Dipuncak sebuah gunung yang tinggi, ketiga manusia super, membahas tempat pertemuan mereka. Di atasnya enam pesawat jet tempur, terus berputar-putar mengelilingi puncak gunung. Wanita bercadar ungu, memberikan tanda kepada pilot jet tempur, untuk pergi meninggalkan mereka.
Tak lama kemudian, enam pesawat jet tempur, pergi meninggalkan puncak gunung. Ketiga manusia super, kembali melanjutkan pembicaraannya.
"Ditempat inilah, nanti kita bertemu lagi," ucap wanita bercadar ungu.
"Kapan kira-kira kita bisa bertemu lagi?" Tanya manusia bertopeng emas.
"Ya, harus kita tentukan waktunya!" Seru wanita bercadar hitam.
"Bagaimana... kalau kita bertemu, disetiap bulan purnama?" Tanya wanita bercadar ungu.
Wanita bercadar hitam dan manusia bertopeng, menganggukkan kepalanya, tanda keduanya menyetujui usulan dari wanita bercadar ungu.
Ketiga manusia super, akhirnya meninggalkan puncak gunung, dan kembali ketempatnya masing-masing.
Sementara di ibukota, telah terjadi kekacauan, yang ditimbulkan oleh dua orang manusia yang memakai topeng hitam, dan mengenakan jubah hitam.
Kedua manusia bertopeng hitam, telah melakukan perampokan di bank, dan menghancurkan setiap kantor dan bangunan mewah. Dan menghabisi setiap orang yang menghadangnya.
Setiap hari kekacauan terjadi dimana-mana, akibat ulahnya manusia bertopeng hitam.
Aparat keamanan yang dibantu oleh Pasukan Khusus, tidak mampu untuk menangani berbagai kekacauan tersebut, malah banyak aparat keamanan, yang dibantai habis oleh kedua manusia bertopeng hitam.
Kedua manusia bertopeng hitam, seperti menaruh dendam kepada aparat penegak hukum, dan kepada para anggota dewan, yang telah semena-mena menyalahgunakan kekuasaannya.
Mereka berdua membabi-buta, menghancurkan setiap bangunan mewah, pertokoan dan pusat perbelanjaan mewah.
Sejumlah wartawan sibuk meliput peristiwa tersebut, dan beberapa wartawan televisi, menyiarkan berita kekacauan yang terjadi dimana-mana secara langsung.
Dua Minggu kemudian, tepat pada waktu bulan purnama, di atas puncak gunung tertinggi di pulau Jawa, telah berlangsung pertemuan membahas tentang peristiwa kekacauan, yang terjadi dimana-mana, setelah kemunculannya dua manusia bertopeng hitam.
Pertemuan ketiga manusia super dipuncak gunung, menghasilkan kata sepakat, selain mereka tetap membasmi kedzaliman dan kejahatan, ketiganya siap menghadapi manusia bertopeng hitam.
Akhirnya, ketiga manusia super, melesat terbang ke atas langit, dan terus melesat menuju kearah Ibukota, untuk menghadapi dua manusia bertopeng hitam.
Duarr.... Duarr.... Duarr.... Bom.... Bom....
Ledakan demi ledekan, terus terdengar membahana di seputaran ibukota, menghancurkan setiap bangunan yang ada. Para petugas keamanan yang didukung oleh pasukan militer, terus menembaki dua manusia bertopeng hitam, dengan senjata api otomatis, namun sedikitpun tidak membuat keduanya terluka, malah keduanya balik menyerang aparat keamanan dan pasukan militer, dengan pukulan-pukulan jarak jauh yang sangat dahsyat.
Ditengah-tengah gentingnya ibukota, tiga manusia super tiba-tiba muncul ditempat kejadian, dan langsung menerjang dua manusia bertopeng dengan pukulan Tapak Dewa, Tapak Naga Geni, dan pukulan Dewa Naga, yang dilesatkan oleh ketiga manusia super.
Duarr.... Duarr.... Duarr....
Terdengar suara ledakan dari arah pertempuran, hingga dua manusia bertopeng terlempar ratusan meter, menabrak bangunan tinggi, begitu juga dengan ketiga manusia super, ketiganya mundur beberapa puluh meter. Namun tidak separah dua manusia bertopeng, yang terlempar dan memuntahkan darah.
Dua manusia bertopeng bangkit kembali, dan langsung menerjang kearah ketiga manusia super. Perkelahian pun berlangsung sengit, saling memukul dan dan saling menendang.
Ketika kedua manusia bertopeng hitam hampir terdesak, tiba-tiba muncul lagi satu orang manusia bertopeng hitam, bergabung dengan dua manusia bertopeng hitam temannya.
"Saudara pertama, untung kamu cepat datang. Kami berdua kewalahan melawan mereka bertiga," ucap saudara kedua.
"Tenang saja saudara kedua, pasti aku akan selalu membantu kalian berdua," balas manusia bertopeng hitam, yang dibilang saudara pertama.
Sekarang posisinya seimbang, tiga manusia bertopeng hitam, melawan tiga manusia super. Mereka semua memiliki kekuatan yang hampir seimbang, meski masih dibawah kekuatan Turangga. Tapi setidaknya, ketiga manusia bertopeng hitam, sudah membalaskan dendamnya kepada aparat penegak hukum yang bertindak semena-mena. Dan menghancurkan ibukota.
Mereka melanjutkan pertarungannya, sekarang satu lawan satu. Turangga melawan manusia bertopeng hitam saudara pertama, Umi Hajah melawan manusia bertopeng saudara kedua, dan wanita bercadar ungu melawan manusia bertopeng hitam saudara ketiga.
Pertarungan mereka semakin seru, ketika masing-masing diantara mereka, mengeluarkan jurus-jurus andalannya. Turangga melawan manusia bertopeng hitam pertama, dengan jurus-jurus Tapak Dewa tingkat tinggi, dilayani oleh lawannya dengan jurus Cakar Harimau Iblis.
"Rasakan ini, Cakar Harimau Iblis!" Seru Manusia Bertopeng Hitam pertama, menerjang Turangga dengan Cakar Harimau Iblis yang mematikan.
Begitu pula dengan Turangga, mengeluarkan jurus andalannya.
"Pukulan Tapak Dewa!" Turangga berseru, menadah terjangan jurus Cakar Harimau Iblis.
Duarr.... Duarr....
Dua kekuatan yang sangat dahsyat, beradu di atas langit ibukota. Karena mereka bertarung di udara.
Keduanya terlempar kebelakang, manusia bertopeng hitam pertama terlempar ratusan meter, menabrak bangunan bertingkat hingga jebol. Sedangkan Turangga, terlempar puluhan meter, dan mendarat di atas gedung bertingkat dengan sempurna.
Begitu pula dengan manusia bertopeng hitam kedua dan ketiga, yang dihantam oleh pukulan Tapak Naga Geni, milik Umi Hajah Siti Setiawati, dan pukulan Tangan Dewa Naga milik wanita bercadar ungu, terlempar menabrak gedung bertingkat, hingga muntah darah, terluka dalam yang sangat parah.
Ketiga manusia bertopeng hitam, setelah bangkit kembali, mereka langsung kabur menyelamatkan dirinya, dengan memecahkan batu giok hitam untuk menghilang dari hadapan ketiga manusia super.
Turangga tidak tinggal diam, dia langsung menggunakan kekuatan mata Dewanya, untuk melihat arah kaburnya mereka.
"Saudara, ayo ikuti aku. Mereka kabur kearah puncak Gunung Krakatau," ucap Turangga, langsung melesat terbang, mengejar kearah larinya ketiga manusia bertopeng hitam, diikuti oleh dua wanita bercadar dari belakang.
Sementara para penduduk ibukota dan sejumlah wartawan, yang sebelumnya menyaksikan pertarungan dari jarak jauh, kini pada mendekat kearah pasukan keamanan, yang akan bersiap-siap membereskan puing-puing reruntuhan bangunan, yang dihancurkan oleh manusia bertopeng hitam.
Aparat keamanan ibukota, dengan dibantu oleh para petugas kebersihan kota, petugas damkar, pasukan militer, bahu membahu membersihkan ibukota yang hancur.
Tak ketinggalan, sejumlah penduduk ibukota juga, turut membantu para petugas, membersihkan kotanya yang dihancurkan oleh manusia bertopeng hitam.
Sementara Turangga, yang diikuti oleh kedua wanita bercadar, terus melesat terbang ke Gunung Krakatau, mengejar ketiga manusia bertopeng hitam, dengan kecepatan tinggi.
Di atas laut selat Sunda, ketiga manusia bertopeng hitam, dapat dikejar oleh Turangga, dan langsung menyarangkan pukulan jarak jauhnya, menghantam kearah ketiga manusia bertopeng hitam, hingga ketiganya jatuh ke laut selat Sunda, dan terus tenggelam dibawa arus gelombang laut yang sedang pasang.
Turangga terus memburu ketiganya, diikuti oleh Umi Hajah Siti Setiawati dan wanita bercadar ungu, menyusul Turangga dari belakang.
Ketika Turangga akan mencapai ketiga tubuh manusia bertopeng hitam, secara tiba-tiba muncul dua bayangan hitam menyambar ketiganya, dengan gerakan cepat hingga Turangga kehilangan jejak bayangan hitam.
Dengan hati kecewa, Turangga kembali kearah ibukota, diikuti oleh kedua wanita bercadar, dengan sebuah pesan, setiap bulan purnama, kembali bertemu dipuncak Gunung Semeru, gunung tertinggi di pulau Jawa.
Esok harinya, semua media cetak memuat berita pertarungan antara ketiga manusia bertopeng hitam, dengan ketiga manusia super, di atas langit ibukota.
Tidak ketinggalan, sejumlah televisi juga mengulas pertarungan antara ketiga manusia bertopeng hitam, melawan tiga manusia super, dengan didukung oleh berbagai visual, yang menunjukkan terjadinya pertarungan, di atas langit ibukota.
Kini, pimpinan aparat keamanan ibukota, mengharapkan bantuan dari ketiga manusia super, untuk membantu menjaga keamanan di wilayah ibukota.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments