
Mulai berpencar
63
Anya Mulai Kesal
64
Back to Home
65
Pingin Nyerah
66
Kemarahan Anya
67
Surat Dokter Firman
68
Malam yang Panas
69
At the Morning
70
One Week Later
71
Sama-sama Candu
72
Tekad yang Gagal
73
Mulai Jeli
74
Titik Terang
75
Informasi Sonia
76
Plan B
77
Sarapan Lezat
78
Menjenguk Hellencia
79
Mbok Tumpi
80
Di dalam Gudang
81
Belum Menyerah
82
Cerita Malam
83
Kabar Baik
84
Hot Morning
85
Sakit Perut
86
Kembali Pulang
87
Rencana Menyambut Hellencia
88
Tim Handal
89
Misi Berhasil
90
Diorama Resto
91
Pemilik Diorama
92
Beautiful Night
93
Meet Up with Friends
94
Girls Time
95
Peperangan di Bui
96
Mendekati Ajal
97
Penolakan Halus
98
Fitting Gaun Pengantin
99
The Day
100
Tertangkap Langsung
101
Buka Puasa
102
Akhirnya...
103
Tamu Pagi
104
Dukungan untuk Anya
105
Periksa Kandungan
106
Cerita Regi
107
Malam ini...
108
Permintaan Maaf Regi
109
Two weeks later
110
Lunch Time
111
Ke Rooftop, yuk
112
Meluahkan Rindu
113
Regi !!!
114
Pemakaman Regi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!