Pak Razil mulai Membaik

Anya kini sudah berada di rumah sakit dan langsung menuju ke ruang ICU dimana papanya sedang dirawat.

Benar dengan apa yang dikatakan oleh Miss Hellen jika keadaan papanya sudah jauh lebih baik.

Menurut informasi dari Dokter Firman, Pak Razil, ayah Anya sudah bisa mulai menggerakkan jemarinya dan kelopak matanya pelan. Namun, untuk membuka mata masih belum bisa dilakukan olehnya.

Meskipun begitu, Anya sudah sangat bersyukur dengan perkembangan papanya yang sudah satu bulan terbaring koma di ruang ICU.

“Papaa! Anya datang buat papa! Cepat pulih ya Paa, Anya lelah hidup sendirian!” ucap Anya sambil menggenggam erat jemari papanya dan berharap papanya akan kembali bergerak saat ia berada di sampingnya.

Sayangnya sudah hampir Anya berada di sana, tidak ada pergerakan apapun dari papanya. Akhirnya Anya pun keluar untuk mencoba menenangkan dirinya.

“Kenapa papa masih belum ada reaksi saat berada di dekatku?” gumam Anya sambil menyandarkan tubuhnya.

Tak lama kemudian Dokter Firman datang dan duduk di samping Anya. “Bagaimana Anya? Apa Pak Razil sudah kembali menggerakkan jemarinya?”

Anya langsung menggelengkan kepalanya. “Belum, Dokter!”

“Kemarin ada tante-tante yang datang kemari dan menitipkan sejumlah uang untuk biaya pengobatan Pak Razil. Setelah itu aku memperbolehkannya untuk menemui papamu.”

“Entah apa yang dibisikkan oleh tante itu dan tak lama kemudian jemarinya bergerak pelan diiringi dengan Gerakan kelopak matanya.”

Selepas tante itu pulang, pak Razil kembali menggerakkan jemarinya berulang kali, Anya!” jelas dokter Firman.

“Tapi dokter, hampir satu jam aku memegang tangannya, tak sedetikpun aku melihat jemarinya bergerak.” Anya tampak sedikit kecewa saat papanya tidak bergerak saat dia ada di sampingnya.

“Jangan khawatir, Anya! Mungkin ini efek obat yang masuk ke dalam infusnya. Tetap positif thinking jika papamu akan segera pulih.”

“Terima kasih dokter Firman. Hari ini aku sedang cuti, aku akan full menemani papa di rumah sakit!” ucap Anya.

“Oke, aku masih harus bertugas dulu. Jam makan siang nanti aku akan mentraktirmu makan siang di kantin. Kamu tidak keberatan kan?” tawar Dokter Firman.

“Wah, apa tidak merepotkan?” tanya Anya yang merasa tidak enak dengan kebaikan Dokter Firman.

“Tentu saja tidak!” balas Dokter Firman yang kemudian beranjak meninggalkan Anya.

Selepas kepergian Dokter Firman, Anya pun mulai bertanya-tanya, siapa tante-tante yang dimaksud oleh Dokter Firman tadi. ‘Apa mungkin itu Miss Hellen?’

‘Tapi kenapa Dokter Firman menyebutnya dengan tante?’ gumam Anya dalam hati.

Anya pun kemudian kembali masuk ke dalam ruang ICU untuk mendampingi papanya. Perlahan Anya berbisik pelan tepat di telinga papanya seperti apa yang kemarin dilakukan oleh tante yang disebut oleh Dokter Firman.

“Papa, cepatlah sembuh dan pulih. Setelah itu kita kuak bersama siapa yang sudah menabrak papa dan mama sampai mama meninggal dunia!” bisik Anya.

Dan benar saja, perlahan Pak Rizal menggerakkan jemarinya dan juga kelopak matanya. Anya pun langsung menggenggam tangan papanya dengan sangat erat dan saking bahagianya sampai ia menangis.

“Papaaa, akhirnya papa bisa bergerak saat ada Anya di sini! Anya yakin, papa masih bertahan untuk tetap hidup di samping Anya!” ucap Anya penuh haru.

Terlebih saat papanya membalas genggaman tangan Anya dan mulai membuka kedua kelopak matanya. Cepat-cepat Anya langsung memenget tombol untuk memanggil dokter.

Tak berapa lama Dokter Firman dan perawatnya pun langsung datang memenuhi panggilan Anya. Betapa takjubnya mereka saat melihat Pak Razil sudah mulai membuka matanya.

Dokter Firman pun langsung memeriksa keadaan papa Anya secara keseluruhan. Ajaibnya, tidak ada permasalahan sedikitpun dari pandangan Pak Razil.

Tekanan darahnya juga sudah normal dan perlahan wajahnya yang tadinya pucat, berangsur memerah saat melihat Anya yang kini tengah berdiri di belakang dokter Firman.

“A-an-nya!” panggil Pak Razil dengan suara serak.

“Papa, Ini Anya paaa! Anya sangat bersyukur papa bisa kembali bersama Anya lagi.” Anya terus saja menggenggam tangan papanya dengan erat.

“Peningkatan keadaan pak Razil sangat signifikan, Anya. Selamat yaa! Kau bisa memberinya minuman berupa air mineral, minuman hangat, jus tanpa es, dan juga bubur!”

“Karena pasien baru saja tersadar dari koma, tolong jangan beri makanan yang teksturnya kasar agar pencernaannya tidak terkejut!” jelas Dokter Firman.

“Baik dokter, terima kasih banyak!” ucap Anya.

“Perawat akan menemanimu di sini untuk merawat Pak Rizal selama satu jam. Jangan terlalu banyak ngobrol dulu yaa!” ucap Dokter Firman sambil mengusap bahu Anya.

“Oke, dokter! Sekali lagi terima kasih banyak!” ucap Anya dan Dokter Firman pun langsung meninggalkan ruangan untuk mengecek pasien yang lainnya.

💞💞💞

Sedangkan di Ruang kerja Axel kini tengan menunggu Tian untuk mendengarkan hasil selama ia mengikuti istrinya, Hellen.

“Selama saya mengikuti Miss Hellen pergi seharian kemarin, ia sama sekali tidak bertemu dengan seorang pria manapun. Ia hanya pergi berdua dengan sahabatnya Cintia dan bertemu dengan teman-teman social medianya juga di sebuah Mall!” jelas Tian.

“Lalu ia pergi ke rumah sakit menjenguk papa dari istri muda anda dan menitipkan sejumlah uang di sana!”

“Lalu, kemana ia pulang?” tanya Axel.

“Miss Hellen membawa sahabatnya pulang ke apartemen, Tuan! Dan tadi pagi Cintia juga sudah meninggalkan apartemen untuk bekerja.”

Informasi yang ia terima dari Tian sama sekali bukan jawaban yang ia inginkan. Terlebih saat tadi pagi ia melihat leher istrinya, bercak kemerahan itu masih terlihat dan bahkan makin bertambah,

Tidak mungkin jika itu karena gigitan nyamuk, sebab bekasnya sangat mirip dengan gigitan seseorang yang tengah memadu kasih.

Axel menghela nafasnya panjang. “Baiklah Tian! Tetap pantau terus istriku selama satu minggu ini!”

“Baik, Tuan!”

“Oh iya, bagaimana renovasi dapur yang kemarin sempat hampir terbakar?”

“Progresnya sudah 95 persen, hari ini akan diadakan finishing dan pembelian perabot masak yang sudah tidak layak pakai karena hangus terbakar.”

“Baiklah, bermakna besok kita sudah mulai buka kembali. Tolong siapkan beberapa berkas yang perlu aku tanda tangani!” titah Axel.

Tian pun bergegas mengambil berkas yang perlu ditandatangani oleh Axel. Selepas itu mereka berdua kembali memantau perbaikan dapur.

“Tuan, karena untuk sementara dapur restoran masih dalam perbaikan, saya harus memesankan apa untuk makan siang anda?” tanya Tian.

Seketika Axel langsung teringat dengan masakan Anya yang begitu memanjakan lidahnya.

“Emm, aku akan kembali ke hotel dan makan siang di sana. Selepas itu aku akan kembali lagi ke sini!” jawab Axel yang menduga jika Anya saat ini pasti sedang berkutat di pantry kecil untuk membuat masakan untuk makan siangnya.

“Kalau begitu, lebih baik anda habiskan waktu istirahat anda di hotel bersama istri muda, Tuan! Untuk masalah pekerjaan kantor akan saya handel dan laporkan via email!” timpal Tian.

“Hei! Kamu pikir aku sangat menikmati pernikahan keduaku?!” gertak Axel tidak terima.

“Aku hanya ingin kembali ke hotel untuk memberi perhitungan kepada kelinci kecil itu!” lanjutnya lagi membuat Tian hanya bisa diam dan menganggukkan kepalanya.

‘Apa benar, Tuan Axel sama sekali tidak menikmati pernikahan keduanya? Aku pikir ia sedang mendapatkan buat durian yang sangat manis rasanya!’ gumam Tian dalam hati.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

Pikiran yg positif sesama perempuan manalah mungkin

2025-03-11

1

Bundanya Aulia

Bundanya Aulia

dasar lo xell,,,

2025-03-14

0

Usmi Usmi

Usmi Usmi

g pinterberarti asisten nya g punya insting yg kuat

2023-08-17

2

lihat semua
Episodes
1 Kesalahan Anya
2 TTD Kontrak
3 Sah!
4 Ancaman Miss Hellen
5 Tertantang
6 Godaan Anya
7 Dismenorea
8 Lezatnya Masakan Istri Muda
9 Malam Pertama
10 Ego Axello
11 Pak Razil mulai Membaik
12 Percikan Api Rindu
13 Saingan?
14 Night at Hospital
15 Axello VS dr. Firman
16 Drop
17 Hubungan Rumit
18 Bertemu di Acara Festival
19 Mulai Menyadari
20 Cross Feel
21 Kamu Yang Kalah
22 Kedatangan Hellen
23 Mulai bekerja
24 Kesedihan Anya
25 Curiga
26 Terkuak satu per satu
27 Tempat Baru
28 Axel Kembali Mundur
29 Pertemuan Axel & dr Firman
30 Terus Cari Alasan
31 Yang Menang Adalah...
32 Hari Apes Tian
33 Second Time
34 I Love You
35 Pulang ke Apartemen
36 Pengakuan dan Ancaman
37 New Style
38 About Breakfast
39 Saudara Kandung?
40 Kebahagian Lengkap
41 Keadaan Hellencia
42 Penjelasan Papa Richie
43 Tawaran Menggiurkan
44 Gairah Anya
45 One Month Later
46 Keadaan Hellencia Belum Membaik
47 Operasi untuk Hellencia
48 Bakso Beranak
49 Mau bakso yang hangat?
50 Keceplosan
51 Kepulangan Hellencia
52 Peperangan Dimulai
53 Puncak Masalah
54 Bukan Pembunuh
55 I'll be okay
56 Forgive Me
57 Perdebatan Kecil
58 Sesak Nafas
59 Keadaan Mama Icha
60 Rela karena Terpaksa
61 Memberi Kesempatan
62 Mulai berpencar
63 Anya Mulai Kesal
64 Back to Home
65 Pingin Nyerah
66 Kemarahan Anya
67 Surat Dokter Firman
68 Malam yang Panas
69 At the Morning
70 One Week Later
71 Sama-sama Candu
72 Tekad yang Gagal
73 Mulai Jeli
74 Titik Terang
75 Informasi Sonia
76 Plan B
77 Sarapan Lezat
78 Menjenguk Hellencia
79 Mbok Tumpi
80 Di dalam Gudang
81 Belum Menyerah
82 Cerita Malam
83 Kabar Baik
84 Hot Morning
85 Sakit Perut
86 Kembali Pulang
87 Rencana Menyambut Hellencia
88 Tim Handal
89 Misi Berhasil
90 Diorama Resto
91 Pemilik Diorama
92 Beautiful Night
93 Meet Up with Friends
94 Girls Time
95 Peperangan di Bui
96 Mendekati Ajal
97 Penolakan Halus
98 Fitting Gaun Pengantin
99 The Day
100 Tertangkap Langsung
101 Buka Puasa
102 Akhirnya...
103 Tamu Pagi
104 Dukungan untuk Anya
105 Periksa Kandungan
106 Cerita Regi
107 Malam ini...
108 Permintaan Maaf Regi
109 Two weeks later
110 Lunch Time
111 Ke Rooftop, yuk
112 Meluahkan Rindu
113 Regi !!!
114 Pemakaman Regi
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kesalahan Anya
2
TTD Kontrak
3
Sah!
4
Ancaman Miss Hellen
5
Tertantang
6
Godaan Anya
7
Dismenorea
8
Lezatnya Masakan Istri Muda
9
Malam Pertama
10
Ego Axello
11
Pak Razil mulai Membaik
12
Percikan Api Rindu
13
Saingan?
14
Night at Hospital
15
Axello VS dr. Firman
16
Drop
17
Hubungan Rumit
18
Bertemu di Acara Festival
19
Mulai Menyadari
20
Cross Feel
21
Kamu Yang Kalah
22
Kedatangan Hellen
23
Mulai bekerja
24
Kesedihan Anya
25
Curiga
26
Terkuak satu per satu
27
Tempat Baru
28
Axel Kembali Mundur
29
Pertemuan Axel & dr Firman
30
Terus Cari Alasan
31
Yang Menang Adalah...
32
Hari Apes Tian
33
Second Time
34
I Love You
35
Pulang ke Apartemen
36
Pengakuan dan Ancaman
37
New Style
38
About Breakfast
39
Saudara Kandung?
40
Kebahagian Lengkap
41
Keadaan Hellencia
42
Penjelasan Papa Richie
43
Tawaran Menggiurkan
44
Gairah Anya
45
One Month Later
46
Keadaan Hellencia Belum Membaik
47
Operasi untuk Hellencia
48
Bakso Beranak
49
Mau bakso yang hangat?
50
Keceplosan
51
Kepulangan Hellencia
52
Peperangan Dimulai
53
Puncak Masalah
54
Bukan Pembunuh
55
I'll be okay
56
Forgive Me
57
Perdebatan Kecil
58
Sesak Nafas
59
Keadaan Mama Icha
60
Rela karena Terpaksa
61
Memberi Kesempatan
62
Mulai berpencar
63
Anya Mulai Kesal
64
Back to Home
65
Pingin Nyerah
66
Kemarahan Anya
67
Surat Dokter Firman
68
Malam yang Panas
69
At the Morning
70
One Week Later
71
Sama-sama Candu
72
Tekad yang Gagal
73
Mulai Jeli
74
Titik Terang
75
Informasi Sonia
76
Plan B
77
Sarapan Lezat
78
Menjenguk Hellencia
79
Mbok Tumpi
80
Di dalam Gudang
81
Belum Menyerah
82
Cerita Malam
83
Kabar Baik
84
Hot Morning
85
Sakit Perut
86
Kembali Pulang
87
Rencana Menyambut Hellencia
88
Tim Handal
89
Misi Berhasil
90
Diorama Resto
91
Pemilik Diorama
92
Beautiful Night
93
Meet Up with Friends
94
Girls Time
95
Peperangan di Bui
96
Mendekati Ajal
97
Penolakan Halus
98
Fitting Gaun Pengantin
99
The Day
100
Tertangkap Langsung
101
Buka Puasa
102
Akhirnya...
103
Tamu Pagi
104
Dukungan untuk Anya
105
Periksa Kandungan
106
Cerita Regi
107
Malam ini...
108
Permintaan Maaf Regi
109
Two weeks later
110
Lunch Time
111
Ke Rooftop, yuk
112
Meluahkan Rindu
113
Regi !!!
114
Pemakaman Regi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!