BAB 2 MASUK RUMAH SAKIT

" Saya terima nikah dan kawinya Kanaya Fitriani binti Suwardi Almarhum dengan seperangkat alat sholat dan perhiasan emas senilai 100 gram di bayar tunai."

kalimat sakral berkumandang indah di telinga orang-orang yang menyaksikan pernikahan itu .Kini Kanaya telah resmi menjadi nyonya Bumi Mahesa Erlangga  seseorang yang ia anggap bagai kakak untuknya.

Tak ada senyum bahagia antara keduanya , ini adalah pernikahan yang tak ada dalam pikiran Kanaya sedikitpun , menggantikan posisi Nesa yang tiba - tiba menghilang di hari besarnya .

Kanaya meraih tangan Bumi dan menciumnya. ini adalah tugas pertamanya sebagai seorang istri , meski sedikit canggung Bumi kemudian mencium kening Kanaya di hadapan semua tamu yang hadir. Proses ijab qobul telah selesai, pesta pernikahan akan di gelar malam nanti , namun saat ini kondisi Bu Ningsih sedikit menghawatirkan, tak ingin terjadi sesuatu dengan ibunya Bumi langsung melarikan Bu Ningsih ke rumah sakit terdekat.

" Nay ,kamu bisa pangku Mama kan, Mas akan nyetir sekarang.' ucap Bumi begitu mereka masuk ke dalam mobil ,

" Bisa Mas." Ucap Naya yang kini telah duduk di belakang sambil memangku kepala Bu Ningsih. sedang Bumi duduk di depan sambil melajukan kendaraanya dengan sangat sepat , tak ingin terlambat menolong sang Ibu.

" Nay...terimakasih sudah mau menikahi Bumi, jaga suamimu dengan baik ya." ucap Bu Ningsih lemah.

" Tante jangan banyak bicara ya, istirahat dulu , Tante harus sembuh ."

Bu Ningsih menggeleng ." Mama sudah tenang sekarang , anak Mama berada di tangan wanita yang tepat. Mama bisa pergi dengan tenang."

" gak Tan... gak boleh ngomong kaya gitu , Naya jadi sedih... pokoknya Tante harus sembuh ,harus bisa dampingi Naya pake toga lagi seperti sebelumnya." Kanaya terus terisak isak, wanita yang terbaring di pangkuannya adalah wanita yang selalu mendampingi dirinya setelah kematian Ayah dan Ibunya dulu.

Bu Ningsih adalah orang yang merawat Kanaya setelah orang tuanya meninggal 1 tahun lalu. Bagi Kanaya Bu Ningsih adalah ibu pengganti untuknya .karena wanita itu sangat memperhatikan dirinya.

Mobil berhenti di lobi Rumah Sakit.

Bumi berteriak memanggil team medis untuk membantunya membawa Bu Ningsih.Petugas berlarian membawa berangkar dan segera menangani ibu dari Bumi itu.Pintu ruang pemeriksaan tertutup.Bumi , pak Arief maupun Kanaya tidak di izinkan untuk ikut ke dalam. mereka hanya bisa menunggu di depan ruangan itu. Bumi mondar mandir di depan pintu, menanti dengan cemas Dokter yang tengah berusaha menangani ibunya, Ia ******* ***** ujung jarinya. Pak Arief yang melihat tingkah sang putra segera menegurnya.

" Duduklah Bum, jangan terus mondar mandir ,Papa pusing lihatnya." ujar Pak Arief.

" Aku gak bisa duduk dengan tenang Pah, jika Mama masih di dalam gak tau keadaannya bagaimana sekarang. Diliriknya kanaya yang kini telah resmi menjadi istrinya sedang duduk di ujung kursi dengan raut muka yang sama seperti dirinya , namun Kanaya sedikit lebih tenang di banding dirinya.

Setengah jam kemudian seorang dokter keluar ruangan, semua orang yang tengah menunggu langsung berdiri dan menghampiri sang dokter.

" bagaimana keadaan Mama saya dok?" tanya Bumi langsung.

" Beruntung kalian cepat membawanya kesini , jika tidak maka kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada beliau, namun yang harus saya katakan sekarang adalah jantung Bu Ningsih sedang tidak baik baik saja saat ini, Jika sampai besok keadaanya tidak juga membaik maka kemungkinan kita harus melakukan operasi. Saat ini Bu Ningsih dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh obat , dan akan kami pindahkan ke ruang perawatan. Hanya itu yang bisa saya sampaikan, saya permisi." Ucap Dokter.

" Baik dok, terimakasih." sahut Bumi dan juga Pak Arief.

dua orang perawat mendorong berankar Bu Ningsih menuju ruangan VIP, sengaja Pak Arief memesan ruangan itu agar istrinya bisa istirahat dengan tenang tanpa gangguan dari pasien lain.Kanaya dengan duduk di samping ranjang sambil memegangi tangan sang Ibu mertua.

" Tante  cepat bangun, jangan sakit ya, Naya sedih lihatnya." ucap Kanaya lirih.

Bumi hanya berdiri mematung melihat wanita belahan jiwanya tengah terbaring tak berdaya, semua karena Nesa yang membatalkan pernikahan mereka begitu saja , hingga membuat Ibunya jatuh sakit.

Ia mengepalkan tangannya kuat - kuat, jika sampai Ibunya meninggal maka ia tidak akan bisa memaafkan wanita itu.Persetan dengan cita - cita Nesa , ini sudah sangat keterlaluan. Wanita itu bukan hanya mempermainkan dirinya namun juga mempermainkan keluarga besarnya.

Pesta pernikahan megah yang jadi impian Nesa , telah Bumi wujudkan namun Perempuan itu malah pergi di mana hari itu mereka seharusnya berada di pelaminan.

Bumi tidak akan memaafkan wanita itu sekarang yang telah memporak- porandakan seluruh hatinya saat ini.

***

Keesokan harinya,

Kanaya tertidur disisi ranjang Bu Ningsih sambil terus memegangi tangannya yang tak terpasang selang infus, sedang Bumi berbaring di sofa panjang. Pak Arif semalam pulang ke rumah membereskan kekacauan akibat ulah Nesa. Resepsi yang telah siap dengan segala dekor dan catering. harus ia batalkan ,dan memerintahkan Wo jika ada tamu undangan yang terlanjur hadir  untuk memberitahu mereka jika pengantin tidak bisa duduk di pelaminan karena mendadak mendapat musibah.

Bu Ningsih membuka matanya, ia tersenyum melihat Kanaya yang terus menemani dirinya sepanjang hari itu .

" Nay... bangun nak?" Bu Ningsih menggoyang - goyang tubuh itu dengan pelan.

Naya terbangun saat merasa tubuhnya seperti adan yang menyentuh. Ia langsung terkejut ternyata Bu Ningsih telah sadar.

' Tan... Tante udah sadar? mana yang sakit Tan... aku panggilkan dokter ya." Naya langsung berdiri ia menoleh ke belakang dan melihat Bumi masih tertidur, Naya segera membangunkannya.

" Mas... bangun, Tante udah sadar."

Bumi langsung terlonjak karena kaget dan berdiri.

" Ada apa Nay?"

" Tante udah bangun Mas.."

"Benarkah?"

"Ia "

Bumi langsung menghampiri sang Ibu yang kini tengah menatapnya.

" Ma... Mama udah bangun? mana yang sakit ma , Bumi panggil dokter ya..." Bu Ningsih menggenggam erat tangan Bumi mencegahnya untuk pergi .

"Gak perlu Bu, Istrimu sudah melakukannya." ucapnya lirih.

menyebut kata istri seketika Bumi tersadar dan melirik ke arah wanita yang tadi membangunkannya , namun tidak ada di ruangan itu. Kanaya benar benar sigap, begitu Ibunya sadar ia langsung membangunkan Bumi dan setelahnya langsung lari mencari Dokter.

Tak butuh waktu yang lama, gadis itu telah kembali dengan Dokter dan seorang perawat .

" Kami akan periksa dulu kondisi Ibu , mohon tunggu di luar sebentar ya." ucap sang perawat  mengusir secara halu penghuni ruangan itu.

Bumi dan Kanaya hanya bisa melihat aktifitas Dokter yang tengah memeriksa ibunya lewat kaca kecil , itupun tidak bisa terlihat sepenuhnya karena tertutup tirai.

" Mas , Tante akan baik baik saja kan? Naya sangat cemas."

" Mas pun berharap demikian Nay , semoga Mama cepat sembuh aku harus segera menyusul Nesa ..

"Deghhhh!"

Terpopuler

Comments

Bintang Timur

Bintang Timur

alamat" laki bodoh nimah

2024-02-22

0

Zainab Ddi

Zainab Ddi

kok gitu kasian Naya

2024-01-11

1

Ardika Zuuly Rahmadani

Ardika Zuuly Rahmadani

maklum masih belum ngeh klondah punya istri🤭, soale dadakan ini

2023-10-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 BAB 2 MASUK RUMAH SAKIT
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8 PERGI
9 BAB 9 PENYESALAN
10 BAB 10 TIDAK ADA KABAR
11 BAB 11 SIAPA ANAK KECIL ITU?
12 BAB 12 KEGELISAHAN SEORANG BUMI
13 BAB 13 KAIN MERAH DI BALIK KEMEJA TIPIS
14 BAB 14 PANGGILAN SAYANG
15 BAB 15
16 BAB 16 KITA MULAI DARI AWAL
17 BAB 17 TAK BISA MELEPASMU
18 BAB 18 IBADAH BERSAMA
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 Bab 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 Bab 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 Bab 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 Bab 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BSB 50 BERKELAHI
51 Bab 51 kehilangan
52 Bab 52 masih larut dalam kesedihan
53 Bab 53 Sepupu menyebalkan
54 Bab 54
55 Bab 55 mencari pria yang menghamili Nesa
56 Bab 56 Menemui Bumi
57 Bab 57 hidup baru di Malang
58 Bab 58 meminta tanggungjawab
59 Bab 59 ketegangan di meja makan
60 Bab 60 leo semakin menjadi
61 Bab 61 BERKELAHI
62 Bab 62 Pergi dari rumah
63 Bab 63 Hanya pindah, tidak meninggalkan
64 Bab 64 Merubah penampilan
65 Bab 65 Jangan lagi mau ditindas, Ma
66 Bab 66 Bapak dan anak sama saja
67 Bab 67 Leo kembali berulah
68 Bab 68 Di bawa pergi
69 Bab 69 Wanita Playing victim
70 Bab 70 Semakin rumit
71 Bab 71 bertemu Dimas
72 Bab 72 Tanda tangan
73 Bab 73 Kabur
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77 Bertemu Altezza
78 BAB 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81 Tidak seperti yang diduga
82 Bab 82 Membujuk Kanaya
83 Bab 83 Ayah jangan pergi
84 Bab 84 kepergian Eyang Nur
85 Bab 85 kembali bersama
86 Bab 86 Karma
87 Bab 87
88 Bab 88 persiapan kembali ke rumah
89 Bab 89 selamat datang kembali, sayang
90 Bab 90 Pertemuan haru
91 Bab 91 Pria kesepian
92 Bab 92 merajuk
93 Bab 93 Takut
94 Bab 94
95 BAB 95 Buka puasa untuk yang kedua kali
96 Bab 96 Rencana licik Bumi
97 Bab 97 pengacau
98 BAB 98 bertemu Ana lagi
99 BAB 99 BERKUNJUNG KE KANTOR
100 BAB 100 Harap-harap cemas
101 BAB 101 MAU TUTUT!
102 BAB 102 Garis dua
103 novel baru
104 Bab 103 acara tujuh bulanan
105 pengumuman novel baru
106 Bab 104 TERPUKAU
107 Kaila Sasa putri Erlangga
108 Akhir yang bahagia
109 pengumuman novel baru
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
BAB 2 MASUK RUMAH SAKIT
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8 PERGI
9
BAB 9 PENYESALAN
10
BAB 10 TIDAK ADA KABAR
11
BAB 11 SIAPA ANAK KECIL ITU?
12
BAB 12 KEGELISAHAN SEORANG BUMI
13
BAB 13 KAIN MERAH DI BALIK KEMEJA TIPIS
14
BAB 14 PANGGILAN SAYANG
15
BAB 15
16
BAB 16 KITA MULAI DARI AWAL
17
BAB 17 TAK BISA MELEPASMU
18
BAB 18 IBADAH BERSAMA
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
Bab 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
Bab 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
Bab 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
Bab 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BSB 50 BERKELAHI
51
Bab 51 kehilangan
52
Bab 52 masih larut dalam kesedihan
53
Bab 53 Sepupu menyebalkan
54
Bab 54
55
Bab 55 mencari pria yang menghamili Nesa
56
Bab 56 Menemui Bumi
57
Bab 57 hidup baru di Malang
58
Bab 58 meminta tanggungjawab
59
Bab 59 ketegangan di meja makan
60
Bab 60 leo semakin menjadi
61
Bab 61 BERKELAHI
62
Bab 62 Pergi dari rumah
63
Bab 63 Hanya pindah, tidak meninggalkan
64
Bab 64 Merubah penampilan
65
Bab 65 Jangan lagi mau ditindas, Ma
66
Bab 66 Bapak dan anak sama saja
67
Bab 67 Leo kembali berulah
68
Bab 68 Di bawa pergi
69
Bab 69 Wanita Playing victim
70
Bab 70 Semakin rumit
71
Bab 71 bertemu Dimas
72
Bab 72 Tanda tangan
73
Bab 73 Kabur
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77 Bertemu Altezza
78
BAB 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81 Tidak seperti yang diduga
82
Bab 82 Membujuk Kanaya
83
Bab 83 Ayah jangan pergi
84
Bab 84 kepergian Eyang Nur
85
Bab 85 kembali bersama
86
Bab 86 Karma
87
Bab 87
88
Bab 88 persiapan kembali ke rumah
89
Bab 89 selamat datang kembali, sayang
90
Bab 90 Pertemuan haru
91
Bab 91 Pria kesepian
92
Bab 92 merajuk
93
Bab 93 Takut
94
Bab 94
95
BAB 95 Buka puasa untuk yang kedua kali
96
Bab 96 Rencana licik Bumi
97
Bab 97 pengacau
98
BAB 98 bertemu Ana lagi
99
BAB 99 BERKUNJUNG KE KANTOR
100
BAB 100 Harap-harap cemas
101
BAB 101 MAU TUTUT!
102
BAB 102 Garis dua
103
novel baru
104
Bab 103 acara tujuh bulanan
105
pengumuman novel baru
106
Bab 104 TERPUKAU
107
Kaila Sasa putri Erlangga
108
Akhir yang bahagia
109
pengumuman novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!