Sah!

“Ya aku memang sudah gila karena begitu mencintaimu, Mas Axel!” ucap Hellen yang dengan manjanya menidurkan kepalanya di atas pangkuan Axel.

“Apa kau tidak cemburu jika aku memiliki istri muda?” tanya Axel yang sama sekali tidak tahu kemana arah jalan piker istrinya itu.

“Tentu saja aku sangat cemburu! Maka dari itu, aku sudah memilihkan wanita yang tepat untuk mengandung anak kita! Aku yakin, dia tidak akan merebutmu dari sisiku!” tukas Hellen.

“Aku sudah mengatur semuanya dengan sangat baik. Jadi aku harap, kau bekerja sama dengan baik juga Mas!”

Permintaan Hellen kali ini membuat Axel menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia benar—benar sudah terjebak dalam permainan istrinya yang sangat menginginkan seorang anak.

Sebenarnya, Axel sendiri juga sudah mendambakan kehadiran buah hati. Namun keadaan Hellen yang sudah divonis mandul dengan 3 orang dokter membuatnya mengubur dalam-dalam keinginannya untuk memiliki buah hati dan merahasiakan berita ini dengan siapa pun itu.

“Baiklah, kali ini aku mencoba untuk menuruti keinginanmu! Ingat, aku hanya melakukannya satu kali dan selepas itu aku tidak akan pernah mau untuk sekamar dengannya!” ucap Axel membuat mata Hellen berbinar sempurna.

Hellen langsung bangkit dari pangkuan Axel dan mencium bibir suaminya dengan mesra.

“Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu! Kalau begitu, aku akan pergi dulu untuk mengurus acara pernikahan kalian besok pagi!” pamit Hellen yang langsung meraih asnya di atas meja dan keluar dari ruang kerjanya.

💞💞💞

Keesokan harinya, Anya yang masih terlelap dalam mimpinya indahnya harus terbangun saat mendengar suara ketukan pintu berkali-kali.

Akhirnya, dengan kesadaran yang masih belum sempurna, Anya melangkahkan kakinya untuk membuka pintu rumahnya.

“Selamat pagi Nona Anya! Saya datang untuk merias anda yang akan melakukan akad nikah pagi ini dengan Tuan Axello!” ucap salah satu perias yang datang dengan membawa koper peralatan make up.

“Silahkan masuk dan duduk dulu di sini! Saya masih harus membersihkan badan dulu!” balas Anya sambil mempersilahkan tamunya untuk masuk dan duduk.

Selepas itu Anya langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Tidak sampai sepuluh menit, Anya sudah berdiri di samping perias dengan keadaan rambutnya yang masih basah.

“Aku sudah siap!” ucap Anya lirih.

“Baiklah, Nona! Kalau begitu kita mau make up dimana?” tanya perias.

“Di kamar saya aja!” Anya pun segera menuju ke kamarnya dan diikuti oleh dua orang perias yang dikirim oleh Hellen.

Sesampainya di kamar, salah satu perias langsung membantu Anya mengeringkan rambutnya. Sedangkan yang satunya lagi mulai mengoleskan pelembab ke wajah Anya yang sebenarnya sudah sangat cantik tanpa menggunakan make up.

Satu jam lamanya Anya di make over, kini Anya sudah berubah secantik Cinderella. Bahkan sampai kedua orang perias tadi terus saja memuji kecantikan Anya.

“Wah! Nona Anya benar-benar sangat cantik!”

“Benar! Bahkan wajahnya semakin terlihat bersinar jika diberi sentuhan tipis seperti ini!” timpal perias yang satunya lagi.

“Kalian berdua terlalu memujiku! Ini cantik juga hasil dari karya tangan kalian!” balas Anya.

Setelah merias wajah Anya, kedua orang perias tadi membantu Anya mengenakan gaun. Gaun berwarna putih membuat penampilan Anya terlihat begitu memukau.

Tak lama kemudian mobil yang dikirimkan untuk menjemput Anya pun datang dan siap untuk mengantar Anya menuju ke KUA. Kedua orang perias tadi pun langsung mengantar Anya untuk menuju ke mobil yang datang menjemputnya.

‘Selamat datang kehidupan kelamku! Kehidupan tragis yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Bahkan ini semua mungkin akan lebih tragis dari kematian mama dan keadaan papa yang kini tengah dirawat di rumah sakit dan dalam keadaan koma.’

Anya memejamkan matanya dan menahan dirinya agar tidak menangis. Jika mayoritas wanita akan merasa Bahagia di hari pernikahannya, maka hari ini Anya masuk dalam golongan minoritas dimana ia sama sekali tidak merasa bahagia dan justru begitu tertekan.

‘Kamu tidak boleh merasa sedih dan lemah, Anya! Kau harus berjuang di atas kakimu sendiri selepas Mama meninggal dunia dan papa mengalami koma!’

‘Ingat! Kau harus berjuang sebatang kara jika kau masih ingin hidup!’

Anya terus saja menyemangati dirinya sendiri sepanjang perjalanan menuju ke KUA sampai ia tidak sadar jika mobil yang ia tumpangi kini sudah berhenti tepat di depan pintu.

“Kita sudah sampai Nona!” ucap sopir yang sudah membukakan pintu untuk Anya.

Anya pun berusaha untuk kuat sambil berusaha untuk melangkahkan kakinya keluar dari pintu mobil.

“Good Morning, Anya!” sambut Hellen sambil memeluk Anya dengan erat. “Kau sangat cantik sekali hari ini!” puji Miss Hellen sambil melepaskan pelukannya.

“Terima kasih atas pujiannya Miss!” balas Anya sambil mengikuti langkah Miss Hellen masuk ke dalam KUA.

“Tidak perlu sungkan denganku, Anya! Sebentar lagi statusmu adalah sebagai maduku. Aku ingin komunikasi dan hubungan kita terjalin dengan baik."

"Tapi yang terpenting, jangan sampai kau merasa jatuh cinta dengan Mas Axel dan ingin merebutnya dari sisiku!” jelas Miss Hellen sambil menggandeng tangan Anya.

“Siap Miss! Don’t worry it!” balas Anya singkat.

Sesampainya di dalam ruangan, mata Anya terpaku pada sosok lelaki yang sudah duduk dengan sangat manis di depan penghulu. Wajah datar dan cenderung jutek dengan mengenakan kemeja dan jas pengantin yang sudah disiapkan oleh Hellen sedari kemarin.

Penampilan keren dari Axel pagi ini membuat Anya semakin tidak berani untuk memandang wajahnya dan memilih untuk tetap menundukkan kepalanya. Ternyata Axel pun juga sama. Ia memilih untuk tidak memandang Anya sedikitpun.

“Nona Divanya Elea Razil!”

Pak penghulu mencoba menyebutkan nama panjang Anya saat melihat Anya sudah duduk di samping Axel.

“Benar, pak!” jawab Anya singkat.

“Apa kamu sudah siap untuk menjadi istri kedua dari Tuan Axello Richandra dan nantinya akan menjadi madu Nyonya Hellencia?”

Kini Anya tertegun dengan pertanyaan yang ditanyakan Pak Penghulu yang ada di hadapannya. Jauh di dalam lubuknya, ia sama sekali tidak siap untuk menjadi istri kedua. Namun lagi-lagi ia teringat akan perjanjian yang sudah ia tanda tangani dengan Miss Hellen kemarin.

“Siap pak!” jawab Anya dengan mantap

Setelah beberapa pertanyaan sudah terjawab dengan baik, kini tiba saatnya acara sacral pernikahan Tuan Axel dengan Anya.

Pernikahan sederhana ini hanya dihadiri oleh beberapa orang kepercayaan di Restoran milik Axel yang tentunya bisa diajak kerja sama untuk menjaga rahasia.

“Sah!” pekik semua tamu yang hadir dalam ruangan KUA.

 

Terpopuler

Comments

Herlina M. Siman

Herlina M. Siman

jadikan lah axel jatuh cinta pada istri keduanya dan dia harus tau kelakuan istri pertamanya

2025-03-27

0

febby fadila

febby fadila

Emang selama ini axel nggak tau tentang kelakuan istrix...

2025-02-13

1

Sandisalbiah

Sandisalbiah

sekarang kamu bisa cuek Axel.. nanti juga bakalan bucin...

2025-01-03

1

lihat semua
Episodes
1 Kesalahan Anya
2 TTD Kontrak
3 Sah!
4 Ancaman Miss Hellen
5 Tertantang
6 Godaan Anya
7 Dismenorea
8 Lezatnya Masakan Istri Muda
9 Malam Pertama
10 Ego Axello
11 Pak Razil mulai Membaik
12 Percikan Api Rindu
13 Saingan?
14 Night at Hospital
15 Axello VS dr. Firman
16 Drop
17 Hubungan Rumit
18 Bertemu di Acara Festival
19 Mulai Menyadari
20 Cross Feel
21 Kamu Yang Kalah
22 Kedatangan Hellen
23 Mulai bekerja
24 Kesedihan Anya
25 Curiga
26 Terkuak satu per satu
27 Tempat Baru
28 Axel Kembali Mundur
29 Pertemuan Axel & dr Firman
30 Terus Cari Alasan
31 Yang Menang Adalah...
32 Hari Apes Tian
33 Second Time
34 I Love You
35 Pulang ke Apartemen
36 Pengakuan dan Ancaman
37 New Style
38 About Breakfast
39 Saudara Kandung?
40 Kebahagian Lengkap
41 Keadaan Hellencia
42 Penjelasan Papa Richie
43 Tawaran Menggiurkan
44 Gairah Anya
45 One Month Later
46 Keadaan Hellencia Belum Membaik
47 Operasi untuk Hellencia
48 Bakso Beranak
49 Mau bakso yang hangat?
50 Keceplosan
51 Kepulangan Hellencia
52 Peperangan Dimulai
53 Puncak Masalah
54 Bukan Pembunuh
55 I'll be okay
56 Forgive Me
57 Perdebatan Kecil
58 Sesak Nafas
59 Keadaan Mama Icha
60 Rela karena Terpaksa
61 Memberi Kesempatan
62 Mulai berpencar
63 Anya Mulai Kesal
64 Back to Home
65 Pingin Nyerah
66 Kemarahan Anya
67 Surat Dokter Firman
68 Malam yang Panas
69 At the Morning
70 One Week Later
71 Sama-sama Candu
72 Tekad yang Gagal
73 Mulai Jeli
74 Titik Terang
75 Informasi Sonia
76 Plan B
77 Sarapan Lezat
78 Menjenguk Hellencia
79 Mbok Tumpi
80 Di dalam Gudang
81 Belum Menyerah
82 Cerita Malam
83 Kabar Baik
84 Hot Morning
85 Sakit Perut
86 Kembali Pulang
87 Rencana Menyambut Hellencia
88 Tim Handal
89 Misi Berhasil
90 Diorama Resto
91 Pemilik Diorama
92 Beautiful Night
93 Meet Up with Friends
94 Girls Time
95 Peperangan di Bui
96 Mendekati Ajal
97 Penolakan Halus
98 Fitting Gaun Pengantin
99 The Day
100 Tertangkap Langsung
101 Buka Puasa
102 Akhirnya...
103 Tamu Pagi
104 Dukungan untuk Anya
105 Periksa Kandungan
106 Cerita Regi
107 Malam ini...
108 Permintaan Maaf Regi
109 Two weeks later
110 Lunch Time
111 Ke Rooftop, yuk
112 Meluahkan Rindu
113 Regi !!!
114 Pemakaman Regi
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Kesalahan Anya
2
TTD Kontrak
3
Sah!
4
Ancaman Miss Hellen
5
Tertantang
6
Godaan Anya
7
Dismenorea
8
Lezatnya Masakan Istri Muda
9
Malam Pertama
10
Ego Axello
11
Pak Razil mulai Membaik
12
Percikan Api Rindu
13
Saingan?
14
Night at Hospital
15
Axello VS dr. Firman
16
Drop
17
Hubungan Rumit
18
Bertemu di Acara Festival
19
Mulai Menyadari
20
Cross Feel
21
Kamu Yang Kalah
22
Kedatangan Hellen
23
Mulai bekerja
24
Kesedihan Anya
25
Curiga
26
Terkuak satu per satu
27
Tempat Baru
28
Axel Kembali Mundur
29
Pertemuan Axel & dr Firman
30
Terus Cari Alasan
31
Yang Menang Adalah...
32
Hari Apes Tian
33
Second Time
34
I Love You
35
Pulang ke Apartemen
36
Pengakuan dan Ancaman
37
New Style
38
About Breakfast
39
Saudara Kandung?
40
Kebahagian Lengkap
41
Keadaan Hellencia
42
Penjelasan Papa Richie
43
Tawaran Menggiurkan
44
Gairah Anya
45
One Month Later
46
Keadaan Hellencia Belum Membaik
47
Operasi untuk Hellencia
48
Bakso Beranak
49
Mau bakso yang hangat?
50
Keceplosan
51
Kepulangan Hellencia
52
Peperangan Dimulai
53
Puncak Masalah
54
Bukan Pembunuh
55
I'll be okay
56
Forgive Me
57
Perdebatan Kecil
58
Sesak Nafas
59
Keadaan Mama Icha
60
Rela karena Terpaksa
61
Memberi Kesempatan
62
Mulai berpencar
63
Anya Mulai Kesal
64
Back to Home
65
Pingin Nyerah
66
Kemarahan Anya
67
Surat Dokter Firman
68
Malam yang Panas
69
At the Morning
70
One Week Later
71
Sama-sama Candu
72
Tekad yang Gagal
73
Mulai Jeli
74
Titik Terang
75
Informasi Sonia
76
Plan B
77
Sarapan Lezat
78
Menjenguk Hellencia
79
Mbok Tumpi
80
Di dalam Gudang
81
Belum Menyerah
82
Cerita Malam
83
Kabar Baik
84
Hot Morning
85
Sakit Perut
86
Kembali Pulang
87
Rencana Menyambut Hellencia
88
Tim Handal
89
Misi Berhasil
90
Diorama Resto
91
Pemilik Diorama
92
Beautiful Night
93
Meet Up with Friends
94
Girls Time
95
Peperangan di Bui
96
Mendekati Ajal
97
Penolakan Halus
98
Fitting Gaun Pengantin
99
The Day
100
Tertangkap Langsung
101
Buka Puasa
102
Akhirnya...
103
Tamu Pagi
104
Dukungan untuk Anya
105
Periksa Kandungan
106
Cerita Regi
107
Malam ini...
108
Permintaan Maaf Regi
109
Two weeks later
110
Lunch Time
111
Ke Rooftop, yuk
112
Meluahkan Rindu
113
Regi !!!
114
Pemakaman Regi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!