Duarr.... Duarr.... Duarr.... Bom....
Terdengar beberapa ledakan dari arah barat begitu dahsyatnya, menggetarkan jagat alam ini, seakan ingin menghancurkannya.
Ketiga manusia super, yang sedang terbang menuju kearah barat, segera memacu tunggangannya masing-masing, mempercepat laju terbangnya, diikuti oleh helikopter tempur, yang ditumpangi Jenderal Sandjoyo.
Dengan kecepatan tinggi, mereka melesat menuju kearah terjadinya pertempuran.
Duarr.... Duarr.... Duarr.... Bom....
Dor.... Dor.... Dereded.... Dereded.... Duarr.... Dor....
Terus menerus terdengar suara ledakan, disusul dengan suara rentetan tembakan dari senjata api otomatis, yang ditembakkan dari pasukan militer kearah puluhan manusia bertopeng hitam.
Pertempuran yang sangat dahsyat, terjadi disebelah utara ibukota, ditepi pantai utara.
Duarr.... Duarr.... Duarr....
Ketiga manusia super, begitu tiba diarena pertempuran, langsung menerjang puluhan manusia bertopeng hitam.
"Pukulan Tapak Dewa!" Seru Turangga, melesatkan pukulan jarak jauhnya.
Tak mau ketinggalan, Umi Hajah Siti Setiawati, juga turut menyarangkan pukulan jarak jauhnya. "Pukulan Naga Geni!" Seru Umi Hajah, menerjang kelompok manusia bertopeng hitam.
Disusul oleh pukulan Tangan Dewa Naga, yang diluncurkan oleh wanita bercadar ungu. "Pukulan Tangan Dewa Naga!" Teriak wanita bercadar ungu berseru, menerjang kelompok pasukan iblis bayangan.
Ketiga manusia super, serentak menerjang puluhan manusia bertopeng, hingga mereka didesak terus ke tengah-tengah lautan, agar tidak menimbulkan kerusakan di ibukota.
Duarr.... Duarr.... Duarr....
Ketiga manusia super, terus menerus menggempur puluhan manusia bertopeng hitam, hingga melemparkan mereka jatuh masuk kedalam laut, Turangga tidak memberi ampunan kepada mereka, dia langsung menyusul manusia bertopeng yang jatuh kedalam laut, sambil terus menggempurnya dengan pukulan-pukulan Tapak Dewa tingkat tinggi.
Dua manusia bertopeng hitam yang masih hidup, dan berusaha kabur, dengan jalan akan meledakkan batu giok hitam, segera dicengkeram oleh kedua tangan Turangga dengan gerakan yang sangat cepat, hingga keduanya tidak bisa lolos dari kejaran Turangga.
Turangga menyerahkan kedua manusia bertopeng hitam, kepada Jenderal Sandjoyo, yang berdiri di tepi pantai, bersama pasukan militernya.
Kekuatan kedua manusia bertopeng hitam, sudah dilumpuhkan oleh Turangga, dengan memukulnya dibawah pusarnya.
Sekarang keduanya, setelah tidak memiliki kekuatan, dibawa oleh bawahan Jenderal Sandjoyo, ke Markas Besar Pasukan Khusus, untuk di interogasi.
Sedangkan Turangga, kembali lagi ketempat pertempuran, membantu kedua temannya, yang tengah bertarung jarak dekat di atas laut utara.
"Cakar Harimau Iblis!" Seru manusia bertopeng hitam, menerjang kearah Umi Hajah Siti Setiawati.
"Pukulan Tapak Naga Geni!" Seru Umi Hajah Siti Setiawati, menadah terjangan Cakar Harimau Iblis.
Duarr.... Duarr....
Dua kekuatan beradu dengan kerasnya, melemparkan keduanya kebelakang. Namun manusia bertopeng hitam lebih parah, dia terlempar ratusan meter hingga muntah darah, dan jatuh kedalam laut.
Umi Hajah dengan gerakan cepat, memburu manusia bertopeng hitam, yang jatuh kedalam laut. Ketika dia muncul kembali dipermukaan laut, langsung dicengkeram lehernya dengan kekuatan penuh, agar tidak bisa lolos, dan diserahkan kepada Jenderal Sandjoyo ditepi pantai, setelah kekuatan manusia bertopeng hitam dilumpuhkan.
Begitu dan begitu seterusnya, hingga tertangkap delapan manusia bertopeng hitam, yang lainnya hilang ditelan ganasnya lautan.
Setelah menumpas pasukan iblis bayangan, Turangga dan Umi Hajah, menghubungi bawahannya melalui telepon genggam, untuk menjaga ibukota bersama pasukan keamanan.
Usai semuanya dikerjakan, ketiga manusia super, kembali ketempatnya masing-masing.
Esok harinya, semua media cetak dan elektronik, ramai-ramai memuat pertarungan ketiga manusia super, melawan puluhan manusia bertopeng hitam, di atas laut utara, lengkap dengan beberapa foto pertarungan yang dahsyat.
Begitu pula dengan berita di televisi, ramai-ramai mengulas kejadian yang sangat langka, tiga manusia super melawan puluhan manusia bertopeng hitam.
Ketiga manusia super, akhirnya dikenal diseluruh dunia. Terutama oleh anak-anak dan remaja, yang mengidolakan Tiga Manusia Super.
Didalam tahanan militer, kedelapan manusia bertopeng hitam, setelah topeng dan jubah hitamnya dilepas secara paksa, oleh bawahan Jenderal Sandjoyo, setelah mereka telanjang, dan hanya mengenakan celana kolor, tubuhnya terlihat penuh dengan gambar dan tulisan.
Antek-antek iblis bayangan, dijebloskan kedalam penjara bawah tanah, dan tidak diberi makan sebelum mereka memberikan keterangan yang benar, tidak berbelit-belit.
Kedelapannya terus di interogasi, dengan tekanan yang sangat menyakitkan, sampai mereka memberikan keterangan mengenai Markas Pasukan Iblis Bayangan, dan menginformasikan seluruh kekuatan iblis bayangan.
Di Padepokan Bhakti Kencana, tampak Umi Hajah Siti Setiawati, tengah melatih bawahannya, agar lebih kuat lagi, sehingga dapat membantu para petugas keamanan, untuk menumpas pasukan iblis, yang sekarang sudah merajalela di Alam Bumi.
Begitu pula dengan Turangga, dia juga sama melatih para bawahannya, untuk bertambah kuat lagi, karena dalam waktu dekat, kemungkinan besar pasukan iblis bayangan, akan menerjunkan lebih banyak lagi manusia bertopeng dan berjubah hitam, untuk mengacaukan manusia di alam ini.
Sedangkan wanita bercadar ungu, seperti biasa, dia selalu berlatih sendiri ditengah lautan, ditemani oleh Eyang Naga Sakti, seekor naga raksasa, bawahannya Penguasa Ratu Pantai Selatan.
Wanita bercadar ungu, terus menerus berlatih, untuk menjadi lebih kuat lagi, terkadang berlatih tanding dengan Eyang Naga Sakti, yang selalu setia menemani wanita bercadar ungu, yang sudah dianggapnya sebagai cucunya.
Hari ini, ketiga manusia super, akan bertemu dengan Jenderal Sandjoyo, di Markas Pasukan Khusus militer, untuk membahas penyerangan ke Markas Pasukan Iblis Bayangan, dipuncak Gunung Krakatau.
Ketiga manusia super, terbang menggunakan tunggangannya masing-masing, menuju kearah Markas Pasukan Khusus Militer, di wilayah timur ibukota.
Di Markas Pasukan Khusus, Jenderal Sandjoyo bersama bawahannya, tengah menunggu kedatangan Tiga Manusia Super.
Tak lama kemudian, pertama yang tiba di atas langit Markas Pasukan Khusus Militer, manusia bertopeng emas dengan menunggangi seekor burung rajawali perak raksasa, disusul oleh wanita bercadar hitam dengan tunggangannya seekor Naga Emas Raksasa.
Keduanya sudah sampai duluan di Markas Pasukan Khusus, tinggal menunggu wanita bercadar ungu, yang ada hambatan didalam perjalanannya, karena dia bertemu dengan pasukan iblis bayangan, di perjalannya menuju kearah Markas.
Wanita bercadar ungu, segera menghubungi kedua temannya melalui telepati jarak jauh, mengabarkan keterlambatannya, karena bertemu dengan pasukan iblis bayangan, di wilayah Pantai Selatan. Mereka hendak menuju kearah timur, lewat sepanjang pesisir pantai.
Baik Manusia Bertopeng Emas, maupun Wanita Bercadar Hitam, begitu menerima pesan melalui telepati, langsung melesat terbang dengan tunggangannya masing-masing, menuju kearah pesisir pantai selatan, diikuti oleh Jenderal Sandjoyo dengan menggunakan helikopter tempur, terbang dibelakang kedua manusia super.
Sedangkan wanita bercadar ungu, tengah menggempur ratusan manusia bertopeng hitam, yang tergabung kedalam pasukan iblis bayang, dengan pukulan-pukulan jarak jauhnya yang begitu dahsyat.
Dia terus menggempur lawan-lawannya, tanpa memberi kesempatan kepada mereka.
"Pukulan Tangan Dewa Naga!" Seru wanita bercadar ungu, terus menggempur ratusan manusia bertopeng hitam, dari jarak jauh.
Duarr.... Duarr.... Duarr.... Bom....
Terdengar beberapa kali suara ledakan, dari dahsyatnya pukulan Tangan Dewa Naga, yang dilesatkan kearah ratusan manusia bertopeng hitam.
Puluhan manusia bertopeng hitam, terlempar keberbagai arah, kebetulan dari arah terlemparnya manusia bertopeng hitam, sudah tiba kedua manusia super, yang langsung menangkap mereka yang terlempar kearahnya, dan segera melumpuhkan kekuatannya.
Beberapa anggota pasukan iblis bayangan, yang telah dilumpuhkan oleh Turangga, dan oleh Umi Hajah Siti Setiawati, dimasukkan kedalam helikopter tempur, yang ditumpangi oleh Jenderal Sandjoyo.
Turangga segera menggunakan kekuatan mata Dewanya, untuk mencari pemimpin iblis bayangan. Tampak dimata Dewanya, ada dua iblis bayangan yang menjadi pelindung manusia bertopeng hitam, tengah menyaksikan pertarungan pasukannya dengan wanita bercadar ungu.
Dia segera melesat terbang menuju kearah dua iblis bayangan, sambil melayangkan pukulan Tapak Dewa, kearah dua iblis bayangan.
Duarr.... Duarr....
Dua iblis bayangan, tiba-tiba dihantam oleh pukulan Tapak Dewa tingkat tinggi, yang tidak terlihat oleh mata keduanya, karena Turangga menggunakan jurus Dewa Sakti tingkat tinggi, yang dipadukan dengan pukulan Tapak Dewanya, hingga melemparkan keduanya beberapa ratus meter ketengah lautan, dan langsung ditangkap oleh Eyang Naga Sakti.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments