"Oh jadi kau memilih mati Fung Bo!" Ucap jenderal Jia Li kepada ketua mafia itu yang ternyata bernama Fung Bo.
"Hahaha... kau percaya diri sekali bisa membunuh ku jenderal Jia Li" ucap Fung bo seraya tertawa dengan sangat keras dan menatap Jenderal Jia Li sinis.
"Kita buktikan sekarang dirimu akan mati ditangan ku atau tidak! letnan Yui sekarang" ucap jenderal Jia Li seraya memberi perintah pada letnan Yui.
Tak berselang lama terdengar suara tembakan dengan sangat keras di ruangan yang di tempati oleh para mafia itu.
Dor..Dor..Dor..
Dor..Dor..Dor..
Adu tembak pun tak terelak kan di ruangan itu, para mafia yang sedang berpesta tadi pun segera melawan pada pasukan yang di bawa jenderal Jia Li.
Semua terjadi dengan sangat cepat para mafia itu pun semua tumbang dengan sekali tembakan oleh para tentara itu karena mereka melawan dengan keadaan yang setengah sadar akibat mabuk.
Sedangkan di pasukan jenderal Jia Li tak sedikit yang terluka dengan parah tapi tak sampai ada yang mati.
Hingga yang tersisa tinggal ketua mafia saja.
"Sial" umpat ketua Fung Bo.
"Hahaha.... bagaimana Fung Bo? Apa kau akan menyerah?" Ucap jenderal Jia Li seraya tertawa dengan menyeramkan.
"Kau pikir aku akan menyerah dengan mudah jenderal sialan, walaupun semua anak buah ku sudah mati di tangan mu aku tidak akan menyerah begitu saja" Ucap ketua Fung Bo dengan keras.
Dor..
Tiba- tiba sebuah anak peluru melesat dengan begitu cepat ke arah dada ketua Fung Bo.
Akhhh....
Terdengar suara jeritan begitu keras dari mulut Fung bo, Darah mulai keluar dari dada Fung bo dengan begitu deras akibat tembakan jenderal Jia Li tadi.
Jenderal Jia Li sangat marah karena Fung bo mengatakan 'Sialan' pada dirinya tadi.
Saat jenderal Jia Li dan para anak buah nya sedang memeriksa tempat yang di jadikan markas mafia itu, mereka berfikir jika Fung Bo sudah mati karena tembakan jenderal mereka.
Tapi pemikiran mereka meleset ternyata Fung Bo masih bisa menggerakan tangan nya dan hendak menembak jenderal Jia Li.
"Jika aku mati setidak nya kau pun harus ikut mati jalangg" gumam Fung Bo.
Dorr...
"Awas jenderal Jia Li" Teriak letnan Yui kepada jenderal Jia Li.
Tapi terlambat peluru itu melesat dengan sangat cepat hingga jenderal Jia Li pun tak bisa menghindari peluru yang mengarah tepat pada dada nya itu.
Akkhhh....
Suara jeritan jenderal Jia Li menggema di ruangan itu.
"Jenderal" teriak letnan Yui dan para anak buah nya.
"Jenderal bertahan lah kita akan membawa jenderal ke rumah sakit" Ucap letnan Yui dengan suara bergetar dan memangku kepala jenderal Jia Li di paha nya.
"Ti-tidak u-usah ughh, i-itu per-percuma a-aku per-percaya-kan ughh se-semua-nya pa-pada-mu let-letnan Y-yui" Ucap jenderal Jia Li dengan terbata-bata karna menahan rasa sakit akibat tembakan Fung Bo.
"Tidak jenderal tidak, jangan tinggalkan kita semua hiks hiks" Ucap letnan Yui seraya menangis.
“Jangan tinggalkan aku hiks hiks” lanjutnya dengan tersedu-sedu.
“Ja-jangan me-mena-ngis” ucap Jia Li dengan suara lemah nya, seraya menghapus air mata Yui.
“G-god B-bye G-guys a-and S-see Y-you” lanjut Jia Li dengan terbata-bata.
Hingga akhirnya kedua mata nya pun perlahan-lahan memejam dan pandangan nya memburam.
'Apa aku akan mati sekarang? Ternyata aku mati muda haha, tapi tak apa setidak nya aku mati setelah membunuh Fung Bo sialan itu!' Batin Jia Li sebelum semua nya terasa berat dan tinggal kegelapan yang datang.
Letnan Yui dan para anggota yang melihat jenderal mereka sudah tak bergerak lagi menangis dengan perasaan tak percaya mereka, jenderal yang sangat mereka kagumi, hormati serta takuti ternyata akan meninggalkan mereka secepat ini.
Letnan Yui memeluk tubuh jenderal Jia Li yang sudah hampir mendingin dengan tubuh yang bergetar hebat karena tangis nya, ini kehilangan yang sangat menyakitkan untuk nya.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, Comen and vote ❤️🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 223 Episodes
Comments
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
kami kali Thor... bukan kita
2025-03-17
0
forgetmenot87
sedang menyimak.
2025-03-17
0
Maria P
ceritanya bagus
2025-02-27
0