Setelah mendapat ciuman dari Amelia semalam, Dodi merasa ada yang aneh pada hati dan dirinya dia lebih semangat untuk melakukan kegiatan pagi hari ini.
Ini memang aneh untuk Dodi sendiri bagaimana mungkin dirinya yang hanya mendapat sebuah ciuman di pipi bisa sebahagia ini!
"Pagi mom." Dodi menyapa ibunya dengan suasana hati yang ceria tidak seperti biasanya.
Oma Ana, bingung dengan panggilan Dodi barusan karena sudah sejak lama dia baru mendengar anaknya memanggil mom lagi biasanya Dodi memanggil Oma.
"Apa kamu habis menang tender, sehingga pagi hari mukamu cerah sekali." ujar Oma.
Clara menoleh ke arah suaminya yang terlihat memperhatikan Amelia yang sedang membuat teh dan susu untuk semua keluarganya, Clara merasa ada sesuatu yang aneh pada suaminya seperti ABG sedang jatuh cinta pikirnya.
"Oya Lia nanti siang aku makan di rumah jadi seperti sebelumnya siapkan makanan kesukaan ku ok!"
Amelia mengangguk sambil tersenyum tanda mengiyakan permintaan suaminya.
-
"### Kalian yakin semuanya sudah beres?"
terlihat Amelia sedang menelfon seseorang di kamarnya.
"Ok bagus, kalian memang selalu bisa di andalkan aku trasfer nanti uangnya." setelah selesai menelfon orang suruhannya dia pergi ke dapur menyiapkan makan siang terakhir untuk suaminya. ya Amelia, berencana pergi dari mansion nanti sore bersama ketiga anaknya dan ini sudah di rencanakan jauh sebelum Clara datang ke sini, tepatnya setelah tahu suaminya punya wanita lain yaitu Clara yang merusak rumah tangganya dia hanya menunggu hari yang pas saja.
saat sedang asyik memasak dia di kagetkan dengan suara Clara, yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakangnya.
" Mba tahu kenapa mas Dodi terlihat bahagia sekali pagi tadi?" ujar Clara.
"Mungkin yang di katakan Oma benar mas Dodi menang tender! atau mungkin dia bahagia karena kamu sudah sehat lagi ya kan, kamu tanyakan saja padanya nanti dari pada penasaran!" saran Amelia.
Clara mengangguk kemudian berlalu dari dapur meninggal kan Amelia yang kembali melanjutkan kegiatan memasaknya.
Setelah jam makan siang tiba Dodi sampai di mansionya, ketika membuka pintu dia di sambut oleh istri keduanya, dia tersenyum manis pada suaminya.
Dalam hati kecil Dodi dia berharap yang menyambut kedatanganya itu Amelia, karena seharian ini hanya Amelia, yang ada dalam pikirannya dia juga tidak tahu kenapa tapi rasanya seperti jatuh cinta lagi pada istri pertamanya itu.
"Gimana kerjanya mas tadi?" tanya Clara, pada suaminya yang di gandeng menuju ruang makan olehnya.
"Semuanya lancar tidak ada kendala sama sekali, kamu gimana ada keluhan lagi?" ucap Dodi sambil mengelus perut Clara.
"alhamdullilah ngga mas mereka nggak rewel sama sekali." jawab Clara sambil tersenyum.
Setelah sampai di ruang makan Dodi melihat istri pertamanya itu sedang menata makanan di meja, dia tersenyum melihat Amelia nya dan semua yang Dodi lakukan tak luput dari pandangan Clara yang berjalan di sampingnya.
"Kamu masak apa Lia?" tanya Dodi.
Amelia menoleh melihat suaminya berjalan bergandengan tangan dengan madunya.
"masak udang goreng tepung mas sama tumis kangkung kesukaan mas, tapi masih ada yang lain nya ko." Amelia mengambilkan nasi untuk suaminya setelah melihat Dodi selesai mencuci tangannya di dapur.
mereka makan bertiga saja siang ini karena Oma Ana, sudah pulang tadi pagi setelah sarapan.
Amelia ada di kamarnya sedang membereskan berkas-berkas penting yang akan di bawanya nanti, saat sedang sibuk tiba-tiba pintu kamarnya ada yang membuka lalu dia menyembunyikan semua berkas yang sedang dia pindahkan ke tasnya.
"Kamu mas, belum kembali ke kantor lagi?" tanya Amelia.
"Habis ini aku kembali, kamu mau kemana sepertinya akan pergi?" Dodi melihat tas Amelia, yang tadi belum sempat di sembunyikan karena keburu suaminya itu masuk dalam kamarnya.
"Ohw ini mas nanti aku mau pergi sebentar ketemu sama teman kuliah aku, ada temen aku yang dari Bandung datang ke Jakarta minta ketemuan di luar." ujar Amelia berbohong dan berharap suaminya itu percaya.
"Ya Udah tapi jangan lama-lama di luar rumah sebelum anak-anak pulang kamu sudah harus di rumah." lalu Dodi mendekat ke arah istrinya lalu menarik Amelia yang berdiri di depannya ke dekapannya, Amelia sempat terkejut ketika suaminya memeluknya perlahan dia membalas pelukan suaminya anggap saja ini salam perpisahan darinya.
Dodi membingkai wajah istrinya lalu mencium Amelia dengan penuh kerinduan, ya dia rindu kebersamaanya dengan Amelia karena sibuk dengan cinta lainya.
Setelah ciuman ya terlepas Dodi tersenyum menatap istrinya, "Aku balik ke kantor yeah, nanti malam aku tidur di kamar mu tunggu aku pulang, mungkin aku pulang agak telat tapi nggak lembur jadi jangan tidur duluan ok!" Amelia hanya mengangguk setelah itu Dodi pergi kembali bekerja.
"maafin aku mas, kamu terlambat meraihku kembali jangan salahkan aku tentang semua ini jika aku sudah pergi, karena bagiku ratu dalam kerajaan hanya ada satu, jika ada dua ratu harusnya kamu membangun kerajaan lain."
Amelia memang ikhlas suaminya menikah lagi tapi madunya tidak tinggal satu atap denganya, dan kenapa suaminya menyakiti hati anak-anaknya, sikapnya berubah pada ketiga anaknya setelah menikah hati ibu mana yang tidak terluka melihat anaknya di kasari dengan perbuatan dan perkataan suaminya.
Ketiga anak Amelia sudah sampai di desa yang sudah menjadi tujuan mereka tinggali.
Flashback
Malam hari di kamar Nila, Amelia dan tiga anaknya berkumpul disana, "dengarkan ibu ok" besok kalian tetap memakai seragam sekolah dan pergi ke sekolah, tapi nanti di sekolah kalian akan di jemput oleh Om Bayu teman ibu dia akan membawa kalian pergi duluan ke rumah baru kita, nanti ibu menyusul dari sini sore hari karena ada beberapa berkas yang belum ibu bereskan kalian mengerti kan!" ujar sang ibu, ketiga anaknya pun mengangguk tanda mengerti.
"Apa kita akan tinggal jauh dari perkotaan Bu?" Al, bertanya pada ibunya
"Bisa di bilang tidak karena rumah yang kita tinggali nanti tepat di depan jalan raya, ya walaupun tidak besar seperti mansion ayah kalian ini tapi insyalloh nyaman untuk kita berempat, dan sekolah kalian juga tidak terlalu jauh kita bisa menggunakan sepeda motor untuk bersekolah, nanti masalah ini ibu pikirkan lagi yang penting kalian kesana duluan ok agar ayah tidak curiga." ujar sang ibu menjelaskan.
"Apa nanti ayah tidak mencari kita Bu? lalu bagaimana jika ayah menemukan kita? Jingga nggak mau kembali kesini lagi Bu!"
"Ibu jamin ayah kalian tidak akan menemukan kita jadi jangan khawatirkan itu ok!" mereka bertiga mengiyakan perintah ibunya.
flashback off
Disini sekarang mereka sekarang bersama Bayu teman Amelia, Bayu membuka pagar rumah tersebut lalu kembali ke mobil memarkirkan mobilnya di dalam pagar rumah baru Amelia.
Anak-anak melihat sekeliling rumahnya yang lumayan besar jika di bandingkan dengan rumah-rumah di sekitarnya lingkungannya cukup asri masih ada kebun dan sawah di sekelilingnya, karena belum terlalu banyak rumah hanya ada satu dua itu pun berjarak dari rumah ibunya ini tapi tepat di depan rumahnya memang langsung jalan yang lebarnya kurang lebih 2 meter.
"Ayo anak-anak om kenalkan pada bi asih dia sudah menjaga rumah ini sekitar 3 tahun yang lalu." mendengar penuturan teman ibunya itu ketiganya saling pandang lalu bertanya pada omnya itu. "gimana maksud Om bukanya ibu baru saja membeli rumah ini dari pemilik sebelumnya?" ujar Nila di angguki oleh Al dan jingga.
Bayu tersenyum lalu menjawab "kalian ini, memang ini rumah baru dan di bangun oleh ibu kalian 4 tahun yang lalu setelah satu tahun proses pembangunan selesai bi Asih yang asli warga sini tapi tidak punya tempat tinggal akhirnya di minta ibu kalian untuk tinggal disini sambil mengurus rumah ini." banyu menjelaskan secara garis besarnya saja biarkan nanti Amelia yang menjelaskan pada anak-anaknya ini pikirnya.
Bayu memencet bel rumah yang ada di pinggir pintu. "Assalamualaikum..."
"wa'alaikum salam." terdengar suara ibu-ibu dari dalam rumah.
ceklek
ketika pintu di buka munculah seorang wanita paruh baya menyambut kedatangan Bayu dan anak-anak Amelia.
"Alhamdullah akhirnya kalian sampai juga, bibi sampai mondar mandir nungguin, kok nggak sampai-sampai." ujar bibi dengan senangnya
"kenalin nieh bi Asih ini anak-anak kak Amelia, ini si sulung Al biru panggil aja Al, ini Nila anak no dua dan jingga si bungsu, ayo anak-anak Salim sama bi Asih!"
Mereka bertiga bergantian memperkenalkan diri setelah selesai bersalaman dan duduk di sofa, bi asih mengantarkan mereka ke kamar masing-masing tapi tidak dengan bayu dia langsung pulang ke rumahnya yang kebetulan juga masih satu desa dengan rumah Amelia.
Di rumah itu ada 6 kamar, kamar utama di tempati Amelia nanti, kamar belakang di tempati bi Asih, di pintu kamar sudah tertera nama pemilik kamar masing-masing jadi mereka tidak berebut untuk memilih kamar mereka lagi.
bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments