Ego Axello

Axel menggigit sandwich buatan Anya dan lagi-lagi hatinya memuji kelezatan masakan Anya yang terasa begitu memanjakan lidahnya. Sayangnya ego Axel terlalu tinggi untuk mengucapkannya dan ia memilih untuk diam tanpa memandang ke arah Anya.

Berbeda dengan Anya yang kini sudah duduk di hadapan Axel dan terus memandangi suaminya. Usia Axel memang terpantau sangat jauh dari Anya, namun pesonanya tidak kalah dengan lelaki yang sebaya dengan Anya.

“Abang semalam yang nyelimutin Anya ya?” tanya Anya tanpa mengalihkan pandangannya.

“Hemm!”

“Makasih ya Bang! Udah perhatian dan kasih Anya kehangatan!” ucap Anya membuat Axel seketika tersedak dan langsung terbatuk batuk sampai matanya berair.

Sedangkan Anya cepat-cepat menuangkan air putih dan mendekat ke arah Axel.

“Ya Ampun, Bang! Orang Anya Cuma bilang makasih masa’ sampai keselek gini sih!” Anya menepuk punggung Axel dan menyodorkan minuman ke arahnya.

Axel merasa sangat terbantu dengan sikap cekatan Anya kali ini. Batuknya pun perlahan reda dan nafasnya juga sudah tidak tersengal lagi.

“Thanks!” ucap Axel yang langsung meletakkan sisa sandwichnya dan bersiap untuk pergi dari kursi makan.

“Sandwichnya gak dihabisin, Bang?” tanya Anya yang langsung dijawab Axel dengan gelengan kepalanya.

Kemudian Axel langsung menyambar handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Anya masih menikmati sarapannya di kursi makan.

“Aku harus pergi ke kantor pagi ini. Jika tidak, maka aku akan semakin menderita hidup tertekan bersama Anya!” gumam Axel.

Kali ini Axel memilih untuk mandi di bawah guyuran shower dari pada berendam di dalam bathtub. Entah kenapa tubuhnya terus saja memanas setiap berada di dekat Anya.

Kini Axel sudah merasa segar selepas mandi. Sayangnya saat ia membuka pintu kamar mandi, nyalinya kembali harus diuji oleh Anya yang kini sudah mengenakan lingerie berwarna soft purple.

Pesona Anya benar-benar sangat luar biasa. Apalagi Anya sedang mengikat rambut panjangnya tinggi ke atas.

“Apa kau tidak bisa mengenakan bathrobe saja saat bersama denganku, Anya?!” tanya Axel dengan sangat gusar.

“Panas dong, bang! Kan Anya nantinya malah jadi keringetan!” balas Anya dengan santai.

“Aku benar-benar sudah muak dengan semua ini! Cepat masuk ke dalam selimut dan tutupi tubuhmu itu! Jangan terlalu murahan saat di depanku, Anya!” gertak Axel  yang benar-benar sudah sangat tersiksa hanya dengan melihat penampilan istri mudanya itu.

Apalagi saat ini Anya sedang datang bulan dan tak bisa untuk ia gunakan sebagai pelampiasan hasratnya yang tengah menggebu setiap berduaan dengan Anya.

Sedangkan Anya sendiri matanya sudah mulai berkaca-kaca saat mendengarkan gertakan Axel barusan yang menyebutnya sebagai cewek murahan. Cepat-cepat Anya naik ke atas tempat tidur dan menyelimuti tubuhnya.

Tanpa terasa air matanya sudah mulai membasahi pipinya.

‘Aku tidak pernah mau menjadi cewek murahan, aku hanya sedang menjalankan peranku sebagai istri muda yang akan mengandung anakmu! Lagi pula apa yang aku lakukan juga bukan hal zina dan dilarang oleh hukum maupun agama.’

‘Meski pernikahan ini masih dirahasiakan di depan banyak orang!’ gumam Anya dalam hati.

Bantalnya kini sudah mulai banjir dengan air matanya. Ucapan Axel kali ini benar-benar sangat menyayat hatinya. Sakit, perih, dan begitu menusuk ke dalam relung hatinya yang paling dalam.

Lama kelamaan Anya pun tertidur di dalam selimut tanpa mendengar Langkah Axel yang keluar dari kamar hotel dan meninggalkannya sendirian.

Axel kini sudah dalam perjalanan menuju restoran bintang lima miliknya. Sesampainya di Restoran, ia langsung menuju ke kantor yang letaknya ada di belakang restoran.

Tepat saat ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor, tampak Hellen juga baru sampai di sana. Betapa terkejutnya Hellen saat melihat suaminya justru pegi bekerja dan bukan menjalankan rencananya untuk berbulan madu.

“Sayang!” panggil Hellen sambil mempercepat langkahnya. “Kok masuk kerja? Bukannya seharusnya kau …”

“Dia datang bulan!” jawab Axel dengan ketus sambil melewati istrinya begitu saja.

“Waah, bagus dong. Biasanya selepas datang bulan adalah masa subur seorang Wanita untuk bisa memiliki anak. Kalau begitu, besok kau boleh kembali pulang ke apartemen!” ucap Hellen sambil mengejar Langkah Axel.

“Tidak perlu! Selesaikan saja satu minggu di hotel seperti rencana, selepas itu baru aku akan membawanya pulang ke apartemen.”

Jawaban dari Axel kali ini membuat mata Hellen berbinar sempurna. Jika Axel masih mau mempergunakan waktunya selama seminggu di hotel, bermakna ia masih bebas untuk menghabiskan waktu bersama Cintia.

“Lebih baik kau sekarang menemui Anya di hotel dan berikan dia baju yang layak!” titah Axel.

“Oke, sayang! Semangat ya kerjanya!” ucap Hellen menyemangati suaminya.

Hellen yang baru saja tiba di kantor dan hendak mengecek kinerja anak buahnya menggantikan pekerjaan Axel pun akhirnya kembali lagi ke mobil dan tancap gas menuju ke butik untuk membelikan pakaian untuk Anya.

Selepas itu Hellen langsung bergegas menuju ke hotel, dimana Anya dan Axel menginap. Karena sudah memiliki kartu akses masuk ke dalam kamar Anya, Hellen pun langsung masuk begitu saja tanpa menekan bel atau mengetuk pintu.

Tampak jelas di matanya jika Anya masih meringkuk di dalam selimut. Hellen pun langsung menyingkap selimut yang menutupi tubuh Anya.

Hellen yang tadinya hendak membangunkan Anya justru tertegun lama melihat kemolekan tubuh Anya dibalik lingerie yang berwarna soft purple itu. Perlahan Hellen menelan ludahnya kasar dan mengulurkan tangannya untuk mengusap punggung Anya.

Namun, tiba-tiba Anya berbalik sambil mengerjapkan matanya yang sedikit bengkak karena menangis. Betapa terkejutnya Anya saat melihat Miss Hellen tengah duduk di tepi tempat tidur.

“Miss Hellen!” panggil Anya sedikit gelagapan. “Maaf saya tadi tidak mendengar …”

“Tidak masalah Anya!” Miss Hellen menutupi kekagumannya terhadap tubuh madunya sambil menyodorkan goodie bag yang berisi baju untuk Anya.

“Aku memang sengaja datang kemari untuk membawakan baju untukmu. Hari ini kau bebas untuk pergi menengok keadaan papamu di rumah sakit.”

“Aku dengar kemarin kondisinya sudah lebih baik!” jelas Miss Hellen yang kemudian bangun dari tempat tidur dan melangkah menjauhi Anya.

“Terima kasih banyak Miss Hellen!” ucap Anya gembira.

“Maaf, jika saya belum …”

“Aku tahu jika kau sedang datang bulan.” Hellen menyandarkan tubuhnya ke sofa dan menyalakan televisi.

“Aku harap kau cepat mengandung setelah berhubungan selepas datang bulan. Sekarang kau bisa mengganti bajumu dan pergi ke rumah sakit. Cuti satu minggu masih berlaku dan kau juga masih akan menetap di sini sesuai dengan yang aku katakan!”

“Selepas itu kau akan tinggal bersamaku di apartemen sampai bayi itu lahir, baru kau bisa lunas dari semua hutang-hutangmu!” jelas Miss Hellen.

“Baik Miss. Kalau begitu saya pergi ke kamar mandi dulu untuk mengganti baju!”

Anya pun langsung menenteng goodie bag menuju ke kamar mandi. Sedangkan Miss Hellen hanya bisa mengusap dada untuk menormalkan debaran di dadanya.

“Anya! Anya! Aku tidak menyangka jika kau ternyata lebih cantik dari Cintia!” gumam Hellen.

“Oh my God! Apa yang sedang aku pikirkan?! Cintia bisa cemburu berat jika tahu aku mengagumi Anya! Huft! Lebih baik aku cepat pergi dari sini dan menemui Cintia!”

Miss Hellen langsung menjinjing tas nya dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar hotel. Sedangkan Anya yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung celingukan mencari Miss Hellen yang sudah tidak terlihat di kamar.

“Miss Hellen kok udah gak ada sih? Apa udah pergi yaa?” gumam Anya.

“Ya udah deh, biarin aja! Yang penting hari ini aku bebaaaaaas!” pekik Anya girang.

 

 

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

justru Anya harus hati² pd Hellen.. bisa² diperkosa Hellen dia..

2025-01-03

0

Ririn Nursisminingsih

Ririn Nursisminingsih

hadeh ngenesnya Axel diselingkuhin tapi dg cewekk gimna ya klau axel tau🤗🤗

2024-11-01

1

mika

mika

hedeh ternyata seorang pelangi to🥴🥴🥴

2023-08-28

2

lihat semua
Episodes
1 Kesalahan Anya
2 TTD Kontrak
3 Sah!
4 Ancaman Miss Hellen
5 Tertantang
6 Godaan Anya
7 Dismenorea
8 Lezatnya Masakan Istri Muda
9 Malam Pertama
10 Ego Axello
11 Pak Razil mulai Membaik
12 Percikan Api Rindu
13 Saingan?
14 Night at Hospital
15 Axello VS dr. Firman
16 Drop
17 Hubungan Rumit
18 Bertemu di Acara Festival
19 Mulai Menyadari
20 Cross Feel
21 Kamu Yang Kalah
22 Kedatangan Hellen
23 Mulai bekerja
24 Kesedihan Anya
25 Curiga
26 Terkuak satu per satu
27 Tempat Baru
28 Axel Kembali Mundur
29 Pertemuan Axel & dr Firman
30 Terus Cari Alasan
31 Yang Menang Adalah...
32 Hari Apes Tian
33 Second Time
34 I Love You
35 Pulang ke Apartemen
36 Pengakuan dan Ancaman
37 New Style
38 About Breakfast
39 Saudara Kandung?
40 Kebahagian Lengkap
41 Keadaan Hellencia
42 Penjelasan Papa Richie
43 Tawaran Menggiurkan
44 Gairah Anya
45 One Month Later
46 Keadaan Hellencia Belum Membaik
47 Operasi untuk Hellencia
48 Bakso Beranak
49 Mau bakso yang hangat?
50 Keceplosan
51 Kepulangan Hellencia
52 Peperangan Dimulai
53 Puncak Masalah
54 Bukan Pembunuh
55 I'll be okay
56 Forgive Me
57 Perdebatan Kecil
58 Sesak Nafas
59 Keadaan Mama Icha
60 Rela karena Terpaksa
61 Memberi Kesempatan
62 Mulai berpencar
63 Anya Mulai Kesal
64 Back to Home
65 Pingin Nyerah
66 Kemarahan Anya
67 Surat Dokter Firman
68 Malam yang Panas
69 At the Morning
70 One Week Later
71 Sama-sama Candu
72 Tekad yang Gagal
73 Mulai Jeli
74 Titik Terang
75 Informasi Sonia
76 Plan B
77 Sarapan Lezat
78 Menjenguk Hellencia
79 Mbok Tumpi
80 Di dalam Gudang
81 Belum Menyerah
82 Cerita Malam
83 Kabar Baik
84 Hot Morning
85 Sakit Perut
86 Kembali Pulang
87 Rencana Menyambut Hellencia
88 Tim Handal
89 Misi Berhasil
90 Diorama Resto
91 Pemilik Diorama
92 Beautiful Night
93 Meet Up with Friends
94 Girls Time
95 Peperangan di Bui
96 Mendekati Ajal
97 Penolakan Halus
98 Fitting Gaun Pengantin
99 The Day
100 Tertangkap Langsung
101 Buka Puasa
102 Akhirnya...
103 Tamu Pagi
104 Dukungan untuk Anya
105 Periksa Kandungan
106 Cerita Regi
107 Malam ini...
108 Permintaan Maaf Regi
109 Two weeks later
110 Lunch Time
111 Ke Rooftop, yuk
112 Meluahkan Rindu
113 Regi !!!
114 Pemakaman Regi
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kesalahan Anya
2
TTD Kontrak
3
Sah!
4
Ancaman Miss Hellen
5
Tertantang
6
Godaan Anya
7
Dismenorea
8
Lezatnya Masakan Istri Muda
9
Malam Pertama
10
Ego Axello
11
Pak Razil mulai Membaik
12
Percikan Api Rindu
13
Saingan?
14
Night at Hospital
15
Axello VS dr. Firman
16
Drop
17
Hubungan Rumit
18
Bertemu di Acara Festival
19
Mulai Menyadari
20
Cross Feel
21
Kamu Yang Kalah
22
Kedatangan Hellen
23
Mulai bekerja
24
Kesedihan Anya
25
Curiga
26
Terkuak satu per satu
27
Tempat Baru
28
Axel Kembali Mundur
29
Pertemuan Axel & dr Firman
30
Terus Cari Alasan
31
Yang Menang Adalah...
32
Hari Apes Tian
33
Second Time
34
I Love You
35
Pulang ke Apartemen
36
Pengakuan dan Ancaman
37
New Style
38
About Breakfast
39
Saudara Kandung?
40
Kebahagian Lengkap
41
Keadaan Hellencia
42
Penjelasan Papa Richie
43
Tawaran Menggiurkan
44
Gairah Anya
45
One Month Later
46
Keadaan Hellencia Belum Membaik
47
Operasi untuk Hellencia
48
Bakso Beranak
49
Mau bakso yang hangat?
50
Keceplosan
51
Kepulangan Hellencia
52
Peperangan Dimulai
53
Puncak Masalah
54
Bukan Pembunuh
55
I'll be okay
56
Forgive Me
57
Perdebatan Kecil
58
Sesak Nafas
59
Keadaan Mama Icha
60
Rela karena Terpaksa
61
Memberi Kesempatan
62
Mulai berpencar
63
Anya Mulai Kesal
64
Back to Home
65
Pingin Nyerah
66
Kemarahan Anya
67
Surat Dokter Firman
68
Malam yang Panas
69
At the Morning
70
One Week Later
71
Sama-sama Candu
72
Tekad yang Gagal
73
Mulai Jeli
74
Titik Terang
75
Informasi Sonia
76
Plan B
77
Sarapan Lezat
78
Menjenguk Hellencia
79
Mbok Tumpi
80
Di dalam Gudang
81
Belum Menyerah
82
Cerita Malam
83
Kabar Baik
84
Hot Morning
85
Sakit Perut
86
Kembali Pulang
87
Rencana Menyambut Hellencia
88
Tim Handal
89
Misi Berhasil
90
Diorama Resto
91
Pemilik Diorama
92
Beautiful Night
93
Meet Up with Friends
94
Girls Time
95
Peperangan di Bui
96
Mendekati Ajal
97
Penolakan Halus
98
Fitting Gaun Pengantin
99
The Day
100
Tertangkap Langsung
101
Buka Puasa
102
Akhirnya...
103
Tamu Pagi
104
Dukungan untuk Anya
105
Periksa Kandungan
106
Cerita Regi
107
Malam ini...
108
Permintaan Maaf Regi
109
Two weeks later
110
Lunch Time
111
Ke Rooftop, yuk
112
Meluahkan Rindu
113
Regi !!!
114
Pemakaman Regi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!