Terpesona

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Sejak saat itu lah Bagas tidak perduli dengan wanita,wajah nya juga jarang tersenyum seperti saat ini. Rasa trauma nya begitu besar dia rasakan saat itu,Bagas terus menyibukkan diri dengan pekerjaan nya hingga akhirnya dia lelah dan tidak ingin memikirkan apa pun lagi .

Kedua orang tua nya sibuk dengan pekerjaan sehingga mereka tidak terlalu memperhatikan Bagas,hanya bik Ijah yang selalu tau apa yang terjadi pada Bagas karena bik Ijah merupakan kepala pelayan dirumah utama Bagas dulu.

Bagas lebih dekat dengan bik Ijah, untuk urusan apa pun hanya bik Ijah yang mengerti apa yang diinginkan dan yang tidak Bagas mau. Oleh sebab itu Bagas selalu membawa bik Ijah kemana pun dia pergi,begitu juga saat dia menikah .

Rumah yang di tempati Bagas adalah rumah besar miliknya,dia tidak pernah mau berpindah-pindah tempat. Sudah dua tahun dua bercerai dengan Briana,istri ketiga nya. Sejak saat itu Bagas memilih untuk keluar dari rumah utama dan membawa bik Ijah bersama nya disini,dia tidak ingin kakek nya Marcel dan ibu nya sibuk mencarikan jodoh untuk nya,dia tidak ingin memikirkan mengenai pernikahan lagi.

Bagas menatap bik Ijah sambil tersenyum,dia memang sedang senang . Entah kenapa hanya memikirkan Utari ,dia jadi sesenang ini. Bagas mengangguk dan mulai memakan sarapan yang dibuatkan oleh wanita paruh baya yang sudah seperti ibu nya itu,bahkan ibu nya sendiri tidak terlalu memikirkan dirinya .

Bik Ijah senang melihat jawaban dari Bagas,dia semakin penasaran dengan apa yang terjadi. Biasanya jika senang atau sedih,bik Ijah bisa memancing Bagas untuk bicara .

"Apa den Bagas dapat proyek besar ya? Untung nya banyak ya den?" tanya bik Ijah dengan senyuman tipis sambil menuangkan minuman hangat di gelas di samping Bagas.

Bagas masih tersenyum dan mengunyah makanan nya,kemudian dia menggeleng pelan . Dia juga bingung bagaimana jawab nya,karena memang dia ngak tau harus jawab apa .

"Ngak bik" jawab Bagas singkat.

Bik Ijah semakin penasaran,dia berpura-pura merengut dan menatap ke arah Bagas dengan tatapan sedih. Biasanya kalau dia menampilkan wajah yang begitu,Bagas akan mengatakan semuanya .

"Ha....ha....bik Ijah lucu " ucap Bagas dengan tawa yang cukup keras dan tanpa menyadari perubahan wajah bik Ijah yang terkejut.

Bagas hanya tertawa dan kembali makan tanpa mengatakan apa pun,bik Ijah terpaku. Terpesona dengan senyuman dan tawa yang selama ini tidak dia dengar sama sekali,dari kecil hingga dewasa bik Ijah melihat Bagas yang sangat jarang tersenyum apalagi tertawa. Ini kedua kali nya dalam hidup nya ,dia melihat Bagas tersenyum dan tertawa dengan cukup keras sebelum kejadian tragis itu terjadi.

"Bik....aku berangkat dulu ya,jaga rumah dan jangan terlalu keras bekerja nya. Biarkan pelayan lain yang mengerjakan pekerjaan ya bik,bibik banyak istirahat saja. Udah tua " ucap Bagas dengan lembut.

Bagas berjalan menuju pintu ,dia masih belum menyadari tubuh bik Ijah menegang dan terdiam di tempat dengan tatapan tak percaya . Saat ini sikap dan perilaku Bagas berbeda dari yang dulu,bik Ijah menjadi semakin penasaran dibuat nya .

Bagas berangkat ke kantor nya yang cukup jauh dengan mobil nya,dia di jemput oleh Saga. Perusahaan baru nya memang cukup jauh dari rumah nya,dia memang tidak pernah mau menginap di hotel jika tidak karena terpaksa. Dia akan pulang pergi menggunakan mobil nya dan kembali kerumah nya, hanya satu. Rumah nya yang ada bik Ijah, karena dia merasa nyaman disana .

Sayang nya bik Ijah tidak memiliki anak,jika saja bik Ijah memiliki anak. Mungkin Bagas bersedia menikahi anak bik Ijah, agar bik Ijah bisa menjadi ibu nya secara ngak langsung. Bagas sempat berpikir seperti itu,tapi anak dan suami bik Ijah meninggal karena kecelakaan . Saat itu Bagas baru berusia remaja,lagi pula anak bik Ijah laki-laki dan usia nya juga masih dibawah Bagas dua tahun. Karena itu lah bik Ijah sudah menganggap Bagas seperti anak nya sendiri,memperlakukan Bagas lebih dari tuan nya tapi masih dalam batas normal.

Camelia selalu sibuk dengan pekerjaan nya sebagai ibu rumah tangga dan salah satu perusahaan milik keluarga dirgantara,sehingga dia tidak begitu memperhatikan tumbuh kembang anak nya sendiri.

Camelia merasa dirinya harus menanggung semua nya,karena suami nya tidak mau berurusan dengan perusahaan dirgantara karena dia tau kalau suami nya tidak ingin nanti nya dikatakan berusaha menguasai perusahaan istri nya. Makanya camelia memilih membantu ayah nya untuk menjalankan perusahaan saat Bagas berusia satu tahun.

Utari sudah datang lebih awal,dia menunggu Bagas di lobi perusahaan. Dia akan menyambut kedatangan pria yang akan menjadi bos nya,tak lama teman-teman nya yang sesama cleaning service mendekati Utari yang berpakaian formal seperti sekretaris.

Utari bukan hanya menunggu Bagas tapi juga menunggu Maya,karena memang Maya akan mengajari nya mengenai tata krama menjadi sekretaris. Maya senang akhirnya mereka bisa bekerja bersama,walaupun hanya sekedar untuk pertemuan bisnis saja.

"Wah....Wah....siapa ini? Mau mencoba merayu pak Bagas ya? " tanya Sita, dengan tatapan meremehkan.

Teman-teman nya yang lain hanya menatap ke arah Sita dan Utari secara bergantian,mereka belum menyadari kalau wanita didepannya ini adalah Utari. Mereka menatap lama ,hingga akhirnya mereka sadar.

"Tari? Kamu bukan nya sudah dipecat? Kenapa masih disini ?" tanya salah satu temannya yang lain,mereka mendengar pemecatan dari mulut Sita.

Utari hanya senyum saja,dia tidak ingin membuat kegaduhan disana. Dia masih menunggu Maya datang dan berniat pergi saja ,niat untuk menyambut kedatangan Bagas sudah tidak lagi dia pikirkan .

"Kalau mau merayu pak Bagas,harus nya kamu pake baju yang terbuka. Bukan memakai pakaian seperti ini,orang akan beranggapan kalau kamu itu sekretaris nya pak Bagas " ucap Sita dengan nada mengejek.

Teman-teman Utari yang lain nya hanya diam saja,mereka menarik tangan Sita. Mereka tau kalau selama ini Sita suka sekali menjelek-jelekkan Utari dan mencari masalah dengan nya,bukan hanya Sita tapi yang lainnya juga. Makanya tidak sedikit yang tidak menyukai Sita,tapi mereka memilih untuk diam .

"Kau sudah datang ?"

Terdengar suara dari belakang mereka,Sita terdiam dan menatap wajah Bagas. Dia benar-benar terpesona ,Bagas lebih tampan dilihat secara langsung . Begitu juga dengan yang lainnya,termasuk Utari. Senyuman mengembang di bibir Bagas saat dilihat penampilan Utari.

Bersambung

Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘

Terpopuler

Comments

Aidah Djafar

Aidah Djafar

ngeliat penampilan utari pasti c bagas makin terpesona 🤔😀

2023-12-26

0

Wiwin Narsih

Wiwin Narsih

Utari pasti cantik

2023-11-15

0

🤎ℛᵉˣ𝐀⃝🥀🦆͜͜͡MD💜⃞⃟𝓛

🤎ℛᵉˣ𝐀⃝🥀🦆͜͜͡MD💜⃞⃟𝓛

penasaran

2023-11-04

0

lihat semua
Episodes
1 Kutukan
2 Gagal
3 Penasaran
4 Utari
5 Aldi
6 Bertemu
7 Ciuman pertama
8 Ancaman Bagas
9 Awal mula
10 Terbayang
11 Terpesona
12 Sekretaris Saya
13 Saran Aldi
14 ketakutan Bagas
15 Ruangan pribadi
16 Permintaan Bagas
17 Memikirkan nya
18 Status Maya
19 Interogasi
20 Interogasi 2
21 Pemeriksaan
22 Positif
23 Perjodohan
24 permintaan pernikahan
25 bertemu farid
26 gugurkan anak itu
27 keinginan papa Aldi
28 menikah dengan ku
29 cemburu
30 maaf
31 bagaimana?
32 perjanjian
33 Bagas cemburu
34 Suami
35 Takut
36 pilihan Bagas
37 lamaran
38 segera menikahinya
39 melamarnya
40 melamar
41 pernikahan sederhana
42 persiapan pernikahan
43 tidur bersama
44 Draft
45 Tapi Bagas
46 ketakutan Bagas
47 rencana Briana
48 pernikahan
49 Malam pertama
50 Menggigit
51 hari pertama bekerja
52 pernikahan aldi dan maya
53 pesta pernikahan
54 tidur bersama
55 mengakui nya
56 menerima nya
57 cemburu
58 ternyata
59 Positif
60 wanita yang hebat
61 petuah sang kakek
62 Gempar
63 Nyata
64 kedatangan Briana
65 kemarahan Bagas
66 kedatangan sang kakek
67 Nyonya dirgantara
68 Diterima dengan baik
69 Makan malam termewah
70 Kecemburuan Vero
71 Barry....
72 Barry kecil
73 mencaritau
74 tidur bersama
75 Ayah barry
76 rencana rafael
77 dijebak
78 -
79 di mobil
80 melamar
81 menetapkan
82 kekeluargaan
83 bercinta lagi
84 sebenar nya
85 saran bibik
86 akhirnya
87 Percintaan panas
88 pernikahan
89 Pengganggu
90 cemburu
91 kedatangan kesayangan
92 karena papa
93 pengganggu 2
94 pengganggu 3
95 milik mu
96 kemarahan barry
97 akhirnya
98 My step brother
99 Novel baru
100 Novel baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Kutukan
2
Gagal
3
Penasaran
4
Utari
5
Aldi
6
Bertemu
7
Ciuman pertama
8
Ancaman Bagas
9
Awal mula
10
Terbayang
11
Terpesona
12
Sekretaris Saya
13
Saran Aldi
14
ketakutan Bagas
15
Ruangan pribadi
16
Permintaan Bagas
17
Memikirkan nya
18
Status Maya
19
Interogasi
20
Interogasi 2
21
Pemeriksaan
22
Positif
23
Perjodohan
24
permintaan pernikahan
25
bertemu farid
26
gugurkan anak itu
27
keinginan papa Aldi
28
menikah dengan ku
29
cemburu
30
maaf
31
bagaimana?
32
perjanjian
33
Bagas cemburu
34
Suami
35
Takut
36
pilihan Bagas
37
lamaran
38
segera menikahinya
39
melamarnya
40
melamar
41
pernikahan sederhana
42
persiapan pernikahan
43
tidur bersama
44
Draft
45
Tapi Bagas
46
ketakutan Bagas
47
rencana Briana
48
pernikahan
49
Malam pertama
50
Menggigit
51
hari pertama bekerja
52
pernikahan aldi dan maya
53
pesta pernikahan
54
tidur bersama
55
mengakui nya
56
menerima nya
57
cemburu
58
ternyata
59
Positif
60
wanita yang hebat
61
petuah sang kakek
62
Gempar
63
Nyata
64
kedatangan Briana
65
kemarahan Bagas
66
kedatangan sang kakek
67
Nyonya dirgantara
68
Diterima dengan baik
69
Makan malam termewah
70
Kecemburuan Vero
71
Barry....
72
Barry kecil
73
mencaritau
74
tidur bersama
75
Ayah barry
76
rencana rafael
77
dijebak
78
-
79
di mobil
80
melamar
81
menetapkan
82
kekeluargaan
83
bercinta lagi
84
sebenar nya
85
saran bibik
86
akhirnya
87
Percintaan panas
88
pernikahan
89
Pengganggu
90
cemburu
91
kedatangan kesayangan
92
karena papa
93
pengganggu 2
94
pengganggu 3
95
milik mu
96
kemarahan barry
97
akhirnya
98
My step brother
99
Novel baru
100
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!