Godaan Anya

Setelah talinya terlepas, Anya langsung melepaskan bathrobe nya dan kini balutan lingerie yang ia kenakan membuatnya terlihat begitu menantang bagi Axel.

Axel sendiri yang baru selesai mendinginkan tubuh, hati, dan fikirannya, kini harus kembali merasakan hawa panas yang datang menyelimutinya. Tubuh Anya benar-benar membuatnya menelan ludahnya kasar.

Sekuat apapun ia bertahan dan memperjuangkan kesetiaannya dengan Hellen, tetap saja naluri jiwa laki-laki dewasa yang ada dalam dirinya tidak bisa dibohongi. Apalagi perempuan yang ada di hadapannya adalah barang baru yang masih tertutup segel dengan rapat.

Melihat Axel terpaku memandanginya, Anya pun semakin berani mendekati bos dingin yang saat ini sudah menjadi suaminya.

‘Aku yakin, Pak Axel tidak akan menolak pesonaku kali ini. Lagi pula aku juga sudah halal untuk dijamah olehnya!’ gumam Anya dalam hati.

‘Aku memang seperti bukan aku! Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku seberani dan senekat ini!’ batin Anya sambil terus mendekati Pak Axel.

‘Biar sajalah! Aku tidak mau melakukan hal sebagai suami dan istri jika bukan ia yang memintanya. Yang jelas aku harus tetap berusaha untuk meruntuhkan dinding pembatas yang ia bangun sampai menjulang tinggi.’

Pesona Anya benar-benar membuat Axel terpesona. Tubuhnya yang sekal dengan balutan pakaian yang sangat tipis dan juga tembus pandang membuat milik Axel terasa sesak di bawah sana. Ia pikir Anya akan merayunya lebih berani lagi.

Namun, dugaannya salah besar. Anya justru hanya melewatinya begitu saja sambil menuju ke kulkas untuk mencari cemilan yang tersedia di sana. Selepas itu, ia mengambil satu cup mie instan dan membawanya menuju ke pantry kecil untuk menyeduhnya.

Kali ini Anya sengaja menyibakkan rambutnya dengan tangan dan memperlihatkan leher jenjangnya. Kini Axel benar-benar dibuat kelimpungan oleh Anya. Ia pun segera menuju ke atas tempat tidur dan menyelimuti dirinya yang tengah kepanasan.

Dadanya tiba-tiba terasa begitu sesak. Ia pun kemudian menyibakkan selimutnya dan bergegas menuju ke balkon kamar untuk mencari udara segar.

Sedangkan Anya sendiri berusaha untuk cuek dan mengacuhkan Axel yang seperti cacing yang disiram dengan air garam. Ingin rasanya Anya tertawa terbahak-bahak, namun ia masih menahannya untuk melihat seberapa kuat Axel menolak pesonanya.

Selepas menyeduh mie instan, Anya langsung mengikat rambutnya tinggi ke atas dan menikmati mie instan buatannya sambil menonton televisi. Axel sendiri masih terus memandangi Anya dari balkon kamar hotel.

“Cantik, mulus, dan aku baru sadar jika setiap lekuk tubuhnya membuatku terpana. Argh, sial!” Axel mengepalkan tangannya dan meninjukannya ke tembok.

“Kenapa kini aku jadi begitu menginginkan untuk menyentuhnya?”

Axel mengusap wajahnya kasar sambil mengacak rambutnya.

“Tapi dia kan istri aku, jadi aku halal untuk menyentuhnya bukan? Lalu bagaimana dengan Hellen? Oh My God! Aku benar-benar sudah gila dibuat gadis ingusan itu!”

“Lebih baik aku turun ke bawah dan memesan makan siang di sana dari pada harus tersiksa seperti ini!” gumam Axel yang kemudian mengenakan celana panjangnya dan menyambar jaketnya.

Melihat Axel ingin keluar dari kamar, Anya pun langsung menghadang langkahnya.

“Stop!” Anya mendaratkan tangannya di dada Axel.

“Bang Axel mau kemana sih?” tanya Anya dengan nada manja sambil mengusap dada bidang Axel.

“Cari makan siang!” jawab Axel ketus yang sebenarnya tengah menahan gemuruh di dalam dadanya.

“Oooh, nitip beliin cemilan dong, Bang! Mumpung libur kerja nih! Sama beliin bahan makanan juga boleh, buat Anya olah di pantry kecil itu!” lanjut Anya yang kemudian menyandarkan kepalanya di dada Axel.

“Wow, Abang ternyata normal juga ya bisa berdebar-debar gini di deket Anya. Jangan – jangan Abang juga udah gak sabar buat nidurin Anya?” goda Anya.

Axel hanya bisa menghela nafasnya panjang dan mencoba mendorong Anya untuk menjauh darinya.

“Jangan narsis, Anya!” gertak Axel yang langsung bergegas meninggalkan Anya.

Kepergian Axel kali ini membuat Anya benar-benar merasa sangat bebas. “Oh iya, kenapa tadi aku gak nitip belikan baju sekalian yaaa!”

“Yaah, biarin aja deh. Pake yang kayak gini dulu aja gak papa!” gumam Anya sambil kembali menikmati mie instannya yang tinggal sedikit.

Sedangkan Axel yang kini sudah berada di dalam lift pun mencoba mengatur nafasnya yang tidak karuan karena sikap Anya tadi. Tepat saat lift yang ia tumpangin sampai di lantai 3, pintu pun terbuka.

Tepat di pintu lift terlihat Hellen dan juga sahabatnya berdiri di sana dan hendak masuk ke dalam lift.

“Hellen, Cintia! Kalian ngapain di sini?” tanya Axel.

Bukan pertama kalinya istrinya kepergok berjalan dan menghabiskan waktu berdua dengan sahabatnya. Namun Axel tidak pernah menaruh curiga sedikit pun kepada mereka berdua. Tentu saja karena mereka masih selayaknya sepasang sahabat yang kerap menghabiskan waktunya berdua.

Hellen dengan santai masuk ke dalam lift sambil menepuk lengan suaminya.

“Tentu saja sedang menjadi mata-mata, sayang! Aku yakin, kau pasti belum menjalankan program kita kan?” tebak Hellen.

“Aku lapar dan ingin makan siang. Kau tahu kan jika membuat baby itu membutuhkan tenaga extra!” balas Axel.

“Lalu, dimana Anya?” tanya Hellen. “Oh iya, aku lupa jika tidak menyiapkan baju lain untuknya selain lingerie!”

“Sayang, aku dan Cintia akan berkumpul dengan teman yang lain!” pamit Hellen.

“Okay, take your time, sayang!” balas Axel.

Saat pintu lift terbuka mereka pun langsung berpisah. Axel menuju ke restoran, sedangkan Hellen dan Cintia menuju ke lobby hotel menunggu jemputan.

“Sepertinya aku sejak kemarin sama sekali tidak mencumbu Hellen, tapi kenapa lehernya ada dua bercak merah bekas cup4n94n ya?” gumam Axel pelan.

“Apa mungkin Hellen juga berselingkuh di belakangku?”

Axel pun kemudian menghubungi asisten pribadinya, untuk mengikuti Hellen selama satu minggu ini. Tian, asisten pribadi Axel paham betul dengan seluk beluk Axel, begitu juga tentang pernikahan keduanya dengan Anya.

“Halo, Tian!” panggil Axel saat panggilannya sudah terhubung.

“Aku ingin kau mengikuti Hellen selama satu minggu ini. Aku sedikit curiga jika ia berselingkuh di belakangku!” titah Axel.

“Siap, Tuan! Saya akan menjalankan perintah anda dengan baik!” balas Tian di ujung panggilan.

“Ingat, jangan sampai ketahuan atau aku akan memotong gajimu sepuluh persen!” ancam Axel.

“Siap, Tuan! Saya akan menyamar sebaik mungkin. Jangan khawatir untuk kinerja saya kali ini!” balas Tian.

“Oke, aku mempercayaimu!” Axel pun mematikan panggilannya dan kemudian, meneruskan langkahnya menuju ke restoran hotel untuk memesan makanan.

Sedangkan di sisi lain, Hellen langsung meminta Cintia untuk pindah penginapan. Ia tidak nyaman menginap di hotel yang sama dengan suaminya.

“Sayang, kayaknya kita mending pindah hotel aja deh!” ajak Hellen.

“Iya, aku rasa begitu. Untung tadi kamu gak mesra-mesraan sama Axel. Kalo iya, aku bakal cemburu banget!” balas Cintia.

“Yaudah, kita cari hotel dulu yuk baru jalan!”

“Siap, sayang!” balas Cintia yang langsung memeluk pinggang Hellen dan masuk ke dalam mobil yang sudah datang untuk menjemput mereka.

Terpopuler

Comments

Herlina M. Siman

Herlina M. Siman

katanya orang terkaya masa kelakuan istri aja nga tau

2025-03-27

0

Ririn Nursisminingsih

Ririn Nursisminingsih

😚😚😚

2024-11-01

1

liza muzay

liza muzay

baru kali ini baca selingkuhannya sesama jenis...

2024-04-04

4

lihat semua
Episodes
1 Kesalahan Anya
2 TTD Kontrak
3 Sah!
4 Ancaman Miss Hellen
5 Tertantang
6 Godaan Anya
7 Dismenorea
8 Lezatnya Masakan Istri Muda
9 Malam Pertama
10 Ego Axello
11 Pak Razil mulai Membaik
12 Percikan Api Rindu
13 Saingan?
14 Night at Hospital
15 Axello VS dr. Firman
16 Drop
17 Hubungan Rumit
18 Bertemu di Acara Festival
19 Mulai Menyadari
20 Cross Feel
21 Kamu Yang Kalah
22 Kedatangan Hellen
23 Mulai bekerja
24 Kesedihan Anya
25 Curiga
26 Terkuak satu per satu
27 Tempat Baru
28 Axel Kembali Mundur
29 Pertemuan Axel & dr Firman
30 Terus Cari Alasan
31 Yang Menang Adalah...
32 Hari Apes Tian
33 Second Time
34 I Love You
35 Pulang ke Apartemen
36 Pengakuan dan Ancaman
37 New Style
38 About Breakfast
39 Saudara Kandung?
40 Kebahagian Lengkap
41 Keadaan Hellencia
42 Penjelasan Papa Richie
43 Tawaran Menggiurkan
44 Gairah Anya
45 One Month Later
46 Keadaan Hellencia Belum Membaik
47 Operasi untuk Hellencia
48 Bakso Beranak
49 Mau bakso yang hangat?
50 Keceplosan
51 Kepulangan Hellencia
52 Peperangan Dimulai
53 Puncak Masalah
54 Bukan Pembunuh
55 I'll be okay
56 Forgive Me
57 Perdebatan Kecil
58 Sesak Nafas
59 Keadaan Mama Icha
60 Rela karena Terpaksa
61 Memberi Kesempatan
62 Mulai berpencar
63 Anya Mulai Kesal
64 Back to Home
65 Pingin Nyerah
66 Kemarahan Anya
67 Surat Dokter Firman
68 Malam yang Panas
69 At the Morning
70 One Week Later
71 Sama-sama Candu
72 Tekad yang Gagal
73 Mulai Jeli
74 Titik Terang
75 Informasi Sonia
76 Plan B
77 Sarapan Lezat
78 Menjenguk Hellencia
79 Mbok Tumpi
80 Di dalam Gudang
81 Belum Menyerah
82 Cerita Malam
83 Kabar Baik
84 Hot Morning
85 Sakit Perut
86 Kembali Pulang
87 Rencana Menyambut Hellencia
88 Tim Handal
89 Misi Berhasil
90 Diorama Resto
91 Pemilik Diorama
92 Beautiful Night
93 Meet Up with Friends
94 Girls Time
95 Peperangan di Bui
96 Mendekati Ajal
97 Penolakan Halus
98 Fitting Gaun Pengantin
99 The Day
100 Tertangkap Langsung
101 Buka Puasa
102 Akhirnya...
103 Tamu Pagi
104 Dukungan untuk Anya
105 Periksa Kandungan
106 Cerita Regi
107 Malam ini...
108 Permintaan Maaf Regi
109 Two weeks later
110 Lunch Time
111 Ke Rooftop, yuk
112 Meluahkan Rindu
113 Regi !!!
114 Pemakaman Regi
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kesalahan Anya
2
TTD Kontrak
3
Sah!
4
Ancaman Miss Hellen
5
Tertantang
6
Godaan Anya
7
Dismenorea
8
Lezatnya Masakan Istri Muda
9
Malam Pertama
10
Ego Axello
11
Pak Razil mulai Membaik
12
Percikan Api Rindu
13
Saingan?
14
Night at Hospital
15
Axello VS dr. Firman
16
Drop
17
Hubungan Rumit
18
Bertemu di Acara Festival
19
Mulai Menyadari
20
Cross Feel
21
Kamu Yang Kalah
22
Kedatangan Hellen
23
Mulai bekerja
24
Kesedihan Anya
25
Curiga
26
Terkuak satu per satu
27
Tempat Baru
28
Axel Kembali Mundur
29
Pertemuan Axel & dr Firman
30
Terus Cari Alasan
31
Yang Menang Adalah...
32
Hari Apes Tian
33
Second Time
34
I Love You
35
Pulang ke Apartemen
36
Pengakuan dan Ancaman
37
New Style
38
About Breakfast
39
Saudara Kandung?
40
Kebahagian Lengkap
41
Keadaan Hellencia
42
Penjelasan Papa Richie
43
Tawaran Menggiurkan
44
Gairah Anya
45
One Month Later
46
Keadaan Hellencia Belum Membaik
47
Operasi untuk Hellencia
48
Bakso Beranak
49
Mau bakso yang hangat?
50
Keceplosan
51
Kepulangan Hellencia
52
Peperangan Dimulai
53
Puncak Masalah
54
Bukan Pembunuh
55
I'll be okay
56
Forgive Me
57
Perdebatan Kecil
58
Sesak Nafas
59
Keadaan Mama Icha
60
Rela karena Terpaksa
61
Memberi Kesempatan
62
Mulai berpencar
63
Anya Mulai Kesal
64
Back to Home
65
Pingin Nyerah
66
Kemarahan Anya
67
Surat Dokter Firman
68
Malam yang Panas
69
At the Morning
70
One Week Later
71
Sama-sama Candu
72
Tekad yang Gagal
73
Mulai Jeli
74
Titik Terang
75
Informasi Sonia
76
Plan B
77
Sarapan Lezat
78
Menjenguk Hellencia
79
Mbok Tumpi
80
Di dalam Gudang
81
Belum Menyerah
82
Cerita Malam
83
Kabar Baik
84
Hot Morning
85
Sakit Perut
86
Kembali Pulang
87
Rencana Menyambut Hellencia
88
Tim Handal
89
Misi Berhasil
90
Diorama Resto
91
Pemilik Diorama
92
Beautiful Night
93
Meet Up with Friends
94
Girls Time
95
Peperangan di Bui
96
Mendekati Ajal
97
Penolakan Halus
98
Fitting Gaun Pengantin
99
The Day
100
Tertangkap Langsung
101
Buka Puasa
102
Akhirnya...
103
Tamu Pagi
104
Dukungan untuk Anya
105
Periksa Kandungan
106
Cerita Regi
107
Malam ini...
108
Permintaan Maaf Regi
109
Two weeks later
110
Lunch Time
111
Ke Rooftop, yuk
112
Meluahkan Rindu
113
Regi !!!
114
Pemakaman Regi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!