Tertantang

Anya memandangi dirinya yang terlihat sangat seksi dan sangat menantang dengan mengenakan lingerie merah cabai. Ia pun kemudian menutupi tubuhnya dengan bathrobe karena hanya itu satu-satunya bahan yang bisa menutupi tubuhnya.

Perlahan Anya membuka pintu kamar mandi dan keluar sambil melihat keadaan di kamar. Miss Hellen sudah tidak terlihat di sana, membuat Anya bisa menghela nafasnya dengan lega.

Namun saat pandangannya menuju ke arah balkon kamar, tampak sosok pria bertubuh tegap sedang berjalan masuk dan membuat Anya menelan ludahnya kasar.

Sosok bosnya yang super duper dingin dan kini statusnya adalah suami kontraknya tampak sedang mendekat ke arahnya. Jangan ditanya lagi betapa berdebarnya hati Anya.

Ia tidak mau berbohong kali ini, bosnya memang tampak sangat tampan. Bahkan ia sama sekali tidak merasa rugi jika nanti mengandung darah daging bos dinginnya itu.

Ctak! Axel menyentil kening Anya yang terpaku memandanginya.

“Apa aku terlihat tampan di matamu sampai kau melihatku seperti itu, Divanya?” tanya Axel.

“Eh iya Pak! Eh bukan-bukan! Maksud saya tidak …”

“Sudahlah! Aku ingin kita bicara!” Axel langsung berjalan menuju ke sofa dan Anya pun langsung mengikutinya.

Namun, saat Axel duduk di sofa, Anya memilih untuk berdiri sampai Axel mencoba mengamati Anya dari atas sampai bawah.

“Berapa usiamu?”

Pertanyaan Axel membuat Anya menghela nafasnya panjang.

“Dua puluh satu!”

“Pernah pacaran?”

“Belum, Pak!”

Jawaban Anya kali ini membuat Axel terkekeh pelan. Hellen benar-benar memberinya gadis di bawah umur untuk mengandung anaknya di saat usia Axel saat ini sudah di angka 38 tahun.

“Kamu belum pernah berpacaran sama sekali dan kini justru siap untuk mengandung anakku? Hemm! Tragis sekali masa mudamu, Divanya!”

“Sekarang katakan padaku, berapa banyak kau dibayar oleh Hellen sampai kau rela untuk mengandung anakku?”

Anya kali ini terdiam lama dan tidak langsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan Axel.

Ia memang tidak dibayar sama sekali oleh Hellen, tetapi kerusakan di dapur restoran karena ulahnya akan dianggap lunas. Tidak hanya itu, biaya rumah sakit papanya juga akan ditanggung oleh Hellen.

“Kenapa kau diam? Apa istriku tidak membayarmu sepeser pun?”

“Bukan begitu, Pak! Saya siap mengandung anak anda karena dengan ini hutang saya dengan Miss Hellen lunas dan biaya rumah sakit papa saya akan ditanggung olehnya!” jelas Anya membuat Axel spontan tertawa terbahak-bahak.

“Apa yang kau maksud dengan hutang itu karena kebakaran yang terjadi di dapur restoran kemarin?”

Pertanyaan dari Axel kali ini dijawab dengan anggukan kepala Anya.

“Dasar bodoh! Kau benar-benar satu-satunya Wanita yang bodoh yang pernah aku temui, Divanya.”

Umpatan Axel kali ini sama sekali tidak ditepis oleh Anya. Dia sendiri mengakui kebodohannya yang mau dibayar untuk mengandung anak dari suaminya.

“Sekarang begini, Anya! Aku bisa membayarmu lebih besar dari Hellen dengan satu syarat! Kau harus mengandung bayi, tetapi tidak melakukan hubungan apa pun denganku!”

“Haaah? Bagaimana mungkin, Tuan! Bagaimana saya bisa hamil jika kita berdua tidak berhubungan?” tanya Anya.

“Wow! Sepertinya gadis kecil sepertimu begitu menginginkan untuk aku tiduri yaa?” timpal Axel membuat Anya mengusap wajahnya kasar.

“Bukan seperti itu, Pak! Jika anda memang tidak ingin berhubungan dengan saya, jangan jual saya untuk tidur dengan laki-laki lain. Itu Namanya zina, dan saya tidak akan menuruti permintaan anda!” ucap Anya dengan tegas.

“Lebih baik saya mati saja bapak bunuh dari pada harus melakukan hal yang dilarang oleh agama!” lanjut Anya lagi.

Keberanian Anya kali ini membuat Axel bangkit dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Anya. Kemudian tangannya diarahkan untuk mencekik leher Anya membuat Anya seketika memejamkan matanya dengan rapat.

Namun saat Axel menyentuh kulit mulus Anya, tiba-tiba dadanya bergemuruh tidak karuan. Terlebih saat ia menghirup aroma sabun yang menguar dari tubuh Anya membuat Axel menelan ludahnya kasar.

‘Sial, kenapa tiba-tiba aku bergetar seperti ini saat menyentuhnya!’ rutuk Axel dalam hati. ‘Tidak, ini tidak boleh terjadi! Aku hanya mencintai Hellen, bukan yang lain!’

Axel pun memberanikan dirinya untuk mencengkeram leher Anya cukup kuat.

“Ternyata nyalimu cukup berani Anya!”

Anya kini memegang tangan Axel yang tengah mencekiknya membuat Axel mulai mengendurkan cengkeramannya karena sentuhan Anya.

“Aku memang berani untuk mati di tangan anda, Pak! Tapi aku tidak mau mati dalam keadaan sia-sia!”

Kali ini Anya langsung menarik tengkuk leher Axel dan mendaratkan bibirnya tepat di bibir Axel. Namun bibir Anya hanya diam saja dan menempel cukup lama tanpa ada pergerakan apapun.

Sedangkan Axel kini benar-benar mulai paham jika Anya sama sekali belum pernah berpacaran, bahkan ciuman saja ia sama sekali tidak lihai.

Dan tanpa Axel sadari ia justru mulai menggerakkan bibirnya dan membuat bibir Anya terbuka. Selepas itu, dengan antusias Axel mengabsen bibir Anya sampai membuat Anya kehabisan nafas dan Anya langsung mendorong tubuh Axel untuk menjauh darinya.

“Aaarggghhh!” umpat Axel kesal sambil mengusap bibirnya kasar.

Ia pun langsung berbalik meninggalkan Anya dan masuk ke dalam kamar mandi.

“Sial! Bisa-bisanya aku terlena dengan permainan gadis ingusan itu!” umpat Axel pada dirinya sendiri.

Hawa panas pun langsung menyelimutinya. Cepat-cepat Axel melepaskan semua pakaian yang ia kenakan dan mengguyur tubuhnya di bawah shower.

“Ini si otong juga kenapa pake acara berdiri sih!” gerutu Axel kesal.

Sedangkan di sisi lain, Anya sedang mengatur nafasnya yang masih engap-engapan. Ia pun akhirnya keluar menuju balkon kamar untuk menghirup udara segar.

Namun, tiba-tiba ia mendengarkan orang tengah berbincang di balkon yang ada di bawahnya. Dan jika didengar lebih dekat lagi, suaranya sangat mirip dengan suara yang ia kenal.

“Lebih baik kita bercinta di dalam aja, sayang! Aku tidak mau suamiku mendengar suaraku nanti. Kebetulan ia sedang menginap untuk berbulan madu di kamar yang ada di atas kita.”

“Sebentar saja! Aku sangat menginginkan bercinta di balkon. Rasanya benar-benar sangat menantang. Ayo pasangkan lagi d!ld0nya, Hellen sayang!”

Terdengar suara perempuan memanggil nama Miss Hellen membuat Anya cepat-cepat menutup mulutnya rapat-rapat.

‘Jadi yang ada di kamar bawah ini benar-benar Miss Hellen? Dan dia memiliki hubungan dengan 5354m4 j3ni5?’ batin Anya sambil menelan ludahnya kasar.

“Oke Cinta, aku akan memasangnya. Tapi setelah pelepasan pertama, kita harus langsung masuk ya!” Terdengar suara Hellen yang akhirnya menyetujui permintaan pasangannya.

Tak lama kemudian terdengar suara d354h4n dari balkon bawah, tepat saat Axel keluar dari kamar mandi. Anya pun cepat-cepat masuk dan menutup pintu yang menghubungkan pintu dengan balkon rapat-rapat. Kemudian ia berbalik memandang ke arah Axel yang tampak sangat segar selepas mandi.

‘Kali ini entah kenapa aku jadi tidak tega dengan Pak Axel, pantas saja mereka tidak kunjung memiliki keturunan!’ gumam Anya dalam hati.

‘Jangan-jangan Miss Hellen juga jarang melayani suaminya! Jika memang seperti itu, berarti bukan yang sulit untuk menaklukkan hati Pak Axel!’ batin Anya yang langsung melepaskan tali pengikat bathrobe miliknya.

Terpopuler

Comments

Ririn Nursisminingsih

Ririn Nursisminingsih

haduh Axel kmu tertipu sama helen selidiki dong

2024-11-01

0

Bundanya Aulia

Bundanya Aulia

duh Helena,,.

2025-03-14

0

febby fadila

febby fadila

waaaa hellen ternyata nggak waras.... kasihan axel

2025-02-13

1

lihat semua
Episodes
1 Kesalahan Anya
2 TTD Kontrak
3 Sah!
4 Ancaman Miss Hellen
5 Tertantang
6 Godaan Anya
7 Dismenorea
8 Lezatnya Masakan Istri Muda
9 Malam Pertama
10 Ego Axello
11 Pak Razil mulai Membaik
12 Percikan Api Rindu
13 Saingan?
14 Night at Hospital
15 Axello VS dr. Firman
16 Drop
17 Hubungan Rumit
18 Bertemu di Acara Festival
19 Mulai Menyadari
20 Cross Feel
21 Kamu Yang Kalah
22 Kedatangan Hellen
23 Mulai bekerja
24 Kesedihan Anya
25 Curiga
26 Terkuak satu per satu
27 Tempat Baru
28 Axel Kembali Mundur
29 Pertemuan Axel & dr Firman
30 Terus Cari Alasan
31 Yang Menang Adalah...
32 Hari Apes Tian
33 Second Time
34 I Love You
35 Pulang ke Apartemen
36 Pengakuan dan Ancaman
37 New Style
38 About Breakfast
39 Saudara Kandung?
40 Kebahagian Lengkap
41 Keadaan Hellencia
42 Penjelasan Papa Richie
43 Tawaran Menggiurkan
44 Gairah Anya
45 One Month Later
46 Keadaan Hellencia Belum Membaik
47 Operasi untuk Hellencia
48 Bakso Beranak
49 Mau bakso yang hangat?
50 Keceplosan
51 Kepulangan Hellencia
52 Peperangan Dimulai
53 Puncak Masalah
54 Bukan Pembunuh
55 I'll be okay
56 Forgive Me
57 Perdebatan Kecil
58 Sesak Nafas
59 Keadaan Mama Icha
60 Rela karena Terpaksa
61 Memberi Kesempatan
62 Mulai berpencar
63 Anya Mulai Kesal
64 Back to Home
65 Pingin Nyerah
66 Kemarahan Anya
67 Surat Dokter Firman
68 Malam yang Panas
69 At the Morning
70 One Week Later
71 Sama-sama Candu
72 Tekad yang Gagal
73 Mulai Jeli
74 Titik Terang
75 Informasi Sonia
76 Plan B
77 Sarapan Lezat
78 Menjenguk Hellencia
79 Mbok Tumpi
80 Di dalam Gudang
81 Belum Menyerah
82 Cerita Malam
83 Kabar Baik
84 Hot Morning
85 Sakit Perut
86 Kembali Pulang
87 Rencana Menyambut Hellencia
88 Tim Handal
89 Misi Berhasil
90 Diorama Resto
91 Pemilik Diorama
92 Beautiful Night
93 Meet Up with Friends
94 Girls Time
95 Peperangan di Bui
96 Mendekati Ajal
97 Penolakan Halus
98 Fitting Gaun Pengantin
99 The Day
100 Tertangkap Langsung
101 Buka Puasa
102 Akhirnya...
103 Tamu Pagi
104 Dukungan untuk Anya
105 Periksa Kandungan
106 Cerita Regi
107 Malam ini...
108 Permintaan Maaf Regi
109 Two weeks later
110 Lunch Time
111 Ke Rooftop, yuk
112 Meluahkan Rindu
113 Regi !!!
114 Pemakaman Regi
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kesalahan Anya
2
TTD Kontrak
3
Sah!
4
Ancaman Miss Hellen
5
Tertantang
6
Godaan Anya
7
Dismenorea
8
Lezatnya Masakan Istri Muda
9
Malam Pertama
10
Ego Axello
11
Pak Razil mulai Membaik
12
Percikan Api Rindu
13
Saingan?
14
Night at Hospital
15
Axello VS dr. Firman
16
Drop
17
Hubungan Rumit
18
Bertemu di Acara Festival
19
Mulai Menyadari
20
Cross Feel
21
Kamu Yang Kalah
22
Kedatangan Hellen
23
Mulai bekerja
24
Kesedihan Anya
25
Curiga
26
Terkuak satu per satu
27
Tempat Baru
28
Axel Kembali Mundur
29
Pertemuan Axel & dr Firman
30
Terus Cari Alasan
31
Yang Menang Adalah...
32
Hari Apes Tian
33
Second Time
34
I Love You
35
Pulang ke Apartemen
36
Pengakuan dan Ancaman
37
New Style
38
About Breakfast
39
Saudara Kandung?
40
Kebahagian Lengkap
41
Keadaan Hellencia
42
Penjelasan Papa Richie
43
Tawaran Menggiurkan
44
Gairah Anya
45
One Month Later
46
Keadaan Hellencia Belum Membaik
47
Operasi untuk Hellencia
48
Bakso Beranak
49
Mau bakso yang hangat?
50
Keceplosan
51
Kepulangan Hellencia
52
Peperangan Dimulai
53
Puncak Masalah
54
Bukan Pembunuh
55
I'll be okay
56
Forgive Me
57
Perdebatan Kecil
58
Sesak Nafas
59
Keadaan Mama Icha
60
Rela karena Terpaksa
61
Memberi Kesempatan
62
Mulai berpencar
63
Anya Mulai Kesal
64
Back to Home
65
Pingin Nyerah
66
Kemarahan Anya
67
Surat Dokter Firman
68
Malam yang Panas
69
At the Morning
70
One Week Later
71
Sama-sama Candu
72
Tekad yang Gagal
73
Mulai Jeli
74
Titik Terang
75
Informasi Sonia
76
Plan B
77
Sarapan Lezat
78
Menjenguk Hellencia
79
Mbok Tumpi
80
Di dalam Gudang
81
Belum Menyerah
82
Cerita Malam
83
Kabar Baik
84
Hot Morning
85
Sakit Perut
86
Kembali Pulang
87
Rencana Menyambut Hellencia
88
Tim Handal
89
Misi Berhasil
90
Diorama Resto
91
Pemilik Diorama
92
Beautiful Night
93
Meet Up with Friends
94
Girls Time
95
Peperangan di Bui
96
Mendekati Ajal
97
Penolakan Halus
98
Fitting Gaun Pengantin
99
The Day
100
Tertangkap Langsung
101
Buka Puasa
102
Akhirnya...
103
Tamu Pagi
104
Dukungan untuk Anya
105
Periksa Kandungan
106
Cerita Regi
107
Malam ini...
108
Permintaan Maaf Regi
109
Two weeks later
110
Lunch Time
111
Ke Rooftop, yuk
112
Meluahkan Rindu
113
Regi !!!
114
Pemakaman Regi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!