'C**ih kalian hanya bisa bicara sembarangan saja tanpa tau kebenaran nya' Batin Jia Li mendecih.
"Kembalikan uang itu pada pemiliknya, jika tidak aku akan menghabisi mu!" Ucap Jia Li dengan tatapan datar dan suara dingin nya.
Perampok yang mendengar ucapan Jia Li pun hanya tertawa dengan keras bagaimana tidak Jia Li adalah seorang perempuan dan badan nya sangat kurus dan kecil sedangkan dia dua kali lebih besar dari Jia Li bagaimana mau menghabisi dirinya, pikir perampok itu.
Tanpa aba-aba Jia Li langsung menyerang perampok itu karena sudah meremehkan dirinya, dia langsung memukul wajah, dada, dan perut perampok itu tanpa ampun, bahkan Jia Li membanting perampok itu yang badan nya lebih besar dari Jia Li, semua orang yang melihat bagaimana Jia Li menghabisi perampok itu hanya bisa menganga tak percaya karena ada wanita yang kuat dan semengerikan Jia Li.
"Heh, kau hanya bisa meremehkan orang saja tanpa tau seberapa kuat orang itu' ucap Jia Li seraya mengambil kantong uang yang tergeletak di samping perampok itu.
Perampok yang melihat Jia Li tengah mengambil kantong uang itu langsung menarik cadar yang Jia Li pakai ia ingin tau siapa wanita itu sebenarnya.
Jia Li yang lengah pun akhirnya cadar yang iya pakai tertarik oleh perampok itu, perampok yang melihat kecantikan Jia Li hanya melototkan mata nya tanpa berkedip bahkan bisa hampir copot, para penduduk yang tadi menertawakan Jia Li karena berpikir Jia Li buruk rupa pun hanya bisa menganga.
'Kecantikan yang sangat mematikan dia bagaikan Dewi yang turun dari kayangan' batin mereka semua.
"Sial" ucap Jia Li, dia akhir nya memukul perampok itu hingga pingsan Jia Li kesal karena perampok itu menarik cadar yang iya kenakan hingga semua orang jadi tahu wajahnya,
Jia Li tak menghiraukan semua tatapan orang-orang yang mengarah padanya dia hanya berjalan terus untuk mengembalikan uang kepada wanita paruh baya tadi, saat sampai di depan wanita paruh baya itu wanita itu hanya diam saja tanpa berkata apapun bahkan kantong uang yang Jia Li serahkan tak di ambilnya.
"Nyonya apa kau tak ingin uang mu lagi" ucap Jia Li dengan datar dan dingin.
"Ah.. eh.. iya em terimakasih nona atas bantuan nya aku sungguh berterimakasih karena kau telah membantu diriku dari perampok itu" ucap wanita paruh baya itu dengan lembut dan senyuman tulus.
"Emm" jawab Jia Li
Saat Jia Li akan pergi wanita paruh baya itu menghentikan langkah nya dengan mencekal tangan kanan Jia Li, Jia Li yang heran karena tangan nya di cekal pun bertanya.
"Ada apa lagi nyonya" tanya Jia Li dengan datar.
"Em nona perkenalkan nama wanita tua ini Xia Wei jika boleh diriku bertanya, siapa nama mu nona?" tanya wanita itu seraya melepaskan tangan kanan Jia Li yang ia pegang.
Jia Li yang mendengar pertanyaan itu pun hanya menjawab dengan dingin.
"Jia Li" ucap Jia Li dengan singkat dan dingin, setelah itu dia pergi melanjutkan shopping nya yang tertunda. sebelum dia melanjutkan langkah nya dia sempat menyuruh salah satu penduduk membawa perampok itu ke kepala desa untuk di beri hukuman.
Wanita paruh baya yang mendengar nama Jia Li pun tersenyum senang, dia sangat menyukai Jia Li tidak hanya sangat sangat cantik bahkan dia sangat kuat, tapi wanita itu sangat dingin dan seperti tak tersentuh tapi wanita paruh baya itu tak mempermasalahkan sama sekali jika bisa ia ingin Jia Li menjadi menantu nya.
Beberapa saat kemudian datang beberapa rombongan seorang pria yang sangat tampan dengan beberapa prajurit di belakang nya para pria itu mendekati wanita paruh baya yang di tolong oleh Jia Li tadi bahkan para pria itu seperti sangat khawatir sekali pada wanita tua itu.
"Ibunda kemana saja dirimu, aku sangat khawatir kenapa Ibunda pergi dari penginapan tanpa sepengetahuan diriku, bahkan ibunda tak membawa prajurit satu pun" Ucap seorang pria yang sangat tampan dan mengenakan jubah yang megah.
Para penduduk yang sedari tadi masih diam karena melihat kecantikan Jia Li pun sekarang tersadar karena kedatangan rombongan para pria yang sangat tampan, para wanita yang melihat ketampanan para pria itu pun menjerit histeris.
"Ya ampun ada apa ini kenapa hari ini kita melihat para dewa dan Dewi turun dari langit apakah ini nyata? tadi kita sudah melihat Dewi yang sangat sangat cantik dan sekarang kita melihat dewa yang sangat sangat tampan, ini seperti mimpi!!" ucap seorang wanita muda yang berada di sana.
Ucapan wanita itu pun di angguki setuju oleh orang-orang yang ada di sana, para pria yang mendengar ucapan wanita itu pun sangat bingung.
"Ah em putra mahkota dan para pangeran, ibunda tidak apa-apa jangan khawatir, ibunda ingin menyampaikan sesuatu pada kalian sebaiknya kita cepat kembali ke penginapan saja" ucap wanita itu seraya terus tersenyum kepada para pria yang di depan nya yang ternyata anak-anak nya, putra mahkota dan pangeran-pangeran yang melihat ibunda nya terus tersenyum hanya memandang heran kepada ibunda nya itu.
'Ada apa ini, kenapa Ibunda terus saja tersenyum di saat kita tengah khawatir kepada dirinya?' Batin mereka semua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 223 Episodes
Comments
Awind Widayanti
haizz sudah kuduga
2024-08-23
0
Quuenza
Calon, menantu nih, tak sabar aku
2022-04-20
2
puspa
only vote 4 u 😉
2022-03-12
1