Sementara itu, ia menemukan beberapa lusinan orang mengepung pintu keluar. Qin Chen tidak dapat bergerak gegabah, ia hanya mempunyai beberapa amunisi di senjatanya dan itu tidak akan mencukupi untuk melawan banyak orang.
Dia membutuhkan bantuan, untungnya sebelum ia berpisah dengan Yan Qiong. Yan Qiong menyelipkan sebuah nomor untuk menghubunginya, ia mengirimkan pesan meminta bantuan kepadanya.
"Bergerak!"
Bawahan Yan Qiong mengangguk, ia menerima pesanan dari Qin Chen yang di kepung banyak orang. Rombongan Yan Qiong sudah keluar beberapa menit yang lalu, mereka berada di perbukitan memantau kediaman Wang.
Dan pegerakan aneh terjadi di luar sana, banyak bodyguard berkumpul di satu tempat seakan-akan menunggu seseorang keluar dari sana, di saat yang bersamaan Qin Chen memberikan pesan bahwa dia di kepung dan Nyonya Wang membutuhkan pertolongan pertama.
"Dengarkan aku, ini mungkin tindakan rasional yang aku buat sendiri untuk menolong seseorang. Mungkin kita akan di keluarkan dari kepolisian karena membantunya, tapi—" Yan Qiong mengenggam tangannya. "Ini integritas keadilan seorang petugas kepolisian!"
"Ya!"
"Bagus, ayo bergerak sekarang!"
Semuanya menggunakan baju hitam menutup wajah masing-masing dengan masker, mereka melepaskan pakaian kepolisian untuk mengurangi kecurigaan keamanan keluarga Wang.
Bahkan mereka datang dengan kendaraan lain yang tidak mempunyai simbol kepolisian, di depan gerbang mereka menyusup masuk kedalam.
Seorang petugas terlatih melakukan tugasnya dengan baik, walaupun ada beberapa orang melakukan gencatan senjata di depan gerbang.
Tetapi itu dapat di atasi meskipun kewalahan, Qin Chen mendengar suara tembakan tersebut membuatnya memikirkan tindakan selanjutnya.
"Bagaimana keadaan di luar?"
Qin Chen menoleh kebelakang. "Tidak aman, kita sudah di kepung. Tapi tetap tenang, ada bantuan dari luar sedang mengatasi masalah ini."
"Apa kepolisian?"
"Tidak."
Setelah itu, ia tidak membalas apapun. Qin Chen menghitung jarak dan orang-orang yang ada di luar sana. Dia akan bertaruh pada keberuntungannya, keluar untuk melawan lalu merampas senjata mereka untuk melawan kembali.
Qin Chen dengan sigap membuka pintunya, di berlarian keluar mengincar salah satu bodyguard yang tidak sigap menghadapi seseorang di depannya.
Bugh!
Yang lain melepaskan tembakan, ia mendapatkan kesempatan menghindari ke bebatuan di sampingnya. Tetapi secara perlahan bebatuan itu terkikis, dan ia kembali dalam keadaan tidak aman.
"Sistem, bagaimana menurutmu kemenanganku?"
[76%]
[Dengan kemampuan tuan rumah, dan Persentase sistem. Tuan rumah dapat menang dengan 76% kemungkinan.]
"Bagus, itu cukup!"
Qin Chen menutup matanya. "Ada 24 orang dengan senjata, masing-masing mereka mempunyai jarak 5 meter dan yang terdekat denganku berjarak 10 meter. Senjata yang aku punya sekarang mempunyai sisa peluru 16."
Ia memegang dua senjata di tangannya, satu yang ia bawa dari luar dan satunya hasil merampas sebelumnya.
Sebelum keluar, ia menghela napas panjangnya, ia lalu begegas keluar sembari melepaskan tembakan pertamanya mengenai bahu musuh. Qin Chen menghindari tembakan lain, ia menembak lagi dan gencatan senjata beruntun di halaman belakang terdengar petugas kepolisian yang baru saja datang di sana.
Mereka melihat Qin Chen tengah melakukan gencatan senjata secara langsung, itu membuka mata mereka mengetahui seseorang yang belum tamat SMA mengontrol senjatanya begitu baik.
Dia seakan-akan lulusan angkatan kemiliteran, dan pernah melakukan misi di luar sana. Tetapi yang tidak mereka sadari adalah, Qin Chen sepenuhnya mengandalkan Golden Eye's!
Kecerdasan unggul, dan Golden Eye's merupakan kunci kesuksesan Qin Chen dalam mengambil tindakan.
"Bos! Kediaman tengah di serang sekelompok yang tidak di kenal!"
Seseorang bersembunyi di belakang bebatuan menghubungi orang itu, dari percakapan mereka, orang itu terdengar marah akan penyerangan yang terjadi di kediamannya.
Qin Chen yang berada di sana merasakan hal buruk akan terjadi, ia melihat rombongan kepolisian.
Ia memberikan kode tangan untuk mengakhiri semua ini!
Dor! Dor! Dor!
Dari sisi Qin Chen dia menembak, dari sisi Yan Qiong ikut membantunya. Keduanya bekerjasama melawan Bodyguard yang bersembunyi di balik pagar dan dinding kediaman.
Mereka menggunakan senjata berat, dan hanya rombongan Qin Chen dan Yan Qiong menggunakan pistol.
Sebagian orang mengalami luka-luka, dan beberapa orang meninggal karena tembakan menembus jantung. Salah satunya kesalahan Qin Chen, dia menembak bagian jantung walaupun begitu ia terkena serangan mental beberapa saat sebelumnya.
Tetapi itu redakan, ia membaca orang-orang hanya tertinggal beberapa orang saja di belakang sana. Qin Chen keluar di halaman belakang, ia mengarahkan senjatanya.
"Keluar dari sana, dan angkat tangan. Kau sudah di kepung! Jangan berbuat macam-macam!"
Orang itu keluar, ia mengangkat tangannya karena sudah tidak mempunyai amunisi di tangannya. "Aku menyerah, bunuh saja aku dan semuanya berakhir."
Dor!
Qin Chen menembak bahunya, itu membuatnya berteriak kesakitan di halaman belakang, tangannya tidak akan bisa memegang senjata lagi di masa depan.
"Bermimpilah untuk nyawamu!"
Qin Chen menoleh kesamping, ia memberikan pesan kepada Yan Qiong. Dia membacanya, itu pesan untuk membawa kepala keluarga Wang dan istrinya ke rumah sakit secepatnya.
Setelah ia menerima pesan itu, Qin Chen meninggalkan tempat tersebut menyelesaikan urusannya.
Dia menembak beberapa orang yang kabur dengan senjatanya, itu mengakhiri semuanya!
Selepas itu, ia berada di pinggiran hutan terduduk lemas. Tangannya gemeteran seakan-akan menyesal, itu membunuh seseorang untuk pertama kalinya.
Bahkan sebelumnya, ia hanya melukainya dan tidak berani membunuh dikarenakan dia seorang murid SMA. Tapi kesalahan sebelumnya jelas fatal, ia salah dalam perhitungan membuat nyawa orang menghilang di depan matanya.
Tidak lama dari itu, hujan turun mengguyur kota. Langit gelap di sertai guntur, ia terdiam di bawah pohon dengan tangan bersimbah lumpur.
Tapi perlahan itu bersih, ia meninggalkan tempat tersebut dengan langkah kaki pelan, ia kembali ke rumahnya.
Setibanya di sana, Wang Yi melihat Qin Chen yang diam dan terduduk lemas di tempat duduk. Ia tidak tahu apapun, ia mencoba mendekatinya.
"Ada apa denganmu?"
"Keluargamu selamat, tapi di saat itu gencatan senjata tidak dapat di hindari. Aku melakukan kesalahan saat perhitungan membuat salah satu dari mereka mati, perasaan bersalah ini tidak dapat di hilangkan membuatku menyesal karena membunuhnya."
Wang Yi terdiam, ia mendengar apa yang dikatakan Qin Chen. Sebagai seorang murid biasa, saat melakukan kesalahan yang dapat membunuh seseorang pasti memberikan pukulan keras.
Ia memeluknya dengan erat, mengusap-usap punggungnya. "Tidak apa-apa, kamu tidak melakukan kesalahan. Semua itu sudah ditakdirkan, dan kamu bukanlah pembunuh."
Qin Chen hanya diam malam itu, ia menutup matanya untuk beristirahat karena kelelahan melakukan pekerjaan yang belum di selesaikan nya.
Wang Yi memangkunya, ia tertidur pulas di pangkuannya. Itu membuat Wang Yi tersenyum menyapanya, ia membuat seseorang begitu menarik!
Sementara itu di luar sana, gencatan senjata antara bawahan Tang Youqin dan orang-orang yang hendak meledakan tambang begitu panas.
...
*Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Muza Muzayanah
tembak menembak kok jadi gencatan senjata hadeh
2025-02-13
0
asis lama
mungkin penulis bisa buka Kus kembali arti kata gencatan senjata adalah penghentian sementara tembak menembak, tapi kenyataan yang ada ditulisan adalah justru saat terjadi tembak menembak malah diartikan gencatan senjata
2024-06-23
0
Nino Ndut
dengan banyaknya kejadian beruntun plus kondisi mc, keliatan bgt klo mentalnya mc blom siap..udh jelas mau ngelawan dunia bawah n ada senjata api tp mental blom siap buat ambil nyawa orang..mending pensi aj mc nya..
2024-01-12
0