Dipesisir Pantai Selatan, dihebohkan dengan kemunculan seorang wanita muda, yang mengenakan cadar ungu menutupi seluruh wajahnya, dan hijab panjang sampai sepinggang, dipadukan dengan gamisnya yang panjang hampir menyapu jalan, wanita itu muncul secara tiba-tiba ditempat maksiat sepanjang pesisir selatan. Dia menghancurkan setiap tempat yang menjual wanita dan minuman keras, tidak ada kata ampunan lagi bagi mereka yang membangkang, termasuk para oknum yang membekingi tempat maksiat itu, satupun tidak ada yang disisakan.
Kejadian itu secara tiba-tiba, hanya meninggalkan sebuah peringatan, yang ditulis dengan tinta warna merah darah. Tulisan itu berbunyi ; 'Bagi siapa saja yang membangkang, membuka kembali tempat maksiat, Aku tidak segan-segan untuk menghabisinya. Tertanda, Petualang Bercadar Ungu'.
Wanita muda bercadar ungu, setelah menulis peringatan yang digantungkan disebuah pohon nyiur, langsung melesat terbang ke atas langit, dan menghilang dibalik awan.
Semua orang yang menyaksikan kejadian itu, dibuat kagum dan takjub, dengan kesaktian wanita bercadar ungu. Kebetulan ditempat itu, ada dua orang wartawan yang sempat mengabadikan peristiwa tersebut.
Kedua wartawan itu, langsung memuat beritanya, di dua media cetak yang terbit di ibukota, dan esok harinya, berita tersebut menjadi trending topik, menjadi buah bibir penduduk dibelahan Nusantara, hingga wartawan televisi memburu wanita muda bercadar ungu, untuk membuat berita eksklusif dalam sebuah acara berita dan peristiwa.
Pemberitaan tentang wanita bercadar ungu, mengundang banyak kalangan, yang turut mendukung gerakannya menumpas kejahatan dan kemaksiatan, hingga ribuan kaum wanita, menggelar aksi dukungannya kepada wanita bercadar ungu, untuk membasmi segala bentuk kejahatan dan kemaksiatan, serta menyerukan agar terus berjuang untuk menumpas kedzaliman dan kejahatan.
Banyaknya dukungan yang mengalir dari masyarakat kepada wanita bercadar ungu, dan pemberitaan yang gencar atas sepak terjangnya diberbagai daerah, dalam menumpas kedzaliman dan kejahatan, membuat para pelaku kedzaliman dan kejahatan ciut nyalinya.
Hingga para pelaku bisnis haram, menyatukan diri untuk berperang melawan wanita bercadar ungu, dan mereka merekrut para jawara dan dukun sakti, untuk memburu wanita bercadar ungu.
Turangga dan Umi Hajah, telah menyatakan dukungannya kepada wanita bercadar ungu, untuk membantu berperang melawan para pelaku bisnis haram, pelaku usaha gerakan dibawah tanah, yang menghalalkan segala cara, dan selalu menindas orang-orang yang lemah.
Kedua bos dari perusahaan raksasa itu, mengutus para bawahannya, untuk membantu gerakan wanita bercadar ungu, dalam gerakan menumpas dan menghancurkan kejahatan.
Sedangkan wanita bercadar ungu, terus terbang di atas langit, mencari target buruannya, sehingga membuat semua orang yang melihatnya kagum, ada manusia di Alam Bumi ini bisa terbang, sampai sejumlah wartawan dari berbagai media turut meliputnya.
Wanita bercadar ungu, terus melayang terbang di atas langit ibukota, membuat seorang jenderal memerintahkan bawahannya, untuk menyiapkan pesawat jet tempur.
Seorang jenderal bintang tiga, bersama sepuluh bawahannya, yang menggunakan enam pesawat jet tempur, terbang mendekati wanita bercadar ungu, dan sama-sama melayang di udara.
Wanita bercadar ungu, duduk di atas pesawat tempur, yang membawanya terbang meliuk-liuk, seperti sedang melakukan akrobat di udara, sehingga masyarakat ibukota dan sejumlah wartawan kagum.
Beberapa stasiun televisi, menyiarkan secara langsung peristiwa langka tersebut. Dan ditonton hampir di seluruh penjuru benua, karena di ibukota banyak wartawan dari mancanegara.
Turangga yang mengenakan topeng emas, dengan kostum manusia super, melesat terbang menghampiri wanita bercadar ungu, dan bersatu dengan pasukan tempur angkatan udara.
"Manusia bertopeng emas.... Manusia bertopeng emas.... Manusia bertopeng emas!" Seru penduduk ibukota, berteriak menyambut kedatangan 'Manusia Bertopeng Emas', yang turut bergabung dengan wanita bercadar ungu.
Tak lama kemudian, muncul lagi seorang wanita bercadar hitam, yang tak lain adalah Umi Hajah Siti Setiawati, melayang terbang menghampiri kedua manusia super, bersatu di udara dengan pasukan tempur, hingga membuat warga ibukota kagum dan takjub.
Ketiga manusia super, dua wanita bercadar dan satu pria bertopeng emas, melesat terbang ke wilayah timur, dengan diikuti oleh enam pesawat jet tempur, yang dipimpin oleh seorang jenderal berbintang tiga.
Mereka berhenti disebuah tempat, yang dibawahnya ada sebuah bangunan besar dan megah. Tempat itu sangat luas sekali, sekitar sepuluh hektar, dan ada beberapa bangunan ditempat itu.
Didepan bangunan besar, ada sebuah bendera berkibar tertiup angin kencang. Bendera itu berwarna kuning emas, dengan logo seekor naga melingkar ditengah-tengah bendera, dibawah logo ada tulisan Naga Emas.
"Kelompok Naga Emas", ucap mereka bertiga, hampir bersamaan.
Ketiganya menukik turun, dan mendarat didepan bangunan besar dan megah itu.
Dari dalam bangunan, muncul ratusan jawara dan dukun sakti, yang langsung mengepung ketiga manusia super, lengkap dengan berbagai senjata yang mereka gunakan.
"Ayo serang ketiga bajingan itu!" Seru bos besar kelompok Naga Emas, memerintahkan kepada para jawara dan dukun sakti.
Ketiga manusia super, sebelum ratusan jawara dan dukun sakti menjamah dirinya, tangan ketiganya bergerak kearah mereka, dengan kekuatan sepenuhnya.
"Tapak Dewa, Tapak Naga, Cakar Dewa Naga!" Seru ketiganya, menghantam kearah ratusan jawara dan dukun sakti.
Duarr.... Duarr.... Duarr....
Terdengar beberapa kali suara ledakan, dari pukulan jarak jauh yang dilesatkan oleh ketiga manusia super, hingga membuat mereka terlempar beberapa puluh meter, dan bertumbangan tidak bergerak lagi.
Ketiga manusia super, terus bergerak maju mendekati Bos Naga Emas.
"Ayo terus serang, ketiga manusia bajingan itu!" Seru bos besar kelompok Naga Emas, kepada jawara dan dukun sakti yang masih hidup.
Namun mereka sudah ciut nyalinya, ketika teman-temannya sudah tidak bergerak lagi, hanya dengan satu kali serangan tunggal, langsung mereka tidak berdaya.
Hanya ada lima orang dukun sakti dan sepuluh orang aliran beladiri Ninja, yang sudah siap mengepung dua wanita bercadar, dan seorang manusia bertopeng emas.
Lima orang dukun sakti, telah bersiap merapalkan ajiannya, hendak menyantet ketiga manusia super, yang terdiri dari dua wanita bercadar ungu, dan seorang manusia bertopeng, namun sebelum mereka menyelesaikan ajiannya untuk menyantet, dengan gerakan cepat, ketiga manusia super menghantam mereka dengan jurus pukulan Tangan Dewa Menghancurkan Lawan, Jurus Naga Geni, dan jurus Cakar Dewa Maut, membuat kelima dukung sakti terpental kearah belakang, dan menabrak dinding bangunan, hingga tergeletak tidak bergerak.
Sedangkan kesepuluh manusia ninja, yang bersiap untuk menyerang, loncat ke atas bangunan besar, untuk menghindari terjangan pukulan dari ketiganya, yang terus dikejar oleh manusia bertopeng emas, dan wanita bercadar hitam, sedangkan wanita bercadar ungu, bergerak mendekati bos besar kelompok Naga Emas, yang nyalinya sudah menciut ketakutan.
Dengan tangan bergetar, Bos Naga Emas, mengarahkan moncong senjata apinya kearah wanita bercadar ungu. "Jangan mendekat," ucapnya ketakutan. "Maju selangkah lagi, peluru emas ini akan bersarang di kepalamu!" tambahnya berteriak.
Namun ucapan Bos Besar Kelompok Naga Emas, tidak digubris oleh wanita bercadar ungu, dia terus melangkah mendekati pemimpin Naga Emas.
Dor.... Dor.... Dor.... Dor....
Terdengar beberapa kali suara letusan senjata api, mengarah ke tubuh wanita bercadar ungu. Empat peluru emas hanya menempel di jilbabnya yang panjang sepinggang, jilbab warna ungu, sama dengan cadar dan gamisnya berwarna ungu, merupakan tameng untuk menangkal berbagai senjata, baik senjata tajam, senjata beracun, ataupun peluru emas yang dimuntahkan dari senjata api, semuanya tidak akan tembus, terhalang oleh pakaian yang dikenakannya.
Tentu saja pemimpin kelompok Naga Emas, semakin ketakutan, dia berusaha untuk melarikan diri, tapi keburu dijegal dan ditendang dengan gerakan cepat, dengan menggunakan jurus Tendangan Bayangan.
Dug.... Bug.... Argh.... Aahhh....
Jerit kesakitan Bos Naga Emas, yang terkena jurus Tendangan Bayangan, yang tidak terlihat oleh mata manusia biasa, tepat di jantungnya pemimpin kelompok Naga Emas, dan langsung terlempar beberapa meter, menabrak dinding bangunan, tergeletak tidak bergerak lagi.
Usai menumpas kelompok Naga Emas, ketiga manusia super itu, melesat terbang menuju kearah sebuah gunung yang menjulang tinggi, dengan diikuti oleh enam pesawat jet tempur, yang mengawalnya dari belakang.
Ditempat kejadian, muncul sejumlah mobil polisi, ambulance dan sejumlah wartawan, yang membereskan mayat-mayat bergelimpangan, dan membawanya dengan sejumlah ambulance.
Para wartawan sibuk meliput bekas-bekas kejadian, ada yang menyiarkan secara langsung beritanya di televisi.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments