Bab 13. Perlakuan Hangat

Elliot kembali ke ruangan Meizura dengan membawa obat di tangannya. Dia melirik makanan Meizura yang masih utuh, sedangkan istri dari atasannya itu malah tertidur di sofa. Elliot menggirimkan foto Meizura pada William.

Tak butuh waktu lama, William langsung merespon dengan menghubungi Elliot.

"Ya, Tuan."

("Biarkan saja dia tidur dulu.")

"Tapi nona belum makan sama sekali, Tuan. Apa itu tidak masalah?" tanya Elliot.

("Hubungi ibuku. Biar dia yang bujuk istriku untuk pulang.")

"Baik, Tuan."

Meizura menggeliat, dia hampir saja terjatuh dari sofa jika Elliot tidak sigap menangkap tubuhnya. Meizura membuka matanya. Elliot segera membantu Meizura duduk.

"Maafkan atas kelancangan saya, Nyo_nyonya."

Meizura mengangguk. Dia masih belum sepenuhnya tersadar dari keterkejutannya. Meizura memijat pelipisnya yang kembali berdenyut nyeri.

"Di mana obatnya, Elliot? Bisakah kau berikan obat itu padaku sekarang?"

"Tapi anda belum makan sama sekali," kata Elliot khawatir. Meizura menatap malas ke arah Elliot.

"Aku akan makan nanti, Elliot. Sekarang yang aku butuhkan adalah obatku." Elliot akhirnya mengambil segelas air dan menyerahkan obat yang tadi dibawanya pada Meizura.

"Ini, Nyonya."

"Berapa kali ku bilang, Jangan memanggilku Nyonya," tegur Meizura. Dia menerima obat dari Elliot dan tanpa ragu meminumnya. Meizura kembali bersandar di sofa dengan mata terpejam.

"Elliot, apa jadwalku setelah ini?" tanya Meizura. Dia tidak bisa mengabaikan pekerjaannya meskipun sedang sakit kepala.

"Tidak ada, Nona. Saya sudah membatalkan semuanya. Tuan William meminta saya untuk membawa anda pulang."

"Kau melaporkan ini padanya?" tanya Meizura terkejut. Dia tak menyangka jika Elliot akan melaporkannya pada William.

"Maafkan saya, Nona. Saya sudah lama bekerja dengan tuan William. Saya tidak mau tuan marah pada saya, karena saya tidak mengatakan apa yang terjadi pada anda," tutur Elliot memberi penjelasan.

"Ini bukan masalah besar, Elliot. Lain kali tidak perlu mengatakan kejadian seperti ini padanya. Aku tidak mau menambah beban pikirannya. Aku hanya lupa tidak sarapan jadi aku pusing."

"Baiklah, jika begitu saya akan melaporkan lagi pada tuan William mengenai hal ini."

Meizura mengangguk. Dia tersenyum karena tak menyangka William sangat perhatian padanya. Setelah merasa sakit kepalanya reda, Meizura berniat memeriksa beberapa laporan dari beberapa divisi. Toh hari ini dia tidak memiliki jadwal meeting dengan klien karena Elliot sudah membatalkannya.

Saat Meizura sedang serius, Armano datang bersama asistennya.

"Ada apa, Dad?"

"Seminggu lagi, daddy akan mengumunkan pada seluruh orang jika kau sekarang adalah CEO di Davies company."

"Ta_tapi, Dad. Apa ini tidak terlalu cepat?"

"Justru semakin cepat semakin baik. Daddy dengan tadi kau sakit? Jika begitu sebaiknya kau pulang. Biar daddy yang lanjutkan pekerjaanmu."

"Ehm, sebenarnya aku sudah tidak apa-apa, Dad," ucap Meizura, dia sesungguhnya merasa sangat canggung dan rendah diri, dia tak pernah diperlakukan baik oleh keluarganya, tapi di keluarga Davies, dia justru diperlakukan sangat baik dan lebih manusiawi. Ada perasaan sedih yang menyusup di hatinya kala mengingat masa-masa buruknya tinggal bersama ayah kandungnya.

Selama ini Meizura tak pernah menuntut apa-apa pada keluarga ayahnya. Dua hanya menginginkan sebuah pengakuan dan kasih sayang saja. Namun, bukan keduanya dia dapat, tapi justru dia sering mendapatkan perlakuan semena-mena dari istri pertama ayahnya.

"Apa yang kau pikirkan, Mei? Kenapa kau malah menangis?" tanya Armano. Meizura tersentak dan seketika mengusap pipinya yang basah.

"Tidak apa-apa, Dad. Aku baik-baik saja."

"Jika ada yang menyakitimu, katakan saja pada Daddy. Daddy akan menghukum mereka semua."

Meizura mengangguk dengan tatapan terharu. Mungkin bersama keluarga Davies dia akan menemukan kebahagiaannya.

***

Setelah mendapat informasi mengenai pelantikan dirinya sebagai CEO dari ayah mertuanya. Meizura pulang dengan wajah yang semakin pucat. Sejujurnya ini terlalu berat dan mendadak baginya. Namun, untuk menolak permintaan ayah mertuanya, Meizura tidak mampu.

William yang kebetulan ada di depan, menatap Meizura dengan tajam.

"Bukankah tadi aku sudah menyuruhmu pulang?"

"Ya, tapi ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan dulu."

"Dan kau tahu, wajahmu sekarang sudah mirip seperti mayat?" William yang sebenarnya mencemaskan Meizura, justru malah mengatakan kata-kata yang sangat menyakitkan.

"Maafkan aku, Liam."

William menarik tangan Meizura. Dia terkejut mendapati tangan Meizura terasa panas.

"Ayo masuk, Kau harus segera beristirahat."

Meizura mengangguk. Dia awalnya ingin melepaskan pegangan tangan William. Akan tetapi, William justru menarik tangan Meizura hingga tubuh Meizura limbung dan jatuh terduduk di atas tubuh William yang duduk di kursi roda.

"AACK! Li_liam, maafkan aku." Meizura berusaha berdiri. Namun, William justru menahannya."

"Duduklah, di sini. Aku tak mau kau pingsan. Aku tidak bisa mengangkatmu."

"Ta_tapi aku berat William. Aku takut kakimu akan sakit."

"Aku bahkan tidak bisa merasakan memiliki kaki," Jawab William dengan suara datar. Dia menekan tombol kursi rodanya hingga kursi rodanya mulai bergerak ke depan. Wajah Meizura yang semula pucat kini memerah. Sungguh dirinya sangat malu, apalagi sebelah tangan William melingkar di perutnya seolah menjaga dirinya agar tidak terjatuh dari pangkuannya.

...****************...

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

syukur lah kalau keluarga suami mu memperlakukan kau dengan baik....

2024-11-26

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒎𝒂𝒌𝒂𝒏𝒚𝒂 𝑾𝒊𝒍𝒍𝒊𝒂𝒎 𝒕𝒆𝒓𝒂𝒑𝒊 𝒃𝒊𝒂𝒓 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒋𝒍𝒏

2024-10-03

0

Memyr 67

Memyr 67

meizura dari pagi nggak makan. dah disiapkan makanan juga nggak dimakan, malah nerusin kerja. ini gimana mikirnya meizura. ngutamain kerja,ctrus kalau sakit kan nggak bisa kerja juga. otaknya meizura terbalik.

2023-06-16

4

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 51 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!