Part 15 - Galak

\*\*\*

Suasana di kediaman Aryana menjadi ramai, bukan karena ada pesta pernikahan atau ulang tahun, melainkan karena Bian mengalami alergi yang kambuh lagi sehingga menarik perhatian semua orang di rumah.

Semua anggota keluarga dan Raisa yang khawatir dan sibuk mencari cara untuk membantu Bian mengatasi gejala alerginya dan Raisa pun segera membuang bunga lili yang sempat Bian tunjuk agar menjauhi Bian dan gejala-gejala itupun menghilang.

Bian, yang selalu memiliki alergi yang sensitif terhadap bunga lili, tiba-tiba mengalami reaksi alergi yang hebat. Dia mulai bersin-bersin, batuk, dan menderita ruam di kulitnya. Keadaannya membuatnya merasa sangat tidak nyaman dan terganggu.

"Cepat kumpulkam semua orang yang bekerja hari ini!," teriak Bian menggelegar.

Bian memutuskan untuk mengadakan pertemuan dengan semua anggota rumah tangga, termasuk para art yang bekerja di sana. Mereka meminta semua orang untuk berdiri dan mengungkapkan siapa yang bertanggung jawab atas pemasangan bunga lili di kamar Bian.

"Sebenarnya siapa yang melakukannya?."

"Aku juga tidak tau, selama ini semua pekerja tau tentang alergi tuan Bian, kenapa hari ini terjadi kejadian seperti ini ya...!."

Suasana di ruangan itu tegang dan semua mata tertuju pada para Raisa yang mungkin tahu atau terlibat dalam insiden tersebut. Masing-masing dari mereka membantah memiliki keterlibatan dalam kejadian tersebut, namun kekhawatiran dan kegelisahan mulai merasuki ruangan.

"Aku tidak perlu bertanya lagi, cepat mengaku dan tinggalkan rumah ini," kata Bian datar sambil menatap semua art yang nampak cemas.

Bian sangat serius dalam niatnya untuk menemukan pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal. Dia berbicara dengan nada tegas, menyatakan bahwa siapa pun yang terlibat akan dipecat dan diusir

"Aku yang melakukannya Tuan."

Raisa, yang selalu memperhatikan segala detail, memutuskan untuk mengambil inisiatif dan berbicara. Dia mengaku sebagai pelaku yang memasang bunga lili di kamar Bian.

"Apa? Berani sekali dia, hem, sebentar lagi dia akan di tendang dari rumah ini," batin Juli dengan ekspresi yang sangat puas, pasalnya dia selalu syirik pada Raisa yang selalu dekat dengan Bela.

Semua orang terkejut dan bingung. Mereka tidak bisa memahami mengapa Raisa melakukan hal seperti itu. Raisa menjelaskan bahwa dia tidak tau kondisi Bian yang alergi terhadap bunga lili lalu meminta maaf.

Bian terlihat sangat marah saat Raisa mengaku. "Ternyata kau lagi?! Kenapa hidupku selalu sial setelah bertemu denganmu!."

Raisa segera berlutut dan terus meminta maaf atas kesalahannya. Namun hal itu tidak membuat hati Bian luluh. "Cepat tinggalkan rumah ini! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!."

Raisa hanya diam terpaku dan tidak beranjak dari posisinya sekarang. Lalu Bela menghampiri Raisa dan membantunya berdiri. Hal itu di sadari Bian dan melarangnya.

"Kak... Jangan kasihi orang seperti dia, sekali melakukan salah dia akan terus seperti itu," ucap Bian pada Bela dengan lembut. Bian sangat menyayangi kakaknya dan seketika sikap singanya berubah menjadi kucing rumahan.

"Bian, kakak akan mengurus gadis ini, dan untuk kesalahannya kakak minta maaf."

"Tapi Kak?."

Bela menggelengkan kepalanya dan meminta Bian untuk tidak menolak keinginan kakak tercintanya. Dan dengan terpaksa Bian membiarkan Raisa untuk tetap tinggal di rumah itu.

"Sebenarnya apa yang dilakukan gadis itu pada kakak sehingga kakak sangat membelainya," gumam Bian sambil berjalan menuju tangga.

"Sekarang kalian kembali bekerja," suruh Bela pada semua orang yang masih berdiri menikmati pertunjukan yang membuat mereka deg deg gan karena takut di pecat. "Raisa, kamu ikut aku...." Dan Raisa pun mengikuti Bela ke kamarnya.

"Bian memang mudah marah, dia selalu memecat orang yang melakukan kesalahan walaupun kecil," tutur Bela seraya sedikit tersenyum.

"Tapi, aku juga salah Nona...," jawab Raisa nampak menyesal.

"Tidak apa-apa, semua pernah melakukan salah, aku juga sama... Tapi kita harus jadikan kesalahan itu sebagai pelajaran, ok?."

Raisa pun mengangguk dan tersenyum.

....

"Nona, apa aku bisa menggunakan telepon rumah?," tanya Raisa ragu.

"Ada apa? Kamu mau menghubungi siapa?."

"Sebenarnya aku pergi dengan meninggalkan ayah seorang diri, selama dua minggu ini aku pergi tanpa memberi kabar padanya... Mungkin ayah sangat mengkhawatirkaku," jawab Raisa dengan ekspresi sedihnya yang tidak bisa di sembunyikan.

Tanpa ragu Bela pun meminjamkan ponselnya untuk Raisa gunakan, ia paham jika Raisa bersedih mungkin karena merindukan ayahnya untuk bekerja, padahal alasan sebenarnya tidak Bela ketahui.

"Hallo, Ayah?."

.....

Setelah beberapa menit Raisa bicara dengan ayahnya dengan air mata yang terus keluar, ia segera menutup teleponnya dan di kembalikan pada Bela. "Nona, terima kasih...."

Melihat Raisa yang menangis pilu saat bicara dengan ayahnya, ia bertanya tentang apa yang terjadi pada Raisa sebenarnya. Lalu Raisa pun menceritakan kisah hidupnya sehingga berakhir di rumah itu sekarang.

Bela sangat terharu dan merasa kasihan pada Raisa yang sudah menjadi janda padahal usianya masih sangat muda. Apalagi ia di tinggalkan suami yang baru saja menikahinya dan kejadian-kejadian yang menimpa Raisa setelah menjadi janda yang tidak bisa terelakkan.

Setelah mengetahui kehidupan Raisa lebih dalam, Bela semakin bersimpati padanya dan membuat mereka menjadi lebih akrab. Meskipun Bian sangat tidak menyukai keberadaan Raisa di rumah itu, tapi karena Bela inginkan Raisa di sampingnya iapun tidak bisa berniat apa-apa.

Satu ketika, saat malam hari...

Raisa mendengar suara berisik dari dapur padahal semua lampu sudah mati. Ia mencoba mendekati asal suara dengan berani karena merasa tidak mungkin ada maling jika keamanan rumah itu sangat ketat.

Raisa berjalan dengan meraba-raba karena penerangan yang sangat minim. Lalu ia di kejutkan dengan kakinya yang tersandung sesuatu hingga terjatuh. "Aduh! Aw!."

Raisa mendengar suara seseorang di belakangnya dengan nafas berat dan iapun menoleh. "Aarggh! Pencuri!," teriak Raisa hendak berdiri lalu tangannya di raih oleh orang itu. "Tolong aku... Ambilkan aku air..."

Raisa mendengar suara yang tidak asing dan sempat ragu karena biasanya Bian bicara selalu dengan nada tinggi, tapi kali ini sebaliknya, lemah dan tidak berdaya.

Meski belum tau pasti, Raisa segera mengambil air dan membantunya minum. Dan pada saat merasa mendekat, Raisa melihat dengan jelas bahwa orang itu adalah Bian.

"Tuan? Anda baik-baik saja?."

"Air lagi...."

"Ini...."

Bian meneguk air untuk gelas keduanya dan merasakan sedikit lebih baik. "Bawa aku ke kamar," ucapnya lemah.

Raisa merasa ragu karena dengan begitu mereka akan bersentuhan dan dia merasa tidak cukup kuat untuk memapahnya. "Aku akan cari bantuan dulu," ucap Raisa sambil beranjak berdiri. "Tidak usah," cegah Bian sambil meraih tangan Raisa lagi hingga ia jatuh ke pelukannya.

Kini mereka nampak sangat dekat hingga kedua mata mereka saling bertatapan. Raisa melihat Bian begitu lemah lalu ia segera membopongnya. "Ayo Tuan! Aku bantu berdiri," ucapnya.

Bian pun berdiri dengan sempoyongan karena Raisa kalah kuat dengan berat badannya Bian. "Hati-hati Tuan." Raisa memapah Bian dengan mengalungkan tangan Bian di pundaknya dan hendak menuju tangga.

"Kita mau kemana?," tanya Bian.

"Naik tangga, Tuan kuat, kan?."

"Ada lift disana, kenapa harus naik tangga, dasar bodoh!," omel Bian.

"Apa? Ada lift? Dimana?," batin Raisa.

Dan nampaklah lift yang berada tidak jauh dari jarak mereka sekarang. Raisa merasa senang dan sedikit kesal. Di samping dia tidak akan terlalu kesusahan memapah Bian, dia juga merasa marah karena Bian selalu kasar.

"Aku baru tau ada lift di rumah ini," gumamnya namun masih bisa terdengar oleh Bian hingga ia tersenyum kecil.

Bersambung...

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Terpopuler

Comments

Ayu galih wulandari

Ayu galih wulandari

Kanjuut kak...

2024-06-04

1

Ani Ani

Ani Ani

selamat ini DIA tak tahu

2024-05-10

3

վմղíα | HV💕

վմղíα | HV💕

KK yunia hadir bawa iklan

2023-06-11

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 - Sah
2 Part 2 - Suami idaman
3 Part 3 - Bagai di sambar petir
4 Part 4 - Kepergian yang tiba-tiba
5 Part 5 - Janda kembang
6 Part 6 - Obsesi kakak ipar
7 Part 7 - Pulang ke rumah ayah
8 Part 8 - Kecantikan yang memikat
9 Part 9 - Di pandang sebelah mata
10 Part 10 - Radit & Raisa?
11 Part 11 - Gadis yang malang
12 Part 12 - Kediaman Aryana
13 Part 13 - Spot jantung
14 Part 14 - Majikan dan asisten yang akrab
15 Part 15 - Galak
16 Part 16 - Ternyata oh ternyata
17 Part 17 - Kejadian tak terduga
18 Part 18 - Kejadian tak terduga 2
19 Part 19 - Buka baju?
20 Part 20 - CINLOK?
21 Part 21 - Toko kue
22 Part 22 - Momen pulang kampung
23 Part 23 - Bak Pahlawan
24 Part 24 - Buaya darat
25 Part 25 - Belum nyadar juga
26 Part 26 - Ketahuan!
27 Part 27 - Makin seru nih...
28 Part 28 - Kopi asin
29 Part 29 - Mol
30 Part 30 - Ada - ada saja
31 Part 31 - Di dalam lemari
32 Part 32 - Perjodohan
33 Part 33 - Momen tidak di duga
34 Part 34 - Menolak pernikahan
35 Part 35 - Pernikahan Raisa & Bian
36 Part 36 - Main kasar
37 Part 37 - Pengantin baru?
38 Part 38 - Satu ranjang
39 Part 39 - Romantis?
40 Part 40 - Bau-Bau pelakor nih!
41 Part 41 - Ketahuan!
42 Part 42 - Bertengkar
43 Part 43 - Rencana jahat
44 Part 44 - Janda Tapi Perawan
45 Part 45 - Perawan tulen kan...
46 Part 46 - Salah paham
47 Part 47 - Akhirnya 'Ekhem' juga
48 Part 48 - Bahaya mengintai
49 Part 49 - Di sekap
50 Part 50 - Ternyata dia dalangnya
51 Part 51 - Semakin cinta
52 Part 52 - Ingin fokus tapi tergoda juga
53 Part 53 - Positif hamil
54 Part 54 - Satu hari 10 kali
55 Part 55 - Keguguran
56 Part 56 - Pahit, tapi itu yang terbaik
57 Part 57 - Wanita tangguh
58 Part 58 - Keputusan tepat
59 Part 59 - Bulan madu
60 Part 60 - Bulan madu 2
61 Part 61 - Laut ganas
62 Part 62 - Masih misteri
63 Part 63 - Keterpurukan Raisa
64 Part 64 - Dua tokoh baru
65 Part 65 - Amnesia
66 Part 66 - Keyakinan seorang istri
67 Part 67 - Waah... Bahaya!!!
68 Part 68 - Hampir saja!
69 Part 69 - Bertemu kembali
70 Part 70 - Jaga jarak
71 Part 71- Kembali secara perlahan
72 Part 72 - Akhirnya sadar
73 Part 73 - 18+
74 Part 74 - Calon?
75 Part 75 - Gagal lagi deh
76 Part 76 - Terabaikan
77 Part 77 - Suka & Duka
78 Part 78 - Akhirnya belah duren
79 Part 79 - Nimas
80 Part 80 - Bertubi-tubi
81 Part 81 - Sekuat itukah?
82 Part 82 - frustasi
83 Part 83 - Rival
84 Part 84 - Dasar pelakor!
85 Part 85 - Berbesar hati
86 Part 86 - Anak siapa?
87 Part 87 - Sekongkol
88 Part 88 - Curiga
89 Part 89 - Raisa, hati-hati!
90 Part 90 - Jebakan
91 Part 91 - Amarah Bian
92 Part 92 - Terbongkar
93 Part 93 - R.I.P
94 Pacarku Seorang Gangster
95 Part 95 - 'Baku hantam'
96 Part 96 - Kabar buruk
97 Part 97 - Sandera
98 Part 98 - Kehilangan lagi
99 Part 99 - Yatim piatu
100 Part 100 - Cinta dan sayang
101 Part 101 - Was-was
102 Part 102 - Ada apa dengan Raisa?
103 Part 103 - Berbadan dua
104 Part 104 - Baby boy
105 PENGUMUMAN
106 Will and Love
107 Jangan Salahkan Aku Miskin
108 Pacarku Seorang Gangster
109 Kisah unik seorang gadis
110 Part 110 - RAYYAN , Raisa & Bian
111 Part 111 - RAYYAN, Raisa & Bian
112 Part 112 - RAYYAN, Raisa & Bian
113 Part 113 - RAYYAN, Raisa & Bian
114 Part 114 - RAYYAN, Raisa & Bian
115 Part 115 - RAYYAN, Raisa & Bian
116 Part 116 - RAYYAN, Raisa & Bian
117 Part 117 - RAYYAN, Raisa & Bian
118 Part 118 - RAYYAN, Raisa & Bian
119 Part 119 - RAYYAN, Raisa & Bian
120 Part 120 - RAYYAN, Raisa & Bian
121 Part 121 - RAYYAN, Raisa & Bian
122 Part 122 - RAYYAN, Raisa & Bian
123 Part 123 - RAYYAN, Raisa & Bian
124 Part 124 - RAYYAN, Raisa & Bian
125 Part 125 - RAYYAN, Raisa & Bian
126 Part 126 - RAYYAN, Raisa & Bian
127 Part 127 - RAYYAN, Raisa & Bian
128 Part 128 - RAYYAN, Raisa & Bian
129 Part 129 - RAYYAN, Raisa & Bian
130 Part 130 - RAYYAN, Raisa & Bian
131 Part 131 - RAYYAN, Raisa & Bian
132 Part 132 - RAYYAN, Raisa & Bian
133 Part 133 - RAYYAN, Raisa & Bian
134 Part 134 - RAYYAN, Raisa & Bian
135 Part 135 - RAYYAN, Raisa & Bian
136 Part 136 - RAYYAN, Raisa & Bian
137 Part 137 - RAYYAN, Raisa & Bian
138 Part 138 - RAYYAN, Raisa & Bian
139 Part 139 - RAYYAN, Raisa & Bian
140 Part 140 - RAYYAN, Raisa & Bian
141 Part 141 - RAYYAN, Raisa & Bian
142 Part 142 - RAYYAN, Raisa & Bian
143 Part 143 - RAYYAN, Raisa & Bian
144 Part 144 - RAYYAN, Raisa & Bian
145 Part 145 - RAYYAN, Raisa & Bian
146 Part 146 - RAYYAN, Raisa & Bian
147 Part 147 - RAYYAN, Raisa & Bian
148 Part 148 - RAYYAN, Raisa & Bian
149 Part 149 - RAYYAN, Raisa & Bian
150 Part 150 - RAYYAN, Raisa & Bian
151 Part 151 - RAYYAN, Raisa & Bian
152 Part 152 - RAYYAN, Raisa & Bian
153 Part 153 - RAYYAN, Raisa & Bian
154 Part 154 - RAYYAN, Raisa & Bian
155 Part 155 - RAYYAN, Raisa & Bian
156 Part 156 - RAYYAN, Raisa & Bian
157 Part 157 - RAYYAN, Raisa & Bian
158 Part 158 - RAYYAN, Raisa & Bian
159 Part 159 - RAYYAN, Raisa & Bian
160 Part 160 - RAYYAN, Raisa & Bian
161 Part 161 - RAYYAN, Raisa & Bian
162 Part 162 - RAYYAN, Raisa & Bian
163 Part 163 - RAYYAN, Raisa & Bian
164 Part 164 - RAYYAN, Raisa & Bian
165 Part 165 - RAYYAN, Raisa & Bian
166 Promo karya baru
167 Part 167 - RAYYAN, Raisa & Bian
168 Part 168 - RAYYAN, Raisa & Bian
169 Part 169 - RAYYAN, Raisa & Bian
170 Part 170 - RAYYAN, Raisa & Bian END
171 BONCHAPT
172 Takdir & Ramalan Cinta
173 Promo karya baru
174 Pengumuman Spesial!
175 Novel baru, PULAU ANGKER
176 Promo karya baru 'SINGLE MOM'
177 Hati Seorang Ibu
178 Karya baru 'Kafilah Cinta'
Episodes

Updated 178 Episodes

1
Part 1 - Sah
2
Part 2 - Suami idaman
3
Part 3 - Bagai di sambar petir
4
Part 4 - Kepergian yang tiba-tiba
5
Part 5 - Janda kembang
6
Part 6 - Obsesi kakak ipar
7
Part 7 - Pulang ke rumah ayah
8
Part 8 - Kecantikan yang memikat
9
Part 9 - Di pandang sebelah mata
10
Part 10 - Radit & Raisa?
11
Part 11 - Gadis yang malang
12
Part 12 - Kediaman Aryana
13
Part 13 - Spot jantung
14
Part 14 - Majikan dan asisten yang akrab
15
Part 15 - Galak
16
Part 16 - Ternyata oh ternyata
17
Part 17 - Kejadian tak terduga
18
Part 18 - Kejadian tak terduga 2
19
Part 19 - Buka baju?
20
Part 20 - CINLOK?
21
Part 21 - Toko kue
22
Part 22 - Momen pulang kampung
23
Part 23 - Bak Pahlawan
24
Part 24 - Buaya darat
25
Part 25 - Belum nyadar juga
26
Part 26 - Ketahuan!
27
Part 27 - Makin seru nih...
28
Part 28 - Kopi asin
29
Part 29 - Mol
30
Part 30 - Ada - ada saja
31
Part 31 - Di dalam lemari
32
Part 32 - Perjodohan
33
Part 33 - Momen tidak di duga
34
Part 34 - Menolak pernikahan
35
Part 35 - Pernikahan Raisa & Bian
36
Part 36 - Main kasar
37
Part 37 - Pengantin baru?
38
Part 38 - Satu ranjang
39
Part 39 - Romantis?
40
Part 40 - Bau-Bau pelakor nih!
41
Part 41 - Ketahuan!
42
Part 42 - Bertengkar
43
Part 43 - Rencana jahat
44
Part 44 - Janda Tapi Perawan
45
Part 45 - Perawan tulen kan...
46
Part 46 - Salah paham
47
Part 47 - Akhirnya 'Ekhem' juga
48
Part 48 - Bahaya mengintai
49
Part 49 - Di sekap
50
Part 50 - Ternyata dia dalangnya
51
Part 51 - Semakin cinta
52
Part 52 - Ingin fokus tapi tergoda juga
53
Part 53 - Positif hamil
54
Part 54 - Satu hari 10 kali
55
Part 55 - Keguguran
56
Part 56 - Pahit, tapi itu yang terbaik
57
Part 57 - Wanita tangguh
58
Part 58 - Keputusan tepat
59
Part 59 - Bulan madu
60
Part 60 - Bulan madu 2
61
Part 61 - Laut ganas
62
Part 62 - Masih misteri
63
Part 63 - Keterpurukan Raisa
64
Part 64 - Dua tokoh baru
65
Part 65 - Amnesia
66
Part 66 - Keyakinan seorang istri
67
Part 67 - Waah... Bahaya!!!
68
Part 68 - Hampir saja!
69
Part 69 - Bertemu kembali
70
Part 70 - Jaga jarak
71
Part 71- Kembali secara perlahan
72
Part 72 - Akhirnya sadar
73
Part 73 - 18+
74
Part 74 - Calon?
75
Part 75 - Gagal lagi deh
76
Part 76 - Terabaikan
77
Part 77 - Suka & Duka
78
Part 78 - Akhirnya belah duren
79
Part 79 - Nimas
80
Part 80 - Bertubi-tubi
81
Part 81 - Sekuat itukah?
82
Part 82 - frustasi
83
Part 83 - Rival
84
Part 84 - Dasar pelakor!
85
Part 85 - Berbesar hati
86
Part 86 - Anak siapa?
87
Part 87 - Sekongkol
88
Part 88 - Curiga
89
Part 89 - Raisa, hati-hati!
90
Part 90 - Jebakan
91
Part 91 - Amarah Bian
92
Part 92 - Terbongkar
93
Part 93 - R.I.P
94
Pacarku Seorang Gangster
95
Part 95 - 'Baku hantam'
96
Part 96 - Kabar buruk
97
Part 97 - Sandera
98
Part 98 - Kehilangan lagi
99
Part 99 - Yatim piatu
100
Part 100 - Cinta dan sayang
101
Part 101 - Was-was
102
Part 102 - Ada apa dengan Raisa?
103
Part 103 - Berbadan dua
104
Part 104 - Baby boy
105
PENGUMUMAN
106
Will and Love
107
Jangan Salahkan Aku Miskin
108
Pacarku Seorang Gangster
109
Kisah unik seorang gadis
110
Part 110 - RAYYAN , Raisa & Bian
111
Part 111 - RAYYAN, Raisa & Bian
112
Part 112 - RAYYAN, Raisa & Bian
113
Part 113 - RAYYAN, Raisa & Bian
114
Part 114 - RAYYAN, Raisa & Bian
115
Part 115 - RAYYAN, Raisa & Bian
116
Part 116 - RAYYAN, Raisa & Bian
117
Part 117 - RAYYAN, Raisa & Bian
118
Part 118 - RAYYAN, Raisa & Bian
119
Part 119 - RAYYAN, Raisa & Bian
120
Part 120 - RAYYAN, Raisa & Bian
121
Part 121 - RAYYAN, Raisa & Bian
122
Part 122 - RAYYAN, Raisa & Bian
123
Part 123 - RAYYAN, Raisa & Bian
124
Part 124 - RAYYAN, Raisa & Bian
125
Part 125 - RAYYAN, Raisa & Bian
126
Part 126 - RAYYAN, Raisa & Bian
127
Part 127 - RAYYAN, Raisa & Bian
128
Part 128 - RAYYAN, Raisa & Bian
129
Part 129 - RAYYAN, Raisa & Bian
130
Part 130 - RAYYAN, Raisa & Bian
131
Part 131 - RAYYAN, Raisa & Bian
132
Part 132 - RAYYAN, Raisa & Bian
133
Part 133 - RAYYAN, Raisa & Bian
134
Part 134 - RAYYAN, Raisa & Bian
135
Part 135 - RAYYAN, Raisa & Bian
136
Part 136 - RAYYAN, Raisa & Bian
137
Part 137 - RAYYAN, Raisa & Bian
138
Part 138 - RAYYAN, Raisa & Bian
139
Part 139 - RAYYAN, Raisa & Bian
140
Part 140 - RAYYAN, Raisa & Bian
141
Part 141 - RAYYAN, Raisa & Bian
142
Part 142 - RAYYAN, Raisa & Bian
143
Part 143 - RAYYAN, Raisa & Bian
144
Part 144 - RAYYAN, Raisa & Bian
145
Part 145 - RAYYAN, Raisa & Bian
146
Part 146 - RAYYAN, Raisa & Bian
147
Part 147 - RAYYAN, Raisa & Bian
148
Part 148 - RAYYAN, Raisa & Bian
149
Part 149 - RAYYAN, Raisa & Bian
150
Part 150 - RAYYAN, Raisa & Bian
151
Part 151 - RAYYAN, Raisa & Bian
152
Part 152 - RAYYAN, Raisa & Bian
153
Part 153 - RAYYAN, Raisa & Bian
154
Part 154 - RAYYAN, Raisa & Bian
155
Part 155 - RAYYAN, Raisa & Bian
156
Part 156 - RAYYAN, Raisa & Bian
157
Part 157 - RAYYAN, Raisa & Bian
158
Part 158 - RAYYAN, Raisa & Bian
159
Part 159 - RAYYAN, Raisa & Bian
160
Part 160 - RAYYAN, Raisa & Bian
161
Part 161 - RAYYAN, Raisa & Bian
162
Part 162 - RAYYAN, Raisa & Bian
163
Part 163 - RAYYAN, Raisa & Bian
164
Part 164 - RAYYAN, Raisa & Bian
165
Part 165 - RAYYAN, Raisa & Bian
166
Promo karya baru
167
Part 167 - RAYYAN, Raisa & Bian
168
Part 168 - RAYYAN, Raisa & Bian
169
Part 169 - RAYYAN, Raisa & Bian
170
Part 170 - RAYYAN, Raisa & Bian END
171
BONCHAPT
172
Takdir & Ramalan Cinta
173
Promo karya baru
174
Pengumuman Spesial!
175
Novel baru, PULAU ANGKER
176
Promo karya baru 'SINGLE MOM'
177
Hati Seorang Ibu
178
Karya baru 'Kafilah Cinta'

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!