Night at Hospital

Malam harinya, Axel sangat sulit untuk memejamkan matanya. Berulang kali ia bergulang guling di atas tempat tidurnya, namun rasa kantuknya tak kunjung datang. Akhirnya ia pun terduduk sambil menyandarkan tubuhnya di headboard.

“Ada apa denganku?” gumam Axel bermonolog.

Ia pun kemudian mengambil air minum di kulkas dan kemudian menuju ke meja kerjanya dan membuka macbook miliknya. Karena susah untuk memejamkan matanya, akhirnya Axel memutuskan untuk mengerjakan tugas kantornya.

Meski matanya tengah menatap layar macbook, Axel sama sekali tidak fokus dengan apa yang ada di depannya. Pikirannya terus saja kemana-mana. Dan kini ia bukannya memikirkan Hellen, istri pertamanya, melainkan memikirkan istri mudanya, Anya.

“Apa yang sedang Anya lakukan di rumah sakit ya?” gumam Axel.

“Jam segini, papanya pasti sudah tidur.” Axel melihat ke arah jam tangannya yang menunjukkan jam 9 malam. “Jangan-jangan, Anya kembali menghabiskan waktu dengan Dokter Firman?” tebak Axel.

“Oh my God!” Axel mengusap wajahnya kasar. “Apa yang sedang aku pikirkan? Kenapa akhir-akhir ini aku selalu saja memikirkan tentang Anya?” gumam Axel yang mulai gusar.

Namun kegusaran Axel kali ini membuat Axel mematikan macbook miliknya dan meraih jaketnya. “Aku hanya ingin melihat apa yang Anya lakukan di rumah sakit. Awas aja jika nanti aku melihat ia kembali berdekatan dengan Dokter Firman!”

💞💞💞

Sedangkan di sisi lain, Anya baru saja menceritakan kepada papanya jika mamanya sudah meninggal dunia. Kini Mansion besar mereka juga sudah tidak ada dan berganti dengan rumah sederhana yang tentunya letaknya bukan di komplek perumahan.

“Maafkan papa yang sudah membiarkanmu berjuang seorang diri, Anya! Bahkan papa juga tidak bisa mendampingimu saat wisuda!” ucap Pak Razil yang sangat tidak tega mendengar cerita putri semata wayangnya itu.

“Tidak masalah, papa! Yang terpenting saat ini adalah Kesehatan papa. Anya sangat bersyukur masih memiliki papa di dunia ini!” ucap Anya memeluk lengan papanya dengan erat.

“Papa akan terus berjuang untuk kembali sehat dan menemanimu, Anya!” Pak Razil membelai kepala putrinya dengan sangat lembut.

“Pa, mulai besok Anya mungkin akan jarang menengok papa, karena Anya sudah harus bekerja.”

“Bekerja?” Pak Razil langsung mengerutkan dahinya.

“Iya, pa! Anya sudah satu bulan bekerja menjadi Chef di sebuah restoran bintang 5. Awalnya Anya hanya menjadi assistant Chef, namun seminggu kemudian pangkat Anya langsung dinaikkan, pa!” ucap Anya dengan gembira.

Pak Razil pun turut senang mendengar cerita putrinya. Dia paham betul bagaimana perjuangan Anya untuk hidup selama dirinya terbaring koma di rumah sakit.

Tak lama kemudian Dokter Firman pun masuk ke dalam dan mengingatkan Pak Razil untuk istirahat.

“Anya, papa kamu baru aja sadar loh! Jangan terlalu banyak diajak cerita dulu! Pak Razil masih harus banyak istirahat!” ucap Dokter Firman sambil mengecek keadaan Pak Razil.

“Saya merasa semakin sehat mendengarkan cerita Anya, dokter!” sahut Pak Razil.

“Betul Pak, namun ini terlalu dipaksakan menurut saya. Anda pasti merasakan sedikit pusing bukan?” tanya Dokter Firman yang dijawab Pak Razil dengan anggukan kepalanya.

“Apapun yang tadi diceritakan oleh Anya, jangan terlalu dipikirkan Pak Razil. Putri anda ini sangat luar biasa. Jangan khawatir, Pak! Saya berjanji akan membantunya saat menghadapi masalah.” Dokter Firman mulai menyuntikkan obat ke dalam saluran infus Pak Razil.

“Yang terpenting saat ini, anda harus tenangkan pikiran, santai dan fokus pada penyembuhan. Karena itu adalah hal yang paling penting dalam hidup Anya. Bukan begitu Anya?” tanya Dokter Razil.

“Tepat sekali. Terima kasih banyak Dokter Firman!” ucap Anya yang merasa begitu diperhatikan oleh Dokter Firman.

“Terima kasih banyak atas perhatian, anda, Dokter! Saya akan mengikuti nasehat dari anda!” balas Pak Razil.

Lama-kelamaan, efek obat tersebut mulai bereaksi. Pak Razil pun langsung memejamkan matanya dan terlelap. Sedangkan Anya memilih untuk keluar dari ruangan papanya.

“Dokter gak pulang?” tanya Anya yang kini sudah duduk di depan ruang ICU.

“Emmm, kebetulan mala mini saya ada shift malam. Jadi bisa sambil nemenin kamu kan?” balas Dokter Firman.

“Iya nih, jadi gak sendirian. Saya juga bersyukur banget loh, setiap menginap di sini selalu bersamaan sama jadwal dokter pas shift malam.”

“Eh, tapi ini saya gak sengaja nyamain sama jadwal dokter shift malam loh!” Anya langsung memperlihatkan jemarinya yang membentuk kelinci. “Serius!”

Dokter Firman terkekeh pelan, ‘Sebenarnya saya yang sengaja buat shift malam biar deket sama kamu, Anya!’ gumam Dokter Firman dalam hati.

“Oh iya, Dokter Firman itu udah punya anak belum sih?” tanya Anya.

Dokter Firman langsung menggelengkan kepalanya. “Belum, Anya. Bahkan ini sudah di usia pernikahan saya yang ke-lima. Istri saya sibuk bekerja di butik dan saya juga sibuk menangani pasien di rumah sakit.”

“Oooh, jadi karena sama-sama sibuk ya!” timpal Anya sambil menutupi mulutnya yang menguap.

“Kalo udah ngantuk, masuk aja ke dalam. Kamu bisa tidur di sofa kan?” tawar Dokter Firman.

“Enggak papa, dokter. Anya masih pingin di sini kok!” ucap Anya sambil menyandarkan kepalanya ke dinding.

Tak perlu menunggu lama, kini mata Anya sudah terpejam.

“Hubungan ku dan istriku sangat dingin, Anya! Dan aku berharap kau bisa menerimaku selepas aku menggugat cerai istriku nanti!” ucap Dokter Firman sambil mengarahkan kepala Anya untuk bersandar di bahunya.

Di balik dinding ruang ICU, Axel mengepalkan tangannya geram melihat kedekatan Anya dengan Dokter Firman. Awalnya ia masih bisa memberi toleransi melihat keduanya mengobrol berdua.

Namun kali ini, Axel tidak bisa tinggal diam melihat Dokter Firman mengambil kesempatan saat istri mudanya mulai terlelap. Dengan langkah tegap, ia pun langsung mendekati tempat duduk mereka berdua.

“Apa seperti ini dedikasi seorang dokter?” tanya Axel pelan. Ia tidak mau suaranya terdengar oleh Anya dan membuatnya terbangun.

“Eh, pak Axel. Apa yang membawa anda datang selarut ini ke rumah sakit?” balas Dokter Firman.

“Aku yakin, kau pasti memiliki istri di rumah! Lepaskan dia dan cobalah untuk menghormati ikatan pernikahanmu, Dokter Firman!” titah Axel yang sangat tidak terima melihat Anya bersandar di bahu pria lain.

Kini suara Axel benar-benar membangunkan Anya yang sudah terlelap. Perlahan ia menyipitkan matanya yang masih terasa begitu berat.

“Ramai sekali di sini. Dokter, saya masuk ke dalam dulu yaa!” ucap Anya yang berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya.

Namun, karena rasa kantuk yang menderanya, Anya terhuyung dan jatuh ke dalam pelukan Dokter Firman. Axel semakin gusar melihatnya. Ia pun langsung merebut Anya dari pelukan Dokter Firman dan menggendongnya ala bridal style.

“Saya masih ada urusan dengan anda, Dokter Firman!” ucap Axel dengan tegas.

Kali ini Anya membuka matanya dengan sempurna dan betapa terkejutnya ia saat melihat Axel tengah menggendongnya.

“Pak Axel! Kenapa anda bisa ada di sini?” tanya Anya yang kembali menutupi mulutnya yang sedang menguap lebar.

“Aku hanya ingin memastikan karyawan ku beristirahat dengan baik!” jawab Axel sambil membawa Anya masuk ke dalam.

“Istirahatlah, Anya. Ingat, besok kau harus membuatkan sarapan dan juga makan siang untukku!” ucap Axel sambil berbalik meninggalkan Anya.

“Iya bawel!” Anya kini merebahkan tubuhnya di atas sofa dan kembali memejamkan matanya.

“Haaah? Jadi besok aku juga harus membuatkan sarapan untuknya?” Anya kembali membuka kelopak matanya sambil menepuk jidatnya pelan.

“Yaa Ampuun! Trus aku harus pulang jam berapa dari rumah sakit?”

                 

 

Terpopuler

Comments

Ani Sifa

Ani Sifa

jangan2 istri dr.firman cintya lagi...

2025-02-21

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

jgn bilang kalau istri dr. Firman itu Cintia...

2025-01-04

1

Erina Situmeang

Erina Situmeang

wahhhh apakah Cintia teman Helen istri dokter firman ya

2023-08-01

2

lihat semua
Episodes
1 Kesalahan Anya
2 TTD Kontrak
3 Sah!
4 Ancaman Miss Hellen
5 Tertantang
6 Godaan Anya
7 Dismenorea
8 Lezatnya Masakan Istri Muda
9 Malam Pertama
10 Ego Axello
11 Pak Razil mulai Membaik
12 Percikan Api Rindu
13 Saingan?
14 Night at Hospital
15 Axello VS dr. Firman
16 Drop
17 Hubungan Rumit
18 Bertemu di Acara Festival
19 Mulai Menyadari
20 Cross Feel
21 Kamu Yang Kalah
22 Kedatangan Hellen
23 Mulai bekerja
24 Kesedihan Anya
25 Curiga
26 Terkuak satu per satu
27 Tempat Baru
28 Axel Kembali Mundur
29 Pertemuan Axel & dr Firman
30 Terus Cari Alasan
31 Yang Menang Adalah...
32 Hari Apes Tian
33 Second Time
34 I Love You
35 Pulang ke Apartemen
36 Pengakuan dan Ancaman
37 New Style
38 About Breakfast
39 Saudara Kandung?
40 Kebahagian Lengkap
41 Keadaan Hellencia
42 Penjelasan Papa Richie
43 Tawaran Menggiurkan
44 Gairah Anya
45 One Month Later
46 Keadaan Hellencia Belum Membaik
47 Operasi untuk Hellencia
48 Bakso Beranak
49 Mau bakso yang hangat?
50 Keceplosan
51 Kepulangan Hellencia
52 Peperangan Dimulai
53 Puncak Masalah
54 Bukan Pembunuh
55 I'll be okay
56 Forgive Me
57 Perdebatan Kecil
58 Sesak Nafas
59 Keadaan Mama Icha
60 Rela karena Terpaksa
61 Memberi Kesempatan
62 Mulai berpencar
63 Anya Mulai Kesal
64 Back to Home
65 Pingin Nyerah
66 Kemarahan Anya
67 Surat Dokter Firman
68 Malam yang Panas
69 At the Morning
70 One Week Later
71 Sama-sama Candu
72 Tekad yang Gagal
73 Mulai Jeli
74 Titik Terang
75 Informasi Sonia
76 Plan B
77 Sarapan Lezat
78 Menjenguk Hellencia
79 Mbok Tumpi
80 Di dalam Gudang
81 Belum Menyerah
82 Cerita Malam
83 Kabar Baik
84 Hot Morning
85 Sakit Perut
86 Kembali Pulang
87 Rencana Menyambut Hellencia
88 Tim Handal
89 Misi Berhasil
90 Diorama Resto
91 Pemilik Diorama
92 Beautiful Night
93 Meet Up with Friends
94 Girls Time
95 Peperangan di Bui
96 Mendekati Ajal
97 Penolakan Halus
98 Fitting Gaun Pengantin
99 The Day
100 Tertangkap Langsung
101 Buka Puasa
102 Akhirnya...
103 Tamu Pagi
104 Dukungan untuk Anya
105 Periksa Kandungan
106 Cerita Regi
107 Malam ini...
108 Permintaan Maaf Regi
109 Two weeks later
110 Lunch Time
111 Ke Rooftop, yuk
112 Meluahkan Rindu
113 Regi !!!
114 Pemakaman Regi
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kesalahan Anya
2
TTD Kontrak
3
Sah!
4
Ancaman Miss Hellen
5
Tertantang
6
Godaan Anya
7
Dismenorea
8
Lezatnya Masakan Istri Muda
9
Malam Pertama
10
Ego Axello
11
Pak Razil mulai Membaik
12
Percikan Api Rindu
13
Saingan?
14
Night at Hospital
15
Axello VS dr. Firman
16
Drop
17
Hubungan Rumit
18
Bertemu di Acara Festival
19
Mulai Menyadari
20
Cross Feel
21
Kamu Yang Kalah
22
Kedatangan Hellen
23
Mulai bekerja
24
Kesedihan Anya
25
Curiga
26
Terkuak satu per satu
27
Tempat Baru
28
Axel Kembali Mundur
29
Pertemuan Axel & dr Firman
30
Terus Cari Alasan
31
Yang Menang Adalah...
32
Hari Apes Tian
33
Second Time
34
I Love You
35
Pulang ke Apartemen
36
Pengakuan dan Ancaman
37
New Style
38
About Breakfast
39
Saudara Kandung?
40
Kebahagian Lengkap
41
Keadaan Hellencia
42
Penjelasan Papa Richie
43
Tawaran Menggiurkan
44
Gairah Anya
45
One Month Later
46
Keadaan Hellencia Belum Membaik
47
Operasi untuk Hellencia
48
Bakso Beranak
49
Mau bakso yang hangat?
50
Keceplosan
51
Kepulangan Hellencia
52
Peperangan Dimulai
53
Puncak Masalah
54
Bukan Pembunuh
55
I'll be okay
56
Forgive Me
57
Perdebatan Kecil
58
Sesak Nafas
59
Keadaan Mama Icha
60
Rela karena Terpaksa
61
Memberi Kesempatan
62
Mulai berpencar
63
Anya Mulai Kesal
64
Back to Home
65
Pingin Nyerah
66
Kemarahan Anya
67
Surat Dokter Firman
68
Malam yang Panas
69
At the Morning
70
One Week Later
71
Sama-sama Candu
72
Tekad yang Gagal
73
Mulai Jeli
74
Titik Terang
75
Informasi Sonia
76
Plan B
77
Sarapan Lezat
78
Menjenguk Hellencia
79
Mbok Tumpi
80
Di dalam Gudang
81
Belum Menyerah
82
Cerita Malam
83
Kabar Baik
84
Hot Morning
85
Sakit Perut
86
Kembali Pulang
87
Rencana Menyambut Hellencia
88
Tim Handal
89
Misi Berhasil
90
Diorama Resto
91
Pemilik Diorama
92
Beautiful Night
93
Meet Up with Friends
94
Girls Time
95
Peperangan di Bui
96
Mendekati Ajal
97
Penolakan Halus
98
Fitting Gaun Pengantin
99
The Day
100
Tertangkap Langsung
101
Buka Puasa
102
Akhirnya...
103
Tamu Pagi
104
Dukungan untuk Anya
105
Periksa Kandungan
106
Cerita Regi
107
Malam ini...
108
Permintaan Maaf Regi
109
Two weeks later
110
Lunch Time
111
Ke Rooftop, yuk
112
Meluahkan Rindu
113
Regi !!!
114
Pemakaman Regi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!